
Sandi tengah asik memperhatikan Ifat yang terus saja bercerita ngalor ngidul,entah apa yang sedang ia ceritakan kepada Dzifa dan Ais,sesekali mereka tertawa.
Nampak sangat-sangat jelas wajah keceriaan Ifat,yang membuat Sandi ikut tersenyum melihatnya.
Diam-diam Arya dan Lutfi memperhatikannya,disana bukan hanya ada Lutfi,Arya dan Sandi namun ada juga Willy, Bima dan juga Danu yang kebetulan sedang bermain ke kelas Lutfi.
"Gimana hubungan lo sama sahabat gw!"tanya Danu pada Sandi yang membuat Bima dan yang lainnya bertanya.
"Siapa?"
"Wina!"
"WHAT?"teriak bima
"Ada Hubungan apa gw sama tuh cewek?perasaan gw gak ada hubungan sama tuh cewek!"jawabnya santai
"Bohong lu....!"
"Elah,pasti nih pasti gara-gara kemarin lo liat gw lagi di mall makan bareng Wina ya!"tuduh Sandi
"Hehehehe iya!"
"Jangan dulu menafsirkan yang belum tentu kebenarannya dan gw gak suka tuh sama si Wina,emang sih dia cantik,putih,tinggi bak model tapi gw gak tertarik!"
"Seriusan lu gak tertarik?"tanya Bima
"Hahaha,emang nya kenapa bro kalo lo mau ambil aja sono?"ucap Sandi
'masa gw harus ngomong dia bawel dan ngeselin,emang sih cantik perfect solehah lagi tapi dia terlalu dominan dan sepertinya terlalu mengatur,Ih ogah deh gw"ucap ny dalam hati
"Seriusan lo gak suka sama si Wina?"tanya Bima penasaran
"Serius Bim,dia bukan tipe gue."
"Ya kan tipe lu mah anak brandalan"ucap Arya
"Hussss kalo ngomong di jaga,gak berandalan juga kali,yang jlas dia gak manja dan gak bikin pusing,kebanyakan cewek sekarang bikin pusing,maunya gue dia itu natural gak ribet.kalo sekalinya di ajak jalan gak harus ribet dengan max up dengan pakaian yang ngalor ngidul cukup dengan style santai,dan juga gak neko-neko.pusing gw sama yang neko-neko."Jelas Sandi
"Neko-neko gimana?"
"Neko-neko kaya seneng shoping,perawatan,jalan-jalan ah pokoknya gitu deh,itu tuh bikin kepala mumet apa lagi kalo lagi kanker(kantong kering) kan gw belum kerja macam Lutfi"Ucap Sandi
"Ya kan itu emang kebiasaan semua perempuan,laki-laki bekerja itu untuk membahagiakan yang namanya perempuan!"ucap Lutfi
"Emangnya si Dzifa juga sama?"
"Kalo dia sih paling cemilan"jawabnya
"HAH?"ucap Bima,Arya,dan Sandi bersamaan.kenapa Willy dan Danu tidak syok karena mereka tau status Dzifa dan Lutfi.
"Ko lu tau banget!"tanya Sandi
"Dan sedetile itu?"tambah Arya
"*wasallam dah keceplosan"ucap nya dalam hati.
"teledor banget sih tuh mulut bocah!"ucap Danu dalam hati*
"Ya tau lah,Kan emanya si Dzifa selalu nyuruh-nyuruh si Lutfi jagain Dzifa mulu,waktu gw anter emak gw juga gw liat si Luthfi ngekorin si Dzifa shopping."jelas Willy
"Yang bener?"tanya Bima tak percaya.
"Ya bener lah!"ucap Danu.
"Lo juga tau?"tanya Arya yang di angguki Danu.meski Danu tak pernah memergoki Dzifa dan Lutfi jalan atau shoping bareng tapi Danu tau akan status mereka jadi pasti Lutfi selalu mengekori Dzifa kemana pun.
"Lo gak malu,ngekorin cewek shoping dan shopingnya cewek tuh lama bener bikin jamuran.lagi pun Dzifa kan cuma sebatas pacar?"tanya Bima.
"Mau itu pacar atau istri,perlakukan lah wanita dengan baik.wanita itu lemah patut di jaga dan di lindungi bukan di rusak maka dari itu lebih baik kita jaga dia dengan baik,dengan cara kita sendiri dan memang tak baik perempuan keluar tanpa mahramnya.semisal memang kita belum jadi mahramnya,tapi kan sebagai laki-laki yang bertanggung jawab kita patut peka atas apa yang di ingin wanita,terutama perhatian dan penjagaan,karena dengan menjaga dan meperhatikannya dia akan merasa lebih aman dan merasa di sepesialkan.dan juga bukan hanya kita bisa lebih dekat dengan nya namun kita bisa tau kelakuan baik dan buruknya.kita juga gak boleh jaim apa adanya aja agar wanita bisa menilai kita baik atau buruknya juga."Jelas Lutfi.
plok plok plok "Serius gw takjup sama penjelasan lo!"ucap Arya
"Ya bener,jadi kita harus lebih perhatian dan ngejaga mereka dengan baik"ucap Willy yang di angguki yang lainnya.
"Namun bukan berarti kita harus tau apa-apa yang dia lakukan dan apa yang ada di masa lalu nya.jelasnya kita gak boleh posesif,kita harus memberi kebebasan yang sebesar-besarnya untuknya,dan meminta kebebasan yang sama untuk kita namun di sisi lain kita harus saling percaya dan terbuka.Jika punya masalah dan kita ingin mencari solusi maka berbagilah,namun bila kita belum bisa menceritakan nya mintalah pengertiannya.begitupun sebaliknya. dengan begitu insyaallah hubungan kita dengan pasangan bisa langgeng"Jelas Lutfi,dan di angguki oleh semuanya.
semuanya teman-teman yang ada di sana takjup dengan kejelasan dan pemikirannya,Lutfi bisa begitu dewasa di umurnya yang sama seperti mereka.
"Baru denger gw lu bisa ngomong panjang lebar kaya gitu"ucap Bima.Lutfi hanya mengendus kesal.
"Emang Aslinya si Lutfi gitu,cuma gak sama setiap orang!"ucap Willy
"Wah wah wah,kedepannya banyakin kaya gini Fi..."ucap Arya
"Dapet siraman kalbu gw"ucap Sandi.
"Dan lo,perjelas siapa yang lo suka omongin sama dia nanti keburu di ambil orang"Ucap Arya pada Sandi.
"Setuju gw,soalnya ada yang lagi deketin dia!"ucap Lutfi sambil berlalu berjalan menuju bangku nya.
"Siapa?"tanyanya
"Makanya Gercep (Gerak cepat)."ucap Arya.
"ikh lu pada ya bikin gw frustasi aja!"Ucap Sandi sambil mengacak rambut nya.
Danu,Willy dan Bima pun hanya melongo melihat apa yang terjadi di hadapannya (Edisi tak mengerti dengan topik yang di bicarakan)