Dzifa

Dzifa
Kekacauan



Selepas shalat subuh Dzifa dan Lutfi menuruni tangga rumahnya,dilihatnya belum ada siapapun di dapurpun masih amat sepi,mereka berdua memutuskan untuk berangkat tanpa pamit ke tokonya.


Setelah memesan taksi online Dzifa dan Lutfi pergi ke tokonya.Sesampainya disana sama masih dalam ke adaan sepi.mereka berniat untuk melihat-lihat dulu pajangan apakah dalam keadaan bersih atau sebaliknya?sebelum mereka berkutat dengan laporan-laporan yang nanti akan di berikan Arya dan Ais.


"Fi,aku takut kalau jalannya ke pisah?"Ucap Dzifa.


"Siapa yang bilang disini kita jalan sendiri-sendiri."


"Kirain?"


"Yaudah yuk."ajak Lutfi.


Dzifa pun mengekor dan melihat pajangan nya dia agak sedikit kecewa dengan kebersihan pakaian yang terpajang juga model baju yang di pilih untuk di pasang di maneken.


"Pada jorok sekali sih mereka"Ucap Dzifa kesal.


"Kenapa?"tanya Lutfi.Dzifa pun menyatukan beberapa baju di gantungan lalu menggoyangkannya dan itu tak lepas dari pandangan Lutfi.


"Tuh liat kotor banget."jawabnya sambil memperlihatkan debu yang ada di bawah pakaian yang tergantung"Dan lagi ini"Tunjuknya pada maneken"gak ada menarik-menariknya"


"Ya udah nanti kita bilangin sama karyawati kita supaya lebih memperhatikan kebersihan dan pajangan supaya lebih menarik ya."jawab Lutfi,Lutfi tau Dzifa saat ini kesal mengapa hanya di tinggal 12 hari toko ini se kotor ini.


"Kita lihat yang lain dulu yuk?"Ajaknya sambil merangkul pundak Dzifa


"Coba lihat nih apa?"Ucap Dzifa saat melihat pajangan tas yang penuh dengan debu."Hari ini tutup aja jangan buka biar semuanya bersih-bersih.Buat apa ada penyedot debu buat ngangkat semua debu kalau gak di pake."Gerutu Dzifa.


"Tahan emosinya,Nanti pas karyawan nya semua pada datang kamu boleh ngomel sesukamu pada mereka.Aku gak masalah ko kamu ngomel di hadapan mereka.kamu ambil alih semua yang berhubungan sama pajangan disini biar aku urus di bagian kerjaan yang di pegang Arya dan Ais,Bagaimana?"


"Nanti aku di bilang so berkuasa kalau ngomel-ngomel."Jawab Dzifa sambil mengerucutkan bibirnya


"Kamu istriku,kamu berhak atas ini semua,karena ini semua adalah hasil dari kerja keras kita berdua.Biar nanti aku yang akan mulai bicara!"Ucap Lutfi


Lutfi pun mengajak Dzifa kelantai dua yang berisikan 2 ruangan satu gudang dan satunya lagi pajangan pakaian syar'i.saat sampai disana Dzifa sangat kesal dengan apa yang di lihatnya,pajangan yang berantakan dan debu yang sepertinya sudah berhari-hari di abaikan.


"Makan gajih buta ini mah"Saat Dzifa mengelap kaca yang penuh dengan debu.


"Hari ini tutup aja,kamu bereskan kekacauan di sini aku mau negur Arya"Jawab Lutfi setelah ia melihat gudang yang telah menjadi tanggung jawab Arya,Dzifa melihat gudang ia tercengang mengapa sampai banyak karung-karung.biasanya hanya 2 atau 3 karung yang belum di cek.namun kenapa sekarang karung-karung itu banyak sampai ada 8 karung.


"Kita ke atas!"Ajak Dzifa.mereka berdua pun bergegas ke atas dimana ada ruangan pribadi Dzifa dan Lutfi.


"Astaga!"Ucap Dzifa saat melihat Arya dan Luna yang tengah tertidur di sofa.sedangkan Ais tidur berbantalkan tangannya yang di letakan di meja menghadap laptop yang masih menyala.


"ASSALAMUALAIKUM"ucap Lutfi setengah teriak.


Luna dan Arya mengerjap kan matanya saat mendengar ucapan Salam sedangkan Ais masih tidur.


"Lutfi,Dzifa"Ucap Luna saat setelah ia mengumpulkan kesadarannya.


"Ambil air dulu,shalat udah siang"Ucap Lutfi dingin.Dzifa tak bisa berkata-kata ia tau saat ini Lutfi tengah kecewa pada mereka.


Luna pun membangunkan Ais,sedangkan Arya bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Dzifa dengan setia mengekori Lutfi berjalan masuk ke ruangan pribadinya.


"Astagfirullah."Lirih Lutfi


"Hubby,tenanglah.sebenarnya ini salah kita juga meninggalkan mereka dalam waktu yang lama dan juga mereka belum paham atas apa yang kita tugaskan!"Ucap Dzifa


"Iya aku tau."


"Ya udah,kamu shalat dulu ya biar agak rileks."Dzifa tau Lutfi kesal bukan hanya Lutfi dia pun sebenarnya kesal namun melihat reaksi Lutfi seperti itu ia harus bisa meredam emosi pasangannya itu supaya tak berujung yang tidak di inginkan.


"Hem,harus.kita sama-sama dalam keadaan kesal tapi kita harus saling menguatkan dan membuang kekesalan kita karena jika kita menuruti kekesalan kita itu tak akan berujung baik untuk kita kedepannya."


"Iya kamu benar,kita harus dinginkan dulu amarah kita supaya kita bisa menyelesaikan semuanya dengan apik."


"Nah itu tau,ya udah kamu shalat aja dulu aku mau buatin kamu minuman."Ucap Dzifa


"Aku mau teh."Pinta Lutfi yang hanya di angguki Dzifa.Dzifa pun keluar dari ruangan nya dan pergi ke dapur yang ada di sebelah ruangan itu.Dzifa melihat Ais tengah duduk menatap laptop nya ia tak menegurnya membiarkan Ais bertanggung jawab atas pekerjaan nya.ia tau Arya dan Luna pasti telah pergi ke gudang untuk membereskan pekerjaannya.


"Aku tau kalian kesulitan,tapi ini sebuah pelajaran supaya kalian tau beratnya sebuah Amanah"Ucap Dzifa dalam hati.


setibanya di kamar Dzifa melihat Lutfi tengah menelpon seseorang.


"Siapa?"tanya nya pada Lutfi setelah Lutfi mengakhiri telponnya.


"Satpam,Aku menyuruhnya menutup dulu toko dan menyuruh karyawan berkumpul di lantai dua.kamu urus di bawah ya,aku akan urus laporan-laporan yang telah di buat Ais."


"Arya?"


"Aku akan suruh dia bereskan semua pekerjaannya dulu bersama Luna."Dzifa pun tersenyum mendengar apa yang Lutfi akan lakukan.


"Ya idah yuk"Ajak Lutfi.


Dzifa dan Lutfi pun ke lantai dua disana sudah berkumpul semua karyawan dan karyawati toko itu.Lutfi menegur mereka dan menyuruh mereka membersihkan semua ruangan dan pakaian yang ada di toko itu.setelah di kira cukup memberi pengarahan Lutfi pamit dan Dzifa mengambil alih komando dalah hal membereskan juga membersihkan semua kekacauan yang ada.


Arya,Luna dan Ais pun menyimak apa yang di ucap Lutfi mereka hanya bisa menunduk.setelah di persilahkan kembali ke tempat bekerja Masing-masing Arya dan Luna langsung pergi ke gudang sedangkan Ais menyiapkan semua laporannya dan memberikannya pada Lutfi,setelah selesai ia turun kebawah untuk membantu Arya karena Lutfi menyuruhnya turun untuk membantu Arya.


Pukul 12 siang pekerjaan masih sangat banyak,Dzifa memesan makanan untuk semua karyawan agar merka beristirahat terlebih dahulu.


"Lelah."Keluh Dzifa setelah ia sampai di sofa yang ada di lantai 3.


"Masih banyak?"Tanya Lutfi


"Banget,kayanya 3 atau 4 hari gak di bersihin debunya bikin sesek."


"Makan yuk?"Ajak Lutfi


"Aku udah pesen nasi kotak untuk semuanya."jawab Dzifa


"Beserta karyawan?"


"Hemm"


"Terus mana buat aku?"tanya Lutfi


"Belum datang bentar lagi,udah shalat?"


"Belum!"jawab Lutfi sambil tersenyum


"Jangan senyum-senyum,Shalat sana.jangan di nanti-nanti keburu mati baru tau rasa!"titah Dzifa.Dzifa sadar kewajiban nya sebagai muslim adalah ibadah menambah pahala sebelum azal menjemput nya Karena azal atau umur manusia siapa yang tahu?apakah setahun lagi,atau sehari lagi atau mungkin semenit lagi.karena hanya Alloh lah yang tau batas hidup manusia.


"Kalau aku mati kamu jadi janda donk?"Goda Lutfi


"Sana sholat gak usah goda-goda deh"


Lutfi pun beranjak sebelum Dzifa bertambah mengomel.