
santi kesal dengan sikap jail do hyun antara senang dan bahagia karena santi tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh seorang pria
"lepaskan aku, kamu tidak sopan" (bahasa inggris) santi berkata dengan kesal lalu pergi naik dari kolam meninggalkan do hyun sendiri di kolam renang
do hyun melepaskannya dan merasa bersalah atas perlakuaannya kepada santi do hyun hanya diam lalu naik dari kolam memakai kaosnya dan merenung di sofa pinggir kolam karena momen romantis yang akan dia berikan kepada santi seperti di drama korea gagal karena santi menolaknya
sedangkan santi masuk dalam kamarnya lalu mandi dengan air hangat ketika sedang diam di tempat tidurnya santi tersenyum membayangkan momen tadi sore di kolam renang bersama do hyun
do hyun mengetuk pintu kamar santi ingin meminta maaf dan mengajak santi untuk makan malam namun santi tidak membukakan kamarnya do hyun berpikir santi masih marah pada dirinya maka do hyun setelah makan membeli mie goreng ayam kesukaan santi di simpan di depan kamar santi dengan menyelipkan selembar kertas bertulisakan "maaf"
santi ternyata sudah terlelap tidur karena lelah dan terbangun di pagi hari dengan ponselnya berdering mamah mila menghubunginya
ddrrtt
ddrrtt
ddrrtt
"halo santi, safira masuk rumah sakit" mamah mila memberi kabar
"ah kok bisa mah, ya udah santi pulang ya hari ini" santi berkata lalu menutup telponnya dan mandi
santi merapihkan pakiaannya lalu dengan cepat menuju ke bandara karena khawatir tanpa berpamitan kepada do hyun dan paman bagus juga, santi tidak melihat ada bungkusan di depan pintunya karena panik mendengar safira adiknya masuk rumah sakit
sedangkan do hyun baru keluar kamar akan sarapan melewati kamar santi dan melihat bungkusannya tergeletak di bawah lantai, do hyun berpikir santi masih marah oleh dirinya sehingga makanannya tidak di makan oleh santi
do hyun menarik nafasnya rasa bersalah menyelimuti pikirannya tidak berani mengetuk pintu kamar santi do hyun membuang bungkusannya dan pergi ke rumah paman bagus dengan perasaan tidak menentu
paman bagus melihat do hyun terdiam hanya melamun saja tidak seperti biasannya banyak bertanya tentang bahasa indonesia
"dion kenapa kamu diam saja dari tadi" (dalam bahasa inggris) paman bagus bertanya
"saya melakukan kesalahan pada santi, maaf paman kemarin sore saya berlaku lancang kepada santi hingga dia marah" (bahasa inggris) do hyun berkata
"apa yang kamu lakukan pada santi" (bahasa inggris) paman bagus bertanya
"mmmm....aku....aku ingin menciumnya" (bahasa inggris) do hyun berkata dan menutup matanya karena khawatir paman bagus marah
"ha ha ha mengapa kamu tidak minta maaf saja" (bahasa inggris) paman bagus berkata dan tertawa
"sudah tapi santi tidak menjawabnya mie goreng ayam kesukaannya saja yang aku beli tidak dia makan" (bahasa inggris) do hyun berkata
"sudah kamu telpon" (bahasa inggris) paman bagus bertanya
"telpon aaahh saya tidak tahu nomor telponnya" (bahasa inggris) do hyun menjawab dengan menggaruk kepalanya
"anak muda kalau lagi jatuh cinta lupa segalanya, biar paman yang telpon" (bahasa inggris) paman bagus membawa ponselnya dan menelpon santi
beberapa kali di telpon ponsel santi tidak bisa di hubungi, sampai malam pun tiba do hyun akan pulang ke penginapan lalu meminta nomor telpon santi dan setelah sampai penginapan do hyun melihat kamar santi terbuka lalu dia mencoba untuk mengetuk dan ada seorang pria yang keluar
do hyun kaget lalu ingin bertanya namun do hyun pikir mungkin itu teman laki laki santi maka do hyun hanya meminta maaf dan masuk dalam kamarnya, do hyun merasa bersalah telah melakukan hal seperti itu terhadap santi hanya penyeselan yang dia rasakan saat ini merasa sangat bodoh menyia nyiakan santi sampai santi tidak ingin menemui dirinya semalaman do hyun hanya diam merenung tidak bisa tidur memikirkan santi dan hanya ada santi dalam pikirannya saat ini
mengapa do hyun merasa tersiksa melihat di kamar santi ada seorang pria lain, santi menolak dipeluk dan dicium do hyun namun mengapa memasukan seorang pria dalam kamarnya, perasaan do hyun cemburu dan emosi kepada pria itu yang entah apa hubungannya dengan santi
pagi hari do hyun keluar kamar akan sarapan dan check out karena merasa sudah tidak ingin melihat santi lagi mungkin santi memilih pria lain bukan dia yang santi pilih, semalam do hyun tidak tidur karena merasa dilema dengan perasaannya terhadap santi yang semakin mendalam
sedang di restoran penginapan do hyun melihat pria itu sedang sarapan merasa emosi akan mendekatinya namun ada seorang wanita mendekati pria itu memanggil sayang, do hyun diam hanya melongok melihat pemandangan pria itu dan wanita sedang berpelukaan depan do hyun
lalu ada pegawai penginapan yang biasa melihat do hyun dan santi sering pergi bersama
"mr do hyun ada apa" (bahasa inggris) pegawai penginapan bertanya
"aahh tidak ada" (bahasa inggris) do hyun menjawab tersadarkan oleh pertanyaan pegawai penginapan
"oh dia tamu baru check in kemarin siang sedang bulan madu" (bahasa inggris) pegawai penginapan menjawab
"santi pindah kamar" (bahasa inggris) do hyun bertanya
"sudah check out kemarin pagi pulang ke bandung, anda tidak tahu" (bahasa inggris) pegawai penginapan menjelaskan
"check out" do hyun kaget lalu pergi meninggalkam restoran
pikiran do hyun menjadi kacau dengan mendengar santi pulang ke kotanya, apakah santi semarah itu tanpa berpamitan kepada do hyun apakah salahnya sungguh besar terhadap santi sampai berbuat itu kepada do hyun sedangkan do hyun hanya ingin mengekpresikan cintanya kepada santi
setelah di kamar do hyun tertidur dengan berpikir keras tentang santi membuat lelah ditambah malam dia tidak bisa tidur maka do hyun terlelap di tempat tidurnya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
di bandung pagi hari santi terbangun oleh lucky mengetuk pintu
tok
tok
tok
"ka mamah nelpon aktifpin hpnya kata mamah" pekik lucky
"ya de" santi menjawab dan mencari ponselnya ternyata masih dalam tasnya dengan keadaan tidak aktif
"aduh lupa akfifpin hp" santi bergumam lalu bangun
setelah ponselnya aktif banyak pesan dan panggilan tak terjawab, santi lupa mengaktifkan ponselnya sewaktu dari bandara langsung menuju rumah sakit dan menjaga adiknya, santi baru pulang tengah malam bergantiaan menjaga safira dengan mamah mila di rumah sakit
"waduh banyak banget telpon, ah paman bagus aduh gue lupa pamit, dion" santi bergumam dan baru teringat dengan do hyun
setelah menghubungi mamah mila santi menelpon paman bagus, lalu tersambung
"halo om bagus, maaf aku ga pamitan dulu abis panik kemarin pagi mamah nelpon safira masuk rumah sakit" santi berkata
"terus gimana safira sekarang san sakit apa dia" paman bagus bertanya
"udah agak meningan demam berdarah om" santi berkata
"alhamdulilah syukur deh, santi kamu ga pamitan juga ya sama dion dia galau tuh kamu jangan lupa hubungi dia" paman bagus berkata
"ya engga om abis pagi banget jadi ga sempet, santi engga punya nomornya om" santi berkata
"kaliaan tuh bener bener ya, pacaran jarak jauh tapi ga punya nomor telpon" pamam bagus menggoda
"ih apaan sih kita ga pacaran om" santi berkata
"ha ha ha tapi kalau dion ungkapin cinta kamu bakalan terima ga" paman bagus berkata
"ga tau om baru kenal 2 minggu santi belum ada rasa yang lebih baru temen aja om" santi berkata
"ya udah salam buat mamah, papah dan adik adik kamu ya cepet sembuh buat safira" paman bagus berkata
"ya om, makasih ya om selama di bali udah nemenin santi" santi berkata dan menutup telponnya
lalu sesaat santi bepikir tentang do hyun, memikirkan do hyun membuat jantungnya berdebar kencang nafasnya sesak merasa rindu kepada do hyun namun santi tidak tahu perasaan apa untuk do hyun, logikanya santi hanya ingin sebagai teman saja karena belum mengenal do hyun dan pasti do hyun sudah memiliki kekasih di korea sana namun hati paling dalam santi merasakan rindu dan ingin memiliki do hyun
"ini perasaan apa sih sebenernya aaarrggg" santi bergumam dengan kesal
lalu santi mandi dan akan pergi menemui natasya dan viona, karena sudah janji akan memberikan buah tangan kepada mereka