
Ekhem, sorry bukan up, krna yg kemarin itu emang udh last. Kalau masih lanjut brrti judul yg smlm gak last dong ah๐ญ. Tapi mksih bngt yg minta lanjut, brrti Brittle emang udh ngena dihati. Makasih bnyk", te amo๐.
Sebenarnya aku mau nanya. Kan aku mau buatin sequelnya Brittle. tapi disini yg jadi mc (main cast) nya itu Rea. Dan aku bakal buat critanya itu hampir mirip dgn Brittle. Ya gitulah, mba (marriage by accident) dan pernikahan dini. Jadi aku mau tanya bosan gk sih klo critanya gitu juga, tp tntu aja ada banyak perbedaannya.
Bosan gak?, kalau bosan ya gak jadi aku publish. Mohon dijawab please ๐.
Blurb:
...Rea mengelus perutnya yang sudah sedikit membuncit. Ia menatap kearah taman yang ada di halaman rumahnya. Hingga matanya berhenti menatap kearah sebuah mobil yang memasuki pekarangan rumahnya dan berhenti tepat di depannya....
...Tak lama kemudian seorang cowok berperawakan jangkung turun dari mobil. Berjalan menuju Rea yang sudah berkeringat dingin....
...Cowok itu adalah Ayah dari anaknya. Lelaki bejat yang telah berhasil menodainya. Orang yang sudah membuat Rea melambung tinggi ke awan, lalu dengan kejam nya menghempaskan Rea ke dasar jurang yang tak berujung....
..."Siapa lagi yang nebar benih nya di rahim kamu?."...
...Rea tersentak saat pertanyaan itu terlontar dari mulut cowok yang sudah berdiri dengan gagah di hadapannya....
...Meragukan sendiri darah dagingnya, sepertinya hanya Levi yang bisa melakukan itu....
..."Siapapun itu orangnya, bukan urusan kamu", balas Rea dengan datar membuat Levi terkekeh merendahkan....
..."Jala*g."...
..."Bajing*n", desis Rea tajam. Hatinya sakit saat mendengarkan kata merendahkan itu keluar dari mulut suaminya. Ralat, calon mantan suaminya....
..."Rea masuk!, udah mau maghrib, gak baik diluar", terdengar suara Arinta yang berteriak dari dalam rumah. Lalu Bunda nya itu keluar tak lama kemudian....
..."Mau apa kamu kesini?!", ketus Arinta....
...Levi mengeluarkan sebuah map kertas kepada Arinta, "Menyerahkan ini", sahutnya datar....
..."Apa ini?, foto perselingkuhan kamu?", tuding Arinta dan mengambil secara kasar map tersebut....
..."Bun", Rea menegur Arinta. Mungkin wanita itu wajar marah dengan Levi yang telah memperlakukan putrinya secara tidak adil. Tapi Bunda nya tetap tidak boleh berkata seperti itu. Karena mereka berpendidikan, hanya orang yang tidak berpendidikan berbicara tanpa dipikir terlebih dahulu....
..."Surat cerai", ujar Levi yang membuat tubuh Rea terasa mematung seketika. Cerai, hubungan mereka akan berakhir dengan satu kata tersebut. Lalu Rea mengelus perutnya saat bagian itu terasa sedikit kram. Apakah anaknya tidak suka dengan perceraian mereka....
..."Apa kamu terlalu miskin sampai gak mampu buat suruh orang nganterin ini ke rumah saya", sarkas Arinta yang malah membuat Levi tertawa pelan....
..."Justru karena saya terlalu sopan, makanya saya sendiri yang langsung mengantarkan nya", sahut Levi sambil melirik sekilas Rea yang terdiam, "Bukan kah tidak sopan, jika kita sendiri yang meminjamnya, lalu menyuruh orang lain untuk mengembalikannya. Saya tidak sepecundang itu", tambahnya dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana....
..."Saya mengembalikan anak Tante."...
...Setelah mengatakan itu, Levi segera berlenggang pergi meninggalkan dua orang wanita berbeda generasi itu di teras. Meninggalkan kenangan, harapan dan mungkin cinta....
Gimana?, lanjut gak?
Kalau lanjut, give me a timeโ๏ธ
Makasih, Grazie, Gomawo, Syukran, Thank's, Gracias all๐. Beribu trima kasih๐๐๐๐๐
...T E A M O...