
"Jang Ufi"Panggil Mang ujang
"Eh mang Ujang nuju naon mang?(lagi apa mang?)"tanya Lutfi sambil menghampiri mang ujang dan berjabat tangan dengannya.Dzifa hanya bisa tersenyum kecut mendengar itu karena dia tak mengerti apa yang sedang mereka ucapkan.
"Ieu nuju nyeboran kemang punbojo!(ini lagi nyiram bunga istri!)ieu saha mani gelis?(itu siapa cantik?)"tanya mang Ujang.
"Oh ieu mang ieu th bojo abi,namina Dzifa (ini mang istri saya namanya Dzifa)Dzifa ini mang ujang tetangga di sini!"Ucap Lutfi.Dzifa pun mengulurkan tangannya berniat menjabat tangan mang ujang,namun mang ujang hanya menyatukan tangannya tidak berniat menyambut tangan Dzifa.
"Pulang-pulang udah bawa istri ya jang,kapan nikahnya?"tanya mang Ujang.
"Sudah lama mang,eh ia ini ada sedikit oleh-oleh."Ucap Lutfi sambil memberikan paper bag kepada mang ujang.
"Jazakallohu khairan"
"Ufi sama Dzifa pamit ya mang bade ka bumina Mang Ucup hela!"pamit Lutfi
"Sakantenan ninggal orok nya?"tanya Mang Ujang
"Muhun mang!"
"Mhn enya sk,Jang Ufi do'a ti mang mudah-mudahan rumah tangga ujang aya dina lindungan Alloh,sakinah mawadah warohmah Bagja dunia Akhirat amin ya rob"ucap Mang Ujang sambil menepuk-nepuk pundak Lutfi
"Amin mang,hapunteuna teu di ulem acaranamah di bandung namung teu di lemur ieu,sareng acaranya oge kaetang aalitan!(maaf tidak di undang,acara nya di bandung namun tidak di kampung ini,dan acaranya sangat sederhana )"
"Teu nanaon jang,yang penting sah,ujang nikah tanpa ngalakukeun salah!(Gak papa,yang penting sah,dan Lutfi menikah tanpa melakukan salah))"ucap mang Ujang dan Lutfi paham akan apa yang di utarakan oleh mang Ujang
"Alhamdulillah henteu mang,Ufi sareng Dzifa di jodohkeun ku sepuh.Ufi ge kawitna mah teu terang nu bade di jodohkeun ka Ufi th Dzifa rerencangan sakola Ufi,malah Ufi oge teu nyangki da kenal sareng Dzifa na oge mung salewat namun nya kitu panginteun tos kedah jodo na,kedah ka Dzifa!"( Alhamdulillah tidak Mang,Ufi dan Dzifa di jodohkan oleh orang tua,Awalnya Ufi juga tak tau kalau mau di jodohkan dengan Dzifa teman sesekolah Ufi,Ufi kenal dengan Dzifa nya juga hanya kenal saja namun ya mungkin udah jodohnya harus sama Dzifa!)"jelas Lutfi.
"Nya syukur alhamdulillah,sk atuh bade ka bumi na mang Ucup mah hati-hati!"Ucap mang Ujang
"Assalamualaikum"Ucap Dzifa dan Lutfi
"Waalaikum salam"
Di perjalanan Dzifa terus saja tertawa cengengesan saat mengingat panggilan mang Ujang kepada Lutfi 'Ufi' panggilan kecil yang bikin dia ingin tertawa dan juga logat sunda yang dia tak mengerti.
"Kenapa sih ketawa terus?"tanya Lutfi.
"Gak,gak kenapa kenapa?"kilah Dzifa
"Bohong!"jawab Lutfi sambil mencawil hidung Dzifa.
"Jangan colek-colek bisa gak sih!" ucap Dzifa lalu memasang wajah cemberut nya.
"Kamu mirif banget sama ini nih!"Ucap Lutfi sambil mengarahkan seekor keong hitam yang dia ambil dari selokan kecil pinggir jalan (jangan di bilang jorok ya,ini daerah deket pegunungan bukan hanya asrih namun airnya juga jernih)
"Apaan tuh?"jawab Dzifa sambil menjauhkan diri dari tangan Lutfi yang memegang keong.
"Ini namanya tutut,nanti aku minta sama bi ningsing biar di masakin tutut buat nanti malem"
"Emang enak?"
"Ya enak lah"jawabnya sambil mengarahkan lagi keong yang di tangannya ke arah Dzifa.
"Jorok lutfi ikh,sanain,lagian ambil dari mana sih tuh tutut!"
"Dari selokan"
"Jorok banget sih,jijik ikh Sana sana jauh-jauh!"ucapnya sambil berlari menjauhi Lutfi.
"Jangan lari,jalannya batuan nanti jatuh!"
"Bodo"
Lutfi pun membuang tutut nya lalu mencuci tangan dan berjalan cepat mengikuti Dzifa.
"Dzifa"Panggil Lutfi setelah berhasil Mensejajarkan langkahnya dengan Dzifa
"Hemm"
"Anak-anak kasih undangan resepsi nya nanti aja gimana?"
"Ya terserah,gimana baik nya aja!kamu tau sendiri kan tadi Siska udah kaya ngintrogasi kita."
"Ya udah kalo gitu,pulang dari rumah mang Ucup kita jelasin sama anak-anak di rumah!"
"Sip"jawabnya sambil mengarahkan jempol tangannya ke arah Dzifa.
Lutfi dan Dzifa pun menemui mang Ucup dan bertemu dengan bi Ami juga debay mungil yang baru satu minggu yang di beri nama Alia Utami bayi perempuan yang lucu,Dzifa pun sempat menggendongnya meskipun ada rasa khawatir takut bayinya kurang nyaman di gendong olehnya namun ternyata bayinya seperti merasakan kenyamanan berada di gendongan Dzifa,bayi itu tidak rewel bahkan ketika di gendong Dzifa lalu Lutfi mengelus-ngelus pipi sang bayi,baby tersebut seperti tidak terganggu,malah tersenyum saat mendapat sentuhan tersebut.Dzifa dan Lutfi pun senang melihat pemandangan itu,malah Lutfi mengambil beberapa foto saat Dzifa menggendong bayi Alia tersebut.
"Mau di update di sosmed pak?"tanya Dzifa
"Siapa yang mau ngapdate gak jelas banget!"jawab Lutfi sambil melihat-lihat hasil jepretan nya.
"Terus?"
"Mau di simpen aja di handphone,kan jarang-jarang foto sama kamu,malah gak pernah!"jujur Lutfi.Bi Ami dan Mang Ucup pun saling pandang saat mendengar ucapan Lutfi dan mereka yakin Lutfi tak berbohong,karena setahu mereka Lutfi pantang sekali berbohong.
"Emang pernah ngajakin?enggak kan!"jawab Dzifa sambil memutar bola matanya jengah.
"Emang gak pernah,tapi inisiatif ke atau gimana gitu!"
"Ya kamu aja,akukan sibuk tau sendiri kesibukan kita di toko macem apa?"
"Hehe iya ya,maaf"Jawab Lutfi.
"A Ufi !"panggil seorang wanita cantik berhijab syar'i yang baru saja keluar dari arah dapur
"Ainun?"
"Muhun A,kumaha kabarna?(gimana kabarnya?)"tanya Ainun.
"Alhamdulillah sehat,gimana kamu?"tanya Lutfi pada Ainun yang duduk di sebelahnya.
"Alhamdulillah A...
"Hubby les't go home!"Ajak Dzifa sambil memberikan bayi Alia kepada Bi Ani.
"Yes,wait a minute!"jawabnya.
"Me First.Bi,Mang,Dede sayang Auty pulang ke rumah dulu yah nanti kapan-kapan auty main kesini lagi!"Ucap Dzifa.
"Aduh neng,Mani buru-buru pisan?"tanya Mang Ucup.
"Udah Mau Ashar,pengen Ashar berjamaah di rumah Mang bareng temen-temen!"jawab Dzifa,Lutfi hanya terdiam melihat tingkah Dzifa."Bibi ini Buat Dede Alia sama Ini buat Bibi dan mamang!"sambung Dzifa sambil memberikan 2paper bag dan beberapa uang pecahan 50an ke pada Bi Ami
"Ini th ada buat kamu neng,mani Banyak?"tanya Bi Ami.Dzifa yang mendengar itu terdiam mencerna apa yang di ucapkan oleh Bi Ami tersebut.
"Ada Bi,terima ya!"Ucap Lutfi.
"jazakalloh Khoiron,mudah-mudahan nambih-nambih rejekinya nya jang neng,hatur nuhun(mudah-mudahan tambah-tambah rejekinya ya, makasih)"Jawab mang Ucup
"Amin"
"Ya udah saya pamit ya,Assalamualaikum"ucap Dzifa lalu mencium tangan Bibi dan mencium pipi kanan kiri bayi Alia yang tengah terlelap.Dzifa pan beranjak dari duduknya "No need to go home all at once"Ucap Dzifa pada Lutfi dan ia pun berjalan menuju pintu keluar.
"No Dzifa,I well go home with you!"ucap Lutfi gelagapan.
"Maaf Ainun saya harus pulang bersama istri saya,Dan bi maaf ini untuk Alia tama pamali dan ini ada rejeki buat Bibi dan Mamang maaf"Ucap Lutfi sambil merogoh kantongnya dan memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada mang Ucup.ia sangat menghargai kerja keras mang Ucup dan juga mang Ucup selalu membantunya dan mengurus ladang milik alm kakeknya.
"Jazakalloh jang!"ucap mang Ucup sambil memberikan uangnya pada sang istri.mang Ucup pun berjalan beriringan dengan Lutfi menuju ke teras rumah.
"Mang ieu kangge rokok(mang ini untuk rokok)"Ucap Lutfi sambil memberikan beberapa uang lagi pada mang Ucup.
"Hatur nuhun jang,Ujang mamang mah isin saban kadieu sk ngepelan wae ka mamang sareng ka bojo mamang,jig di doakn ku mamang rumah tangga ujang sing sakinah mawadah warohmah aya dina lindungan Alloh SWT amin(makasih jang,ujang mamang suka malu setiap kali ujang kesini selalu ngasih mamang dan istri uang,mamang doakan rumah tangga ujang sakinah mawadah warohmah,ada dalam lindunganNYA)Ucap mang Ucup
" Amin,Abi pamit nya Assalamualaikum"jawab Lutfi dan berlalu pergi sambil berlari tergesa-gesa
"Waalaikum salam"
"Dzifa"Panggil lutfi
"Dzifa"panggil Lutfi lagi dengan nada meninggi namun Dzifa tak menoleh atau pun berhenti berlari.
Lutfi pun perlari mengejar Dzifa dan saat bisa meraih tangan Dzifa Lutfi pun langsung memeluk Dzifa dengan Erat.
"Dia bukan siapa-siapa?percaya lah!"ucap Lutfi pada Dzifa yang tengah menangis.Mereka tengah ada di halaman depan rumah Lutfi.
"Woy jangan mesra-mesraan bukan Mahram?"teriak Sandi keras.