
"Kamu kenapa sih?"tanya Dzifa pada Lutfi setelah mereka selesai memakan makan siang.
"Gak kenapa-kenapa.emang kenapa?"
"Dari tadi diem dan nyuekin temen-temen!"jawab Dzifa
"Gak kenapa-kenapa!"Jawabnya.
Dzifa yang melihat perubahan Lutfi pun segera menghampiri meja kerjanya Lutfi dan melihat hasil kerja Ais.
"Ini masalahnya?"Lutfi hanya tersenyum menanggapi apa yang di perlihatkan Dzifa.
Dzifa pun memanggil ke tiga temannya melelui pesan whatsapp kepada Ais dan itu tanpa sepengetahuan Lutfi.
Tok tok tok
"Siapa?"tanya Lutfi
"Masuk!"Ucap Dzifa keras mengacuhkan pertanyaan Lutfi,dan muncullah Arya,Luna,dan Ais
"Ada apa?"tanya Lutfi.mereka bertiga mengerutkan alis tak mengerti dengan pertanyaan yang di layangkan Lutfi.
"Hemm.duduk"titah Dzifa"Gimana pekerjaan kalian selama kami gak ada?"
"lancar"Jawab Arya.
"Sedikit berantakan"Jawab Luna bersamaan dengan Arya sedangkan Ais hanya menunduk.
"Aku tau kalian pasti kerepotan.memang aku menugaskan Ais untuk soal ini"Ucap nya sambil menunjuk pada kertas-kertas di meja"Tapi aku bilang kalian harus bekerja sama.dalam hal apapun.terutama kamu Arya,kamu lebih lama disini kamu harus nya tau apa yang utama,kamu lihat kan waktu sebelum ada Ais dan Luna.kamu tau apa yang di lakukan setelah barang datang?"Ucap nya"Jawab"teriak Dzifa
"Mengecek isi dari karung atau barang-barang yang di kirim pemasok dan menyamakan dengan nota"Ucap Arya dengan gelagapan
"Lalu?"
"Maaf"
"Kalian tau kan kesalahan kalian.Bereskan semua pekerjaan kalian,lalu samakan dengan nota-nota nya aku ingin segera selesai."Ucap Dzifa.
"Kami tak marah hanya sedikit kecewa saja!"Sambung Lutfi
"Maaf kan kami Fi"Ucap Arya yang hanya di angguki Lutfi.Arya sadar ia melupakan ucapan atau pepatah yang di utarakan Lutfi tempo hari.dan ia tak menyalahkan Dzifa yang marah terhadapnya karena memang benar dirinyalah yang salah.
"Keluar!"Ucap Dzifa sedikit teriak.mereka ber3pun keluar.
"Jangan marah-marah!"Kata Lutfi sambil mengelus-ngelus punggung Dzifa.
"Aku kecewa!"
"Buang kekecewaan mu,dan perbanyaklah istighfar gak baik buat hati kamu."
"Aku tau,maafin teman-teman ya?"tanyanya pada Lutfi
"iya"
Lutfi pun kecewa pada teman-teman nya itu hanya saja dia memilih diam biarlah di lain waktu ia bahas dengan teman-temannya itu namun nyatanya Dzifa lebih cepat bertindak.
Menegur seseorang dalam kondisi emosi yang belum terkendali tidak akan berujung baik maka dari itu Lutfi ingin menegur teman-temannya di lain hari.
"Toko hari ini tutup atau mau buka aja?"tanya Lutfi.
"Tutup aja!"
"Kuasai dulu diri kamu."Titah Lutfi
"Apa?"
"Kamu sedang emosi dan lebih baik kamu membersihkan diri,berendam atau wudhu supaya emosi kamu reda!nanti kalau marah-marah terus bakal kaya singa"Jawab Lutfi sambil menjauh dari Dzifa.ia tak mau di omeli Dzifa karena ia bicara sejelas itu.
Dzifa terdiam mencerna apa yang di ucap Lutfi,"Kamu"Teriak Dzifa.Dan Lutfi pun tersenyum.
"Senyum-senyum aja hah,Menyebalkan!"Ucap Dzifa sambil mengendus kesal.
☺☺☺
"Aku jadi takut!"Ucap Ais.
"Aku takut aku gak bisa bertahan lama kerja disini!"jawab Ais yang membuat Luna dan Arya menatapnya dengan sedikit kesal
"IS,kesalahan ada di kita bukan ada di Lutfi atau Dzifa.lo kesel boleh karena di tegur sama Dzifa tapi sekarang lebih baik lo inget-inget dulu apa yang di ucapkan Dzifa maupun Lutfi sebelum mereka berangkat"Ucap Arya sambil menoyor kepala Ais
"lo kaya nya ngemusuh banget sih sama gw!"jawab Ais kesal.
"Gw gak musuhin lo is"
"Somplak lalu apa?belain aja noh si Dzifa ucapannya sedikit tapi kaya yang gak ngehargain kerja keras kita."Jawab Ais.
"Entah lah Is gw gak bisa komen apa-apa lo lagi bergulat dengan pikiran negatif lo sendiri."Lirih Arya dan langsung di angguki Luna.merekapun melanjutkan kembali pekerjaannya.
☺☺☺
Mall
"Danu"Panggil Wina yang melihat Danu sedang duduk di sebuah cafe yang aya di mall tersebut,dan ia menghampiri nya.
"Eh Win,ngapain?"tanya Danu
"Lagi belanja pakaian lah buat perpisahan sekolah sama acara resepsi Kak Lutfi."
"Oh,Kapan ke kairo?"tanya Danu
"Gak tau kayanya bareng sama yang lain deh!"
"Siapa aja?"
"Kan kak Khairul sama temen-temen kak Lutfi juga si kembar Balik!"
"Wah beneran?"tanyanya antusias karena ia tau bahwa teman-temannya yang dulu di pesantren akan pulanh
"Iya,Kamu kapan ke Kairo?"tanya Wina.namun tak mendapat respon Danu hanya menundukkan kepalanya."Kenapa?"
"Kayanya aku bakal nikah muda?"
"Kaya kak Lutfi dan Dzifa donk"Jawab Wina dengan senyum manis nya
"Aku gak siap."
"Siap apa enggaknya itu ada di hati kamu Dan."jawab Wina.
"Kalau aku bilang aku suka sama kamu gimana?"Ucapnya gelagapan.Wina terdiam mulutnya menganga karena terkejut dengan pengutaraan yang di utarakan Danu.
"Kamu gak mungkin suka sama Akukan karena kamu sukanya sama Bima."Sambung Danu.
"Kamu?"ucap Wina tidak mampu menyelesaikan ucapannya karena bingung harus berucap Apa.
"Iya,Aku suka sama kamu sejak kamu kembali."Jawab Danu.
"Entahlah aku tak bisa menjawabnya!"Wina pun menarik nafasnya panjang"Bila Alloh berkehendak kita akan bersama Dan,Belajar untuk mencintai,menghargai,membangun satu sama lain.Aku tak tau harus berkata apa yang jelas Ridho Alloh ada pada Ridho kedua orang tuamu maka carilah ridho darinya kelak kamu akan dapat surga.turutilah kemauan orang tuamu dulu utamakan beliau karena aku tau apa yang di lakukan seorang anak tak akan bisa menggantikan apa yang orang tuanya berikan.aku ingin kau berbakti Dan"Ucap Wina yang sudah meneteskan Air mata.
"Dan ingatlah aku tak menolakmu atau menerimamu karena aku telah berjanji pada diri ku sendiri aku takkan menolak laki-laki manapun yang mengutarakan isi hatinya untukku namun akupun tak menerimanya.karena yang lebih hak atas diriku adalah wali ku yaitu orang tuaku."
"Namun yang menentukan kamu kan?"Tanya Danu.
"Memang,taukah kamu ujian terbesar untuk laki-laki apa?Sebelum ia melepas masa kelajangannya!"Danu pun menggeleng "Restu,meminta restu."
Danu menatap lekat Wina saat setelah Wina berucap.
"Aku menghargai dan aku menghormati siapapun yang datang pada kedua orang tuaku meminta restu untuk bersanding dengan ku."Jelas Wina.
Danu pun menggunakan kepalanya.senyumnya terukir di bibirnya.ia paham dan ia tak salah memilih wanita seperti Wina.
Mereka pun mengobrol hingga ntah sampai kapan.
_________
Maaf ya baru bisa Up lagi Author nya lagi ada urusan jadi baru bisa Up.
🙏🙏🙏🙏🙏