
Jadi namanya Mahajana..
Aura kuat dan misterius yang kurasakan padanya, memang sungguh menarik..
Orang-orang saja sampai kagum padanya, mungkin karena aura yang dipancarkan begitu tegas dan kuat..
"Gulinear muridnya Tuan Mahajana, Laalit lihat kan bagian belakang punggung Gulinear? Itu adalah busur!"
Sayangnya aku tidak bisa melihat, Gulinear.
"Lihat ini, Gulinear bisa memegang busur. Gulinear bisa menembak beberapa burung menggunakan anak panah! Keren kan? Iyaaa, kan?!"
Untuk anak seusianya, belajar memanah dan dapat menggunakan busur menurutku cukup membanggakan.
Saat bersalaman dengannya tadi, terdapat beberapa bekas kapalan di jari tangannya. Sepertinya anak ini sudah bekerja keras.
"Aku sangat kagum dengan kehebatanmu, master. Kalau begitu, apakah makan malamnya adalah beberapa burung yang akan master tembak sendiri?"
Gulinear membanggakan dirinya sambil memegang busurnya.
Dia juga memberikan sebuah busur padaku, lalu menyuruhku mengikuti gerakannya.
Sebelum itu, aku meraba-raba sebentar agar mengetahui bagaimana bentuk busur tersebut.
"Wah.. Ternyata seperti ini bentuk busur panah."
"Gulinear tahu ini kali pertama Laalit. Tidak perlu terburu-buru, wajar saja kalau Laalit belum terbiasa. Tapi jangan khawatir, setelah 2 jam lebih, biasanya orang-orang sudah menguasai dasarnya. Sebentar saja kan?!"
Aku mengangguk sebagai tanda bahwa aku sudah mengerti.
Aku bisa saja menolak Gulinear untuk mengajariku, tapi untuk apa aku menolak ilmu yang akan diberikan padaku secara gratis? Toh, dasar-dasar memanah akan sangat berguna jika suatu hari aku dalam bahaya.
Gulinear melanjutkan instruksinya,
"Ini lihat ya! Pertama-tama, kaki Laalit harus selebar bahu. Lalu, rileks dan santai. Tidak usah terlalu tegang, adik."
"Selebar bahu, ya.."
Dia memanggapku seperti anak kecil, padahal sikapnya lebih kekanakan dari pada aku. Dasar anak ini...
"Bagus! Posisi Laalit sudah benar. Lalu ini, inilah yang disebut 'anak panah'. Batang pada anak panahnya ditaruh disini! Bagian belakangnya ditancapkan ke tali busur."
Aku bingung karena pernyataan Gulinear terlalu cepat dan tidak memberitahu lokasi untuk meletakkan batang anak panahnya dengan jelas.
"Hah.. ditaruh dimana?"
Gulinear dengan tidak sabaran mengambilkan anak panah untukku, lalu meletakkan jari-jariku di tempat yang seharusnya.
"Di sini!"
"Kurasa ini yang namanya tali busur, lalu ditancapkan ke.."
"Iya! Benar begitu! Bagus, bagus!"
Setekah memujiku, Gulinear lalu memposisikan dirinya kembali.
"Lihat! Letakkan jari telunjuk di atas anak panah, lalu jari tengah dan jari manis berada dibawahnya."
"Jari telunjuk disini, lalu jari tengah dan jari manis.."
"Wah, Laalit bisa dan melakukannya dengan sempurna. I-ini.. INI LUAR BIASA!"
Gulinear berteriak kegirangan sampai membuatku menutup telinga.
"Laalit benar-benar hebat, sepertinya Laalit sangat berbakat! Laalit tadi hanya bingung dibagian meletakkan batang anak panahnya saja, tapi selain instruksi Gulinear yang itu, Laalit langsung bisa melakukan apa yang Gulinear ajarkan dengan sempurna. Gulinear akan mencari Tuan dan mengatakan ini padanya!"
Gulinear lalu menghilang dan meninggalkanku disini.
Kurasa yang kulakukan tadi itu biasa saja dan sama sekali tidak berbakat.
Aku hanya mendengarkan yang dia katakan, lalu memposisikan tubuhku seperti yang dia bilang.
Soal anak panah, aku juga cuma mendengarkan yang dia katakan dan mempraktekkannya.
Aku kemudian meletakkan anak panah diatas meja dan baru menyadari kalau tempat ini adalah tempat pelatihan.
Tempat pelatihan adalah tempat berlatih untuk meningkatkan kekuatan agar berkembang dan menjadi lebih kuat. Gulinear termasuk ke golongan 'Intensity' karena ia masih pemula, aku mengetahui hal tersebut karena merasakan auranya.
1) Intensity : Pemula dan belum menguasai bidang apapun, dan aku berada ditahap ini sekarang. Aura yang dipancarkan oleh orang dengan tingkat Intensity adalah hijau.
2) Value : Menguasai 1 kemampuan, namun kemampuan yang dia kuasai sangatlah lemah. Aura yang dipancarkan oleh orang dengan tingkat Value adalah biru.
3) Hue : Menguasai 1 kemampuan dan kemampuan yang dia kuasai sangat mudah dipelajari sehingga banyak orang yang memiliki bidang tersebut. Aura yang dipancarkan oleh orang dengan tingkat Hue adalah merah.
4) Komplementer : Menguasai 1 kemampuan dan kemampuan yang dia kuasai sulit namun belum berada ditahap mengerti lebih jauh pada bidang yang dikuasai. Aura yang dipancarkan oleh orang dengan tingkat Komplementer adalah ungu.
5) Monoton : Menguasai 1 kemampuan dan kemampuan yang dikuasai sulit dan sudah ditahap mengerti lebih jauh terhadap bidang yang dikuasai. Aura yang dipancarkan oleh orang dengan tingkat Monoton adalah cokelat.
6) Analog : Menguasai 1 atau 2 kemampuan langka. Aura yang dipancarkan oleh orang dengan tingkat Analog adalah abu-abu.
7) Kontras : Menguasai 2 sampai 3 kemampuan yang salah satu kemampuannya adalah bawaan dari lahir. Bawaan dari lahir maksudnya adalah kemampuan tersebut hanya bisa didapatkan secara turun temurun dan tidak dapat ditiru atau dipelajari oleh orang lain. Orang dengan tingkat kontras dapat membuat kemampuan yang dikuasai menjadi lebih efisien dan menjadi ciri khasnya tersendiri. Kita tidak dapat merasakan aura orang pada tingkat kontras karena biasanya mereka dapat menyembunyikan auranya dengan sangat baik. Mereka juga bisa melepas auranya, tetapi hanya orang terpilih dan orang yang kuat saja yang dapat merasakan dan melihat aura kontras. Aura yang dipancarkan oleh orang dengan tingkat Kontras adalah hitam. Peringkat 10 besar di dunialah yang mempunyai aura kontras, dan Tuan Mahajana salah satunya, dia sangatlah kuat!
Intinya, semakin gelap warna aura orang tersebut, semakin kuatlah kekuatan yang ia miliki..
.......
.......
.......
Setelah menjelaskan panjang lebar begini, aku hanya akan mengatakan ini sekali saja,
Aku sama sekali tidak dapat melihat warna-warna tersebut, tetapi aku dapat merasakan aura seseorang dari tekanannya.
Semakin kuat tekanan yang kurasakan, semakin kuatlah kekuatan tersebut.
Bila tekanan yang kurasakan tidak terlalu kuat, maka kekuatannya juga tidak terlalu kuat.
Kurang lebih seperti itu.
Aku akan menjelaskannya lebih rinci lagi..
Ini hanyalah pemisalan :
• Pada tingkat Intensity, aku tidak dapat merasakan angin semilir di telapak tanganku.
• Pada tingkat Value, angin rasanya menggelitik di jari tanganku.
• Pada tingkat Hue, angin terasa menggelitik di telapak tanganku.
• Pada tingkat Komplementer, angin terasa sejuk di telapak tanganku.
• Pada tingkat Monoton, angin terasa dingin di telapak tanganku.
• Pada tingkat Analog, angin terasa kencang di badanku.
• Pada tingkat Kontras, angin terasa seperti badai, lebih tepatnya seperti angin topan di seluruh tubuhku perlahan membawaku ketempat yang .
Saat merasakan tempat ini, rasanya tubuhku terbawa oleh angin topan,
Di satu sisi, tubuhku menolak untuk memasuki tempat ini.
Tetapi di sisi lain, adrenalinku memuncak, seperti memberitahuku akan ada hal-hal yang menakjubkan di sini. Makanya aku sampai berlari ke tempat ini.
Yang benar saja, ternyata di sini memang banyak hal yang menakjubkan, aura orang-orang terasa agak menggelitik di telapak tanganku.
.......
.......
.......
Sambil menunggu Gulinear, aku menguping pembicaraan orang-orang mengenai tingkat kekuatan mereka dan berapa bidang yang dapat mereka kuasai.
Ada yang mengatakan dengan lantang bahwa dirinya adalah seorang Komplementer dan menyebutkan bidang apa saja yang dapat dikuasainya.
Ada juga yang sedang berbisik-bisik sambil menjelaskan tentang tingkatan kekuatan seseorang.
Aku juga mendengar beberapa orang yang lainnya membicarakan berbagai macam bidang yang umumnya dikuasai oleh orang-orang, tapi yang paling kuingat adalah senjata dan alat musik.
Dari sanalah aku menyimpulkan beberapa tingkat aura yang menentukan kuat atau lemahnya seseorang.