Blindsight

Blindsight
Melakukan Sit Up



Setelah sarapan, kami melakukan lari pagi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperkuat otot tubuh, terutama otot kaki.


Kami berlari lumayan lama, mulai dari mengelilingi rumah tetangga, sampai akhirnya kebablasan ke pasar.


Ini… Ini pertama kalinya aku berlari, tapi jaraknya sudah sejauh ini…


Karena aku kelelahan dan kebetulan lapar, aku mengajak Aamod untuk makan sebentar, kami makan sesuatu bernama 'mie aceh'.


Rasanya gurih dan agak pedas, aku paling suka dengan daging sapinya.


Karena Aamod kekenyangan, aku kemudian mengambil jatah makannya juga.


Lumayan lah, bisa makan 2 porsi sekaligus. Aamod masih kenyang karena kami baru sarapan sejam yang lalu.


Sebenarnya aku ingin menambah 1 porsi lagi, tapi uangku kurang…


Aamod menggunakan sisa uangnya untuk membelikan mie aceh untuk Kakak.


Setelah siap makan, kami lalu duduk sebentar selama 10 menit agar makanan tercerna.


Kemudian, kami menuju rumah dengan berjalan kaki. Cuacanya agak terik, sepertinya sebentar lagi akan siang.


.......


.......


.......


"Baringkan tubuhmu."


Aku menurut kemudian membaringkan tubuhku dengan posisi telentang di halaman yang luas ini.


Rambut serta bagian tubuhku yang lain menempel ke tanah dan rasanya agak menggelitik karena rumput-rumput kecil di sini mengenai telingaku.


Aamod kemudian menarik kedua tanganku, lalu menyilangkannya di atas dada.


"Tangannya tetap begitu, ya."


Aku mengangguk lalu tetap menyilangkan tanganku di atas dada.


Aamod kemudian berjalan mendekat ke bagian kakiku. Aamod lalu menahan kedua Kakiku dengan telapak tangannya yang melingkar di kedua pergelangan kakiku seperti menggenggamnya dengan kuat.


Posisi kakiku sekarang lurus dengan jarak yang berdekatan.


"Angkat badanmu ke atas sampai posisimu terduduk."


'Angkat badan ke atas'?


Sebentar, aku agak bingung dengan yang dikatakan Aamod sekarang.


Jadi… Apa yang Aamod maksud dengan 'Angkat badan ke atas'?


Bukankah kita tidak bisa mengangkat badan sendiri, ya?


Kalau mengangkat badan sendiri dengan elemen angin sih bisa, tapi bukankah aku tidak boleh menggunakan kekuatanku dulu?


Tunggu… Kurasa 'mengangkat badan' itu bisa dilakukan, kok.


Setahuku, olahraga bernama 'pull up' itu mengangkat badan ke atas menggunakan semacam 'penahan'.


Cara melakukan pull up adalah menggenggam 'penahan' tersebut dengan kedua tangan, lalu mengangkat badan dengan kekuatan tangan.


Mengangkat badan dilakukan dengan membengkokkan siku hingga badan terangkat dari tanah.


Setelah itu, tahan tubuh selama beberapa detik. Kemudian, turunkan kembali tubuh hingga kaki menyentuh tanah.


Lakukan secara berulang agar kekuatan tangan meningkat dan akhirnya terbentuklah otot.


Semua itu kuketahui saat menguping di tempat pelatihan.


Syukurlah aku waktu itu pergi ke tempat latihan. Berkat tempat latihan, aku mengetahui banyak hal yang belum pernah kuketahui, termasuk teknik berpedang dan cara melakukan pull up.


Tapi, kurasa bukan 'pull up' yang sedang Aamod ajarkan padaku sekarang, gerakan ini lebih seperti akan melakukan 'sit up'.


Lagupula, di sekitarku sekarang tidak terdapat 'penahan' dan posisiku sekarang 'tidur terlentang'.


Dan Aamod tidak mengatakan padaku kalau dia sedang mengajarkan cara melakukan sit up… Wajar saja aku sempat tidak paham dan salah sangka.


Tunggu… Sepertinya aku melupakan pernyataan yang lainnya.


Oh iya… 'Posisi terduduk'.


Posisi terduduk itu… Duduk, kan?


Kalau begitu, bayangkan dengan konsep yang baru. 'Angkat badanmu ke atas sampai posisimu terduduk'.


Kita ambil kalimat 'Angkat badanmu ke atas'. Kalimat itu memang terdengar 'membingungkan', tapi coba kita abaikan kata 'membingungkan' itu.


Aku akan membayangkan bahwa badanku terangkat ke atas secara sendirinya.


Karena posisi tanganku sekarang adalah menyilang di atas dada, aku akan membayangkan bahwa badanku terangkat sambil menyilangkan tangan di atas dada.


'Sampai posisimu terduduk'. Aku akan membayangkan bahwa tubuhku dalam posisi terduduk secara sendirinya.


Karena kakiku lurus, jadi aku akan membayangkan bahwa aku sedang dalam posisi terduduk dengan meluruskan kakiku.


Kalau kugabung semua konsep baruku barusan, berarti 'Badanku terangkat sambil menyilangkan tangan di atas dada setelah itu posisiku terduduk dengan meluruskan kakiku.'


Jadi, 'Angkat badanmu ke atas sampai posisimu terduduk' apakah posisinya seperti…


"Aamod… Apa maksudmu 'angkat badan ke atas' itu posisinya seperti bangun tidur?"


Aamod kemudian terdiam sebelum menjawab,


"Oh iya… Itu maksudku. Maaf, perkataanku barusan kurang bisa dipahami, ya?"


Sudah kuduga, untunglah kesimpulanku yang barusan memang benar.


"Bangunlah sampai posisimu terduduk."


Aku perlahan berusaha mengangkat badanku seperti bangun tidur.


"Ughh! Ini… Lebih sulit daripada yang kubayangkan. Kukira akan mudah seperti bangun tidur."


Bedanya, saat bangun tidur, biasanya tanganku menopang ke ranjang untuk mengangkat badanku.


Tapi sekarang, tanganku sedang menyilang di atas dada.


Tanganku tidak bisa menopang ke tanah… Aku harus mengangkat badanku dengan menggunakan kekuatan perutku…


Ini… Luar biasa sulit…


"Aamod…"


Masih memegang kedua pergelangan kakiku, Aamod lalu menyemangatiku agar aku tidak menyerah.


"Ayo! Angkat badanmu sekuat tenaga! Gunakan otot perutmu dengan maksimal dan angkatlah badanmu dengan penuh semangat! Jangan menyerah! Ini hanyalah awal saja, nanti kau akan kuajari olahraga dengan tingkat kesulitan lebih tinggi lagi!"


Kesulitan… Lebih tinggi lagi?!


Entah kenapa aku malah tidak bersemangat sekarang…


"Aamod… Ini terlalu sulit… Untukku…"


Aku menghela napas panjang karena sudah sangat putus asa.


Kurasa aku tidak akan bisa melakukannya, ini terlalu sulit untukku.


"Kau ingin badanmu bagus sepertiku, kan?! Kalau kau bisa mengangkat badanmu dengan penuh percaya diri sekarang, badanmu akan segera bagus sepertiku! Kau akan tampah gagah sepertiku! Otot perut pun akan segera terbentuk dan badanmu akan sangat kuat! Yah, kekuatanmu akan meningkat! Kepercayaan dirimu pun akan meningkat!"


Yah… Badanku ingin berotot dan bagus sepertimu…


Badanku akan… Sangat kuat?! Benarkah?!


Apakah setelah aku bisa melakukan ini, kekuatanku akan meningkat?


Apakah aku juga akan percaya diri dan dapat menggunakan kekuatanku dengan lebih efisien?


Kekuatan… Ya…


Tidak adakah cara yang mudah untuk meningkatkan kekuatan?!


Cara yang tidak memerlukan tenaga yang menguras tubuhku seperti ini?!


Tidak… Kurasa jawabannya adalah 'tidak'. Setiap keinginan pasti harus diselingi dengan usaha.


Tidak ada cara yang mudah ataupun simpel di dunia ini, kita harus berusaha keras agar dapat mencapai sesuatu yang kita inginkan.


Salah satunya adalah kekuatan. Untuk menjadi yang terkuat, aku harus berusaha walaupun tenaga ditubuhku rasanya seperti terkuras.


Seperti kata Aamod, ini hanyalah awal. Hal yang lebih sulit dari ini pasti ada banyak di luar sana.


Aku tidak boleh menyerah secepat ini, aku harus dapat melakukan sit up walaupun rasanya memang sangat sulit dan melelahkan.


Aku harus berusaha! Untuk mencapai kekuatan yang besar agar bisa melindungi Kakak, memang dibutuhkan pengorbanan yang besar pula, misalnya tenaga dalam tubuh.


Aku perlahan mengangkat badanku sekuat tenaga dengan otot perut.


"Huft… Se-Sedikit lagi…"


Aku hampir berhasil… Bagus, posisiku hampir seperti terduduk sekarang.


Pelan-pelan, posisiku yang awalnya tidur telentang, perlahan bangkit menjadi terduduk.


"Huft… Huft… Ber-Berhasil! Aku berhasil, Aamod!"


Aku tertawa dengan keras karena baru saja berhasil melewati rintangan yang sangat sulit bagiku.


Aamod sumringah dan tertawa bersamaku karena pada akhirnya aku tidak menyerah melakukan sit up dan berusaha dengan keras sampai berhasil melakukannya.


"Aku yang awalnya ingin menyerah saja, perlahan bangkit dan berusaha karena kau menyemangatiku. Sungguh, kalau kau tidak menyemangatiku tadi, aku pasti sudah kabur dan tidak mau melakukan sit up lagi. Terima kasih banyak, Aamod… "