Dzifa

Dzifa
Keretakan persahabatan



"Dzif kamu kemana kemarin ?ko di tlp gak di angkat²?"tanya Ais yang di angguki Fatimah


"HAH,Emang ia gitu kalian nelpon?"tanyanya sambil mengecek hpnya yang sedari kemarin tak ia lihat


"Hehehe maaf,gw gak tau klo kalian hubungi gw"lanjutnya dengan ekspresi cengengesan


"Lo kemarin ngapain aja sih?"tanya Fatimah


"maen ps"


"Ya elah tau lo maen ps gw ke rumah lo dah bareng yang lain" timbal Sandi


"Ya udah ntar² lagi aja...Udah sekarang ke bangku masing² udah bel"jawab Dzifa mengusir teman²nya yang berkumpul di bangku nya


Tak lama dari itu guru pun masuk ke kelas


"Selamat pagi anak²"ucap Bu Rani guru sejarah


"Selamat pagi bu"ucap semua murid


tok tok tok


"Maaf bu" ucap Lutfi yang berdiri di depan pintu


"Iya Lutfi masuk"ucap Bu Rani


"Maaf bu saya di suruh kepala sekolah untuk memanggil Putri Nadzifa untuk ke kantor"ucap nya


"Oh ya,ada masalah apa Lutfi?"


"Maaf mungkin perihal kepengurusan Osis bu"


"Oh ya sudah silahkan"


"Makasih bu"


Dzifa dan Lutfi pun meninggalkan kelas setelah pamit kepada guru nya


Ruang kepala sekolah


"Lutfi tolong bagikan? dan kalian semua isi apa yang ada di kertas itu"ucap kepala sekolah


tanpa di perintah dua kali mereka pun mengisi berbagai macam pertanyaan perihal kepengurusan dan visi misi mengembangkan kedisiplinan dan meningkatkan prestasi sekolah..Dzifa yang sudah merasa terbiasa dengan hal hal seperti itu pun dengan mudah bisa mengisi nya namun ia urungkan karena ia tak mau bila akhirnya dia harus di hadapkan dengan hal hal yang tidak di inginkan contohnya kepsek memintanya menjadi wakil ketos,menurut Dzifa itu adalah mimpi buruk.pengalaman pahit saat ia di fitnah oleh sahabatnya sendiri itu yang membuat dia tak ingin bergabung dalam kepengurusan lagi namun demi mengurangi beban Lutfi ia pun bersedia.


Ia di fitnah saat ia dulu menjadi ketua Osis di SMP nya dan karna masalah itu ia berubah diri,menjadi seorang wanita yang terlihat nakal,barbar dan urakan..


Jam istirahat


"Kelihatan banget lo gak niat?"ucap Lutfi


"Gw gak niat jadi wakil lu, di sekolah gw mau di belakang lu bukan di samping lu"


"kenapa?"


"Gak apa²,biar di luar sekolah aja gw di samping lu"ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan Lutfi


Lutfi terdiam,mencerna apa yang di ucapkan oleh Dzifa,ia pun berbalik ke ruang kepsek,Entah apa yang ia pikirkan dan rencanakan.


Dzifa telah masuk kedalam kelas


"Apa lu serius mau masuk organisasi Osis"tanya Arya


"Hem"


"Elu serius Fa?"tanya Ais yang di angguki Dzifa.semua temannya saling menoleh mereka tak percaya kalo Dzifa mau masuk organisasi yang telah ia benci 3tahun lebih ini setelah ia di lengserkan secara tidak hormat


"Terus jabatan lo apa sekarang?"tanya Sandi


"Gak tau,gw cuma di suruh ngisi beberapa pertanyaan,dan keputusan nya senin "


"kayaknya bakal di umumin pas upacara deh!"ucap Fatimah


"Lu seriusan Fa? gw gak yakin ini keinginan dari hati lo...biar gw yang ngomong sama si Lutfi,biar dia ngebatalin lu masuk organisasi itu"ucap Bima sambil beranjak


"Gak usah,ini kemauan gw ko!"ujarnya sambil memegangi tangan Bima


"Ya udah klo gitu"ucap Bima "Kantin yuk"lanjutnya


"Yuk"jawab mereka serempak


"Mau pesen apa?"tanya Sandi


"Gw bakso aja sama air mineral dingin"ucap Dzifa


"Samain aja deh Bakso cuma minumnya gw mau es teh manis"ucap Bima yang duduk di sebelah Dzifa


"Eh temenin lo aja deh San,gw yang pesenin bakso nya lo pesenin minumannya"ucap Dzifa dan pergi meninggalkan ke 4 temannya.


Setelah beberapa menit menunggu mereka pun bisa menikmati makanannya ,Dzifa yang tadinya duduk sebelah Bima setelah memesan bakso ia memilih duduk si tengah² Ais dan Fatimah yang awalnya di tempati oleh Sandi.


"Eh minggu depan ke sirkwit yuk?"ajak Arya


"Yuk udah lama nih gak ngegas"ucap Ais


"Dzif lo ngikut kan?"Tanya Fatimah


"Gak tau gimana entar aja"


tingg suara pesan masuk hp Dzifa


📨Lutfi : Entar pulang sekolah langsung masuk mobil ya,gw tunggu


📨 Dzifa: mau kemana ?


📨Lutfi : ke toko


📨Dzifa : Ogah,gw gak mau kerja


📨 Lutfi: naif baget sih lu jadi orang,ngikut aja napa?


📨Dzifa : Gak mau gw


📨 Lutfi: Gak ada bantahan oke


📨Dzifa: isst nyebelin banget sih lu


📨 Lutfi: terserah pokoknya gw tunggu,gak ada acara aneh2 pokoknya gw tunggu


📨Dzifa : maksa lu


📨 Lutfi : biarin


"ngapain lu,ko muka lu langsung ditekuk gitu?"tanya Sandi


"Gak papa biasa ada yang Geje"


"Siapa?"tanya Bima penasaran


"Udah lah gak penting juga"


"Lo sembunyiin sesuatu ya dari kita?"desak Ais


"Apa sih lo jangan ngomporin deh"bela Fatimah "lo gak ada rahasikan ya?"lanjut nya


"Gak,gak ada apa² "jawabnya sambil melanjutkan makan makanan nya meskipun ada rasa tegang karna semua temannya melihat ke arahnya


"Gak asik lo"ujar Bima sambil beranjak dengan wajah penuh kekesalan


"Jujur ada yang lain di diri lo Fa"ujar Arya


"Susah banget sih lo jujur"ucap Ais menimpali ucapan Arya


"Gak ada apa².serius"


"Ya udah terserah lo aja deh"ujar Fatimah dan berlalu pergi bersama teman yg lainnya meninggalkan Dzifa


"Gw gak mungkin jujur gays,please jgn desak gw kaya gini"ucap Dzifa dalam hati


Di dalam kelas semua temannya mendiaminya. Dzifa bingung haruskah jujur,tp ia gak mau pihak sekolah tau.dengan status nya sekarang.Dzifa pun memilih diam.


❤❤❤❤❤❤❤❤


jangan lupa like komen and share ya gays


🤗🤗🤗🤗🤗