
Melihat kebahagian Sandi dan Ifat juga Willy dan istrinya itu membuat sakit pada hati Bima dan Humairah.
Mereka sama-sama menginginkan memiliki keturunan,penyemangat dan obat lelah.
Namun apalah daya Alloh belum menakdirkannya mereka memiliki keturunan apalagi Humairah di sentuh pun ia tak pernah hanya berpegangan tangan saja itupun di hadapan banyak orang,sungguh miris kisah hidup nya.
"Kapan nih Bos Bima punya Bayi lagi?"tanya Sandi
"Ada keinginan tapi belum ada jalan"
"Usaha lah"
"Usaha udah,tapi belum di kabulkan"jawab Bima
"Sabar"ucap Lutfi yang sedari tadi mendengarkan Bima dan Sandi
"Insyaallah semua akan indah pada Waktunya"Ucap Khairul
"Aku juga nunggu udah hampir 2 tahun baru sekarang di kabulkan"Ucap Willy
"Semua atas ijin Alloh, Alloh tengah mempersiapkan yang terbaik untukmu Bim,cuma tinggal menunggu waktu saja"ucap Lutfi seketika Bima pun menatapnnya
"Jangan nanya Kapan?"Celetuk Arya
"Nikmati Prosesnya,jalani dengan ikhlas,tanamkan Sabar insyaallah semua akan baik-baik saja"lanjut Arya
"Sejak kapan Seorang Arya jadi sebijak ini?"tanya Bima menyeringai
"Sejak nikah"
"Gak percaya"ucap Sandi
"San,Dengan nikah kita banyak berubah...
"Udah ah mending bantuin para istri tuh kasihan"Potong Lutfi yang melihat Dzifa sedang kesusahan
"Cie suami siaga dan suami terpeka"ledek Khairul
"Emangnya Aa' enggak"
"Ya kali gak Siaga sama Peka habislah kita"Jawab Khairul,mereka pun tertawa
"Istri bahagia kita juga bahagia"ucap Sandi
"Ya ialah kan sumber kebahagiaan kita adalah istri"jawab Khairul
"Dan kebahagiaan istri adalah Uang"Ucap Bima
Semua mata tertuju pada Bima sekarang,mereka menatap Bima penuh tanya.mengapa Bima berkata seperti itu
"Sudahlah ayo kita ke taman belakang bantuin para istri."ajak Bima sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah belakang
Arya menatap Sandi ia meminta penjelasan namun Sandi pun bingung harus bicara apa.ia hanya bisa mengedikan bahu acuh
🙂🙂🙂🙂
"Anak-anak untung pada Anteng sama Arda kalau enggak pusing kita"keluh Ais
"Iya,mereka malah asik bernostalgia"jawab Dzifa
"Ada apa sih,kayanya lagi pada ngomongin kita-kita"Ucap Khairul
"Iya emang"jawab Ais ketus
"Ngomongin apa hayoh"
Ais pun menatap Khairul tajam"Ngapain aja di dalem Hemm?"
Khairul pun kicep saat di tatap istrinya tajam"maaf"
"Gak ada maaf-maafan,cepetan tuh kupas bawang merahnya"titah Ais dan mau tidak mau Khairul pun menuruti nya
"Disisi"bisik Lutfi membuat Khairul kesal
"Fi"panggil Dzifa
"Apa sayang"
"Bakar nih Ayam sama ikannya"titah Dzifa
"Oke"
"terus aku apa?"tanya Sandi
Dzifa pun menghembuskan nafas kasar"Kalian itu udah gede masa harus di bagi-bagi kerjaannya, inisiatif donk?"
"kan...
"Sebagian gelar tiker,sebagian bantuin Lutfi bakar ikan sama Ayam,yang bagian gelar tikar ajakin anak-anak main kasihan tuh Arda ngurus bocah-bocah sendirian"ucap Ais berkacak pinggang
"Baik Ndoro"Ucap Sandi dan Arya yang langsung ngacir karena Ais langsung menatapnya dengan tatapan tajam.
"Dzifa"ucap Ais kesal
"Apa hah?"
"Jangan...
"Kenapa A?"tanya Dzifa saat melihat Khairul seperti terisak.
"Beginilah Dzif,takdir suami yang sedang membujuk istri nya supaya gak marah"Ucap Khairul dramatis.Dzifa pun menahan tawa nya,ingin sekali ia tertawa saat mendengar jawaban dari kakak sepupu nya
"Ais?"ucap Dzifa mengkode
"Gimana rasanya?"tanya Ais
"Subhanallah luar biasa"jawabnya
"Cup cup cup udah ahhh jangan drama,lanjutin kalau udah itu bawang putih kupas,terus bawa ulekan dari dalem aku siapin cabe sama tomatnya.nanti habis semua di goreng Aa' bagian ngulek,aku gak kuat"Ucap Ais.Dzifa hanya bisa menggelengkan kepala sungguh bahagia bisa bertemu dan bersahabat bersama dengan mereka.
Dulu setiap kali menyambut bulan Ramadhan ia hanya bersama dengan Ifat,Ais,Sandi,Bima dan Arya
Namun setelah ia menikah semua berubah menjadi ramai,apalagi sekarang bertambah dengan adanya nya anak-anak.
lengkaplah sudah kebahagian nya
"Kenapa ngelamun?"tanya Lutfi
"Bahagia"ucap Dzifa tanpa menoleh kearah Lutfi"Aku bersyukur bisa berkumpul dengan teman-teman ku seperti saat ini.bahagia rasanya!"ucap Dzifa
"Iya aku juga bahagia"ucap Lutfi"Bahagia bisa menikah dengan mu.mendapatkan keturunan darimu,membangun rumah tangga dan usaha dari nol bersama.makasih udah ngelengkapi hidup ku"
"makasih juga udah jadi imam yang baik untukku"sambut Dzifa
"Tak ada laki-laki yang beruntung kecuali laki-laki yang mendapatkan bidadari yang selalu ada menemani suka dan dukanya,menjadi obat ketika lelahnya,dan jadi makmum terbaik disisinya.kamu pelengkap ku, pelengkap semua kebahagiaan ku"ucap Lutfi lalu merangkul Dzifa pada pelukannya dan
"Khemmm"
Dzifa dan Lutfi pun menoleh apa asal suara betapa terkejutnya ia melihat Danu dan Wina juga baby kecil di gendongan Danu
"Subhanallah"Ucap Lutfi sambil merangkul Danu begitu pun Dzifa memeluk Wina.
"Rindu"Ucap Wina yang sudah berderai air mata.
Wina dan Danu telah menikah setelah Meraka lulus SMA sebelum Meraka melanjutkan sekolah di kairo.awalnya mereka sekolah bersama di Kairo namun usaha orang tuanya Danu yang di Turki tak ada yang memegang hingga mengharuskan Danu untuk pindah dan membawa serta istrinya.
"Makanya jangan jauh-jauh,emangnya gak cinta sama negri sendiri"Ucap Dzifa
"Kan namanya juga istri Dzif,kalau nggak ngikutin suami terus kita bakal dapet pahala dari mana?"ucap Wina
"Ye sih bener!"
"Aduh Dzifa udah isi lagi nih Fi,Keren kamu Fi"ucap Danu.
"Wina kapan nambah lagi"tanya Dzifa
"Entarlah aku kemarin baru udahan di operasi usus buntu"
"Inalillahi,kapan?"tanya Dzifa
"Udah sebulan yang lalu sih!"ucap Wina
"Kenapa gak ngasih tau?"
"Prosesnya juga sebentar,sakitnya jam 4 subuh di operasi jam 1 siang"ucap Danu
"Oh,sekarang udah gak papa kan?"tanya Lutfi
"Gak, Alhamdulillah udah baik-baik aja"
"Ini siapa namanya?"tanya Dzifa
"Ini namanya Dede Yusuf"ucap Danu "kalau kakaknya namanya Ilham namun lagi sama neneknya"
"Oh,ya udah yuk kita gabung sama temen-temen pasti mereka pada kangen.
Mereka semua pun menghampiri teman-teman nya yang tengah bercanda gurau karena semua sudah selesai tinggal makan.
Mereka semua melepas rindu pada Wina,sudah lama Wina dan Danu lost kontek.
Setelah itu mereka pun makan bersama dengan penuh canda tawa.guyonan yang terus keluar.
Dzifa dan Lutfi bahagia bisa ada di tengah-tengah mereka, mudah-mudahan kebahagiaan ini akan selalu menyertai.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa Like dan komen ya
biar aku tambah semangat nulisnya 😁