Dzifa

Dzifa
Pandangan



"Terus kalian?"tanya Khairul pada yang lain.


"Kalau aku di UI sama kayanya kaya Dzifa,Sandi,Lutfi dan Ifat"jawab Bima karena kemarin Sandi dan Ifat bilang akan masuk UI.


"Kalau aku mau break dulu satu tahun!"jawab Arya.


"Kenapa?"tanya Ais pada Arya.


"Mudah-mudahan"Arya menjeda Ucapannya dan melihat ke arah Luna"lamaran ku diterima,kalau lamaran ku di terima aku ingin istri ku saja dulu yang kuliah,aku bisa nanti aku mau pokus aja di L'D dan Fi boleh gw jualan lewat online?"tanya Arya pada Lutfi.


"Boleh tapi harus amanah!"jawab Lutfi.


"Dan waktu kerja ya kerja jangan main handphone"tambah Dzifa.


"Siap"jawab Arya tersenyum bahagia.


"Kamu kerja di L'D?"tanya Khairul pada Arya.


"Iya kak!"jawab Arya dan diangguki Khairul.


"Kalau kalian?"tanyanya lagi.


"Aku kayanya mau ke kairo ngikutin mbak Dina!"ucap Danu.


"Sama donk kaya Wina!"Ucap Khairul.


"Emang Wina mau ke kairo?"


"Iya, Uma nyuruh aku sekolah di Kairo supaya aku jadi lebih mandiri dan gak kekanak-kanakan lagi!"jelasnya


"Dan di bawah pengawasanku!"sambung Khairul.


"Nambah donk kak?"tanya Lutfi dan di angguki Khairul.


"Emang siapa aja?"tanya Dzifa.


"Ada Aisyah anaknya bude Asya,ada juga Davi dan Devi anak kembar nya tante Sarah,terus siapa lagi kak?"tanya Lutfi.


"Ada Davina,Humairah,Salawiah anaknya mba Dwi,Alfi,saga,dan yusril pun disana tidak satu rumah tapi masih di area apartemen yang sama malah satu lantai.ditambah Arda,Wina dan Fika anak tante Fani yang tinggal di Singapura."


"Semua di titip di kakak?"tanya Ifat.


"Iya,bukan di titip mungkin lebih tepatnya di perhatikan"jawab Khairul.


"Ais kenapa lo ngelamun?"tanya Dzifa saat melihat Ais melamun.


"Aku baru inget,kayanya aku gak bakalan kuliah,babeh mau jodohin aku sama si Zaki!"


"What?"


"Gila babeh lu,dimana otaknya?"tanya Bima yang tak habis pikir dengan pikiran babehnya Ais yang akan menjodohkan Ais dengan anak juragan Angkot,seorang preman yang sangat sadis.


"Ya,entahlah mungkin karena hutang nya,makanya motor gw juga udah dia jual,Dzifa di L'D ada lowongan gak?"jawab Ais mengalihkan pembicaraan.


"Emang berapa hutang babeh lu?"tanya Sandi.


"Udah lah gak usah di pikirin!"jawab Ais dengan nada santai seperti tak merasa terbebani dengan perjodohan yang di titahkan babeh nya terhadapnya.


"Eh emangnya lu ikhlas di jadiin bini ke 4 sama si Zaki,gw temen lo sumpah kagak ikhlas!"Ucap Sandi.


"Gila gak salah jadi bini ke 4?"tanya Siska


"Hem"


"How Many?"tanya Dzifa


"Mungkin sekitaran 500jutaan"jawab Ais enteng.


"Inalilahi wainnailaihi Raji'un"Ucap mereka serentak.


"Duit sebanyak itu,bekas apa?"tanya Danu.


"Judi"


"Allahuakbar"


"Dan lo jadi korbannya?"tanya Ifat


"Lo itu ya pinter banget nyembunyiin masalah, dan herannya kadang lo oon menyikapi masalah,tapi kadang juga lo pinter pakek banget Oh Aisyah mutmainah....heh Is gw dulu di jodohin sama Lutfi rasanya mau kiamat karena gw liat Lutfi dari kesingnya yang super duper nyebelin"Ucap dzifa keceplosan hingga membuat Lutfi menatap tajam dzifa,dan Dzifa sadar itu"tapi ternyata dia sesuai banget sama apa yang gw cita-citain dia bisa jadi imam yang baik.Nah lo tenang-tenang kaya gini,mau jadi apa lo ntar kalau udah nikah sama si preman bengis itu,bukan hanya istrinya yang selalu ia kasarin tapi setiap orang yang menyinggungnya pasti dia siksa.gw ada tabungan 50 jutaan lebih,nanti gw bantu,dan yang lain juga pasti bantu atau gw nanti ngomong sama nyokap buat injemin gw duit buat bantu lo,gw gak ikhlas gak ridho kalau lo sahabat kecil gw nikah sama si preman mesum itu!"Ucap Dzifa sambil memeluk Ais yang sudah terisak.


"Air bisa membuat perahu berlayar,tetapi juga dapat menenggelamkannya.sama halnya dengan judi.Dalam Al-Qur'an surah Al-maidah ayat 90 menerangkan yang Artinya Wahai orang-orang yang beriman!Sesungguhnya minuman keras,berjudi,(berkurban untuk)berhala,dan mengudi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan,maka jauhilah (perbuatan-perbuatan)itu agar kamu beruntung.Dengan judi setan akan semakin membuat manusia jauh dan lupa pada Allah,kamu adalah salah satu korban dari ketamakan orang tua-orang tua yang sering dan senang berjudi."jelas Khairul.Khairul terus memperhatikan Ais yang tengah menangis di pelukan Dzifa,ada rasa Iba dan rasa yang tak bisa ia ungkapkan,entahlah?


"Niatnya menambah harta kekayaan namun malah sebaliknya!"tambah Danu.


"Aku ada uang di tabungan semoga bisa bantu kamu Is,ntar gw transfer!"Ucap Willy


"Katanya mau nikahin aku?"tanya Siska.


"Yang,tenanglah masih ada tabungan lain.dan percayalah semua niat baik akan di mudahkan oleh Alloh"jawab Willy.


"Gw gak mau ngerepotin lo semua!"lirih Ais di sela-sela tangisannya.


"Kita sahabat,yang namanya sahabat harus ada di setiap sahabatnya berada di masa suka maupun duka"Ucap Wina.


"Dek,Dan,Will tolong ambilin 2 kotak kayu yang ada di kamar yang semalam Adek tiduri!"titah Khairul dan di laksanakan oleh Lutfi,Danu dan Willy.Setelah mengambil kotaknya,kotaknya di simpan di meja depan Khairul.


"Dek,bukalah dan hitunglah?,ambil secukupnya!"titah Khairul pada Lutfi.


Lutfi pun membuka kotaknya dan melihat ada uang tunai yang cukup banyak bukan hanya Lutfi Danu dan Willy yang terkejut saat melihat uang-uang itu namun semua yang ada di sana pun terkejut,sebanyak itu?dan di simpan di kotak kayu yang di buat sebagai pajangan di atas lemari panjang tempat pajangan,sungguh tak ada rasa khawatir kehilangan,Lutfi pun menghitung nya bersama dengan Willy dan Danu.


setengah jam kemudian.


"Ada 350 juta kak!"Ucap Danu.


"Bukalah yang satunya lagi!"titahnya lagi sambil tersenyum melihat ke arah Ais,Wina terus memandangi kakaknya mengapa ia terus memperhatikan Ais?apakah ia suka terhadap Ais?.


Danu pun membukanya dan melihat ada sekotak perhiasan yang berisi satu set perhiasan.dan tumpukan uang 10jutaan Danu pun mengambil 150 juta dari sana dan tersisa 10 juta lagi.Wina merasa Aneh dengan kotak ke dua itu.


"Jujur sama Wina kak?"teriak Wina pada Khairul.yang membuat semua teman-temannya melihat ke arah Wina.


"Apa?"


"Apakah ini mahar untuk kakak menikah?"tanya Wina,yang di angguki Khairul.


"Kenapa kakak berikan pada Ais?"


"Entahlah!"jawabnya sambil berdiri"Bawalah uang itu,lunasilah hutang orang tuamu dan jadilah wanita yang lebih baik"Ucapnya sambil berjalan menuju kamarnya"Dek,Jangan lupa simpan lagi!"lanjutnya sebelum menutup pintu kamarnya


"Apa kakak suka sama Ais?"tanya Lutfi pada Wina.


"Enggak tau!"jawab Wina sambil mengecilkan bahu.


"Menurut ku iya!"Ucap Willy


"Hemm,tapi Ais tidak berhijab mungkin itu yang jadi penghalang!"Sambung Danu


"Keluarga kamu Ribet!"celetuk Dzifa.


"Kata siapa?"tanya Lutfi


"Kataku!"


"Apanya yang Ribet?"tanya Lutfi yang belum paham atas pernyataan Dzifa.


"Otak mu di taruh dimana sih?"tanya Dzifa dengan nada yang agak sedikit meninggi.


"Di kepala lah"


"Kenapa Lemot ?"tanyanya lagi dengan kesal


"Astagfirullah istriku,Aku gak lemot cuma agak kurang paham?"


"Terus apa bedanya?"


"Ya iya aku Lemot,puas! terus sekarang jelasin apa maksud kamu tadi?"Ucap Lutfi pasrah.


"Harus nutup Aurat apaan tuh?,aku juga dulunya enggak nutup aurat kan?,segala sesuatu gak harus instan. langsung perfect,semua butuh proses emangnya kita bisa kaya sekarang gak pake proses,pake kan?nah aku dulu gak pake hijab malah lebih parah dari Ais kamu tau kan aku gak pernah mau jalan sesuai dengan apa yang kamu mau aku tetap dengan keinginanku topi,kaos oblong dan hot pants dan itu se-la-lu.namun berkat ke gigihanmu yang selalu merangkul ku mengingatkan dengan cara-cara mu yang tak membuat ku tersinggung dengan berjuta kesabaranmu yang ingin aku berubah jadi wanita yang bisa nemenin kamu di surga.nah inilah buah proses dari kegigihan dan kesabaran mu.Ingetin kakak mu bilang bila suka sama Ais berikan apa yang ia punya ini kepada orang tuanya Ais dan mintalah restu darinya.bila memang benar dia benar-benar jatuh hati pada Ais pada pandangan pertama buktiin,jangan liat dia dari kesingnya yang sekarang ini,semua akan berubah pada waktunya."Ucap Dzifa panjang lebar membuat Lutfi terdiam mencerna apa yang di ucapkan Istrinya itu.


"Ais,lo harus bahagia!"bisik Dzifa pada Ais sambil menepuk pundaknya


"Apa yabg harus Aku lakukan"Lirih Ais.


❤ada dua panggilan ya,satu menjadi sopan karena ada Khairul,dan lo gw karena keceploaan.❤