
Jam sudah menunjukan pukul 21:00 Dzifa dan Lutfi telah selesai mengerjakan pekerjaannya.
"Dzifa,makan yuk?"anaknya sambil beranjak mendekati Dzifa yang tengah asik menonton video di handphone nya.
"Dzifa,makan yuk gw laper!"ulang nya
"makan dimana?"
"di resto depan !"
"Terus kalo Arya kesini gimana?"
"Chat aja,kabarin kalo kita lagi makan di restoran depan!"Ucapnya
"Oke!"ucap Dzifa beranjak dari duduknya,mereka pergi bersama makan ke restoran yang ada di depan toko L'Fashion.sambil menunggu makanan yang di pesan Dzifa membuka handphone nya dan mengirim pesan pada Arya mengabarkan kalo Dzifa dan Lutfi tengah makan di restoran.
☺☺☺
"Assalamualaikum"Ucap Arya dan Luna bersamaan saat mereka sampai di rumah Luna
"Waalaikum salam"Ucap Ayah dan Bundanya Luna
"Duduk nak?"ujar Bunda Lina,Luna dan Arya pun duduk di kursi yang ada di ruang tamu,Ar
"Siapa nama mu nak?"tanya Bunda Luna
"Arya tan..!"Ucap Arya.
"Kamu teman nya Luna,atau pacarnya?"tanya Bunda Luna
"Aku"Arya menghela nafas dulu sebelum melanjutkan ucapannya"Maaf Om,Tanteu saya minta ijin untuk berpacaran dengan Luna,insyaallah saya akan menjaganya dan tak akan membuatnya bersedih"
"Sudah berapa lama kalian pacaran?"tanya Ayah Luna
"Sudah hampir sebulan Om"ucap Arya
"Kenapa baru sekarang meminta ijin?"ucap Ayah Luna dengan sinis.
"Maaf"Ucap Arya
"Ayah"Lirih Luna
"Apa hukum nya berpacaran?"tanya Ayah Luna
"Dosa yah"Ucap Luna sambil menundukkan kepalanya
"Kalo tau kenapa kamu berpacaran?"Ucap Ayah Luna tegas.
"Kamu tau kan Ayah sangat melarang kamu untuk berpacaran.ayah akan merestui mu tapi bukan untuk pacaran namun untuk menikah,kalian bisa pacaran setelah menikah seperti teman sekolah mu Lutfi dan Dzifa"Ucap Ayah Luna keras.
Luna dan Arya saling tatap,mereka kaget saat mendengar bahwa Dzifa dan Lutfi telah menikah.Pak Ahmad paham akan ke kagetan anak nya dan Arya.
"Ya mereka telah menikah,satu bulan setelah masuk ke kelas XII mereka di nikahkan oleh ke dua orang tuanya,bukan karena mereka melakukan hal yang melewati batas atau pacaran namun mereka menikah karena di jodohkan dan alhamdulillah mereka menerimanya dan mereka sekarang sedang dalam tahap pacaran."Jelas Ayah Luna.
"benarkah?"Ucap Luna tak percaya.
"Iya nak,maka dari itu ayah mu melarang kamu pacaran.kalo kamu ada maksud terhadap anak kami datanglah beserta orang tuamu"ucap Bundanya Luna.
Arya mencerna apa yang di ucapkan oleh ibunya Luna ia merasa tersentak,ia bingung kalo ia menempuh jalan yang di lalui Lutfi pacaran setelah menikah apakah ia mampu sedangkan ia tak memiliki penghasilan dan keluarganya sekarang tengah terlilit hutang.Apakah cinta nya akan berakhir.
Arya pun menghela napas berat.menikah bukan untuk satu hari atau dua hari namun untuk selamanya.dia harus bertanggung jawab terhadap wanita yang ia nikahi itu sungguhlah tanggung jawab yang sangat berat.
"Tante Om,saya minta maaf saya memang mencintai anak Om dan Tante namun saya sekarang sedang di hadapkan dengan masalah keluarga saya jadi kalo saya harus memilih antara keluarga dan cinta jujur saya akan memilih keluarga,Setelah ayah saya meninggal ibu saya lah yang berjuang menyekolahkan saya hingga sampai saat ini. dan jujur saya belum bisa membahagiakannya,belum bisa berbakti padanya.bahkan untuk sekedar memberi keringanan supaya beban nya berkurang pun saya belum mampu,maka dari itu"ucap Arya dengan nada bergetar.ia menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya "Lun maaf saya memang sayang terhadap mu namun kamu tau sendiri apa yang tengah aku hadapi sekarang,ingat jodoh takan kemana."lanjutnya sambil melihat ke arah Luna.
"Iya,insyaallah bila Alloh mengijinkan Alloh akan mempersatukan kita dengan jalannya.dan Aku akan selalu mendukung dan mendo'akan yang terbaik untuk mu"Ucapnya sambil menangis terisak.
"Terimakasih,Om Tante.saya bukan mau menyerah untuk memperjuangkan anak Om,namun untuk saat ini ada yang lebih penting yang harus saya prioritaskan.maaf Om tanteu."Ucapnya dengan Air mata yang sudah menetes.
"Seberapa berartinya wanita yang ada di hadapanmu?"tanya Ayah Luna pada Arya yang berhadapan dengan Luna.
"Di berarti,namun lebih bararti ibu dan kakak ku yang sekarang harus saya perjuangkan"jawabnya
"Apa yang tengah kamu perjuangkan untuk keluargamu?"
"Ini aib saya tak mampu menjelaskannya"Lirihnya
Pak Ahmad tersenyum tipis mendengar apa yang di ucapkan Arya,ada rasa bangga terhadap Arya yang begitu menomer satukan ibunya.ibu adalah surga,restu nya adalah pembuka Surga,Rezeki dan ridho Allah.bukan hanya pak Ahmad,bunda Lina pun ikut tersenyum setelah mendengar jawaban-jawaban yang di utarakan Arya.
Laki-laki yang memuliakan seorang ibu adalah laki-laki yang penuh dengan kasih sayang.tak salah Luna memilih Arya menurut mereka Arya sangat istimewa.
"Sampai kapan?"
"Apa Om"Tanya Arya tak mengerti tentang pertanyaan Ayah Luna.
"Apakah kamu menyuruh Luna menunggu?"
"Saya tak akan menyuruh Luna menunggu,saya ikhlas dan pasrah apapun yang akan terjadi di kemudian hari saya yakin itu yang terbaik untuk hidup saya"Lirihnya.
"Pergilah sudah malam"Ucap pak Ahmad sambil bangun dari duduknya.Arya tersentak atas apa yang di ucap pak Arya,Apakah ini tanda nya pengusiran.
"Baik"jawabnya sambil berdiri dan menatap semua yang ada di sama secara bergantian.Ia pun pergi setelah mengucapkan salam.