
Dzifa dan Lutfi sekarang tengah ada di Kairo mereka sedang berkunjung ke tempat nya khairul sebelum kembali ketanah air,setelah menghabiskan waktu jalan-jalan di London.
Apa kabar Ais?Ais alhamdulillah setelah ia menyelesaikan hutang piutang Babehnya yang ternyata adalah ayah tirinya,sekarang ia resmi bekerja di L'D fashion bersama dengan Arya, Ibunya telah berpisah dengan Ayah tirinya itu dan sekarang Ais tinggal bersama dengan Ibu dan Adiknya yang masih duduk di bangku SMP.Dan alhamdulillah pula Arya telah resmi melamar Luna bukan hanya sekedar melamar namun telah di nikah kan secara Agama atau Siri.mengapa?karena untuk menjauhkan mereka dari fitnah agar mereka bisa bebas bersentuhan.
"Gimana liburan nya?"tanya Khairul pada Dzifa yang tengah duduk santai di ruang tv apartemen Khairul.
"Gak gimana-gimana?"jawab Dzifa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv.
"Seru?"
"Biasa aja!"
"Gak ada yang spesial gitu?"tanya Khairul penasaran,sedangkan Lutfi terkekeh geli di dekat tangga melihat Dzifa yang menanggapi pertanyaan Khairul dengan biasa saja,tak ada rasa ingin menceritakan bagaimana keseruannya saat di London.
"Gak ada!"
"Seriusan?"tanyanya lagi.membuat Lutfi tertawa terbahak-bahak,Dzifa dan Khairul pun menoleh ke arah Lutfi yang tengah tertawa.
"Nertawain apa?"tanya Dzifa
"Kamu!"jawabnya disela-sela tawa.
"Kenapa?"tanya Dzifa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Enggak!"jawabnya sambil berjalan ke arah Dzifa dan Khairul"Mau makan?"tanya Lutfi.
"Hemm"
"Mau di masakin apa masak sendiri?"tanya Lutfi yang tak menghiraukan kalau disana ada Khairul.
"Serah!"jawab Dzifa dengan tetap melihat ke arah tv.
"Pesen online aja!"Ucap Khairul.
"Pesen yang ada ikannya ya A!"Ucap Lutfi pada Khairul.
"Oke!"
"Ada ikan apa aja?ikannya yang besar ya apalagi ikan bakar!"ucap Dzifa antusias membuat Khairul melongo.
"Iya,Kemarin jalan-jalannya kamu puas?"tanya Lutfi.Lutfi tau bila Dzifa sedang senang dengan suatu tontonan atau acara di tv ia tak bisa di tanya atau bercerita kecuali di alihkan dulu dengan hal-hal yang lain barulah Dzifa bisa menjawab dengan antusias.
"Puas,puas banget.cuma kurang lama!"jawab Dzifa.jawaban yang membuat Khairul menganga.
"Kenapa A Khairul nganga kaya gitu,awas nanti laler masuk lo A!"Goda Dzifa.membuat Lutfi tertawa dan Khairul menutup mulutnya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"A Khairul mau tau gak cerita waktu aku kemarin jalan-jalan sama Lutfi,seru tau kak."Ucap Dzifa antusias"Disana itu kita....
"Gak tertarik!"potong Khairul yang membuat Dzifa mengerucutkan bibirnya dan tak melanjutkan ucapannya..
"Kakak kamu NYE-BE-LIN"ucap Dzifa dengan menekankan kata nyebelin.diapun melipat ke tangannya di dada dan mengerucutkan bibirnya.
"Dzifa"panggil Lutfi
"Hemm"
"Tau gak?"
"Apa?"
"Tadi A Khairul nanya soal gimana kamu di London kemarin?"ucap Lutfi sambil memainkan alisnya menatap Khairul.
"Oh ya,tapi tadi pas aku mau nyeritain ko malah bilang gitu?"
"Mau denger cerita gak?"
"ko jadi cerita sih Dek?"tanya Khairul pada Lutfi.
"Pasti Ada cerita yang menarik!"ucap Dzifa antusias,Lutfi hanya mengangguk.
"Dari Ibnu 'Abbas beliau berkata "Rasulullah SAW memiliki sebuah cincin dan ia memakainya,Beliau Shallallohu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Cincin ini telah menyibukanku dari memperhatikan kalian sejak hari ini aku memakainya.sesaat aku memandangnya dan sesaat aku melihat kalian'.Kemudian beliau pun membuangnya.
Tau gak apa yang dapat kamu ambil dari cerita ini?"tanya Lutfi pada Dzifa,namun Dzifa hanya menggelengkan kepalanya" Al-Hasan Al-Basri berkata:'Apabila engkau sedang duduk bicara dengan orang lain,hendaknya engkau bersemangat mendengar,melebihi semangat engkau berbicara.Belajarlah menjadi pendengar yang baik janganlah engkau memotong pembicaraan orang lain"Jelas Lutfi,
Dzifa pun terdiam sesaat"A Khairul donk?"Ucap Dzifa lantang membuat Khairul terperangah.
"Kenapa Aa?"tanya Khairul tidak terima.
"Kamu juga Dzifa"Ucap Lutfi.membuat Dzifa menatap Lutfi dengan tatapan tajam.
"Dzifa tadi A Khairul nanya saat kamu lagi asik nonton tv,menanyakan bagaimana liburan kamu,malah kamu jawab biasa aja,nah saat perhatianmu sudah hilang pada tv karena mendengar kata ikan kamu kembali pokus pada ku dan A Khairul,Ingat?"tanya Lutfi pada Dzifa dan Dzifa pun mengangguk.
"Nah kalau kamu di posisi A Khairul saat semua pertanyaannya tak ditanggapi.kamu bakalan kaya gimana?"tanya Lutfi.
"Kesel lah,mood aku pasti langsung ancur!"
"Nah itu yang di rasakan oleh A Khairul"jawab Lutfi membuat Dzifa terdiam.
"Maaf"Ucap Dzifa membuat senyum Lutfi mengembang.
"Iya gak papa,Udah sana bersih-bersih dulu,kamu belum mandikan?"tanya Khairul.Dzifa pun mengangguk dan beranjak ke kamarnya untuk membersihkan diri.
"Kamu kaya ngajarin anak kecil tau gak dek?"Ucap Khairul sesaat saat Dzifa sudah menghilang di balik pintu.
"Terus bagaimana menyikapi masalah tadi?harus pakai emosi?atau gimana?"tanya Lutfi
"Entahlah!"
"Kalau kita pake emosi yang ada malah menyinggungnya dan ujung-ujungnya akan jadi perdebatan yang akan berakhir tidak baik,biarlah dianggap orang seperti mengajari anak kecil. yang penting rumah tangga kita terselamatkan dari pertengkaran.'Rasulullah SAW bersabda barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir,janganlah ia menyakiti tetangganya.Berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan.sebab,mereka di ciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya.Jika engkau meluruskannya,maka engkau akan mematahkannya.Dan jika engkau membiarkannya,ia akan tetap bengkok.maka dari itu berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan'.Kita lahir dari rahim perempuan,dari mata kita,kita bisa memandang wanita itu lemah,memang lemah. hati nya rapuh sangat rapuh namun mereka tangguh.Apa Aa tau?wanita berjuang tiap bulan menahan rasa sakit ketika ia datang bulan dan menahan rasa pegal ketika ia hamil juga kadang mereka bergadang karena kesulitan tidur,dan hebatnya lagi saat melahirkan buah cinta kita,keturunan kita penerus kita belum lagi menyusui dan dan menjaganya mendidiknya jadi penerus yang memiliki akhlak yang baik yang akan mengangkat derajat kita,tangan dan hati lembutnya lah yang membuat kebanggaan tapi siapa yang di banggakan dan yang di besarkan namanya terlebih dahulu?kita.kita yang akan di sanjung karena mempunyai putra putri yang hebat.bila aku mengingat itu aku selalu ingin menjaga dan tidak mau mematahkan hatinya A,Sungguh mulia wanita. benarkan?"jelas Lutfi sambil megusap pipinya yang di sudah di basahi oleh Air matanya.Khairul hanya mengangguk setelah mendengar penjelasan dari Adik sepupunya itu.
"A,kita gak ada apa-apanya dibanding mereka,boleh kita mengajari mereka?boleh dan itu wajib.hanya caranya yang harus kita pilih!aku juga gak sempurna A,kadang aku juga ingin marah ketika ia salah,namun kalau aku melakukan itu apa yang akan terjadi?pertengkaran,perdebatan.bagaimana kalau aku khilaf dan menyakitinya?apa yang akan terjadi?rumah tangga kita akan hancur A.Orang tua kita menikahkan kita bertujuan supaya melihat anak-anak nya bahagia,namun bila kita selalu memakai emosi dan ego apa akan bahagia?mematahkan sedikit ego gak akan membuat kita kehilangan harga diri namun akan membuat kita lebih Dewasa dalam menyikapi masalah."sambung Lutfi.
"Aa akan merasakan apa yang aku rasakan Setelah Aa menikah karena menyatukan 2 sifat yang berbeda itu sulit,lebih banyak mengalah bukan berarti kalah.menerima yang tak ingin kita terima sangat-sangat lah sulit,tapi ikhlas adalah kunci dari segalanya,dan aku sekarang sedang menikmati buah kesabaranku,melihat Dzifa istiqomah berhijab dan selalu melaksanakan sholat fardu dan sunah dengan baik itu adalah kebanggaan dan kebahagiaan ku,berapa kali aku mengingatkannya?Setiap hari A aku mengingatkannya.Berapa penolakan yang aku dapat?banyak tak terhitung,hingga aku merasakan lelah,namun lelahku hilang saat aku melihat dia menjadi apa yang aku inginkan!"jelas lutfi di sela-sela tangisnya,bukan hanya lutfi yang menangis Khairul juga bahkan Dzifa yang tengah membuka pintu kamarnya ingin menyuruh Lutfi membeli sampo ia urungkan saat ia mendengar kata-kata Lutfi yang begitu menggebu-gebu betapa ia mengagumi seorang wanita.
"Sayang"panggil Dzifa dengan Air mata yang terus berderai
"Dzifa!"ucap Lutfi saat melihat Dzifa yang tengah berdiri di ambang pintu kamarnya
"Makasih,atas semuanya!"Ucap Dzifa,Lutfi pun menghampiri nya dan memeluknya.
"Aku yang berterimakasih karena perjuangan ku tak sia-sia!"jawab Lutfi.
"Khemm"deheman seseorang yang baru saja datang.
"Apa-apaan nih kok A Lutfi sama cewek pelukan?nangis pula?"tanya Devi.
"Itu istrinya Dev,mana Davi?"tanya Khairul sambil mengusap Air matanya.
"Ceilah ngapa pada melow ini teh?"tanya Davi yang aru saja datang.
"Makasih pelajaran berharganya dek,Aa akan ingat apa yang kamu katakan tadi,sungguh memang pantas kamu lebih di hargai dari kakak Sepupu sepupu yang lainnya"Ucap Khairul dengan masih meneteskan Air matanya.dan berjalan ke arah pintu kamarnya mengabaikan Devi dan Davi yang sedang menatapnya Cengo.
❤maaf ya kalau tulisannya agak drama,aku lagi kurang pokus dalam menulis tentang idea apa yang harus aku tulis jadi hanya sekenanya saja🙏