
"Lagi apa lo Bim?"tanya Sandi.
Sekarang mereka sedang ada di kelas,sudah tidak ada kegiatan karena ujian telah selesai mereka hanya sengaja ingin berkumpul di sekolah sambil menunggu kelulusan.
"Biasa lagi ngecek kampus yang bagus gitu!"jawab nya
"Oh gitu!"Jawabnya sambil menjatuhkan bokong nya ke bangku dekat Arya."Waw sejak kapan lo baca Al-Qur'an?"tanya Sandi saat melihat handphone Arya yang menampakan tulisan Al-Qur'an.
"Sejak lahir!"jawabnya datar.
"Heh ege emang nya gue bego apa,mana ada sejak lahir udah belajar ngaji"
"Ngaji?"ucap Bima sambil menoleh ke arah Arya dengan tatapan tidak percaya.
"Diem,gw lagi pokus!"jawabnya Arya dengan nada datar nya.
"Sejak kapan lo belajar ngaji?"tanya Bima masih tak percaya.
"Sejak saat ini!"
"Demi apa lo belajar ngaji?tumben-tumbenan loh liat si kunyuk ini ngaji!"Ucap Ais sambil mengintip apa yang tengah di baca Arya.
Disana bukan hanya ada Ais,Sandi,Arya dan Bima namun ada Willy yang sedang menjahili Siska,Luna,Ifat,Danu,Wina,Dzifa dan Lutfi pun ada di sana namun meski awalnya sibuk dengan handphone nya masing-masing mereka tetap mendengar obrolan antara Bima,Sandi dan Arya.
"Gw orang bukan kunyuk!"jawabnya
"Kesambet lo?"tanya Ais pada Arya.
"Kesambet cinta dia mah!"Timpal Dzifa.yang membuat wajah luna memerah karena malu.
"Bucin lu"Toyor Bima pada Arya.
"Emang!"jawabnya tanpa beban.
"Heh Arya denger ya,lo kalo baca atau ngapal Al-Qur'an jangan di tujuin buat cewe tapi buat diri lo sendiri"ucap Dzifa
"Iya bener,kalau lo belajar ngaji dengan tujuan lain bukan karena Alloh gw yakin lo bakal susah ngapalnya,namun bila lo ikhlas belajar buat lo amalin setiap shalat dan hal-hal yang baik gw jamin lo bakal cepet hapal."jelas Danu.
"Bener tuh apa kata Danu dan Dzifa!"ucap Willy sambil mangut-mangut.
"Menurut lo?"tanya Arya pada Lutfi.
"Apa?"
"Dengerin kagak sih?"tanya Dzifa sambil mencubit lengan Lutfi.
"Sakit yang"jawab Lutfi sambil mengelus² tangannya yang terasa perih.
"Yang ,yang, yang pala lo peang"ucap Dzifa kesal.
"Jangan marah lah,aku kan bercanda!"
"Gak lucu!"
"Di lucuin aja !"jawab Lutfi sambil tersenyum ke arah Dzifa.membuat wajah Dzifa memanas seketika hingga nampak seperti kepiting rebus.
"Jangan senyum-senyum jijik gw!"jawab Dzifa sambil memalingkan wajahnya.
"Malu ya?"goda Lutfi sambil mencawil dagu Dzifa.membuat Dzifa mengendus kesal dan malu.
"khem....Baru tau gw seorang Lutfi yang kasar,Disiplin,penuh wibawa,jarang ngomong bisa godain cewek!"Ucap Bima.
"Lutfi juga manusia kali"jawab Arya.
"Heran aja,kemana aja selama ini ko gak pernah di keluarin?"tanya Bima
"Keluarin apanya?"tanya Ais.
"Kucing nya!"teriak Bima kesal karena Ais yang lemot membuat teman-teman nya pada tertawa karena melihat ke cengoan Ais dan wajah kesal Bima
"Emangnya Peliharaan!"jawab Ais.
"Ais, Ais Ko lo jadi telmi sih!Lo itu pinter gak pernah gak masuk 5 besar,tapi ko.... Astaga!"jawab Bima sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Gak usah di jambak rambutnya entar rontok"Ucap Ais
"Udah kembali ke topik!"jawab Bima karena menurutnya kalau bicara dengan wanita gak akan pernah menang.
"Topiknya Apa?"tanya Ais.
"Astaga Ais!"kesal Bima.
"Heh Ege Bisa pada diem gak sih lu!"ucap Dzifa"Fi jawab tuh pertanyaan si Arya"
"Pertanyaan apa?"tanyanya pada Dzifa dengan wajah tanpa dosa.
"Ya salam,kayanya jodohnih si Ais sama si Lutfi sama-sama.....
Pletakkk
Brugg
sebuah lemparan tas dan jitakan mendarat di kepala sandi,dari siapa lagi kalau bukan Dzifa dan Arya.hingga Sandi tak bisa meneruskan ucapannya
"Jangan Asbun kalau ngomong!"ucap Dzifa sambil memeluk lengan Lutfi posesif.
"Seposesif itu?"tanya Bima tak percaya dengan apa yang sedang di lakukan Dzifa.sama halnya yang lain kecuali Arya dan Luna yang sudah tau akan status mereka berdua.Meskipun Danu,Willy dan Wina tau status mereka namun baru kali ini melihat pemandangan seperti itu.
"Biarin!"jawab Dzifa
"Jauh-jauh sono!"ucap Dzifa pada Ais karena Ais duduk di sebelahnya.
"Ya ngapa?"jawabnya
"Jauh-jauh Ais ikh lo ya,udah sono an!"jawab Dzifa.
"Aneh deh lo Fa!"jawab Ais sambil berdiri lalu berjalan mendekati Sandi,yang bersebelahan dengan Lutfi cuma bedanya Sandi duduk di kursi namun Lutfi duduk di atas bangku.
"Ikh lo ya Kesel gw sama lo,di suruh jauh-jauh malah deketin laki gw!"Cerocos Dzifa sambil memeluk pinggang Lutfi,Lutfi yang di perlakukan seperti itu hanya tersenyum geli.dan temen-temen nya hanya tertawa dan menggelengkan kepala melihat keposesifan Dzifa.
"Astagfirullah haladzim!"teriak Ais"Serba salah gw,tadi deket lo di usir sekarang pindah deket Sandi masih salah,terus gw harus dimana?"tanya Ais.
"Ais lo pindah sini gak usah deketan sama Lutfi,Macan Betina nya udah keluar!"Sindir Wina.
"Macan?"tanya Ais.
"Udah sono,ntar Dzifa marah lagi!"titah Sandi.
"Cemburuan banget sih lo!"ucap Ais sambil berjalan ke arah Luna dan berganti posisi dengan Wina.
"Aaaaaaahhhhhh!"teriak Dzifa.
"Kenapa lagi sih Dzifa?"tanya Wina.
"kenapa sekarang lo yang deket-deket sama laki gw?"teriak Dzifa
"Allohu Akbar!"Ucap Wina sambil menahan emosinya"Kak Dzifa,aku ini anaknya adeknya Umi,Ibunya kak Lutfi jangan cemburu juga lah sama Aku"Sambungnya
"Pokoknya gw gak mau ada cewek yang deketan sama Lutfi"Ucap Dzifa keras.
"Astaga keterlaluan banget sih lo dzif!"ucap Bima.
"Namanya juga Cemburu!"jawab Arya.
"Udah sini "ucap Lutfi menarik lengan Dzifa dan ia pun mendur menyisakan sedikit tempat duduk dan mendudukannya di hadapnnya.Membuat Dzifa tersenyum.
"Makasih sayang"ucap Dzifa pada Lutfi.
"Ia sama-sama"
"Tadi waktu Lutfi manggil Yang jawab nya Apa?sekarang dianya sendiri yang bilang SAYANG,Sungguh drama banget"ucap Bima.
"Fi,Enak gitu di posesifin ?"tanya Danu.
"Itu tandanya di sayang sama gw!posesif boleh,cemburu juga boleh namun sewajarnya!"ucap Lutfi.
"Aku barusan wajar gak?"tanya Dzifa sambil membalikan badannya berdiri menghadap pada Lutfi dan menggenggam kedua tangan Lutfi.Lutfi hanya tersenyum melihat Dzifa yang tak sabar mendengar jawaban darinya.
"Kagak!"jawab Ais.
"Gw gak nanya lo ?"jawab Dzifa ketus
"Jujur apa bohong?"tanya Lutfi.
"Jujur lah kalo gak jujur awas lo!"ancam Dzifa
"Agak sedikit gak wajar sih karena sedikit menganggap aku bakal bermain api sama sahabat kamu sendiri,yang nyatanya gak akan mungkin,insyaallah aku milikmu dan hanya untukmu,gak akan ada yang lain sekarang dan selamanya...Dzifa aku memintamu langsung pada kedua orang tuamu sedikitnya itu telah membuktikan bahwa aku serius tidak main-main.
Awalnya tak ada rasa sayang,cinta atau apapun itu.namun dengan berjalanya waktu aku mulai mencintaimu"Ucap Lutfi penuh percaya diri
Teman-teman yang ada di sana menatap takjup atas pengutaraan Lutfi demi meyakinkan rasa cinta dan sayangnya pada Dzifa.
"Dzifa,kamu telah tau kewajibanku,semuanya kamu tau maka percayalah!"sambung Lutfi,Dzifa pun menganggukkan kepalanya.
"Aku percaya,maaf"jawab Dzifa sambil terisak.
"Udah gak usah cengeng,nanti di buli tuh sama Ais,ifat,Wina dan yang lainnya!"ucap Lutfi sambil membersihkan air mata Dzifa dan ingus yang keluar dari hidung Dzifa,ia tak merasa jijik akan itu.
"Ko gw mewek ya?"tanya Ais.
"Barusan ko gw kaya nonton Drakor "ucap Ifat.
"Baper...hiks hiks..!"Ucap Wina...
"Subhanallah sahabat gw!"ucap Danu yang merasa takjup sambil menggelengkan kepalanya.
"Pelajaran berharga"ucap Arya sambil menatap Luna dan saling melempar senyum....
"Amazing"ucap Willy
"Kapan gw di bikin baper kaya gitu?"tanya Siska.
"Kalo sekarang mau gak?tanya Willy.
"Ogah,,,,jauh-jauh ujung-ujungnya ntar mesum,najis gw!"jawab Siska
"Hahahaha makanya jangan dulu mesum,mending halalin dulu!"ucap Danu
"Maunya sih!"jawab Willy sambil melempar senyum pada Siska yang di balas gidikan bahu.
"Gas terus bro,ntar juga mau sendiri!"ucap Bima..
"Emangnya motor!"jawab Ais.
"Ahhh gak bener kalo dia yang nyaut!"ucap Bima sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Mendengar itu semua nya pun tertawa.....