
"Bima" Panggil Wina mereka sekarang tengah ada di rumah Bima sebelah rumah Dzifa.
"Apa?"
"Bagaimana?"tanya Wina
"Tanya kan Adikmu apa ia mau dengan ku yang kamu tau penyakit ku yang tadi aku jelaskan"
"Kalau dia mau?"
"Alhamdulillah"
"Maksudnya?"
"Aku juga Mau dengan Adikmu Win." terang Bima
"ya udah Aku tunggu di rumah ya"
"Langsung halalin aja boleh?"tanya Bima
"Astagfirulloh"
"Aku gak mau buat dia berdosa lebih lama, Soal gedung dan lainnya biar aku yang urus"
"Bentar" Ucap Danu
tut tut tut
"Assalamu'alaikum" Ucap Nura di sebrang telpon
"Wa'alaikum salam, Dek Bima lamar kamu lewat Kakak"terang Danu
"....." Tak ada jawaban dari sebrang sana, entah apa yang terjadi.
"Dek"
"Iya"jawabnya
" Kamu dengarkan apa yang di ucap kakak barusan"Ucap Danu
"Menurut teh Wina gimana?kan teman Kak Danu juga ngelamar"
"Kamu maunya sama yang mana?" tanya Wina
"Kak"jawabnya lirih hampir tak terdengar
"kamu lagi sama siapa?" tanya Wina
"Sama Teh Dzifa di kamar dede Kembar"
"Jawaban kamu gimana?"tanya Wina
"Hasil Istiqorohnya apa?" tanya Danu
"Mas Bima" Jawab Nura ragu.
"Alhamdulillah" jawab Bima, Danu dan Wina
"Sholat istiqoroh lagi, dan yakinkan.soal masalah teman nya Suami kakak nanti itu di urus oelh suami kakak"
"Iya"
Sambungan pun terputus.Bima, Wina dan Danu semua merasa bahagia tak terkecuali Dzifa ia pun yang hanya sedikit mencuri dengar merasa bahagia, Mudah-mudahan ini awal kebahagiaan Bagi sahabatnya Bima.Orang yang dulu selalu ada untuknya dan yang lain, di kala apapun.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Seminggu kemudian
Penantian yang begitu panjang yang di alami Oleh Nura namun berakhir bahagia.Meski banyak orang yang menyayangkan mengapa Nura malah memilih Duda seperti Bima mungkin itu jodoh,yang diberikan tuhan.
"Ra" panggil Nisa.
"Ada Apa kak Nisa?"
"Selamat ya"
"Iya terimakasih" Jawab Nura dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya meskipun tak terlihat karena tertutup Cadar.
"Bahagia deh, tinggal si Bungsu yang masih ngejomlo" Ucap Wina sambil merangkul bahu Nura yang tengah duduk bersama Nisa di pinggiran Ranjang.
"Dia masih harus kuliah kak"
"Dek pesen kakak, Kalau ada yang bertanya Bagaimana Rumah tanggamu?Bagai mana Suami mu?jawablah dengan kata Alhamdulillah.Seburuk apapun, serumit apapun Rumah tangga mu ucapkanlah Alhamdulillah tanda kau mensyukuri Alur hidup yang di tetapkannya.Ingat Saling menutupi kekurangan akan menebarkan keharuman yang maha Dahsyatnya, Untuk dirimu, keluargamu, dan sesama"
"Terimakasih wejangannya Kak"
"Udah jangan gugup, sebentar lagi Bima akan masuk kamar.ia akan melihat kecantikanmu." Goda Wina
"Dan jangan lupa shalat dua Rakaat sebagai tanda syukur kalian pada Robb"sambung Nisa
Wina dan Nisa saling tatap tak lama mereka tertawa kencang
"Kakak"tegur Nura
"hahahaha, udah ah yuk kita keluar"ajak Wina
"Kakak, kakak disini aja aku takut"cicit Nura
"takut?Bima gak akan makan kamu ko, Paling dia gigit dikit" Jawab Wina Enteng.
"Gigit, dia pampir?" tanya Nura Bingung
"Huss ahhh udah, Selamat berbahagia Adik ku." Ucap Wina dan Nisa bersamaan.
Pernikahan yang amat sangat sederhana hanya di hadiri beberapa sanak saudara, acaranyapun di adakan malam hari.
Bukan karena MBA tapi memang itu ke inginan Nura, ingin menikah sederhana.
Bima hanya bisa menuruti kemauan Sang Calon istri, Eh Ralat sang Istri.
"Bim, Batalkan dulu" Ucap Wina
"Batalkan?"
"Hehe, Sana Masuk kamar udah larut"
"Apa sih, ko aku gagal konek" keluh Bima dengan wajah yang sedikit di tekuk, ia tengah dilanda ke gugupan yang amat sangat menyiksa.Meski ini pernikahan ke dua baginya.Namun pernikahan kali ini berbeda sangat amat berbeda dari sebelumnya.sederhana dan penuh ke khusuan.beda halnya dengan pernikahan terdahulu yang amat penuh dengan kemewahan tapi tak ada ke gugupan sama sekali.
"Sana masuk kamar,kamu belum liat wajah ayunya kan? kamu tengoklah.lalu shalatlah setelah kau tengok.jangan langsung kau batalkan Wudhu" Ucap Rahmadi paman Wina
"Aduh Wina" Keluh Bima yang masih agak sedikit Bingung.
"ko Si Bima jadi telmi ya" Ucap Danu
"Bim"
"Fa, Aku di suruh ke kamar tapi..." Adu Bima
"Gagal paham" Tanya Dzifa yang turut hadir"Ya udah gih ke kamar"
"Mau ngapain?" jawabnya polos.Entahlah polos atau ****.Yang jelas Bima tengah di hadpkan dengan ke gugupan yang amat sangat, menjadikannya serba salah untuk melakukan hal apapun.
"Kalau kekamar mau ngapain Bima?"
"Istirahat"
"Ya udah sana Istirahat" Titah Dzifa
"Hah"ucap yang lain
"Jangan lupa shalat Dua rakaat" sambung Dzifa saat melihat Bima tengah memegang klop pintu kamar Nura
"Sip"
"Awas jangan Batalkan Dulu Wudhunya"
"Oke Bos"Ucap Bima " Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
"Bima lulusan apa sih, ko tadi kita jelasin gak konek" Ucap Wina
"Jangan berbelit, tau dia lagi gugup"
"Hehe, niatnya ngegoda
" gakan mempan, kecuali olh Dzifa "jawab Lutfi.
" Kami pamit ya kasihan anak-anak"Sambung Dzifa.
"Kirain mau nginep"
"Kasurnya gak akan muat, anakku 4 tambah Dzifa dan Aku jadi 6 mau tidur gimana?paham kan!"
"Paham fi, Salam untuk semua " Jawab Danu
Mereka pun pamit pulang.karena memang tinggal mereka juga Ais dan Khairul yang pastinya akan menginap di rumah Dzifa.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Maaf kalau tulisan kali ini Gak jelas tingkat akut.
Mudah-mudahan suka
jangan lupa Like, Komen And Vote
Ngelike gak butuh waktu semenit ko' seriusโ