Dzifa

Dzifa
Arya



Luna tengah menunggu Arya di sebuah taman di dekat komplek perumahan tempat tinggalnya Luna.


"Dimana sih Arya lama banget!"ucap Luna,Sudah hampir setengah jam ia menunggu Arya di bangku taman itu.


tak beberapa lama datanglah Arya.


"Maaf lama?"Ucap Arya yang langsung duduk di sebelah Luna.


"kamu kan naik motor,tempat tinggal kamu juga gak jauh-jauh amat dari sini"Omel Luna.Luna dan Arya telah berpacaran dari satu bulan yang lalu,mereka tidak menggunakan panggilan lu gw karena permintaan Luna.


"Ya maaf sayang"Ucap Arya seraya menatap luna dengan penuh kasih sayang


"Mau ngomong apa?dan kenapa kamu lama,jelasain jangan pake bohong"


"Iya,iya"Arya menghela nafasnya sebelum meneruskan pembicaraannya"Motor ku udah di tarik bank,aku udah gak punya apa-apa sekarang tinggal rumah yang aku tempatin sama ibu dan kak Ardi,kakak aku kelilit hutang bekas pengobatan Almarhum istrinya,dan sekarang dia frustasi karena kematian istrinya"Jelasnya


"Lalu Ardian gimana?"tanya Luna.Ardian adalah anak dari Ardi dan Ana kakanya Arya


"Dia di bawa orang tuanya almarhum kak Ana karena melihat kondisi bang Ardi yang seperti sekarang orang tua nya kak Ana memutuskan Ardian akan di urus oleh mereka di jogja.Ibu dan kak Ardi ingin sekali mengurusnya tapi ibu harus bekerja,dan kak Ardi sudah di PHK seminggu yang lalu,hutang yang di pinjam kak Ardi cukup besar bahkan penghasilan ibu dalam sebulan harus habis untuk menutup semua cicilan hutang nya!"


"Lalu untuk sehari-hari?"tanya Luna,


"Aku gak tau,bulan lalu Ibu menjual perhiasannya untuk kebutuhan kita,namun untuk bulan ini aku gak tau,maaf ya aku gak bisa ngebahagiain kamu pake harta,sekarang aku udah gak punya apa-apa,terakhir tabungan aku,aku berikan ke orang tuaku untuk membayar rentenir yang datang ke rumah,mungkin suatu saat bila ibuku sudah tak mampu lagi untuk menanggung hutang itu,rumah itu pun pasti akan di jual.namun sungguh aku gak rela disana ada kenangan ku dengan almarhum ayah dan kak Anisa kakak ke 2 ku."Ucapnya.Air matanya sudah tak bisa ia bendung lagi,begitupun Luna.


"Sabar ya,pasti akan ada jalan."


"Aku mau nyari kerja"Ucap Arya.


"Kita ke L'Fashion aja,disana ada lowongan pekerjaan,dan disana juga ada Lutfi,kamu bisa kerja bareng dia,bagaimana?"ucap Luna.


"Iya,rencana nya sih seperti itu,mudah-mudahan ada rejeki aku di sana!"ucap Arya dengan tatapan yang mengarah ke arah depan.


"Amin..."


"Apa kamu akan ninggalin aku!"lirih Arya


"Tak akan pernah kecuali kamu yang ninggalin aku"Jawabnya.Arya tersentak akan apa yang di ucapkan Luna.


"Terimakasih,aku tak akan pernah menjanjikanmu sesuatu yang akan memberatkan ku untuk menggapai nya,tapi akan ku pastikan aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencintaimu,dan juga untuk segera menghalalkan mu.agar aku bebas untuk berdua dengan mu seperti sekarang ini!"ucap Arya.


Arya sama seperti Bima dan Sandi yang jauh dari agama namun ia sangatlah dekat dengan Dzifa.Dzifa selalu bercerita tentangnya dan Lutfi meski dia tak tau dengan status Lutfi dan Dzifa namun dari pembicaraan yang selalu di ucapkan Dzifa dan terakhir lutfi membuat Arya yakin kalo mereka telah menikah namun mereka masih sekolah jadi mereka menyembunyikannya.dan juga setau Arya seorang Lutfi yang tau sekali mengenai agama tak mungkin berani memegang lengan Dzifa dan juga setiap hari bersama-sama dengan Dzifa.


Ucapan Lutfi dan Dzifa yang seolah-olah mengarahkan nya pada jalan kebaikan,mengingatkan nya akan dosa dan membuka matanya untuk lebih jeli akan larangan - larangan agama.itu yang membuat Arya lebih dekat dengan agama.dan bersyukur nya ia di pertemukan dengan Luna yang baik,lembut dan shalehah.


"Aku chat dulu Dzifa ya,agar nanti tau lutfi dimana.dan dia bisa jelasin sama lutfi tentang ke inginnanku dan kesusahan yang saat ini aku alami,biar Lutfi paham kenapa aku nyari kerja" ucap Arya sambil meraih handphone nya di kantung jaketnya


"Semuanya?"


"Iya,Dzifa sahabat dekat ku,aku tak bisa berbohong padanya,dia orang yang selalu memberiku pencerahan,sama seperti dulu aku yang bimbang akan hatiku,namun setelah aku bicara bertukar pendapat dengannya aku bisa memiliki mu,jangan cemburu pada nya karena ia milik Lutfi sepenuhnya"ucap Arya


"Sepenuhnya?"tanyanya bingung


"Aku tak tau status apa yang telah di sandangnya!"Jawabnya


"Iya pacar.tapi apa kamu tau Dzifa anti pacaran,dia pernah pacaran namun dia tau batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan hanya berjabat tangan yang di lakukan nya dulu.meskipun dia seperti Ais dan Ifat namun diantara mereka ber3 yang jauh lebih tau akan agama adalah Dzifa dan ia tau apa yang di larang oleh tuhan.aku melihat begitu banyak perubahan Dzifa saat ini.ia pernah berkata pada ku 'seandainya aku di pertemukan dengan laki-laki yang tertarik padaku,aku ingin dia menikahiku bukan mengajakku untuk berpacaran,Aku rela meninggalkan semuanya dan belajar membuka hati pada imam ku'itu yang terucap darinya.seolah-olah ia ingin meninggalkan apa yang namanya pacaran,maka dari itu aku tak percaya mereka pacaran!"Jelas Arya


"Sedetile itu kamu tau?"tanyanya,yang di angguki Arya.


"Dzifa bukan dzifa yang kamu tau saat kelas 10 dan 11.kamu lihat kan perubahannya?"ucap Arya


"Ya,Dzifa sekarang lebih tenang,seperti di posesifi oleh Lutfi"


"Bukan di posesifi,namun di jaga oleh Lutfi"


"Namun sepertinya Dzifa tak mendapat kebebasan,dia selalu di ekori dan selalu saja berpikir bila ia mendapat ajakan dari teman-temannya,kalo bukan di posesifi apa donk"


"Entahlah,itu urusan mereka,udah sore aku pamit mau ke L'Fashion ketemu Dzifa dan Lutfi"Ucap Arya


"Naik apa?"tanya Luna


"Naik angkot"


"Aku antar ya?"


"Gak usah,nanti kamu di cariin orang tuamu bila kamu belum pulang menjelang malam"ucap Arya


"LUNA?"teriak bapak-bapak


Luna dan Arya mencari sumber suara dan mendapati ayah Luna yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


"Ayah"Lirih Luna


"Pulang,dan kamu ikut saya"Ucap Ayah Ahmad.


☺☺☺


"Fi,Arya katanya mau kesini,mau nyari kerjaan"Ucap Dzifa


"Lalu?"


"Gw mau dia bantuin dia,kakaknya depresi karena kematian mbak Ana dan juga anaknya Ardian yang di bawa mertuanya kejogja juga mereka sekarang terlilit hutang!"jelas Dzifa,Lutfi yang mendengar ucapan Dzifa langsung menghentikan pekerjaannya.dan menatap Dzifa meminta penjelasan.


"Lutfi,bisa gak sih lo jangan natap gw kaya gitu.gw sama si Arya itu sahabatan deket melebihi yang lainnya,kenapa karena dia sahabat kecil gw,dan lagi dia udah punya pacar."jelas Dzifa yang tak suka akan tatapan Lutfi


"Bukan itu?"


Dzifa yang sudah mengerti akan jalan pertanyaan lutfi,dia pun segera menceritakan sedetile mungkin kepada Lutfi.


"Kalo gitu,dia kerja di bagian gudang aja,bantuin kita.dan soal gajih kita kasih gajih sesuai UMR aja dan tanpa ada potongan meski dia kerjanya paruh waktu,itung-itung bantu mengurangi bebannya!"ucap Lutfi


"Kita jangan janjiin dia soal gajih dulu gimana?"


"Ya udah,kita liat dulu kerjanya kalo bagus kita bayar dia d sesuai apa yang tadi gw omongin gimana?"ucap Lutfi dan di angguki Dzifa.