
"ARDA"teriak Bima.
"Ais itu Arda dan Alexa kan?"tanya Ifat
"Wah wah wah kacau bakal ada perang nih....."ucap Ais tak selesai karena terpotong oleh Willy
"Perang?emang sinetron"ucap Willy.
"Wah gimana nih?"tanya Ais panik.
"Gimana,ya gimana gw juga kagak tau!"jawab Ifat.
"Kenapa lo pada panik gitu sih"tanya Danu
Tanpa mempedulikan pertanyaan Danu ifat dan Ais pergi mengikuti Arya dan Sandi yang berjalan mengikuti Bima yang sudah Emosi.
"Ya,gimana nih"ucap Ais sesaat setelah mensejajarkan diri dengan Arya.Arya hanya menggedikkan bahu.
Wina,Siska,Danu dan Willy bingung atas apa yang terjadi,sedangkan Dzifa dan Lutfi sudah pergi dari tempat itu karena Lutfi ada pekerjaan yang mengharuskannya pergi terlebih dahulu.sedangkan Luna ia harus segera pulang karena orang tuanya menjemput nya.
"Lo..Brukkk..ucap Arda tak selesai karena ia mendapatkan pukulan dari Bima.
"Heh kenapa lo langsung pukul pacar gw"ucap Alexa.
Tanpa mendengarkan ucapan dari Alexa,Bima terus saja menghujani Arda dengan pukulan,Arya dan Sandi tak bisa melerai karena klo mereka melerai yang ada mereka yang akan babak belur,karena Bima tengah di kuasai amarah dan ke sakit hariannya yang terkuak kembali.
"Heh udah,lo mau bunuh dia?"ucap Willy dan Danu.namun tak di dengar Bima.
"Woy,kenapa lo pada diem aja?"tanya Willy
"Kita gak bisa apa-apa!"ucap Sandi sambil menundukkan kepalanya.Ais,Ifat dan Arya pun sama mereka telah menunduk dengan Air muka sedih.
"Why?"tanya Danu.
"Dzifa!"ucap Siska
"Dzifa pasti tau!"ucap Wina.
"Dzifa,tau dan ini masalahnya juga berhubungan dengannya,kalo dia liat Arda dan Alexa gw jamin dia bakal sakit hati"Ucap Arya pelan.
"Telpon Lutfi"titah Danu pada Willy
Dan Willy pun menelpon Lutfi,Lutfi yang tengah di perjalanan bersama dengan Dzifa pun berbalik arah kembali ketempat mereka berpisah.
"Ko balik lagi!"
"Bima mukulin Arda"ucap Lutfi
Raut wajah Dzifa berubah seketika ketika mendengar Bima memukuli Arda.
"Kenapa?"tanya Lutfi.Lutfi pun menepikan mobil nya dan mengelus kepala Dzifa.
"Mau cerita?"tanya Lutfi lembut.
Dengan berat hati Dzifa pun menceritakan apa yang terjadi padanya saat sedang SMP Dulu,kejadian yang sangat ingin ia lupakan.dia berpacaran dengan Arda laki-laki yang gila akan popularitas,gila akan jabatan dan laki-laki yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang ia inginkan.
Seperti saat ia ingin mempertahankan Popularitasnya dan ia ingin mendapatkan cinta pertamanya kembali.
Lutfi yang mendengar cerita Dzifa ikut kesal pada sepupunya itu.namun ia harus bisa menenangkan dan menjadi pihak ke 3 yang tak memihak pada salah satu di antara mereka.
"Mungkin iya,mungkin juga enggak,aku bingung fi,di sisi lain aku malu saat mengingat kejadian itu,karena dengan kejadian itu aku gak bisa sekolah dengan tenang,semua orang mencibir ku,mengejekku,menyebutku wanita murahan,jalang,dan lainya.di sisi lain aku takut dosa bila aku menyimpan dendam karena dendam adalah hal yang tidak baik bukan?itu akan menuntun kita ke neraka!"ucap Dzifa sambil terisak.
"Sabar dan ikhlas adalah kunci dari ketenangan hati,aku yang mendengar adik sepupuku berbuat seperti itu jujur aku malu,kecewa.tapi itu adalah pilihan hidupnya,kemauannya,lalu mau apa lagi?Sekarang kita hanya bisa berdo'a semoga dia bisa sadar apa yang telah ia lakukan.dan untuk mu,mungkin untuk melupakan kejadian itu adalah hal yang sulit dan sangat tak mungkin,tapi kamu harus belajar ikhlas, relakanlah apa yang telah terjadi di masalalu dan sambutlah masa depanmu dengan hati yang bersih,kebersihan adalah sebagian dari iman bukan?maka bersihkan hatimu,relakan semua agar hidup mu tenang dan penuh dengan kebahagiaan."Ucap Lutfi.
"Sulit dan rasanya sakit fi"Ucap Dzifa sambil memegangi dadanya yang sudah merasa sesak,Lutfi pun mendekat memeluk Dzifa dengan erat sambil mengelus kepala Dzifa membiarkan Dzifa terisak di pelukannya.
"Ketika orang lain berkata buruk tentang mu,dan menilai rendah karena ketiadaanmu,maka berdo'a lah.....Biar Alloh tenangkan hatimu agar selalu berhusnudzon terhadap semua orang... Biar Alloh sembuhkan hatimu yang terluka... Dan biar Alloh gantikan semuanya dengan bahagia... Ingatlah ketika kau mulai lelah dan seakan ingin menyerah... Alloh selalu bersamamu,menyertaimu,menjagamu,dan menolongmu.... karena sesungguhnya Alloh hanya berjarak antara kening dan sajadah.... maka bersujudlah,tadahkan tanganmu mintalah ampun padanya karena apa yang terjadi pasti ada sebab atau asal muasalnya... Ingatlah tak ada asap bila tak ada apa,maka percayalah tak ada penyakit yang tak ada obatnya,semua tergantung kita yang menjalaninya....bukalah hatimu untuk ikhlas,bukalah lembaran yang baru sesuai sariat islam,Dekatkanlah diri PadaNya,minta ampun lah PadaNya,dialah sang maha segalanya,melupakan adalah hal yang mustahil,tapi mengikhlaskan adalah hal yang harus kamu lakukan agar hatimu tak tersakiti,lama kelamaan bila kau menyimpan sakit hatimu itu hatimu akan gelap,dan itu adalah sebuah kerugian."Jelas Lutfi.
"Ajari aku ikhlas"lirih Dzifa
"Bersujudlah pada sang maha pengampun,karena ampunannya adalah cikal bakal kebahagiaan mu!"ucap Lutfi tanpa melepaskan pelukannya.
"Apa aku bisa bahagia?"
"Kamu tanggung jawabku,aku wajib membahagiakanmu,maka ceritakan semuanya padaku apa yang jadi keluh kesahmu,berbagilah padaku karena itu akan meringankan bebanmu,Pernikahan menyatukan kita untuk saling berbagi dan melengkapi.kebahagiaan mu bernilai pahala untukku maka aku akan berusaha membahagiakanmu"ucap Lutfi sambil mengecup kening Dzifa.itu adalah kali kedua ia mengecup kening Dzifa.pertama saat pertamakali dinyatakan SAH dan hari ini.
"Terimakasih"Ucap Dzifa
"Di depan ada masjid,kita shalat magrib dulu!"ucap Lutfi.Dzifa pun mengangguk setuju atas ajakan Lutfi.
☺☺☺
Di parkiran motor.
Danu dan Willy bingung harus berbuat apa melihat Bima seperti orang kesetanan.
"Lutfi dimana?"tanya Danu.
"Barusan chat gw,katanya habis shalat mereka langsung kemari"ucap Siska karena handphone nya Willy tengah di pegang oleh nya.
"Kelamaan"ucap Willy.
Suara serine pun berbunyi kencang.mereka yang ada di sana kalang kabut langsung menghampiri Bima,berharap Bima berhenti.
"Bim,ada polisi lo mau masuk penjara hah?"ucap Willy kesal.
"******** lo hah,jauh-jauh lo hah,An***** bag***!upatnya....
Mereka pun bisa melerai Bima....
Wina pun menghampiri Bima ia memberikan air dan dengan jailnya ia memberi obat tidur pada air itu agar Bima bisa tenang,dia takut bila Bima tau klo sebenarnya tak ada polisi hanya suara serine yang ada di handphone nya.
Ia tak mau melihat Bima menggila seperti tadi maka dari itu ia memberikan obat tidur dengan dosis sedang padanya.
"will,lo urus Arda takut dia kenapa-napa!"ucap Danu.
"sip"ucap Willy,ia pun menghampiri Arda dan Alexa.
"Are you oke?"
"Yes,I'm oke!"ucapnya sambil memegangi perut dan wajahnya.
"Apakah Bima pingsan?"tanya Arda,yang di jawab gedikan bahu oleh Willy.
"Gw cek dulu"jawabnya....