Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Sebagai kekasih



Santi pergi berpamitan kepada orang tua Han Daegang dan tante Yuni juga Ayah, di ikuti dua pria tampan di belakangnya. lalu Santi pergi kedepan mengarah mobil Do Hyun "Santi yakin kamu tidak ingin di antar sama aku" (bahasa korea) Han Daegang berkata


Do Hyun mentap Han Daegang dengan kesal, Santi tidak menjawabnya lalu menarik tangan Do Hyun untuk segera masuk ke dalam mobil. setelah di mobil Santi menarik nafasnya dan merasa kesal karena Do Hyun sudah menyeretnya ke suasana yang membuat dia tidak nyaman, walau Santi tidak ada perasaan cinta kepada Han Daegang namun beda dengan Han Daegang di tambah rahasia pernikahan dia dengan Do Hyun khawatir terbongkar.


"Akhirnya kamu membuktikannya" Do Hyun berkata sambil menyetir (bahasa korea)


"Kamu puas, sudah membuat aku tidak nyaman" (bahasa korea)


"Kenapa kamu tidak nyaman" (bahasa korea)


"Nanya lagi kenapa ga nyaman, bener-bener kesel gue sama ni laki" Santi berkata dengan kesal menggunakan bahasa indonesia


"Kamu bicara apa" (bahasa korea)


"Tau ah gelap gimana lu aja, ga bisa jaga perasaan orang banget sih malah menikmati susana kaya di neraka" Santi berkata kesal masih menggunakan bahasa indonesia


"My sun kamu ngomong apa" (bahasa korea)


"Kaliaan itu sebagai seorang idola sudah tidak ada harga dirinya di depan aku" (bahasa korea)


"Idola juga manusia memang mempertahankan apa yang sudah aku miliki tidak boleh, aku tidak mau mengalah kalau itu tentang kamu, dia mau ambil lagu atau keografi tidak masalah asal jangan kamu" (bahasa korea)


Perkataan Do Hyun membuat Santi tersenyum dan merasa senang bahwa Do Hyun sangat menyayangi dirinya. Do Hyun merasa puas hari ini sudah melihat Han Daegang kecewa kepada Santi sedangkan Han Daegang tersenyum melihat mobil Do Hyun melaju.


Hari esok menejelang Santi membersihkan rumah sedang membersihkan dapur dan melihat ke tempat sampah ada sebuah box berisi gingseng dan surat lalu membacanya "Santi ini gingseng merah dan minuman kesehatan untuk kamu, semoga kamu cepat membaik" isi surat dan tertanda Ibu Han Daegang


Santi berpikir sepertinya Do Hyun yang membuangnya lalu Santi pergi ke restoran tante Yuni ketika akan keluar lift bertemu Han Daegang yang akan masuk lift lalu menarik Santi seperti biasa "mau kemana kamu" (bahasa korea)


"Lepas, kamu kebiasaan menarik tangan, aku mau kemana bukan urusan kamu" (bahasa korea) Santi berkata dengan melepaskan tangannya


"Maaf kalau tangan kamu sakit, aku cuman mau bertanya apa sudah meminum gingseng dari ibu" (bahasa korea)


"Sudah, bilang sama ibu terima kasih atas perhatiaannya, aku pergi dulu" (bahasa korea) Santi berkata sambil pergi menaiki mobilnya, Han Daegang hanya melihat Santi pergi


Di jalan Santi berpikir dan bergumam "kayanya gue terlalu kasar sama dia, eh apa sih dia aja kasar sama gue kebiasaan narik tangan mana gede lagi tangannya"


Setelah sampai di restoran Santi diam dan memesan makanan lalu tante Yuni menyapanya "Haii sayang, gimana Do Hyun masih marah ga"


"Engga dia malah puas dengan kejadiaan kemarin" Santi berkata dan mengeluarkan gingseng


"Gingseng dari Ibu nya Han Daegang ya wah ini kan mahal"


"Tebak aku nemu dimana"


"Dimana"


"Di tempat sampah, dan minumannya udah ga ada pasti Dion yang buang"


"Ah.....seriusan udah buat tante aja, sayang tau masa di buang"


"Makannya di bawa ke sini mau aku kasih tante aja, tau kan sekarang Dion cemburunya kaya apa"


"Kamu sabar aja, masih normal cemburunya belum main pukul"


"Ih....amit-amit jangan sampai, aku ga suka kekerasan, tante kontrak kerja aku mau abis degdegan deh aku bakalan di kontrak lagi ga ya"


"Tante yakin sih pasti di kontrak lagi secara anak tante udah cantik cerdas kalau engga pun cari kegiataan lain aja"


"Apaan ya, ada ide ga belum kepikiran mau ngapain"


"Emang kapan berakhir kontrak kerja kamu"


"Besok"


"Waduh kirain masih lama, ga kerasa udah setahun kamu kerja di sana"


"Emang ga kerasa saking nyaman orang-orangnya baik walau kadang bos aku marah-marah tapi baik suka ngasih bonus dan teraktir makan"


Selesai makan Santi pulang ke apartemen dan melihat Do Hyun sudah pulang berada di ruang televisi "Sudah ke tante Yuninya" (bahasa korea)


"Sudah, bawa makanan juga buat kamu" (bahasa korea) Santi berkata dan menyiapkan makan malam untuk Do Hyun


"Kamu suka ketemu Han Daegang di apartemen"


"Pernah hanya berpapasan saat mau pergi, tadi juga ketemu di basment, emang kenapa"


Do Hyun mengepalkan tangannya "Tidak apa-apa hanya bertanya, terus kaliaan ngobrol lama" (bahasa korea)


"Kalau cemburu bilang saja, kita hanya menyapa tidak pernah berbicara lama udah ya sayang jangan buat hari indah ini jadi buruk gara-gara kamu cemburu buta" (bahasa korea) Santi berkata dan mencium bibirnya dan itu membuat Do Hyun menjadi tenang dan tersenyum


Akhirnya Do Hyun berhenti bertanya dan melanjutkan melahap makanan yang sudah Santi sajikan. mereka makan malam dengan tenang dan damai, mereka tidur dengan berpelukaan.


Pagi hari menjelang sedang sarapan "Bukannya hari ini kamu terkahir kerja" (bahasa korea)


"Iya, doain aku ya biar di kontrak lagi" (bahasa korea


"Aku pengennya kamu tidak di kontrak lagi" (bahasa korea)


"Ih... suami yang kejam, kalau ga kerja aku ngapain, bosen tau diem aja" (bahasa korea)


"Kamu buka usaha saja nanti aku modalin" (bahasa korea)


"Usaha apa, aku tidak bisa usaha, tidak ada keahliaan" (bahasa korea)


"Nanti aku pikirkan usahanya" (bahasa korea)


ddrrtt


ddrrtt


ddrrtt


Terlihat Natasya menghubunginya, Santi mengangkatnya "Hallo pagi chingu" Santi berkata dan mendengar Natasya menangis "kok lu nangis sih"


"Santi......hik hik hik hik" Natasya berkata dengan menangis "Cantika......udah ga ada hik hik hik"


"Maksud lu apa, ga ada dimana, di rumah sakit alhamdulilah udah pulang ke rumah" Santi bertanya


"Bukan hik hik hik"


"Nat yang jelas dong, lu gaje sih jangan nakutin gue"


"Cantika udah meninggal hik hik hik"


"Ga mungkin, lu lagi ngeprank gue kan, tiga hari yang lalu dia baru telpon sama gue dan dia udah sembuh wajahnya ceria"


"Sumpah ini gue lagi di kuburannya, baru di makamin ada Viona juga hik hik hik" Natasya berkata dan memberikan ponselnya ke Viona


"Bener San, Cantika udah ga ada hik hik hik" Viona berkata sambil menangis


Seketika tubuh Santi lemas duduk terjatuh ke sofa ponselnya terjatuh dan mulai mengeluarkan air matanya "Cantika ga mungkin.....hik hik hik" Do Hyun kaget melihat Santi yang terjatuh lalu berhenti makan melihat istrinya menangis Do Hyun menghampiri dan memeluknya "Kamu kenapa" (bahasa korea) Do Hyun berkata


Santi memeluk Do Hyun dengan erat sambil menangis dengan keras "Cantika meninggal ini salah aku, aku bukan teman yang baik ketika dia ada masalah aku tidak bisa di sisi dia" (bahasa korea)


Do Hyun hanya terdiam memeluk dan mengelus rambutnya "Sayang dengar ini takdir bukan salah kamu kematiaan dan kelahiran itu semua takdir, kamu yang sabar" (bahasa korea) Do Hyun berkata masih memeluk Santi


Santi tidak sadar ponselnya masih tersambung dengan Natasya, mereka hanya mendengar Santi menangis dan mendengar suara pria yang Natasya mengenalinya "Vie itu Dion, kok mirip suara Do Hyun sih" Natasya berkata sambil menangis"


"Ya sama gue juga dengernya kaya suara Do Hyun tapi bukan kayanya mirip aja" Viona berkata dan Natasya merasa ada yang janggal lalu mematikan sambungan telponnya


Santi masih menangis di apartemennya dan Do Hyun tidak ingin meninggalkan istrinya dengan keadaan sedang sedih lalu beberapa menit kemudian ponsel Do Hyun dan Santi berdering bersamaan, Do Hyun mendapat telpon dari manajernya karena harus latihan menari dan dia telat sedangkan Santi di hubungi dari kantornya


Santi mencuci mukannya untuk pergi bekerja dengan mata merah dan menyipit karena tak henti meangis "Kamu lebih baik ijin saja jangan bekerja" (bahasa korea)


"Aku akan baik-baik saja" (bahasa korea)


"Yakin sesudah menangis biasannya lelah ingin tidur" (bahasa korea)


"Aku banyak pekerjaan, jadi harus bekerja" (bahasa korea) Santi berkata dengan nada suara yang serak


"Ya sudah aku antar kamu, kalau ada apa-apa kamu telpon aku" (bahasa korea)


Do Hyun mengantar Santi sudah berada di depan gedung kantor agensi "Sayang sepanjang jalan kamu diam aku khawatir, kalau kamu lelah hubungi aku oke" (bahasa korea) Do Hyun berkata dan Santi menggangguk mencium tangan juga bibir Do Hyun lalu keluar mobil dan berjalan perlahan masuk ke dalam gedung.


Sesampainya di kantor Santi di panggil ke ruang pimpinannya "Kamu kenapa telat, kamu sepertinya sudah menangis ada apa" (bahasa korea)


"Maaf pak, saya baru menerima kabar pagi tadi sahabat saya di indonesia meninggal dunia" (bahasa kore) Santi berkata menahan tangisnya


"Saya ikut berduka cita, saya panggil kamu ke sini masalah kontrak kerja, karena kamu bagus kerjanya saya akan memperpanjang kamu sebagai karyawan di sini selama dua tahun" (bahasa korea)


"Makasih pak atas kesempatannya" (bahasa korea)


"Lusa kamu tanda tangan kontraknya, sekarang sedang di buat dan tugas kamu hari ini ke tempat latihan para boysband berlatih keografi" (bahasa korea)


"Untuk apa saya ke sana" (bahasa korea)


"Ada berkas yang harus kamu berikan, dan sekaliaan kamu mengenal karyawan lain" (bahasa korea)


"Baik pak" (bahasa korea)


"Ini berkasnya, dari sana kamu boleh makan siang langsung" (bahasa korea)


Santi pergi ke gedung dimana para boysband berlatih dan rekaman, di sana nampak boysband Mars sedang berlatih Santi masuk ke gedung tanpa berpikir panjang mencari seseorang yang akan dia berikan berkas dari pimpinanya


Setelah selesai memberikan berkasnya, Santi langsung pergi ke basment ketika akan masuk lift Santi berpapasan dengan salah satu member Mars dan seperti mengenal Santi mereka saling pandang dan saling menundukan kepala, Santi masuk lift dan salah satu member Mars keluar litf.


Seo Jun masuk ke dalam ruang latihan dan berkata kepada Do Hyun "Sepertinya aku tadi berpapasan dengan seorang wanita dia mirip dengan teman kamu yang di indonesia seorang MUA tapi dia memakai name tag karyawan agensi kita" (bahasa korea)


Seketika Do Hyun kaget "Dimana kamu bertemu dia" (bahasa korea)


"Di lift, sepertinya dia menuju ke basment" (bahasa korea) Seo Jun berkata dan seketika Do Hyun pergi meninggalkan ruangan latihan mengejar Santi


Sedangkan Santi akan keluar lift bertemu dengan beberapa member Nucat yang akan masuk lift termasuk ada Han Daegang juga, mereka saling lirik Santi menundukan kepala dan keluar lift, ketika Han Daegang dan member Nucat lainnya masuk lift "Ada yang ketinggalan di mobil, kaliaan pergi saja duluaan" (bahasa korea) Han Daegang berkata lalu keluar lift


Melihat Santi tidak tahan kalau tidak mengganggunyan, maka Han Daegang berbohong kepada member lain berpura-pura mengambil sesuatu padahal akan menemui Santi


Ketika Santi akan masuk mobil Han Daegang menariknya "Santi ada yang harus aku bicarakan" (bahasa korea)


"Aku sedang lelah tidak ingin bermain dengan kamu" (bahasa korea)


"Sekali ini saja aku ingin kamu mendengarkan aku" (bahasa korea)


"Baik 10 menit aku beri waktu" (bahasa korea)


"Sebenarnya kamu tahu, aku selama ini mau berteman dengan kamu karena aku suka sama kamu tapi setelah mengenal kamu aku menjadi sayang sama kamu, aku tahu ini salah tapi aku tidak bisa menahan rasa sayang sama kamu" (bahasa korea)


Han Daegang akhirnya berbicara jujur kepada Santi karena perasaannya sudah tidak bisa terkendali lagi ingin sekali Santi mengetahui perasaannya.