
Perpisahan telah usai,hari ini adalah hari dimana acara Resepsi pernikahan Dzifa dan Lutfi.
"Yang,kita berangkat jam berapa?"tanya Luna pada Arya
"Terserah kamu saja"Jawabnya.
"Kenapa terserah?kamu marah karena tadi Bunda bertanya perihal sekolah?"tanya Luna
"Aku gak mungkin tahun ini ngelanjutin sekolah Lun,kalau aku kuliah terus biayanya dari mana sedangkan kamu juga harus kuliah."
"Pasti ada jalannya sayang"
"Lun ngerti donk,Aku bukan Lutfi yang punya usaha,aku juga bukan Willy yang ayahnya seorang Pengusaha.aku bukan mereka Luna."Bentak Arya yang membuat Luna menangis seketika.itu adalah kali pertamanya Luna di bentak oleh Arya laki-laki yang telah menikahinya.
"Paham lah situasinya."imbuhnya.
"Aku paham,maaf"lirih Luna dengan terisak.
"Maaf aku membentakmu."Ucap Arya sambil merengkuh Luna"Dengar sabar lah,tak ada yang tak mungkin bila Alloh berkehendak.kita hanya perlu saling mengerti agar semua selalu baik-baik saja."
"Iya,aku akan belajar mengerti dan tak egois lagi."
"Aku ingin dalam pendidikan kamu selangkah lebih dulu dari ku Lun,aku ingin Ayah dan Bunda bangga karna aku bisa menghidupimu dengan layak,mencukupi segala kebutuhanmu dengan sebagai mana mestinya.sekarang kita hanya perlu berdo'a,berusaha dan Sabar"Ucap Arya.
"Maaf karena aku terlalu memaksa mu menuruti kemauan Bunda."
"Gak papa,bunda sayang sama aku maka dari itu bunda mengharuskan ku untuk melanjutkan sekolah,namun aku tak mau saat nanti di tengah-tengah perjalanku menuntut ilmu aku harus berhenti karna ketiadaan biaya dan juga aku tak mau kamu susah."
"Bunda bilang mau bantu kuliah ku,jadi kamu tak perlu khawatir."Ucapnya.
"Dengar kamu tanggung jawabku,bila suatu saat kita kekurangan uang atau kesusahan ku mohon jangan bilang pada Bunda maupun Ayah.aku akan bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan mu,kebutuhan kita."Jawab Arya penuh harap.berharap Luna paham atas apa yang ia ucapkan dan inginkan.
"Tapi.."Luna pun memberikan sebuah amplop berisi uang dari bundanya.
"Kapan?"tanya Arya Sesaat setelah membuka amplop tersebut.
"Kemarin."
"Kita kembalikan,Sekarang!"Ucap Arya dengan penuh emosi.
Ia merasa gagal karena Ibu nya Luna tanpa sepengetahuannya memberikan uang pada Luna.ia memang tidak atau belum mampu sepenuhnya memberikan kebahagiaan malah tempat tinggal pun di sediakan oleh sang mertua.namun ia sekarang sedang berusaha.mengapa malah di bantu tanpa sepengetahuan nya.
"Aku punya harga diri Lun,aku janji akan membahagiakan juga mencukupi mu,jadi tolong ikut aku.kita kembalikan uang ini pada orang tua mu."Ajaknya.
"Tidak perlu"Kata seseorang yang Tenga berdiri di ambang pintu.Luna dan Arya menoleh bersamaan.
"Nak,maaf bila dengan ini Bunda menyinggung perasaan mu.ini adalah pemberian bunda atas hadiah pernikahan mu.gunakan dengan baik."Ucap Bunda yang telah menangis di pelukan Ayah.
"Ayah,mendukung mu apapun yang penting kamu membahagiakan anak satu-satunya ayah dari Istri pertama ayah."Ucap sang Ayah.
"Ayah"Panggil Luna sambil berhambur memeluk sang Ayah dan Bunda.Luna baru tau sebulan yang lalu.saat ayahnya bilang kalau Luna memiliki satu adik kandung dan 3 adik tiri yang tinggal di Turki.Ayah nya menceritakan tentang perpisahan Ayah dan Ummanya itu.
"Istri pertamanya?"tanya Arya.
"Iya,Bunda bukan ibu kandungnya Luna Arya.Luna adalah anak pertama dari Ayah."jelas Bunda.
"Lalu Aksa?"
"Aksa adalah anak pertama Bunda.Bunda adalah seorang janda karena suami bunda meninggal ketika bunda hamil Aksa.dan bunda bertemu Ayah ketika Usia Aksa 5tahun dan Luna 3 tahun kami menikah.awalnya Bunda tak tau kalau istrinya Ayah masih hidup dan masih berstatus istri.karena ayah mengaku duda satu anak.namun...
"Memang ayah Duda bun.ayah di usir karena ayah tak memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga."Potong Pak Ahmad.
"Iya Ayah,dan ayah bercerai dengan Nusailamah setelah Nusailamah melahirkan anak keduanya yang di beri nama Arran Arrasy.dia dulu di urus oleh bunda namun menginjak usia 3tahun Arran di ambil ibunya karena belum memiliki keturunan kembali namun ya alhamdulillah setelah Arran di ambil tak selang beberapa lama Nusailamah mengabarkan kalau beliau telah Hamil.Luna sayang jangan pernah benci sama Umma mu nak,karena Umma mu tak bisa menolak atau membangkang terhadap keluarganya."jelas Bunda.
"Tidak bunda.Aku ingin sekali ketemu Arran bunda."Ucap Luna.
"Arran akan datang di acara kalian nanti!"
"Bunda?"
"Iya,Ayah bilang akan buat acara pengajian sekaligus syukuran pernikahan kalian.Ayah bilang Ayah suka dengan Acara yang dibuat Dzifa dan Lutfi.kenapa kalian juga gak bisa ?kenapa harus sewa dan sewa udah aja halaman rumah luas...
"Dan acaranya juga gak usahlah bergaya,yang penting sederhana tapi terkesan."Sambung pak Ahmad hingga sang bunda tak bisa melanjutkan ucapanya
"Karena berlebihan itu milik setan."tambah Luna.
"Nah anak Ayah the best."Ucap Ahmad.
"Aku serahkan semuanya pada ayah dan Bunda juga Ibu dan kakak saya sja bagai mana baiknya...
"Oke...
_____
Jangan lupa vote ya juga like and komen.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏