Dzifa

Dzifa
Bersoleklah untuk Suami



'Jangan memberi harapan bila belum siap mengahalalkaan'itu adalah kata-kata sindirin yang di lontarkan Wina pada Bima Saat pertemuan terakhirnya 2bulan lalu di rumah Ais di Bandung dan kata-kata itu yang terus terngiang-ngiang di pikiran Bima.


"Astagfirulloh"Ucap Bima sambil meletakan bolpoin yang tengah ia gunakan.ia pun meraih hp nya.


Dzifa


Assalamu'alaikum.Dzif aku kepikiran Nura?


Itulah pesan yang di kirim Bima pada Dzifa.Ia tak mungkin pergi kerumah Dzifa karena sekarang ia tengah mengurusi proyek yang akan di jadikan proyek terakhirnya.


" Nura, aku memang tak pernah melihat wajahmu, hanya matamu yang mengisaratkan kelembutan.aku berharap kamu akan jadi pendamping hidupku, menemaniku hingga surga"Ucap Bima sebelum ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Dzifa tersenyum kala mendapatkan pesan dari Bima.


"Kenapa?" tanya Lutfi, Lutfipun duduk di samping Dzifa dan melihat handphone yang berisi pesan yang di kirim Bima.


"Kamu gak niat bales?" tany Lutfi.


"Gak, Biarin aja.Dia bukan anak ABG yang lagi kasmaran yang hanya bergaul dengan handphone dan sosial media.palingan dia chat gitu karena terngiang-ngiang ucapan kita waktu di bandung.Biarian aja lah anggap aja sebagai pelajaran untuknya, udah cukup dua tahun dia gantungin perasaannya Nura!" Ucap Dzifa santai.Sekarang Dzifa dan Lutfi tengah menonton tv di kamar mereka Anak -anaknya telah tertidur dari satu jam yang lalu.


"Jangan Gitu dosa tau"


"Hehe, Terus aku harus Jawab Apa?"


"Sini" Ucap Lutfi sambil meraih Handphon yang tengah di pegang Dzifa dan mengetikan sesuatu.mereka berdua saling pandang lalu mengirimkannya pada Bima.


"Selesai" Ucap Dzifa saat pesannya terkirim.


Setengah Jam Berlalu namun tak ada Balasan malah pesannyapun belum terbaca.


"Nungguin apa?"


"Balasan"


"Udah, Mending tidur dari pada Nungguin Balesan dari Bima paling cepet Besok atau Lusa di balesnya, Diakan lagi di Singapore."


"Emang dia gak denger apa kalau ada pesan masuk"


"Udah tidur" Ucap Lutfi sambil mencari posisi nyaman untuk tidur.Dzifa melirik Lutfi lalu mengikuti sang Suami berbaring.


🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah selesai menyelesaikan pekerjaan yang akan menjadi pekerjaan terakhirnya Bima langsung pulang ke Indonesia.Sesampainya di Indonesia dia langsung memberikan surat Pengunduran dirinya dan membereskan semua barang-barangnya.Ia tak pulang ke Rumah orang tuanya namun ia pulang ke rumah yang telah ia beli.Rumah yang tepat bersebelahan dengan Dzifa.Setelah sampai di rumah ia baru teringat kalau ia pernah mengirimkan pesan pada Dzifa.


Dzifa


Wa'alaikum salam, Jangan pikirkan yang haram untuk kamu pikirkan.pikirkan saja pekerjaanmu.


Bima menghela nafas panjang, memang pantas jika Dzifa membalas pesannya dengan kata-kata sindiran seperti itu.Seminggu sudah pesan itu di kirim oleh Dzifa namun ia baru membukanya.Pekerjaan sudah sangat menyita waktunya, Hingga ia melupakan Pesan yang ia kirimkan pada sahabatnya itu.


"Rumah ini sangat Cantik namun tak ada kehidupan di dalamnya." Ia menyayangkan di usianya yang telah lebih dari 30 tahun ia masih sendiri "Seandainya Alma masih ada. rumah ini pasti akan lebih berwarna."Bima pun berjalan ke arah sofa ia merebahkan tubuhnya, tak berapa lama ia membuka matanya ia bangun dan berjalan keluar.Tujuannya saat ini adalah Rumah Dzifa.


" Assalamu'alaikum"Ucap Bima


"Wa'alaikum salam" Ucap seorang satpan"Den Bima"


"Eh pak Samsul,Dzifa dan Lutfinya Ada?" tanya Bima


"Oh,Den Lutfi dan keluarga baru saja berangkat Den ke pengajian mingguan yang sering ia datangi, Bersama para pekerja "Jelas Pak Samsul


"Oh terimakasih pak, saya pamit.Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam." Bima pun berlalu dia segera bersiap-siap berangkat ke pengajian mingguan yang dahulu selalu ia datangi.


🌺🌺🌺🌺🌺


"fitrahnya seorang wanita itu cantik meski ia memiliki jerawat atau sebagainya.gak mungkin kan wanita itu di sebut Ganteng?" Tanya Ustad Apipudin, Ustad yang mengisi ceramah hari itu.para pendengar tertawa menanggapi perkataannya.


"Apa wanita harus mempercantik diri?jawabannya Harus untuk dirinya dan suaminya.lalu bagaimana dengan wanita yang belum menikah?, apa harus mereka mempercantik diri?jawabannya sama Harus untuk dirinya sendiri.di jaman sekarang ini sebagian para remaja mereka sudah mengenal apa yang namanya krim siang, krim malam,vitamin wajah, bedak, lipstik dan banyak lagi untuk mempercantik dirinya.mereka bilang 'Agar kekinian, Agar glowing,Agar gak jerawatan'


Kalau di lihat sebagian remaja jaman sekarang itu mereka jauh berbeda dengan remaja jaman saya, Kakak saya dulu waktu sekolah Aliyah ia hanya menggunakan bedak bayi, katanya agar gak kelihatan kucel.tapi setelah jam istirahat sekolah ia melaksanakan shalat Dhuha otomatis bedaknya hilang ia bilang 'Lebih baik Bedak hilang dari pada tidak berwudhu untuk mensucikan diri agar bisa shalat' namun beda dengan sebagian remaja sekarang setelah shalat ia pasti langsung buka bedak yang ia bawa lalu memolesnya agar terlihat cantik, anehnya Remaja itu mereka bukan hanya saat setelah shalat saja namun saat ada kesempatan pasti ia akan membuka kaca untuk melihat dan memperbaiki penampilannya."Ucap Ustad tersebut.


"Boleh saya Bertanya?" Ucap Bima yang duduk di barisan ke 4 paling akhir sebelah pintu keluar, Ia karena ia telat datang.ia hanya kebagian sebagian tahlil di lanjut ceramah.


"Silahkan!" jawab Ustad Apipudin


"Bukankah dengan Wanita bersolek saat ia pergi keluar rumah akan membuat Fitnah jika ada laki-laki Ajnabi yang tertarik padanya?"tanya Bima.


"Memang betul mas, Wanita yang keluar dengan Bersolek akan menjadi Fitnah bila itu menimbulkan ketertarikan pada lawan jenis.Hakikatnya Wanita boleh bersolek untuk di perlihatkan pada Suaminya.Namun sekarang banyak wanita yang Bilang Bersolek adalah keharusan, Memang Harus namun sekali lagi hanya untuk di perlihatkan pada Mahramnya.


Itu kembali lagi pada si wanita tersebut apa ia rela Wajah Cantiknya di jadikan bahan tontonan para Ikhwan yang bukan mahram nya.bukankah Wajah itu lebih menarik dan menggoda dari telapak kaki?Kalau telapak kaki saja wajib di tutupi padahal telapak kaki itu tak menarik,lalu bagaimana dengan wajah.


Ada sebagian Perempuan.mau itu ia telah menikah atau belum ia memilih untuk bercadar karena ia tak mau membuat Fitnah, Mereka belum tau apakah saat keluar rumah Wajahnya akan menimbulkan fitnah atau tidak, namun mereka membuat antisipasi dengan Bercadar agar mereka terlindungi.Mungkin semuanya sudah tau kalau Hijab itu wajib di julurkan keseluruh tubuh agar di kenali dan menjadi pelindung, sama halnya dengan cadar.Dengan Bercadar mereka menutupi wajah cantiknya agak tidak menimbulkan fitnah saat ia keluar rumah,sebab di luar rumah mereka akan bertemu dengan banyak laki-laki Ajnabi.


Cantik itu Relatif bagi seorang laki-laki.karena sebagian laki-laki mereka tak memandang kecantikan semata, mereka memandang Ahlak,ilmu dan agama.kecantikan adalah sebagian bonus dari pencarian mereka menemui jodoh.


Soal wanita saya mengingatkan jaga kecantikan kalian perlihatkan pada yang hak atas kalian jangan mengumbarnya karena dari paras cantik yang di perlihatkan oleh kalian itu akan membuat para Ikhwan tertarik.dari ketertarikan itu akan membuat sesuatu bumerang.kalian tau kan laki-laki itu memiliki sisi yang berbeda-beda ada yang menanggapi kecantikan kalian dengan biasa saja, ada yang memuji dengan terang-terangan, ada pula yang menatap kalian dengan lapar seolah-oleh tergoda, dari ketergodaan itu akan membuat bahaya untuk diri kalian sendiri."Pesan Ustad pada semua jamaah yang tengah mendengarkannya.


Untuk wanita yang telah bercadar tetaplah istiqomah dan untuk yang belum jagalah diri kalian.Dan Bagi para ikhwan tundukkanlah kepala kalian bila kalian melihat wanita cantik jangan biarkan Nafsu mendominasi pandangan kalian.karena nafsu akan mendorong kalian pada Dosa Zina mata, Hati dan Pikiran.itu adalah dosa yang tak kalian sadari sedang dosa itu amat merugikan."Ucapnya sambil melirik jam di pergelangan tangannya".Karena waktu telah menunjukan pukul 10 malam, saya akhiri ceramah kali ini, insyaalloh minggu depan kita bertemu lagi, berdzikir bersama dan mencari ilmu.karena kewajiban Manusia itu mencari ilmu, Maka carilah.Jangan pikirkan kata orang karena kita yang terus mencari ilmu tapi belum bisa memakai ilmu itu dengan baik.


Jangan lelah mencari Dengan Mencari kita sedikitnya tau mana yang baik dan yang buruk untuk kita.Jadikan ilmu yang kita dapat benteng supaya kita tidak lebih terjerumus dengan pergaulan yang tengah marak di lingkungan kita.Bila kita memiliki banyak ilmu insyaalloh kita tak akan tersesat."Ucap Nya lalu mengakhiri cerahmahnya, setelaj di akhiri semuapun saling bersalaman dan pulang.


🌺🌺🌺🌺🌺


Maaf ya telat banget upnya. dan tulisannya gak rapih belibet pasti ceritanya maafin ya.


Jangan lupa like dan komen tulisannya agar bisa Author perbaiki tulisannya jadi lebih baik.