
Khairul sedang memasak makan bersama dengan Lutfi untuk makan malam disana pun ada Alfi,saga dan yusril teman kecil Lutfi.Dzifa sendiri ia tengah tidur setelah menangis.Entahlah mengapa ia menangis begitu lama hingga kedua matanya membengkak.dan setelah ia merasa lelah ia tertidur dengan sendirinya.
"Fi,istrimu suka banget sama ikan?"tanya Yusril
"Hemm"
"Kamu bikin sambel ?"
"Yap"
"Berasa masakan rumahan nih,jadi kangen Ibu!"Ucap Alfi.
"Kalian kenapa gak balik-balik?"
"Aku sih insyaallah 2 bulan lagi pulang bersama calon istri"jawab Saga sambil tersenyum menampakan deretan gigi putihnya.
"Syukur lah kalau kamu udah dapet calon buat nemenin kamu!"jawab Lutfi.
"Kamu gak mau tau siapa yang jadi calonnya Saga?"tanya Alfi.
"Humairah kan?"tanya Lutfi.
"Humairah?"Ucap Aldi kaget.
"Ko jadi Humairah dek?"tanya Khairul.
"Ya terus siapa?"tanya Lutfi.
"Kamu tau Assifa?"tanya Khairul.
"Hem!Jangan bilang sama dia ?"
"Hehehe iya!"
"Kirain kamu teh mau sama Humairah?"tanya Lutfi.
"Enggak lah,Humairah itu di sukai sama A Khairul,tapi a Khairul nya gak jalan-jalan."jawab Saga.Lutfi pun menoleh kearah Khairul.
"Apa?"tanya Khairul
"Enggak."
"Humairah itu katanya suka sama Danu sahabat Ufi,cuma Danu nya gak peka-peka malah ngikutin kamu ke jakarta sekolah disana Jadi deh Humairah galon"jawab Alfi."Bukan hanya Humairah yang galon tapi A Khairul juga galon.ya kan?sambungnya.
"Galon apaan?galau kali!"ucap Saga
"Salah dikit juga."Jawab Alfi.
"Mending A Khairul sama Ais aja!"celetuk Dzifa yang baru saja menampakan diri,sedari tadi dia memperhatikan ke 5 laki-laki yang tengah masak sambil bercerita.
"Udah bangun?"tanya Lutfi sambil mendekat ke arah Dzifa untuk membatunya mengikat hijabnya.
"Hemm,Gimana?"tanya Dzifa.
"Apanya?"tanya Lutfi tak mengerti.
"Itu"Ucap Dzifa sambil menunjuk ke Khairul.
"Apa?"tanya Khairul.
"Mmm soal Ais?"
"Ketemu juga hanya 2 kali!"
"O"jawab Dzifa dan semua yang ada di sana melongo melihat interaksi Dzifa dan Khairul.bagi Saga,Alfi dan Yusril Khairul itu orang yang di segani karena dia orang yang paling tua diantara mereka.
"Kenapa sih muka kalian,baru ketiban kotoran ?"tanya Dzifa sambil berjalan ke arah Dispenser.
"Huss,bicaranya!"Ucap Lutfi menegur sambil melirik Dzifa dengan tajam.
"Issssh,awas tuh mata entar loncat-loncat!"Ucap Dzifa pada Lutfi.
"Dzifa"
"Gak usah ngegas,iya iya maaf"
"Dzifa,kamu gak takut sama Lutfi?"tanya Yusril,karena iya melihat tak ada sedikit pun rasa takut Dzifa sebagai seorang istri terhadap suaminya.
"Ngapain takut?"tanya Dzifa balik.
"Ya....
"Kalau menghormati dia,ya ialah kan itu udah seharusnya tapi untuk takut.ngapain takut toh Lutfi pun makannya sama kaya kita makan nasi!"jawab Dzifa memotong Ucapan Alfi hingga Alfi tidak bisa melanjutkan ucapannya dan menganggukan kepalanya setelah mendengar ucapan Dzifa.
"Kamu menganggap Lutfi itu apa?"
"Emang bawel?"tanya Saga penasaran.
"Banget"
"Masa?"
"Hemm"jawab Dzifa sambil memakan ikan di depannya"Fi,ini pesmol buatan kamu ya?"
"Bukan!"
"Pantesan kagak enak!"jawab Dzifa yang membuat Khairul membelalakkan matanya.
"Matanya dijaga?"Ucap Lutfi memperingatkan Khairul.Khairul pun memalingkan wajahnya.
"Ada kripik ubi gak atau goreng ubi?"tanya Dzifa
"Gak ada,kan disini itu bukan di indonesia!
"Tau ko!"jawab Dzifa sambil memakan ikan pesmol yag di buat Khairul.membuat wajah semua teman Lutfi cengo.
"Katanya kagak enak tapi itu udah hampir abis satu."Sindir Khairul
"Emang kagak enak?"
"Serius?"tanya Lutfi sambil mengambil piring nya Dzifa.
"Serius.Cuma kan gak ada lagi!"
"Gak boleh ngehina makanan Dzifa,Dosa."Ucap Lutfi sambil mencubit hidung Dzifa
"Emang bener gak seperti buatan kamu.tapi gara-gara gak ada lagi ya udah di makan aja"Ucap Dzifa sambil merebut kembali makanannya.
"Astagfirullah haladzim sayang"Ucap Lutfi lalu mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan bicaranya"Dalam sebuah hadist yang di riwayat kan Ahmad menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali.Jika beliau selera maka beliau memakannya,dan jika beliau tidak selera maka beliau tinggalkan.maka jangan mencela makanan Dzif,itu ngak baik."Jelas Lutfi.Dzifa pun menundukkan kepalanya.
"Dzifa"Panggil Lutfi.
"Maaf"lirih Dzifa.
"Udah gak usah manyun gitu,nanti bibirnya mengerucut terus mau?"goda Lutfi.yang di saksikan oleh Saga,Alfi dan Yusril juga Khairul mereka menatap Lutfi bangga karena ia bisa mengendalikan emosi nya dan mengatasi situasi dengan baik.
"Mau lagi?"rengek Dzifa sambil memberikan piring ke arah Lutfi,Lutfi hanya tersenyum menatap Dzifa yang sifat kekanak-kanakannya telah muncul kembali. ke tiga teman Lutfi menatap cengo sama dengan Khairul.
"Dzif,Udah di persilahkan makan belum sama yang punya rumah?"tanya Lutfi.Dzifa hanya menggaruk tengkuknya yang tertutup hijab.
"Belum!"jawabnya.
"Allohu Akbar!"seru Lutfi.namun Dzifa menatapnya sambil nyengir.Sedangkan yang ada di sana terkikik geli melihat tontonan drama itu.
"Baru kali ini liat Lutfi se Drama gini?"celetuk Saga.
"Nanti kamu juga bakal ngerasain!"jawab Alfi.
"Semua juga bakal ngerasain!"sambung Yusril.
"Enggaklah calon istriku tuh orangnya lembut dan tau agama!"jawab Saga.
"Gak ngejamin!"Ucap Khairul.
"Serius?"tanya Saga pada Khairul namun Lutfi yang mengangguk dan ber suara.
"Hem!"Ucap Lutfi
"Gak semua yang berilmu dan tau aturan bisa menempatkan Aturan dan ilmu yang di dapat pada porsinya,gak ada jaminan anak Ustad jadi Ustad kan?begitupun yang berilmu kadang ilmu yang mereka miliki hanya di sekedar tau tapi tidak di amalkan."jelas Khairul
"Gak Faedah donk?"tanya Dzifa.
"Hem"
"Jadi gini gak semua yang lembut akan tetap lembut contohnya nanti kalau kita di hadapkan dengan suatu permasalah dalam rumah tangga seperti Ekonomi..
"Kaya Omset kita kemarin yang nurun drastis gitu?,tapi kita selesaikan dengan kepala dingin dan mencari solusi tanpa seorangpun yang tau!itu maksudmu?"Cerocos Dzifa memotong Ucapan Lutfi membuat Lutfi menatapnya tajam,sesaat ia menyadari apa yang ia ucapkan dengan segera ia membekap mulutnya.
"Dek?"tanya Khairul.Saga Alfi dan Yusril menatap Lutfi serius.
"Gak usah di bahas.karena kerikil dalam suatu rumah tangga itu pasti ada dan akan selalu ada,Cuma gimana kita menyikapinya dan lagi soal wanita itu sulit untuk di pahami dan di mengerti,kita sendiri gak bisa paham bukan? tentang ibu kita,yang melahirkan kita.nah sama halnya dengan pendamping kita,kita gak tau lembut yang sekarang kita lihat itu aslinya seperti itu atau tidak.layaknya istriku"Ucap Lutfi sambil menatap Dzifa"Dia bar bar"Ucapnya lagi yang langsung mendapat Cubitan pedas di tangannya"Sakit sayang,dengar memang benarkan?"tanya Lutfi sambil mengelus-ngelus tangannya yang terasa pedas.
"Gak sespontan itu kali"jawab Dzifa cemberut.
"Emang kamu tuh barbar,Entah dimana urat malunya!"
"LUTFI"teriak Dzifa kesal.