
Sampailah Santi di rumah Cantika dan acara sudah di mulai, Natasya melambaikan tangan kepada Santi terlihat Ali pun berada di situ duduk dekat Viona. Santi merasa aneh dengan keberadaan Ali namun dia tidak peduli, melihat Cantika tersenyum bahagia Santi pun ikut bahagia. Setelah selesai acara dan mereka bertiga memberi selamat kepada Cantika juga Robi
Ketika Ali dan Viona sedang membawa makanan, Ali memegang pinggang Viona seperti ingin membuat Santi cemburu namun Santi tidak merasa cemburu sama sekali lalu Santi dengan penasaran bertanya "Nat ngapain Ali ada di sini" bisik Santi kepada Natasya
"Katanya di ajak sama Viona dan di undang juga sama Cantika"
"Oh, padahal tadinya gue pengen kumpul cewek-cewek aja" Santi berkata dengan cemberut
"Lu kaya ga seneng ada Ali"
"Emang engga, gue ga suka sama dia tapi jangan bilang Viona ya"
"Ada apa sih lu sama Ali"
"Itu yang gue pengen cerita, nanti gue kasih tahu"
Setelah keluarga Robi pulang dan rumah Cantika sudah tidak ada tamu mereka berlima termasuk Ali duduk di halaman depan rumah Cantika, Santi hanya diam tidak ingin bicara sepatah katapun karena masih kesal dengan kelakuaan Ali sewaktu di Mall dan mendengar perkataan Do Hyun tentang Ali pernah mencoba akan menciumnya
"San kok lu diam aja" Cantika bertanya
"Iya kenapa lu, sedih ya ninggalin kita mau ke Korea" Viona berkata
"Kayanya gara-gara ada gue ya, kalau gitu gue balik dulu, vie ga apa-apa kan pulang sendiri" Ali berkata dengan melihat Santi dan Viona
"Ga apa-apa kok, aku nanti pulang sendiri aja" Viona berkata dan Ali berpamitan untuk pulang
Setelah Ali pergi dan hanya mereka berempat Natasya bertanya " sejak kapan lu sama Ali bilang aku, kamu dulu perasaan gue, lu"
"Lu udah jadiaan sama Ali ya" Santi bertanya
"Belum sih, kalau jadiaan lu ga keberatan kan San" Viona berkata
"Selama lu bahagia sih gue ga apa-apa tapi gue sebenernya ga mau lu jadiaan sama Ali"
"Kenapa, lu cemburu kenapa gue ga boleh jadiaan sama Ali"
"Bukan cemburu dan bukan ga boleh, Ali itu yang gue liat tipe cowok ngatur dan terlalu maksa, lu pantes dapet cowok yang lebih baik dari Ali"
"Kenapa lu bilang gitu, lu siapanya Ali bisa ngejudge kaya gitu dia baik perhatiaan kok sama gue" Viona berkata dengan kesal
"Jangan salah paham Vie, gue cuman mau cerita aja siapa Ali dan gue ga suka sama sikap Ali"
"Vie mening lu denger dulu cerita Santi jangan sampai kejadiaan gue waktu sama ka robi juga kan bikin salah paham sama Santi" Cantika berkata
Viona menarik nafas "Oke gue mau denger cerita lu"
Santi bercerita semua kejadiaan tentang Ali memaksanya untuk menerima cintanya juga beberapa kali mengajak berselisih dengan Santi membuatnya kesal kepada Ali
"Pantesan keliataan banget tadi kaya mau manasin lu San, meluk pinggang Viona tapi liatnya ke lu apa maksudnya coba" Natasya berkata memperhatikan Ali
"Ya sih gue juga ngerasa aneh tiba-tiba Ali mau datang ke sini padahal pernah berantem sama ka Robi" Cantika berkata
"Gue ga tau niat dia apa sih, cuman dari dia hina Dion dan ngajak berantem sama Dion aja gue udah ga respect sama dia" Santi bercerita
"Udah pendapat kaliaan tentang Ali, tapi sori gue punya sudut pandang berbeda tentang Ali, dia itu cowok yang baik dan sangat perhatiaan sama gue dan gue ga liat tuh sikap yang lu bilang Ali tukang maksa" Viona berkata dengan kesal
"Gue rasa sih kalau udah kaliaan jadiaan kayanya baru keliataan, pasti dia ngatur dan maksa lu" Santi berkata
"Udah ya San lu tuh ga cukup sama Han Daegang dan Dion masa mau Ali juga sih, stop jelekin Ali ke gue" Viona berkata dengan amarah dan pergi meninggalkan rumah Cantika
"Vie bukan gitu" pekik Santi dengan wajah kaget melihat reaksi Viona
Natasya dan Cantika pun kaget dan hanya diam saja "San sabar ya dia itu kaya gue dulu buta karena cinta, nanti juga kalau udah ngerasain dan tau sifat asli cowoknya pasti minta maaf sama lu" Cantika berkata
"Nyesel deh gue ngomong jujur, gini kan jadinya tadinya gue mau buka pikirannya malah Viona mandang jelek sama gue" Santi berkata dengan sedih
"Nasib gue selalu di jauhin sama sahabat gue sendiri cuman gara-gara cowok, sedih gue jadinya mana gue mau ke Korea susah lagi kan kita ketemu" Santi berkata dengan wajah muram Cantika dan Natasya memeluk Santi
Santi pulang ke rumah dan melihat mamah Mila dan Safira sedang menonton televisi "Assalamualaikum" Santi masuk ke rumah dan duduk dengan menarik nafasnya
"Walaikumssalam" mamah Mila dan Safira menjawab "loh kok kaya yang bete gitu biasannya pulang ngumpul sama temen-temen suka ceria mukannya" mamah Mila bertanya
"Kesel sama Ali bete pengen rasanya nimpuk dia pake bola bakset" Santi mengeluh
"Ka Ali yang orang arab itu bukan ka" Safira berkata
"Iya, eh Dion mana" Santi berkata
"Di ajak main golf sama papah dan Lucky juga ikut, kenapa lagi sama Ali" mamah Mila berkata
"Oh....adu domba Santi sama Viona mah, kesel deh harus aja ada masalah gara-gara cowok"
"Kok jahat sih, emang adu domba gimana ka" Safira bertanya
"Ngomong macem-macem yang ga bener tentang kaka, mah emang kalau orang lagi jatuh cinta ga bakalan percaya kalau kita ngomingin kelakukaan cowoknya jelek"
"Biasanya sih gitu, kalau dia ngerasain sendiri baru percaya udah ga usah di pikirin lagiaan kamu mau ke Korea ga bakalan ketemu Ali lagi"
"Sama Ali sih masa bodo tapi kalau Viona kan sahabat Santi jadi ngerasa ga enak aja mau pergi tapi masih ada yang ganjel"
"Kamu coba aja hubungi Viona minta maaf udah jelekin Ali kalau masalah dia mau maafpin kamu atau engga yang penting kamu udah mencoba memperbaiki hubungan kamu sama Viona"
"Masalahnya aku ga mau Viona di sakiti sama Ali dia bukan cowok yang baik"
"Santi kita ga bisa maksa seseorang untuk mendengarkan kamu, selama Viona bahagia ya udah bagus tapi kalau suatu saat Viona sakit hati ya itu cobaan hidup dia kenapa kamu repot, yang penting kamu udah ngasih tahu yang sebenernya"
"Ya juga sih, bener apa kata mamah cuman Santi jadi kesel sendiri ah.....bad mood jadinya"
"Ka udah ih kenapa mikirin masalah orang sih, mening kaka mikirin aku" Safira berkata
"Emang kamu punya masalah apa de"
"Aku pengen ketemu Han Daegang gimana caranya" Safira berkata dengan tersenyum
"Aduh.....Fira ga penting, udah ah ke kamar dulu mau beresin baju buat besok" Santi berdiri dan pergi manaiki tangga
"Kaka aku nanti libur mau ke Korea" pekik Safira
Santi tidak menjawabnya hanya ingin mandi dan menyendiri memikirkan masalahnya dengan Viona karena selama berteman dengan Viona dan Natasya tidak pernah berselisih seperti saat ini
"Fira udah tau kaka kamu lagi kesel sama cowok malah bahas cowok lain ampun deh kamu, katanya udah dewasa" mamah Mila berkata
"Lagiaan kalau yang Fira liat masalah ka Santi kan simple, udah aja ga usah ikut campur bodo amat yang mau di jalanin ka Viona kan ga ada efeknya buat hidup ka Santi"
"Fira kalau masalah orang lain emang keliataannya mudah buat kita omongin tapi yang ngejalaninnya pasti susah kepikiran terus, lagiaan ka Santi kaya gitu karena sayang sama ka Viona"
"Enak juga ya jadi ka Santi banyak pilihan cowoknya tinggal milih aja mau arab atau Korea"
"Kata siapa enak, buktinya jadi banyak masalah gara-gara ka Santi nolak cowok-cowok lagiaan kan belum tentu cocok juga sama semua"
"Ya sih bener juga ya mah, malah jadi ribet mening satu tapi pasti"
"Ah....curiga nih kamu udah deket sama cowok ya" mamah Mila berkata melihat wajah Safira
"Eng....ga, kok jadi ke Fira sih" Safira gugup dan cemberut
"Ha ha ha ha ha kok jadi gugup gitu sih, ga apa-apa kalau lagi deket sama cowok wajar asal tahu batasannya jangan dulu ciuman apalagi begituaan" mamah Mila menasehati, Safira hanya diam dan tersenyum
Santi di kamar akan mandi karena perasaannya masih kesal maka berpikir dengan mandi mungkin akan menjadi segar dan sedikit melupakan masalahnya.