
"Danu ihh,lu kenapa sih mepet² mulu dari tadi?"ucap Ais yang kesal dengan tingkah nya
"Gw cuma pengen nyari tau soal Ifat doank is,emang nya kagak boleh?"tanya Danu
"Klo lo suka ya pepet lah,napa jadi gua yang jadi sasaran!"
"Jodoin lah"ucapnya cengengesan
"Hah emangnya gue makcomblang"sakras Ais
"Ck"
"Elu tuh kagak se kaku ketos tapi ko kalah telak ma si ketos"Gumam Ais
"ya beda lah secara dia kan huppp"ucap Danu terpotong refleks menutup mulutnya karena ke ceplosan
Ais yang merasa ada yang aneh dari ucapan Danu langsung memelototinya"Apa lu?jangan bilang kalian taruhan?"
"is ko jadi taruhan"batin Danu
"Hahaaaa taruhan matamu,kagak lah "jawabnya
"Terus apa kalo gitu hah?"tanya Ais sambil menatap Danu dengan tatapan pembunuh
"Eng tanya diri lah sama orangnya"Ucapnya sambil menggaruk² tengkuknya karna sudah merinding mendapat tatapan pembunuh dari Ais
Memang Danu,Willy dan Wina tau akan pernikahan Dzifa dan Lutfi yang terjadi karena perjodohan malah Ifat pun tau kalo mereka di jodohkan namun tak tau tentang pernikahan yang telah terjadi.perjodohan itu sempat menjadi ke galauan tersendiri untuk Lutfi makanya dia menceritakan kepada teman²nya itu untuk mencari solusi,dan ketenangan hati namun hasilnya nihil pernikahan tetap terlaksana dan tanpa bisa di cegah.namun karena sering bersama kini Lutfi bisa membuka hatinya dan menerima keberadaan Dzifa dia sadar apa yang orang tuanya titahkan adalah suatu tanda kasih sayang meski dengan cara yang salah menurutnya karena pernikahan yang tak baik akan menghancurkan masa depan mereka berdua terutama Dzifa bila pernikahanya berujung perceraian itu akan menghancurkan masa depan Dzifa,di usia nya yang sangat muda dia harus menyandang status sebagai seorang janda maka dari itu Lutfi berusaha untuk mempertahankan pernikahannya dan membuat rasa nyaman dan aman untuk Dzifa.
"Apa yang kalian sembunyiin hah?"tanyanya kesal
"Is slow oke"jawabnya menenangkan
"JAWAB"teriaknya yang membuat Sandi dan Ifat yang baru saja sampai terburu² turun dari motornya dan cepat² menghampiri Ais dan Danu
"Apa-apaan sih,malu tau teriak² di liat orang"ucap Ifat dengan memegangi pundak Ais yang sudah terlihat sangat emosi
"Awas lu hah,klo sampai temen lu nyakitin sahabat gw,gw go*** lu"Ancam Ais dan berlalu berbalik pergi meninggalkan Danu yang terlihat memucat karena Ancaman Ais
"Ngomong apa lo tadi sama Ais"tanya Ifat
"aduh harus ngomong apa gw"ucap nya dalam hati
"Ngapa lo bengong,ngomong jangan beraninya ngomong dalam ati gak bakal ada yang denger dan gak bakal ada jawaban yang ingin lo denger"ucap Ifat
"Ya udah deh mending jawab jujur aja lah"
"klo gw ngomong jujur lo gakan marah kan"Ucap Danu gugup
"bukan gitu ini soalnya masalah hati"ucapnya keceplosan"ko malah ngomong itu sih"
"ternyata masalah itu"ucap Ifat dalam hati
"Iya gw gak bakalan marah"
"Tapi gw bakal nuntut jawaban dari lo"ucapnya hingga membuat Ifat merasa aneh tapi tetap mengganggu kan kepalanya pelan.
"Gue nanya² tentang lo,gw tertarik sama lo,gw suka sama lo jadi gw tanya² tentang lo pada Ais"ucap Danu tegang
Ifat yang mendengar itu langsung membekalkan matanya melihat ke arah Danu dan berkata"Terus,Ais tersinggung?jadi Ais marah kaya tadi hah?ya Ampun gw gak mau pacaran sama orang yang di sukai sama sahabat gw sendiri Dan,Astaga gimana coba!"ucapnya sambil memgacak rambutnya karena setelah keluar kelas sebelum menuju parkiran mereka berganti dulu kostum di toilet
"Bu bukan gitu Fat,dengerin gw dulu"ucap Danu menenangkan
"Apa hah?"ucap Ifat menenangkan
"klo soal Ais marah itu karena membahas soal kedekatan Dzifa dan Lutfi ia berpikir kalo Lutfi deket sama Dzifa karena taruhan yang di layangkan oleh kita sahabatnya Lutfi"
"Astaga,nanti gw bantu jelasin soal itu"ucapnya sambil berbalik badan ingin pergi meninggalkan Danu namun tangannya di tahan oleh Danu
"Lo tau tentang mereka?"
"Hemm,mereka di jodohin kan,jadi mereka deket dan mengaku pacaran"jawabnya
"Terus?"
Sifat berbalik dan melihat Danu mengerutkan dahinya seolah² sedang meminta jawaban
"Apa?"tanya Ifat
"Tentang perasaan Gw,gimana?"tanya Danu
"Hemm soal itu,gak tau gw"
"Boleh gw deket dan ngejar lo"tanyanya seolah² memohon di iyakan
"Mungkin"
"ko 'mungkin' kenapa gak 'iya' atau 'boleh' gitu?apa dia nolak gw secara halus"tanyanya dalam hati
"Jangan bertanya dalam hati,kan gw bukan peramal yang tau isi hati lo"ucap Ifat yang membuat lamunan Danu membuyar seketika.
"Ko mungkin?"tanya Danu dengan ekspresi wajah se bloon mungkin
"Gw pernah punya perasaan sama cowok lain,makanya gw bilang mungkin dari segi banyak hal kita memiliki perbedaan yang cukup signifikan.maka dari itu gw gak mau nyakitin lo...terserah lo mau ngejar gw atau enggak bukan urusan gw"ucapnya dan berlalu meninggalkan Danu yang masih mencerna apa yang di ucap Ifat barusan.