
Afifah sudah dua kali di ceramahi Dzifa.Dzifa marah dan bersikukuh tidak mengijinkan anak pertamanya itu untuk masuk pesantren.
Afifah yang di marahi sang Bunda hanya bisa diam tak membantah apapun yang di Ucap Dzifa.
Dan ini adalah kali pertamanya melihat Sang ibu marah dan Murka terhadapnya.
Ia tak ingin membuat sang ibu marah karena bila ia membuat sang ibu marah berarti ia membuat Alloh marah.
"Pokoknya Bunda gak mau denger kamu merengek pada kakek, Nenek dan Ayah kalau kamu mau masuk pesantren.Bunda gak mau jauh dari kamu.kamu anak bunda satu-satunya perempuan Teh, Bunda gak bisa jauh dari kamu Teh" Ucap Dzifa dengan derai Air mata.
"Maaf" Cicit Afifah
"Tolong mengerti nak"Saut Dzifa.
Dzifa pun beranjak meninggalkan Afifah yang tengah duduk di ujung ranjang tempat tidurnya.
" Bunda, Maaf"Sesal Afifah.
Gadis kecil berusia 8 tahun itu menangis tersedu-sedu setelah Sang Ibu pergi meninggalkannya.
"Apa kemauan Teteh salah Bunda?Teteh Cuma bosan belajar hanya mengandalkan Handpone.Fifah juga bosan kerena setiap hari terkurung tanpa berinteraksi dengan teman" Ucapnya.
Sedangkan di Luar kamar telah berkumpul Arya dan lainnya menyambut Dzifa yang sedari tadi menjadi bahan perbincangannya.
"Anak kamu kenapa sih bersikeras ingin jauh dari ku" Adu Dzifa pada Lutfi yang sedang duduk lesehan bersama yang lain
"Ambil sisi baiknya Fa" Ucap Sandi.
"Sisi baiknya apa?"
"Ya.....Entah" Jawab Sandi
"Kalu gak bisa ngasih solusi gak usah ngomong" Sindir Bima
"khemm" Deheman dari Arya mampu membuat yang lainnya menatap.
"Masalah nya sebenarnya apa?" tanya Arya
"Afifah ingin masuk pesantren" Jawab Lutfi.
"Tapi Dzifa tak setuju"
"Inalillah"
"Ciri-ciri orang yang merugi itu gini nih"Sindir Willy yang mendapat delikan tajam dari Lutfi.
" Mas, Teh Dzifa pasti punya pertimbangan"Tegur Gina
Dzifa dan Lutfi bungkam.
"Aku memang gak punya anak perempuan" Ucap Arya sedikit berhati-hati.karena ia mengingat Dzifa pernah berkata kalau ia tak Ridho bila anak perempuan satu-satubya jauh darinya"Namun melihat dan mendengar kemauan anakmu ada baiknya kamu pertimbangkan apa yang di inginnya"
"Mnurutku ke inginanannya Baik teh" Timpal Nura"Di jaman sekarang banyak anak yang lebih memilih Handphone dari pada Belajar dari Buku dan Guru.sedangkan Afifah berbeda."
"Kecanduan dengan Handpone juga gak baik Dzif" Sambung Ifat.
"Di luar snaa banyak Ibu-ibu yang mengeluh karena anaknya ketergantungan pada Handpone.itu memang berawal dari salah si ibu sendiri yang mengenalkannya pada handphone dengan memutar Vidio-vidio anak mengajarkannya bermain game dan berakibat anaknya kecanduan pada handphone itu sendiri.Alhamdulillah bila orang tua bisa terus mendampingi si anak dan si anak bisa di atur waktu bermain, menonton dan belajar sedangkan bila sebaliknya" Ucap Arya"Aku memilih untuk melepas anak ku kepesantren karena aku tidak bisa mengontrolnya menggunakan handphone.Aku gak tau keseharian anakku itu apa, Apa yang ia lihat?apa yang ia mainkan?kecanggihan handpone kamu dan yang lain tau bagaimana bukan.Klik di pencarian segala macam ada.mulai dari untuk anak, hingga dewasa pun ada.dan kamu harus tau bagaimana dampaknya bila si anak melihat sesuatu yang keluar dari zonanya tanpa sepengetahuan orang tuanya.buka satu atau dua anak yang melakukan itu.kamu juga mungkin melihat pemberitaan yang sangat banyak di medsos tentang dampak dan kelakuan anak di bawah umur yang berawal dari handpone.Sedang anak mu dengan solehah nya ia ingin terlepas dari handphone tanpa sang ibu harus mencak-mencak terlebih dahulu."
"Tapi..
Sebelum Dzifa menyelesaikan protesnya Arya kembali bersuara" Pikirkan saja dulu "
Dzifa dan lutfi juga yang lain hanya mampu diam.kecanggungan pun terasa hingga mereka memutuskan untuk pulang.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Disinilah sekarang Dzifa dan Lutfi tengah mengantarkan Putri pertamanya ke sebuah pesantren yang di pilih Putrinya itu.
Sebuah pesantren yang cukup besar yang di miliki oleh Ustad terkenal di kota Bandung.Awalnya Dzifa mengusulkan agar putrinya itu masuk pesantren di tempat anaknya Arya atau di tempat Anaknya Khairul bersekolah namun Afifah bersikeras ingin tetap di sana.Hingga Aklhirnya Dzifa pun meng iyakan
Lutfi sangat senang setelah seminggu Dzifa mendiami Afifah dan terus termenung.akhirnya Dzifa memutuskan untuk menuruti apa yang di mau putrinya itu.
Memang berat berjauhan dari anak yang bergitu ia inginkan dan ia sayangi apa lagi ibi adalah anak pertamanya dan perempuan satu-satunya.namun demi masa depan dan kebaikan ia harus nerelakannya.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Happy reading Maaf ceritanya sedikit๐