Blindsight

Blindsight
Bersikap yang Terbaik



Ini kapan selesainya? Gulinear masih memegangi rambutku dan sesekali menariknya.


Sebenarnya aku ingin menolak, tapi aku sudah berniat kalau aku akan menuruti setiap kemauan Gulinear untuk menebus kesalahanku.


Tidak apa-apa, ini hanya kuncir rambut saja. Kuncir rambut hanyalah hal sepele yang tidak melibatkan tenaga yang besar.


Aku hanya perlu duduk seperti ini lalu membiarkan Gulinear menarik rambutku sesukanya.


Dan ini hanya berlangsung sebentar. Tarik menarik rambut ini, hanya berlangsung selama beberapa menit saja.


Sabar… Ingat kesalahanmu, Laalit. Aku sudah membuat anak orang trauma karena perbuatanmu yang tidak sopan.


Kuncir rambut ini bukanlah apa-apa daripada perbuatanmu padanya, Laalit.


Rasa malu ini tidaklah penting. Kuncir rambut bisa untuk siapa saja, laki-laki dan perempuan.


Harga diri… Harga diriku… Ini bukanlah apa-apa, harga diriku bukanlah apa-apa dibandingkan dengan trauma Gulinear.


Aku hanya tidak akan terlihat gagah kalau dikuncir seperti ini.


Sedangkan Gulinear? Mungkin dia akan terus mengingat perbuatanku yang kurang ajar itu.


"Sudah! Hari ini, Laalit kuncir dua di bagian poni. Laalit suka?"


Tidak suka… Aku tidak mau seperti ini, aku ini kan laki-laki…


Aku ingin terlihat keren dan maskulin, bukan feminim seperti ini…


Aku memegang rambutku kemudian berusaha menarik ikatannya.


Aku menghentikan jariku dan teringat bahwa aku harus menuruti keinginannya.


Ini memang sulit, tapi…


Tidak! Ingat untuk menebus kesalahanmu! Ini bukanlah apa-apa dibandingkan perbuatanmu padanya.


Pasang ekspresi tersenyum. Ayo Laalit, kamu harus senang sekarang.


"Aku suka…"


Sudah berapa kali aku membohongi orang lain? Entahlah, saking banyaknya, aku sampai tidak bisa menghitungnya lagi.


Tidak apa-apa, aku kan berbohong untuk kebaikan. Aku hanya ingin menebus kesalahanku makanya aku membohonginya seperti ini.


Kurasa berbohong demi kebaikan itu tidak apa-apa. Benar, kan?


"Yeay! Besok, Gulinear akan mengepang rambut Laalit! Laalit maunya yang seperti apa? Kepang belakang, samping, atau depan?"


Aku tidak mau semuanya, itu memalukan…


Ugh… Ini sangat sulit. Tapi aku harus menjawab pertanyaannya sesuai dengan kemauannya, ini untuk menebus kesalahanku.


Kesampingkan egomu untuknya. Bersikaplah seperti yang seharusnya.


Pasang ekspresi yang dia harapkan untukmu. Bersikaplah tunduk padanya, turuti kemauannya, dan jawab pertanyaannya dengan nada yang ramah.


Tarik bibirmu senatural mungkin. Jangan terlihat seperti keterpaksaan.


...S. E. N. Y. U. M....


...D. E. N. G. A. N....


...R. A. M. A. H....


"Itu… Aku suka yang bagian belakang…"


• Kalau di kepang di bagian depan, saat berbicara berhadapan dengan orang lain, akan langsung kelihatan dengan orang tersebut.


Saat dilihat dari samping juga akan kelihatan, kalau dilihat dari belakang pasti akan sedikit kelihatan karena bentuk kepangnya adalah naik ke atas.


Kenapa naik ke atas? Karena rambutku pendek, otomatis poniku juga tidak sepanjang rambutnya Gulinear.


Saat selesai di kepang, rambut bagian depanku, maksudku poniku yang pendek, akan naik ke atas karena pendek.


Jika di kepang pada poni yang panjang, otomatis bentuknya akan turun ke bawah.


• Kalau di kepang di bagian samping, akan kelihatan di sisi mana saja. Orang lain bisa melihatnya di depan, samping, ataupun belakang.


Lawan bicara akan langsung menyadari rambutku yang di kepang.


Lagi-Lagi, bentuk kepangannya juga akan naik karena rambutku yang pendek.


• Kalau di kepang di bagian belakang, tidak akan terlalu kelihatan kalau dilihat dari depan ataupun samping.


Memang langsung kelihatan kalau dilihat dari belakang karena posisi lawan bicara yang berada di belakang, bentuk kepangannya akan naik juga, tapi…


Saat dilihat dari depan, kepangannya tidak akan terlihat sama sekali karena tertutupi oleh rambut yang lain.


Selain itu, posisi lawan bicara berada di depan, sehingga dia tidak akan menyadari rambutku yang di kepang.


Saat dilihat dari samping, mungkin juga tidak terlalu kelihatan karena rambutku yang bentuknya agak naik ke belakang, jadi menutupi bagian belakang rambutku dan orang lain tidak akan menyadari kalau rambutku di kepang.


Kecuali orang tersebut adalah orang yang jeli seperti Tuan Mahajana, maka orang tersebut akan langsung mengetahui rambutku yang di kepang walaupun sedikit tertutupi oleh rambutku yang lainnya.


Berarti memang kepang di bagian belakang adalah pilihan yang terbaik.


Rambut yang di kepang hanya akan terlihat dari belakang, tidak akan terlihat dari depan ataupun samping.


Aku memaksakan diri agar tersenyum dan bersikap sewajarnya.


Apakah tindakanku sudah benar? Apakah sudah terlihat tulus baginya?


Aku memang tidak terlalu jago berakting, tapi…


Aku harap ekspresi wajahku terlihat alami dan tidak terlihat seperti dibuat-buat.


Aku merasakannya, hawa Gulinear terasa senang. Sepertinya ekspresi wajahku sudah benar.


Syukurlah…


Aku menghela napas lega.


"Kamu tampak cocok…"


Kamaniai… Dia cukup mengejutkan karena mengajak bicara duluan, padahal beberapa saat yang lalu dia masih bersikap malu-malu.


Kukira akan sulit untuk akrab padanya, ternyata tidak juga.


Mungkin dia suka dengan rambut yang dikuncir?


Kurasa memang begitu. Aku harus menanggapinya dengan hangat.


"Terima kasih…"


Kali ini, senyumku benar-benar hangat dan tulus, tetapi Kamaniai yang awalnya dekat, mundur beberapa langkah dariku.


Kamaniai masih terasa malu, dia tiba-tiba berlari dan langsung pergi meninggalkanku, Gulinear langsung menyusulnya, mereka sepertinya sedang bermain kejar-kejaran sekarang.


Tidak berniat bermain kejar-kejaran dengan mereka, aku hanya duduk dan merasakan posisi mereka dari jauh.


Jaleed duduk di sampingku dan memandang ke arah lain.


"Kalian teman dekat, ya?"


Siapa maksudnya?


Kenapa aku tidak memahami maksud pertanyaannya?


Apakah kemampuan berpikirku semakin menurun?


Atau aku kurang bisa menangkap maksudnya karena aku belum kenyang saat makan siang tadi?


"Siapa yang dekat dengan siapa?"


Jaleed, hawanya terasa kesal. Apa pertanyaanku barusan seharusnya tidak ditanyakan?


Tapi, aku memang tidak mengerti dengan siapa yang dia maksud, tadi kan aku mengobrol dengan Gulinear dan Kamaniai…


Mungkin memang perasaannya saja yang sedang buruk.


"Tentu saja kamu dengan Gulinear."


Oh, ternyata aku dengan Gulinear. Kalau memberi pertanyaan yang jelas, dong.


Nada bicaramu itu sudah seperti aku membuat kesalahan yang fatal saja…


Hah… Sudahlah, kurasa aku juga membuat kesalahan di sini.


Bisa-bisanya aku tidak langsung mengerti dengan maksud pertanyaannya itu.


Biasanya, pertanyaan sederhana sekalipun, aku langsung mengerti dan menjawabnya dengan cepat.


Walaupun si pengaju pertanyaan menanyakan pertanyaan yang tata bahasanya tidak terlalu jelas seperti barusan, aku biasanya juga langsung mengerti dan menjawabnya dengan cepat dan tegas.


Otakku menjadi lemot setelah makan malam kemarin.


Mungkin karena aku langsung tidur dan tidak melakukan meditasi, kerja otakku menjadi payah.


Sepertinya aku butuh sedikit piknik…


"Kami berteman, mungkin dekat?"


Masih terasa kesal, hawanya bercampur dengan hawa yang lain, sekarang hawanya terasa sedikit terkejut.


Aku bisa mendengar saat dia menelan ludahnya dengan sengaja.


Dia mengangkat sesuatu, sepertinya itu tangannya. Mungkin dia sedang memegang bagian tengkuknya.


Oh, dia menurunkan tangannya. Posisi tangannya berada di samping badannya sekarang.


Dia mengalihkan pandangannya ke arahku. Aku tertegun lalu dengan cepat mengarahkan wajahku padanya.


"Apa kelebihanmu sehingga Tuan Mahajana menjadikanmu sebagai murid?"


Iya juga… Kenapa, ya? Aku tidak memikirkan hal itu dengan serius sebelumnya…


Bagaimana aku menjawabnya?


Aku juga bingung kenapa Tuan Mahajana menjadikanku sebagai muridnya.


"Apa kamu berasal dari keluarga yang sangat berpengaruh?"