Dzifa

Dzifa
Mulai bekerja



Bima,Willy,Danu dan Sandi tengah menunggu yang lain datang.mereka menunggu di parkiran.


"Udah mau lulus aja kita!"Ucap Bima.


"Iya lo mau lanjut kuliah dimana?"tanya Willy


"Gak tau kayanya masih di kota ini"jawab Bima.


"itu Arya!"ucap Sandi yang melihat Arya mengendarai motor metic Lutfi


"YA..."panggil Sandi.setelah memarkirkan motornya Arya pun menghampiri mereka.dan saling berjabat tangan


"Lagi pada ngapain di sini?"tanya Arya


"Lagi nungguin yang lain nya,biar ke kelas bareng!"ucap Bima.


"Lo bawa motor Lutfi?"tanya Danu


"Iya,kemarin Lutfi minjemin ni motor!"jawab Arya.mendengar jawaban Arya semua temannya hanya ber oh ria.


"Lutfi itu orangnya kaya gimna sih?"tanya Bima.


"Menurut gw dia baik,sangat baik!"Ucap Arya penuh kepercayaan.


"Seyakin itu lo anggap dia baik?"tanya Bima.


"Ya."Jawab Arya


"Memang dia baik,sangat baik.dia selalu membantu orang tanpa pamrih meskipun dia lagi dalam kesusahan,dia dididik oleh orang tuanya dan ngan cukup keras hingga bisa seperti sekarang ini"jelas Willy


"Iya benar,dia terlalu super baik,malah sampai saat ini gw gak pernah liat dia marah "Ucap Danu.


"iya,gw salut sama dia yang bisa dewasa di usianya saat ini.di usianya saat ini dia sudah biasa sukses dengan keringatnya sendiri mungkin benar apa yang ia ucapkan 'Bersabarlah karena dengan bersabar kau akan memetik buah kesabaran itu kelak'Dan ya gue salut sama dia!"jelas Willy.


Ucapan Willy membuat Bima,Sandi dan Arya terdiam,mereka berusaha mencerna apa yang di maksud oleh Willy,entah otak mereka yang terlalu dangkal atau bagai mana.mereka tak menemukan apa yang di maksudkan oleh Willy.


"Udah mau bel,gw ke kelas duluan"Ujar Danu memecahkan keheningan di antara mereka.


Mereka pun beranjak mengikuti Danu pergi ke kelas mereka masing-masing,jelasnya setelah sampai di koridor kelas mereka berpisah dengan Danu karena Danu satu-satunya yang berbeda kelas dengan mereka.


"Gw masih bingung apa yang lo tadi omongin"tanya Bima pada Willy


"Udah lah gak usah di bahas.yang jelas kita sebagai manusia harus banyakin sabar agar kita bisa sukses bukan hanya di dunia namun di akhirat juga."jawab Willy


"Is lu kaya yang mau mati besok"Ucap Bima sambil nbergidig ngeri


"Hahaha,Emang nya lu tau besok bakal kaya gimana?"tanya Willy


"Ya enggak lah!"


"Kita sebagai manusia gak tau kan besok kaya gimana?jadi sebisa mungkin kita harus berbuat baik dan semaksimal mungkin menjadi baik seakan akan kita akan mati besok.Udah ahhh gw gak bisa ngomong panjang lebar nanti salah"ucap Willy


"Heh,kalo ngomong lanjutin"


"Tanyain nya sama ustadz aja,gw gak bisa jelasin.buat gw sendiri juga masih absrut"ujar Willy sambil berlalu meninggalkan Bima Arya dan sandi yang tengah mencerna apa yang di ucapkan oleh Willy


Arya teringat kejadian kemarin saat di rumahnya luna,akankah bila sekarang gw bersabar,ikhlas dan berusaha ia akan menjadi milikku?sekarang gw harus optimis jalani semuanya dan gw gak boleh mengecewakan Dzifa dan Lutfi yang udah baik sama gw! ucapnya


"Kesuksesan akan di raih dengan kesabaran,kejujuran dan kerja keras!"Ucap Lutfi yang tengah berjalan menghampiri mereka bersama dengan Dzifa,Ais dan Ifat


"Lo paham?"tanya Sandi


"Sumpah burem gw!"Jawab Bima sambil geleng-geleng kepala


"Hahaha bodo lo perihara!"Ejek Dzifa.


"Bodo amat ah,dari tadi gw dapet teka teki mulu pusing gw,tapi yang Lutfi omongin sedikitnya gw paham,tapi kenapa willy ngomongnya berbelit-belit bikin pusing."ucap Bima.


Dzifa dan Lutfi tertawa melihat apa kebingungan di wajah Bima,sedangkan Sandi ia hanya terdiam mencoba mencerna apa² yang tadi di ucap beda halnya dengan Arya yang hanya tersenyum tipis melihat tingkah Bima.


Bima yang memiliki otak yang begitu cerdas bisa sepusing itu kalo di hadapkan dengan hal yang menjalur ke arah agama.mungkin karena selama ini Bima Arya dan sandi jauh dari agama.


Menjadi lebih baik tidak akan merugikan diri sendiri.namun berubah menjadi lebih baik adalah hal yang akan menuntun pada semua hal kebaikan di mulai dari ridho Alloh,ridho dari orang tua,segala urusan di permudah dan banyak lagi.maka dari itu Arya berpikir untuk menjadi lebih baik bukan karena ia mengharapkan luna menjadi jodohnya namun karena ia ingin sekali bisa jadi manusia yang berguna untuk orang-orang yang ada di sekitarnya.


☺☺☺


sepulang sekolah Arya datang ke toko L'Fashion,disana ia bingung harus bagai mana.ia pun menghampi karyawan disana.


"Assalamualaikum,maaf saya mau ketemu dengan Lutfi"tanya Arya


"Lutfi,maaf ada perlu apa anda menanyakan bos!"ucap karyawati tersebut yang bernama Dita


Bos,kenapa dia sebut Lutfi dengan sebutan bos,apa Lutfi pemilik L'Fashion"Saya ada janji dengan nya!"


"Oh,tunggu sebentar lagi,biasanya selepas shalat Ashar beliau datang bersama dengan pacarnya!"Ucap Dita


"Oh ya sudah"ucap Arya


Iya pun berjalan menuju ke pintu masuk toko,ia berencana menunggu Dzifa dan Lutfi disana.tak beberapa lama Dzifa dan Lutfi pun datang.


"Sudah lama?"tanya Lutfi.


"Lumayan!"


"Ya udah yuk ke atas!"ajak Lutfi.


Lutfi dan Arya pun menuju ke lantai atas.beda hal nya dengan Dzifa.Dzifa berkeliling melihat apa yang ia di pajang oleh karyawan-karyawan nya.


☺☺☺


"Skarang di toko ini sedang ada barang-barang yang baru,jadi lu bantu gw disini pasang harga dan cek barang-barang nya kalo ada yang jelek lo pisahin!"ucap Lutfi sambil berjalan ke arah karung yang masih tertutup rapat.


"Siap bos!"ucap Arya.Lutfi yang mendengar itu langsung melirik ke arah Arya


"Jangan terlalu formal lah"Ucap Lutfi


"Oke,ya udah apa yang harus gw lakuin?"tanya Arya


"Ikut gw!"Anaknya,Lutfi berjalan ke arah gudang atau bisa di sebut ruangan atas toko sebelah yang sedang di renopasi.disana banyak sekali karung-karung yang berisi baju-baju yang akan di jual di toko tersebut.


Lutfi menyerahkan setumpuk kertas berisi tulisan nama jenis pakaian,kode dan harga nya.ia menyerahkannya ke pada Arya.Arya melongo saat melihat tumpukan karung yang berisikan baju-baju yang akan di pasarkan dan kertas yang baru saja di berikan Lutfi.


"Ini kerjaan lo,nanti gw bantuin!gw juga gak bakalan tega liat lo berkutat di ruangan ini sendiri"ucap Lutfi pada Arya


"makasih"Ucap Arya...


Arya pun mengerjakan apa yang di perintahkan Lutfi,ia pun mulai menyeret karung ke pojokan yang kosong lalu ia membongkar karung satu demi satu supaya kerjaannya sedikit demi sedikit berkurang...sedang Lutfi dan Dzifa pamit karena ada urusan yang harus mereka kerjakan.jelasnya Lutfi ingin mengajak Dzifa nonton di bioskop dan membeli barang-barang yang di inginkan Dzifa kemarin.