Blindsight

Blindsight
Saling Membaur



Oh iya, hembuskan napasnya…


"Haaahhh..."


"Sekarang aku sedang melihat pergerakan kekuatan dari kedua gadis itu. Karena baru pertama kali, mereka merasa kesulitan untuk menggerakkan kekuatan dari dalam tubuh mereka. Memang butuh berbulan-bulan untuk mahir dalam menggerakkan kekuatan, apalagi mereka baru-baru ini bangkit."


Begitu, ya.


Ternyata sesulit itu menggerakkan kekuatan bagi pemula.


Kuharap Gulinear dan Kamaniai bisa segera menggerakkan kekuatan masing-masing.


Soalnya ini sangat menyenangkan!


"Tapi, ada juga anak yang berbakat sehingga hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk bisa mengikuti pergerakan kekuatanku dengan sempurna."


Wah… Hebat sekali!


Anak itu pasti sudah menjadi petualang yang hebat sekarang!


Anak itu bisa mengikuti pergerakan kekuatan yang diajarkan oleh Guru dengan sempurna hanya dalam beberapa menit.


Biar kutebak, anak itu pastilah anak yang cerdas dan pintar sehingga bisa memahami ajaran Guru dalam sekali lihat.


Aku jadi penasaran siapa orangnya…


"Teman Guru?"


"Bukan. Aku sedang membicarakanmu."


Sedang membicarakanku rupanya…


HAH!


Jadi yang Guru katakan barusan itu…


Ditujukan padaku?!


Ba-Bagaimana bisa aku sama sekali tidak menyadarinya?


Mudah saja, itu karena aku tidak seperti yang Guru katakan.


Aku sama sekali tidak berbakat. Aku hanya mengikuti pergerakan dari kekuatan yang sudah Guru contohkan melalui punggungku sebelumnya.


Aku yakin kalau gerakannya masih belum sempurna.


Aku kan baru menggerakkannya dalam beberapa menit, mungkin Guru juga tidak memperhatikannya dengan benar karena sibuk memperhatikan Gulinear dan Kamaniai.


Iya, bisa jadi begitu.


"Kenapa pergerakannya kusut lagi?"


Sudah kuduga…


Pergerakannya masih jauh dari kata sempurna.


Pasti Guru hanya sedang basa basi tadi.


Tapi Guru tetap memperhatikan pergerakan kekuatanku…


"Konsentrasi. Jangan memikirkan hal lain kecuali meditasi."


Hmm…


Kalau dipikir-pikir, sejak tadi aliran kekuatanku jadi kusut saat aku memikirkan banyak hal yang membuat perasaanku menjadi gundah.


Ternyata pemikiran yang rumit dan perasaan yang tidak tenang bisa mempengaruhi pergerakan kekuatan pada saat bermeditasi.


Aku baru tahu akan hal ini…


Aku akan mencoba memperbaiki pergerakannya agar seperti ajaran Guru.


Dengan pelan, aku merasakan seluruh tubuhku, kemudian mengumpulkan kekuatanku sebanyak mungkin, lalu menggerakkan kekuatannya hingga membentuk gerakan berputar, sama seperti apa yang diajarkan oleh Guru.


"Fiuh…"


Ini sudah benar, kan?


Elemen anginku berputar searah jarum jam.


Rasanya menggelikan tetapi juga menyenangkan.


"Kamu melakukannya dengan baik."


Ternyata gerakannya sudah benar!


"Terima kasih, Guru."


"Tidak masalah."


Emm…


Rambutku sedikit beterbangan karena tergesek oleh kekuatanku.


Sepertinya saat melakukan meditasi, pergerakan kekuatannya akan muncul pada tubuh bagian belakang.


Tapi ini agak membosankan…


Aku dari tadi hanya menggerakkan kekuatannya dengan berputar searah jarum jam, kurasa akan lebih bagus kalau menambahkan variasi yang lain.


Coba kalau aku sedikit membuat perubahan pada gerakannya…


Sebelum itu, aku harus meminta izin terlebih dahulu kepada Guru.


"Guru, bolehkah aku membuat gerakan sendiri?"


Aku sudah bisa melakukan ini, aku juga ingin melakukan yang lainnya.


Kalau kita ingat-ingat lagi…


Tanpa kusengaja, aku sudah menunjukkan kebolehanku, Guru merasa bahwa kemampuanku sudah cukup bagus.


Guru juga mengatakan kalau aku berbakat, pasti Guru akan memperbolehkannya.


"Tidak ada yang melarangmu. Apa kamu butuh bantuanku?"


Sesuai dengan dugaanku. Guru memperbolehkanku untuk membuat gerakan sendiri.


Untuk sekarang…


Tidak ada salahnya untuk menerima bantuan Guru.


"Iya."


Aku bisa merasakan ada energi lain yang memasuki tubuhku.


Tubuhku bereaksi dengan energi Guru yang kemudian membaur dengan kekuatan di dalam tubuhku.


Sekarang, aku bisa merasakan bahwa kekuatanku lebih kuat berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya.


Ini pasti karena Guru juga mempunyai kekuatan yang kuat…


Itu tidaklah penting.


Yang harus aku lakukan adalah mencoba memikirkan bagaimana seharusnya variasi lain tersebut terbentuk.


Bagaimana kalau-


"Aku mengizinkanmu untuk tidak melakukan teknik pernapasan lagi."


Eh, kenapa?


"Pernapasan yang kuanjurkan berguna untuk melatih konsentrasi agar bisa fokus pada meditasi. Kamu tidak membutuhkannya lagi karena kamu sudah mahir dalam melakukan meditasi. Tubuhmu sudah hapal polanya, pikiranmu juga sudah mengetahui bagaimana cara melakukannya. Kamu sudah boleh melakukan pernapasan biasa mulai sekarang"


Begitu, ya…


Sebelumnya, aku juga menduga kalau teknik pernapasan membuat seorang pemula menjadi fokus dalam melakukan meditasi.


Tidak kusangka, dugaanku benar lagi.


Terlepas dari itu, akhirnya aku tidak harus menahan napasku selama 5 detik dan membuangnya selama 4 detik.


Melegakan…


"Lihat, bahkan energiku dengan kekuatanmu sudah menyatu padahal aku belum mengajarimu cara menyatukannya. Aku lepas tangan, lho."


Yah…


Guru memang sudah tidak meletakkan tangannya pada punggungku lagi.


Yang agak mengangguku adalah…


Memangnya membaurkan energi itu perlu diajari, ya?


Bukankah energi akan membaur dengan sendirinya saat memasuki tubuh?


Mungkinkah ada anak lain yang tidak bisa membaurkannya sendiri sehingga Guru perlu mengajari anak tersebut?


Aneh…


Apa tidak wajar bila tubuh bereaksi sendiri?


"Tubuhku bereaksi sendiri, Guru."


Sepertinya perkataanku kurang jelas…


"Tubuhku bereaksi dengan sendirinya saat energi milik Guru memasuki diriku. Energi Guru dan kekuatanku menyatu secara alami, tanpa aku harus menyatukannya."



……


Guru masih tidak merespon apapun…


Aku penasaran, apa yang sedang Guru lakukan sekarang, ya?


Sebenarnya, aku bisa saja merasakan gerak-gerik Guru untuk bisa mengetahui posisi Guru.


Tapi, aku sedang berfokus dengan meditasi. Kalau mengalihkan ke hal yang lain, kekuatanku yang sedang kugerakkan bisa buyar.


Guru pasti tidak senang jika melihat hal itu…


Lebih baik aku-


"Apa Tuan Mahajana pernah mengajarimu sebelumnya?"


Akhirnya Guru merespon juga…


"Tidak pernah."


Seingatku, Tuan Mahajana memang tidak pernah menyalurkan energinya ke dalam diriku.


Tapi ini juga bukan kali pertamaku. Neneknya Gulinear pernah melakukan hal yang, lebih tepatnya, sedikit sama padaku.


Neneknya Gulinear mewariskanku kekuatannya, yaitu dengan memberiku energinya dan kekuatannya secara keseluruhan, dan itu adalah penyebab tubuhku menjadi terbebani sekarang.


"Tubuhmu bukan bereaksi sendiri, tetapi kamulah yang langsung memahami prinsip menyatunya energi dengan kekuatanmu."


Kurasa perkataan Guru kurang tepat.


Energi Guru bisa langsung membaur dengan kekuatanku lantaran tubuhku sudah merasakan hal yang sedikit mirip sebelumnya.


Tubuhku sudah terbiasa dan siap, karena itulah tanpa kusatukan pun, mereka sudah menyatu dan membaur dengan sendirinya.


Namun, aku tidak akan mengatakan kenyataannya pada Guru.


Aku tidak boleh membeberkan mengenai pemberian kekuatan ini, Tuan Mahajana juga melarangku untuk mengatakannya pada siapa pun.


Kalau ada orang lain yang tahu, kemungkinan akan ada yang melakukan hal jahat padaku.


Seperti merampas kekuatanku dengan paksa, iri, bahkan aku akan dituduh hanya mau enaknya saja.


Padahal, kalau bisa memilih, aku lebih memilih untuk tidak diwariskan kekuatan ini.


Aku bukanlah orang yang pantas untuk mendapatkan kekuatan besar tanpa usaha apapun.


Lagipula, kekuatan besar sama dengan tanggung jawab besar.


Aku hanyalah anak kecil, belum punya keahlian, dan penanganan tubuhku pun juga payah.


Bagaimana caraku menggunakan kekuatan ini dengan baik, kalau tubuhku saja masih harus menyesuaikan diri dengan kekuatan ini selama beberapa tahun?


Dipikir berapa kalipun, aku masih tidak mengerti alasan Neneknya Gulinear mewariskanku kekuatannya.


Ada Gulinear, yang bisa ia wariskan kekuatannya. Gulinear adalah cucunya, orang yang mempunyai ikatan darah dengannya.


Kemungkinan memiliki beberapa kemiripan yang hanya bisa diwariskan secara turun-temurun, maka kecocokan terhadap elemen kekuatan pun akan seimbang.


Gulinear juga bisa memanfaatkan kekuatan yang diberikan Nenek dengan baik karena elemen yang diwariskan pada garis keturunan mempunyai efektifitas yang lebih baik.


Lalu, kenapa aku?


Saya sebagai Author novel Blindsight menyatakan,


Novel ini akan Hiatus selama 1 minggu…