Dzifa

Dzifa
Rencana melamar



Lutfi menatap Dzifa yang sedari pulang sekolah mendiaminya,mungkin dia kesal karena Lutfi tidak mengikutinya saat hendak ke mushola.


Lutfi sekarang sedang membaca bukunya,hari ini ia tidak ke toko karena pekerjaannya sudah selesai,dia hanya menyuruh Arya mengecek barang-barang yang kemarin datang.


"Aku pergi dulu!"Ucap Lutfi sambil membereskan bukunya di meja.


"mau kemana?"


"Makan seafood di luar?"


"Ya udah sana!"jawabnya ketus.


"Kamu gak mau ikut!"


"Enggak!"jawab Dzifa sambil mengerucutkan bibirnya


"Kenapa?"


"Kamu juga gak ngajakin kan masa aku yang harus nyerobot minta ikut!"jelas Dzifa sambil memalingkan wajahnya.


Lutfi terkikik geli mendengar ucapan Dzifa,sekarang Dzifa lebih terbuka dalam bicara ia tak pernah menutupi apa yang ada di pikirannya terutama pada makanan atau hal yang ia suka.


"Ya udah yuk?temenin aku makan?"ajak Lutfi


"Ogah,dikira nyamuk aku liatin doank!"


Bukannya menjawab Lutfi malah tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa ketawa?"


"Kamu lucu deh?"


"ko lucu,apanya yang lucu!"jawab Dzifa dengan sedikit meninggikan suaranya.


"iya kamu."Jawabnya sambil mencawil hidung Dzifa


"Issss nyebelin"jawabnya sambil mengendus kesal.


"Tapi ngangenin kan"goda Lutfi.


"Kamu tuh ya nyebeliiiiinnnnnn banget"jawab Dzifa sambil mencubit pipi Lutfi yang tirus.


"Sakit fa"jawab Lutfi sambil mengelus² pipinya.


"Rasain,makanya jangan ngeselin"


"Kamu lagi PMS ya?"tanya Lutfi.


"Ya engga lah"


"Terus kenapa jadi sensi!"


"Sadar pak ! tadi kamu bikin aku emosi"jawab Dzifa dengan suara yang sudah meninggi,menandakan bahwa ia tengah kesal terhadap Lutfi.


"Soal tadi,ya itu karena Pak Ardi ngajakin ngobrol jadi gak bisa nyusulin kamu!"jelas lutfi


"Kepsek rese"ucapnya


"Husss kalo bicara itu di jaga,kan baru tadi di bilangin ko gitu lagi!"ucap Lutfi memperingati Dzifa


"Iya emang bener kan dia Kepsek rese,ketus,dingin,kaya triplek,juga kaku kaya kamu!"


"Dzifa dia itu baik ko,dia harus menjaga wibawanya kalau sedang ada di lingkungan sekolah,maklum kan dia kepsek"


"Ko kamu tau banget?"tanya Dzifa penuh dengan ke penasaran


"Dia ayah dari kakak kelasku dulu waktu di pondok,tetangga aku juga waktu di bandung dan dia juga katanya sahabat Abi dari pesantren"


"Oh"jawabnya sambil kembali duduk menghadap layar tv.Lutfi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dzifa yang kekanak-kanakan.


"Mau makan diluar gak?"


"Mau tapi mager!"rengek Dzifa.


"Makanya jangan di pagerin mulu tuh gigi jadi mager!"


"Cerewet bilang aja jangan pake behel agar cium akunya leluasa"jawab Dzifa tanpa berpikir.


Lutfi tersipu malu,wajahnya sudah seperti kepiting rebus mendengar kepolosan Dzifa,dia menarik napas panjang untuk menghilangkan rasa malunya.


"Ups ngomong apa gw barusan,inalilahi malu gw"Ucap Dzifa dalam hati setelah menyadari apa yang ia barusan ucapkan.


Lutfi tak berani menatap Dzifa begitupun Dzifa kecanggungan menyelimuti mereka berdua.tak lama suara bel pun berbunyi.


Ting tong ting tong.


"Aku kekamar dulu!"Ucap Dzifa sambil berlari menuju kamarnya.


"Hufft siapa lagi?"ucap Lutfi sambil beranjak dan berjalan menuju pintu.


Ceklek.


"Assalamualaikum"ucap Arya


"Waalaikumsalam,Ya ngapain malem-malem!"


"Pengen aja berkunjung sama mau nyerahin ini "Ucap Arya sambil memberikan beberapa lembar kertas.


"Iya,Mana Dzifa?"tanya Arya yang sudah masuk dan duduk di ruang tv.


"Di kamar"


"suruh kesini gih,hehehe ada yang perlu gw omongin"pinta Arya.Lutfi pun menganggukinya dan pergi ke kamar nya menyuruh Dzifa keluar.


"Ngapain lo kemari?"tanya Dzifa


"Lo gak gerah pake krudung di rumah?"tanya Arya yang heran melihat Dzifa yang tak melepas kerudung nya.


"Gw tanya Apa lo jawab Apa,Aneh deh lo!"jawab Dzifa sewot.


"Heh gw cuma nanya gitu doank ko malah sewot sih!"


"Pertanyaan lo gak mutu!"


"Udah-udah,nih Ya minum dulu!"titah Lutfi sambil memberi minuman ke pada Arya.


"Ko cuma dua"tanya Dzifa


"Biasanya juga satu buat berdua gak usah protes deh"jelas Lutfi


"Gak tau sikon luh.."Ucap Dzifa tak selesai karena sudah di sentil jidatnya oleh Lutfi dan Dzifa pun mengaduh kesakitan.


"Apa apa?"tanya Dzifa pada Arya.


"Gw.....Gw Gw bingung harus ngomong apa?"ucap Arya bingung mau bercerita sama Dzifa namun di sana ada Lutfi.


"Gak usah bingung,omongin aja kan kita sepaket"Jelas Dzifa.Lutfi pun hanya tersenyum mendengar apa yang di ucap Dzifa.


"Hem,gw mau ngelamar Luna supaya gw ada pegangan gitu,gw takut Luna di embat orang!"ucap Arya.


"Arya yah kalau lu udah yakin tinggal jalani aja apa yang lo rencanain"jawab Dzifa


"Gak mudah fa,naklukin bapaknya itu sama dengan naklukin binatang buas"


"Huss ko gitu"tegur Lutfi pada Arya


"Elo gak tau sih,seberapa galaknya Ayahnya Luna."


"Om Ahmad dan tante Lina itu baik banget,lo aja yang salah malah ngajakin pacaran,klo lo dateng ke Om Ahmad dan tante lina minta ngajakin Luna ta'aruf baru di ijinin,dan kalau lo udah yakin baru kejenjang berikutnya dan dalam kurun waktu tertentu lo bilang nikahin Luna dijamin deh dia bakalan baik sama lo!"Jelas Lutfi.


"Ko kamu tau?"tanya Dzifa sambil mentap Lutfi lalu menatap Arya yang melongo mendengar ucapan Lutfi.


"Ya tau lah selain dia ustad,dia juga sahabatnya Abi waktu di pesantren dulu!"


"Oh gitu ya!"


"Lalu apa rencanamu?"tanya Lutfi pada Arya


"Menurut lo gimana Fi?"


"Istikharah lah!"jawab Lutfi


"Isti apa?"tanya Arya bingung.


"maksudku shalat istikharah.shalat istikharah adalah shalat sunah yang di kerjakan untuk meminta petunjuk Alloh untuk mereka yang berada di antara beberapa pilihan dan merasa ragu untuk memilih atau saat menentukan sesuatu.....


"Apa kamu juga melakukannya?"potong Dzifa hingga Lutfi tak bisa melanjutkan ucapannya tadi.Lutfi tersenyum dan menganguk meng iyakan pertanyaan Dzifa.


"Lalu jawabannya?"


"Alloh akan memantapkan hati siapa-siapa yang melakukan shalat istikharah tersebut,dan ya alhamdulillah setelah melakukan shalat aku belajar menerimamu.dan hasilkan kamu tau sendiri."jelas Lutfi hingga membuat Dzifa tersenyum bahagia.


"Lalu gw harus gimana?"tanya Arya yang masih bingung.


"Iya shalat!"


"Kalo gw tau tentang shalat istikharah gw gak bakalan nanya Lutfi?"jawab Arya sambil memutar bola matanya malas.


"Iya lo tinggal shalat sunah 2 rakaat dan bentar gw tulis dulu do'a shalat nya!"jawab Lutfi sambil meraih pulpen dan buku yang ada di hadapannya lalu menuliskannya.


"Searching aja di google,ada ko!"jawab Dzifa yang membuat Lutfi terhenti menulis.


"Ko aku bisa lupa ya!"


"Otak lu Dangkal!"Jawab Arya.


"Sialan lo dia laki gw"Bela Dzifa yang membuat Lutfi tersenyum bahagia" udah lu liat aja di google!"titah Dzifa


"Oke sip!kalo ada apa-apa boleh kan gw minta lagi pendapat lo!"


"Ya boleh lah"jawab Lutfi"kita kan sama-sama manusia harus saling memberi manfaat dan juga harus saling membantu."


"thank pak Ustad"jawab Arya.Lutfi pun mengendus kesal mendengar jawaban Arya.Dzifa dan Arya pun tertawa melihat Air muka Lutfi yang kesal.


"Ternyata lo aslinya kaya gini ya,asik lucu lagi hahaha"ucap Arya


"Rese sama nyebelin juga"sambung Dzifa


"Itu ke lo doank kali?"goda Arya pada Dzifa


"Sialan lo"jawab Dzifa sambil melemparkan bantal kecil.


Hahahahaa mereka pun tertawa bersama....