Dzifa

Dzifa
Kebahagiaan Sahabat



Disisi lain Ais yang merasa kesal terhadap Danu yang tak bisa menjelaskan apa yang terjadi antara Lutfi dan Dzifa.ia lebih memilih untuk mengendarai sepedah motor nya berkeliling trek dengan kecepatan di atas rata² dan di susul oleh Sandi yang merasa khawatir akan apa yang di lakukan oleh Ais,Ais yang sedang di balut dengan emosi tidak menanggapi panggilan Sandi yang sedari tadi teriak² memanggil namanya


"kenapa sih lu ini Ais,hingga membuat lu kaya gini,ini tuh akan membahayakan lu"ucap Sandi dalam hati sandi terus mengekor Ais.


☺☺☺


"Hay bang jo"Sapa Dzifa yang berjalan beriringan dengan Lutfi


"Hay Dzifa, lama tak berjumpa?"ucapnya dengan tawa yang cukup keras


"Hahaaa baik bang,Bang balapan nya kenapa belum mulai?"tanya Dzifa


"Liat lah itu,Ais memacu adrenalin sedari tadi tak bisa di hentikan"ucapnya sambil mengarahkan tangannya ke arah Ais


"Kenapa dia bang?"


" Habis putus Cinta kali,hahaaa mana motor mu Princess?"tanyanya


"Aku tak bawa motor bang"jawabnya sambil menggaruk² tengkuknya


"Why????"


"Tadi aku bareng dengan pacarku jadi aku tak bawa motor"ucapnya gugup


"Pacar?"tanyanya kaget


"Yes"


"Dia?"sambil menunjuk ke arah Lutfi dan di angguki oleh Dzifa


"Waw bro,hebat hebat kau bisa menaklukan macan betina ini?hahaaa keren keren ! siapa nama mu?"tanyanya sambil menepuk² pundak Lutfi


"Saya Lutfi"jawabnya


"Kau bisa mengendarai motor?Bagai mana kalo kita mencoba untuk berkeliling sebentar?"ajaknya pada Lutfi


Lutfi melirik ke arah Dzifa,dan dia menggeleng dia tidak mengijinkan untuk Lutfi berkeliling mengendarai motor karena itu akan membahayakan dirinya sendiri,Dzifa tau Joko Adiyasa atau yang sering di panggil Jo itu bukan orang yang bisa Wellcome terhadap orang yang baru ia kenal.


"Di lain waktu saja lah bang,lagi pula aku ada yang harus di bahas dengan pacarku"Ucap Dzifa sambil bergelayut dilengan Lutfi,Lutfi hanya tersenyum dengan perlakuan Dzifa


"Hahaaa ya aku tunggu oke,namun sebelum itu bisakah kau hentikan Ais,pertandingan akan segera di mulai"ucap Jo terhadap Dzifa


"Aku tak bawa motor bang,kau saja lah"jawabnya sambil membalikkan badannya


"Please tolong lah,kau tau kan betapa susahnya menghentikan Ais yang sedang di bakar Emosi"mohon nya


Tak beberapa lama motor yang di kendarai Ais pun berhenti karena kehabisan bensin,dan Sandi yang sedari tadi mengekor merasa bersyukur karena Ais telah menghentikan kegilaan nya.Ais terus saja mengupat saat ia tau kalo bahan bakar nya habis.


"Siap bertarung?"tanya dari sorang wanita yang tertutup helmnya


"cih,pergi lo sat"ucapnya kesal.


"Cemen"Ucapnya sebelum berlalu pergi.


"Haaaa"kesalnya sambil memukuli motornya


"heh lo mau terus disitu?"tanya Sandi


"Bantuin"ucapnya


"Nyusahin"


"Gak ikhlas?"tanyanya pada Sandi.Sandi hanya menyelingkan bola matanya jengah.


"Bisa gak sih jangan luapin kekesalan lo kaya tadi!"ucap Sandi sinis sambil mendorong motor Ais yang kehabisan bensin


"Kesel gw"


"Sama siapa?sama si Danu?buat apa lo kesel sama dia,gak ada manfaat nya yang ada madarat"ucapnya.


"kesel gue, waktu ngomongin si Dzifa eh malah ngomong ngelantur ujungnya"


"Udah,kita sebagai sahabat yang baik cukup liat dan mendo'akan yang baik untuk Dzifa.gak usahlah kita ikut campur terlalu jauh terhadap Dzifa dan Lutfi,karena bagaimanapun suatu saat kita punya kisah kita masing² dan gak perlu orang lain tau.lagian noh liat Dzifa dan Lutfi mereka baik² aja,malah gw liat sisi lain dari Dzifa sosok yang sangat mandiri gak mau nyusahin orang dan bergantung terhadap orang lain,nah lo liat setiap hari mereka selalu bareng ada sisi manja yang keluar dari diri Dzifa yang gak pernah kita sebagai sahabatnya tau.dan lo liat Lutfi sabar ngadepin kelakuan Dzifa"jelas Sandi


"Iya sih....tapi?"


"Apa?jangan berpikiran buruk atau mengartikan sesuatu dengan imajinasi lo yang gak jelas itu.positif thingking aja lah,biarin mereka bahagia dengan cara mereka sendiri"


"Iya lo bener,gw tau Dzifa paling benci sama organisasi Osis sejak kejadian itu,tapi dia bersedia memenuhi keinginannya Lutfi,dan gw juga liat Lutfi setia menemani Dzifa"ujarnya sambil melihat ke arah Lutfi dan Dzifa yang tengah bersenda gurau


"Nah itu lo tau.Dan lo tau waktu gw nyari baju di L'Fashion gw liat Dzifa dan Lutfi seperti sekarang bersenda gurau,tertawa gw iri liatnya!"ucapnya yang terus mentap Dzifa dan Lutfi meski dirinya tengah mendorong motor Ais


"Iri itu temennya setan bukan sih?"tanya Ais


"Astaga Ais,hah gw lagi ngomong serius malah lo belokin"


"hahahaaaaa sengaja"ucapnya sambil terus ketawa,dan Sandi senyum bahagia melihat sahabatnya itu kembali tertawa.