
Hari minggu
Di kediaman rumah Dzifa terlihat sangat ramai,karena ini adalah H-2 Pernikahan antara Lutfi dan Dzifa..meskipun acaranya akan sederhana dan akan di adakan di kediaman rumah kakek nya Dzifa yang ada di luar kota,namun di rumah itu terlihat sangat sibuk dengan persiapan apa saja yang akan di bawa kerumah tempat acara pernikahan tersebut.karena hari ini Dzifa dan keluarga akan berangkat ke rumah Kakeknya.
Di kamar Dzifa,biasanya klo hari minggu Dzifa males gerak(mager) gak ngelakuin apapun selain tidur dan di sambung sore kumpul bersama teman²nya.namun beda hal nya dengan hari ini ia sudah bangun dan sudah rapih namun tak beranjak dari kamarnya,ia menghabiskan waktunya dengan melamun.
Selang beberapa lama kakaknya menghampirinya.
"De kamu sedang apa??"tanyanya semabil duduk dekat adiknya itu
"Kak,beneran aku akan menikah?"
"ko nanya nya gitu,ya bener lah sayang"ucap kakak nya sambil membelai rambut sang adik"Memang ini sulit untuk mu,tapi ini adalah amanat dari kakek dan di setujui oleh ke2 keluarga,kedua orang tua kita tak akan menjerumuskan anaknya pada hal kebatilan,kamu percaya kan sama Ayah dan Ibu?"
Dzifa pun menoleh ke arah kakaknya"Dzifa takut mengecewakan kak?"
"Dzifa,dulu Kakak juga seperti kamu ini takut mengecewakan Suami dan Keluarga,tapi dengan berjalannya waktu dan kita ikhlas menjalankan nya insyaallah semuanya berjalan dengan baik,Dengar ya Dek menang ini tak mudah tapi coba kamu buka hati kamu untuknya dan satu lagi belajar berkomunikasi dengan baik,komunikasi dan keterbuakaan antara pasangan itu baik untuk mempertahankan sebuah hubungan karna dengan itu tak ada kebohongan dan tak akan ada ke salah pahaman"
"Ia kak insyaallah"Ucapnya lirih dengan kepala yang di tundukan sebenarnya Dzifa ingin sekali meluapkan isi hatinya pada Kakaknya,namun sepertinya kakaknya pun sama hal nya seperti kedua orang tuanya.
"Ya udah Dek ayo kita kebawah,kita berangkat ke rumah Kakek hari ini"ajak sang Kakak
"Ia kak"jawabnya sambil beranjak dan menghampiri kopernya membawanya bersama kakaknya ke lantai bawah.
"Nak bagai mana dengan usahamu?"tanya Abi nya.
Jadi gini lo gays Lutfi ini itu kerja di sebuah toko dulunya sebagai seorang pelayan,secara ngumpet².nah suatu hari Adiknya dan Ibunya masuk ketoko pakaian tersebut niatnya ingin mencari pakaian untuk Lutfi ketauan deh sama Ibunya namun Ibunya tak menegur,Ibunya malah bangga melihat anaknya belajar mandiri dan menceritakan pada Ayahnya.setelah Ibunya menceritakan di panggillah Lutfi,Ayah nya memberikan modal supaya Lutfi bisa membuka toko pakaian sendiri,dan ia pun menyetujui permintaan sang ayah,dan akhirnya toko nya sekarang sudah ramai dengan pengunjung setiap harinya untuk membeli pakaian yang jual olehnya,penghasilannya lebih dari cukup untuk lutfi,hingga ia bisa membeli sebuah apartemen dan kendaraannya sendiri.maka dari itu ayah dan ibu nya menikahkannya karna dalam segi materi Ayah dan Ibunya yakin klo lutfi sanggup menanggung tanggung jawab dan juga ayah ibunya khawatir dengan pergaulan bebas di kalangan remaja sekarang ini.bukan orang tua Lutfi tak percaya pada anaknya tapi bila sudah di hadapkan dengan godaan dan nafsu yang dominan setebal apapun iman yang mereka miliki pasti akan jebol juga.maka dari itu ayah dan ibu nya Lutfi menikahkannya dengan Dzifa anak sahabatnya dengan tujuan menjauhkannya dari perzinahan.
"Alhamdulillah Bi lancar"jawabnya
"Nak Abi dan Umi berharap yang terbaik dalam pernikahan mu jangan mengecewakan kami ya nak..?"ucap sang ibu"Kami berharap banyak pada mu"imbuh sang Ayah
"Iya Umi,Abi insyaallah Lutfi akan belajar sebaik mungkin"jawabnya lirih dengan senyuman yang dilemparkan kepda kedua orang tuanya itu.
"Nak sesulit apapun kehidupan mu kelak Umi dan Abi minta kamu harus bisa memecahkannya dengan kepala dingin dan satu lagi jangan sampai orang lain tau apa yang terjadi dengan rumah tangga mu,hadapi lah sama²dan saling terbuka insyaallah bila komunikasi mu dengan nya baik kalian akan bisa memecahkan segala permasalahan yang sedang kalian hadapi dengan baik"ucap sang ibu
"Umi dan Abi sampai di titik sekarang ini tidak mudah nak,kami sama-sama berjuang supaya bisa bertahan sampai di titik sekarang."ujar sang ayah
"ikhlas adalah kunci kesuksesanmu nak,dan jangan sekali² kamu melukai hati istri mu karna bila kamu membahagiakannya sama dengan kamu menanam modal untuk surga dan untuk usahamu,setiap kebahagiaan istri mu adalah pembuka kunci rezeki mu,begitupun sebaliknya"ucap sang Ibu
"Ia Mi,Lutfi mengerti.."ucapnya"Terimakasih Umi dan Abi memberikan ku wejangan² yang berfaedah,insyaallah Lutfi akan menjalankan nya dengan baik"ujarnya.
"Kami senang mendengarnya nak"
mereka pun terus berlanjut berbincang-bincang.