
"Aku sudah lama tidak bermain biola, jadi gerakan tanganku agak kaku."
Gerakan tangan agak kaku?
Tidak, tidak!
Gerakan tanganmu sangat cepat dan lincah, sama sekali tidak kaku!
Bagaimana mungkin kamu tidak menyadarinya?
Dasar rendah hati…
Tunggu dulu… Biola?!
Alat musik yang bahkan Gulinear saja tidak sanggup memainkannya, tapi orang ini bisa memainkannya dengan mudah?!
Luar biasa! Hebat!
Tidak kusangka orang ini sangat berbakat, aku harus memintanya untuk mengajariku segera!
Oh, iya…
Gulinear bilang suara biola itu 'ngek', kukira suaranya seperti suara kayu berderit…
Ternyata suara biola lebih bagus daripada itu! Suara biola yang dimainkan itu terdengar anggun dan menawan, serta mempunyai keindahan yang tak terbendung.
Keindahannya tidak bisa dibandingkan dengan suara sekelas kayu berderit.
Kalau kita bandingkan paksa pun, kira-kira biola : kayu berderit itu 1000 : 1.
Iya, sebagus itu suaranya! Aku sama sekali tidak melebih-lebihkan, permainan biola orang ini sangatlah indah!
Kalau aku bisa bermain biola, pasti Kakak akan…
"Kakak sangat bangga punya adik sepertimu. Sebagai imbalan, Kakak akan membuatkan 4 porsi nasi padang."
Hari yang bahagia, cepatlah datang~
Kalau aku tidak melakukan apapun, tentu saja hari bahagia itu tidak akan pernah datang!
Baiklah! Pertama-tama, aku akan membujuk orang ini dulu.
"Tuan, bisa tolong ajari aku cara memainkannya?"
Kumohon jangan tolak permintaanku…
Jawab saja 'aku akan dengan senang hati mengajarimu'.
"Hmm…"
Apaan itu 'hmm'?
Hawa orang ini merasa senang, seperti sudah menduga bahwa aku akan mengatakan hal itu.
Aku bisa merasakan bahwa dia tertawa lirih sebentar, lalu berjalan menjauh dariku.
Orang ini meletakkan biola tersebut ke tempat semula, juga meletakkan benda yang panjang tersebut ke tempat yang sama.
Dia kembali lagi kemari dengan membawa benda yang lain namun aura yang dipancarkan benda tersebut mirip dengan biola dan benda panjang yang dipakai oleh orang tersebut barusan.
"Kamu yakin?"
Tentu saja!
Kapan lagi aku bisa mempelajari biola kalau bukan sekarang?
Kurasa tidak akan ada kesempatan seperti ini besok, apalagi diajari oleh profesionalnya langsung.
Lagipula, aku juga ingin bisa memainkan minimal 1 alat musik.
Gulinear saja bisa memainkan alat musik, masa aku tidak bisa?
Aku tidak boleh kalah darinya!
Sebagai jawaban, aku mengangguk dengan mantap.
"Baiklah. Kalau begitu…"
Orang ini menyerahkan suatu benda padaku. Aku menerima pemberiannya lalu meraba keseluruhan benda tersebut agar dapat melihat bentuknya.
Bentuk benda ini lumayan unik. Di bagian bawahnya terdapat sesuatu yang mirip daun. Apa hiasannya, ya?
Aku memindahkan tanganku ke bagian lain. Pada bagian atas, terdapat sesuatu yang bentuknya mirip karpert yang digulung.
Sedikit ke bawah, ada sesuatu berjumlah empat buah.
Aku tidak sengaja menekannya dengan kuat, ternyata dapat diputar-putar. Menarik…
Tanganku kemudian menelusuri bagian tengah benda tersebut.
Ternyata, terdapat 2 lubang yang bentuknya memanjang dan melengkung di setiap ujungnya.
Aku menggeser jariku sedikit. Di dekat lubang tersebut, ada sesuatu yang terbuat dari logam, merentang dari bagian bawah sampai bagian atas.
Apa logam itu yang membuat benda ini bisa bersuara?
Karena penasaran, aku memegang-megang logam tersebut hingga tidak sengaja menjatuhkan salah satu jariku.
*CTING*
Eh...
Bunyinya seperti...
Jangan-jangan yang kupegang sekarang ini adalah…
Aku tidak akan melepaskannya!
Biola ini tidak akan pernah aku lepaskan!
Bagaimana bisa aku tidak mengetahui bahwa yang kupegang ini adalah biola?
Biola, kamu sangat indah! Bentukmu sempurna, seperti suaramu!
Aku akan membawamu pergi dan merawatmu selamanya.
"Apa yang kamu lakukan?"
Hah…
Aku baru ingat kalau ada orang ini di sini…
Aku langsung melepaskan diriku pada biola, lalu memegangnya dengan kaku.
"Perlu kamu ketahui, biola itu instrumen yang paling sulit dipelajari, bahkan hanya seperempat orang yang bisa menguasai alat musik ini. Jadi aku akan menanyakannya sekali lagi, apa kamu yakin?"
Sejenak aku menunjukkan ekspresi meragukan.
Kerutan di dahi yang terukir di wajahku sontak membuat orang yang berada di depanku ini menatapku dengan penuh keyakinan.
Dia yakin bahwa aku akan mundur dan langsung menyerah sekarang juga.
Tentu saja aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku hanya sedang menimbang-nimbang kemampuanku.
Apa aku mampu mempelajari instrumen tersulit yang Gulinear saja tidak mampu?
Gulinear yang mahir piano saja tidak mau mencoba mempelajari biola lagi.
Bahkan hanya seperempat orang yang bisa menguasai biola.
Berarti tingkat kesulitannya kemungkinan di atas 90%, kan?
Tingkat kesulitan yang sangat tinggi ini… Apakah aku bisa?
Kelincahan jari dan keseimbangan tubuh sepertinya sangat dibutuhkan dalam bermain biola.
Bayangkan, kamu membawa suatu benda, menjepitnya di pundakmu dan menekan benda tersebut dengan jarimu dalam waktu yang tidak sebentar, serta jarimu yang satu lagi juga digunakan untuk memegang benda yang berperan sebagai penghasil suaranya.
Kamu melakukan dua hal tersebut sambil berdiri. Ya! Berdiri, tangan kiri bergerak, tangan kanan juga bergerak.
Belum lagi konsentrasi, kurasa itu adalah hal utama yang juga diperlukan di sini.
Kalau tidak berkonsentrasi saat memindahkan jari-jari itu, pasti nada suara yang dihasilkan akan terdengar sumbang.
Apalagi orang ini memindahkan jari jemarinya dengan sangat telaten, tidak ada satu nadapun yang sumbang. Dia benar-benar berpengalaman!
Hal lain yang dibutuhkan adalah perasaan, lebih tepatnya penghayatan.
Kalau hanya asal bermain tanpa adanya penghayatan, pasti suara yang dihasilkan juga akan hambar.
Aku yakin suaranya tidak akan seindah itu kalau orang ini memainkan biola tanpa penghayatan sama sekali.
Soalnya, aku bisa merasakan perasaannya yang selaras dengan nada suara yang dihasilkan saat dia memainkan biola barusan.
Hanya itu hal yang kutahu selama merasakan pergerakan dari orang ini.
Kurasa penghayatan, kelincahan jari, konsentrasi, dan keseimbangan yang membuat biola menjadi instrumen tersulit untuk dipelajari seorang pemula.
Mungkin ada beberapa hal lain yang belum kuketahui sebelum mencoba memainkan instrumen ini secara langsung.
Oke… Aku sudah mengambil keputusan!
"Tampaknya kamu ragu-ragu."
Tidak! Aku tidak ragu-ragu lagi sekarang!
Aku sudah sangat yakin, Tuan!
Walaupun biola itu sangat sulit dipelajari, tapi aku akan berusaha agar bisa mempelajarinya.
Aku tidak perlu terpengaruh dengan Gulinear yang mahir piano tapi menyerah dalam biola.
Meskipun aku tidak mahir bermain piano, aku pasti bisa menguasai biola!
Aku membuka mulutku untuk memberikan jawaban, tetapi orang ini sudah berbicara lebih dulu.
"Baiklah, aku akan mengajarimu selama satu hari. Setelah itu, kamu bisa memutuskan apakah ingin menekuni biola atau tidak. Aku tidak akan memaksa karena mempelajari biola diperlukan kesabaran, ketekunan, dan daya tahan yang baik. Bagaimana?"
Hanya satu hari…?
Aku yakin bahwa aku tidak akan mundur setelah satu hari, Tuan.
Tapi tidak apa-apa. Setelah satu hari, aku akan menjawab 'ingin' agar pembelajaran ini terus berlanjut.
Lagipula aku sedang sangat senggang. Aku tidak bisa melakukan push up dan sit up karena itu akan membebani tubuhku.
Aku juga tidak bisa berlatih pedang karena alasan yang sama.
Yang kulakukan selama beberapa hari ini hanyalah meditasi yang membosankan itu.
Jadi, untuk mengisi waktu, aku akan belajar biola saja!
Aku membuka mulutku. Kali ini, aku bisa memberikan jawaban tanpa didahului seperti sebelumnya.
"Aku setuju."
Masa depanku berubah karena ini…