
Mala hari sebelum tidur Santi mengajak bicara di tempat tidur, seperti biasa mereka berbicara sambil berpelukaan, "Dion, apakah kamu tidak kangen dengan member Mars" (korea) Santi berkata sambil mengelus dada Do Hyun
"Apakah Pimpinan meminta kamu merayu aku" (korea) Do Hyun berkata sambil memeluk Santi
"Kamu tidak kangen sama teriakaan fans ketika kamu di atas panggung, aku sepertinya kangen melihat kamu bernyanyi dan menari di atas panggung" (korea)
"Jadi kamu senang melihat suami nya terkenal lagi" (korea)
"Kamu kan memang masih terkenal, buktinya Youtube chanel aku komennya menanyakan kamu semua" (korea)
"Tapi aku masih kecewa dengan Pimpinan, bagaimana kalau suatu hari dia menendang aku lagi" (korea)
"Aku rasa tidak akan, buktinya kamu tidak di gantikan, benar kata Fans kamu bahwa Mars seperti tidak kompak kalau salah satu tidak ada dan terlihat ada yang kurang" (korea)
"Aku akan pikirkan demi kamu" (korea) Do Hyun berkata mencium kening Santi
"Ayo kita tidur, sudah malam aku sangat lelah" (korea) Santi berkata dan Do Hyun mematikan lampunya lalu mereka terlelap tidur sambil berpelukaan.
Beberapa bulan berlalu, Do Hyun sudah masuk dalam Boysband Mars, dia kembali setelah beberapa kali melihat member Mars sedang bernyanyi dalam acara di salah satu stasion televisi di Korea, membuatnya rindu kepada teman-temannya yang berada di member Mars, selama bertahun-tahun bersama membuat hati Do Hyun luluh dan memutuskan kembali ke Agensi dan bergabung kembali bersama Mars.
Do Hyun berlatih koreografi kembali dan melakukan aktifitas biasa lagi rekaman dan konser di setiap negara, Santi senang melihat suaminya bahagia melakukan kegiataan keluar Apartemen dan berinteraksi dengan para member Mars juga penggemarnya.
Kegiataan Do Hyun sudah sibuk kembali dengan promo album terbaru Mars, keadaan sudah normal Do Hyun kembali di kontrak oleh brand terkenal di paris kembali dan banyak tawaran dari Indonesia menjadi bintang iklan kepada Do Hyun dan Santi.
Beberapa bulan berlalu kehamilan Santi sudah besar dan sebulan lagi akan melahirkan, namun karena Santi dan Do Hyun sibuk dengan kegiataannya masing-masing maka mereka sangat santai mengahadapi lekahiran anaknya, tante Yuni berkunjung ke Apartemen untuk melihat keadaan Santi karena Do Hyun sedang melakukan tour konser, tante Yuni sudah ada di Apartemen,
"San gimana kamu mau lahiran di rumah sakit mana, apa sudah booking kamar"
"Udah kok tenang aja tante, aku sama Do Hyun udah milih Rumah Sakit untuk lahiran"
"Syukur deh soalnya bulan depan loh kamu lahiran kok santai banget sih kaliaan"
"Santai aja ibu mertua yang cerewet ha ha ha ha lagiaan kan ada tante, nenek nya yang gercep"
"Eh....nanti anak kamu juga bilang kamu cerewet loh, pokoknya kalau udah kerasa mules kamu telpon tante oke"
"Oke tante ku"
"Tante khawatir pas ga ada Do Hyun kamu udah kerasa mules, apa tante tinggal di sini aja ya pas Do Hyun ga ada"
"Ga usah, kasiaan Ayah, Aku yakin pas Dion ada kok aku mulesnya, yah kalau pun Dion lagi konser paling di bantu malaikat penolong atau sendiri ke Rumah Sakit"
"Eh....sembarangan, ga pokoknya kalau Do Hyun ga ada terus kamu mules telpon tante atau Kaka"
"Emang kenapa kalau sendiri ke Rumah Sakit"
"Emang mules lahiran sama kaya mules mau buang air besar"
"Sama kok, tante lupa ya dulu kan aku pernah keguguran mules nya kaya mau poop"
"Oh ya tante lupa, malah tante yang belum ngerasain mules lahiran" tante Yuni menjadi muram
"Udah ah....pokoknya nanti tante yang ngurus bayi aku" Santi mengalihkan pembicaraan karena tante Yuni tidak bisa mengandung
"Bener ya, tante boleh ngurus"
"Boleh banget karena nanti kan aku mau pacaran lagi sama Dion ha ha ha"
"Sana bulan madu yang sering biar hasilin banyak anak kalau perlu kasih tante cucu 6"
"Idih....emang aku kucing"
"Ha ha ha ha ha eh...kamu tau ga Kaka udah dapet cewek, mau nikah loh katanya"
"Ah....serius, siapa ceweknya"
"Cantik loh, pake kerudung dia selebgram Korea"
"Kok kaka ga bilang sih, selebgram jangan-jangan aku tau"
"Emang kamu tahu, kan dia pernah bintang iklan bareng sama kamu"
"Wah.....hebat, Kaka pernah bilang dia pengen banget nikah sama noona itu, pantes muji terus cantik lah, berbakat lah, aku aja ga pernah di puji sama Kaka"
"Iya katanya udah lama suka sewaktu anter kamu pemotretan sama dia tapi kan Kaka masih pacaran sama yang dulu"
"Kaka cerita banyak, sampai tante bosen dengernya masalahnya di ulang aja kalau ketemu makan bareng pasti cerita"
"Bagus lah semoga Kaka cepet nikah jadi ga kesepiaan"
Santi dan Tante Yuni bercerita banyak dan setelah tante Yuni pulang, Santi beristirahat karena sudah malam dan ketika Do Hyun meghubunginya, Santi karena lelah sudah tertidur lelap dan ponselnya di non aktifkan dering nya maka tak terdengar.
Pagi hari, Santi di bangunkan oleh pintu bel yang berbunyi, "Aduh siapa sih subu-subuh, apa Dion ya, ga mungkin dia kan dua hari lagi pulangnya" Santi bergumam sambil berjalan ke arah pintu, ketika melihat layar ternyata Han Daegang yang datang "Han Daegang....ngapain dia" Santi bergumam lalu membukakan pintunya,
"Kamu tidak apa-apa" (korea)
"Aku baik-baik saja" (korea)
"Suami kamu benar-benar membuat aku gila, dia menelpon aku supaya datang ke Apartemen secepat mungkin" (korea)
"Untuk apa" (korea)
"Dia bilang, kamu akan melahirkan dia menghubungi kamu semalam tapi kamu tidak terhubung" (korea)
"Aku sudah tidur, lelah" (korea) Santi berkata lalu Han Daegang menatap Santi
"Apa aku tidak di persilahkan masuk, aku dari asrama ke sini lumayan jauh, sangat lelah" (korea)
"Ah...sampai lupa, ayo masuk" (korea) Santi berkata dan Han Daegang masuk ke dalam lalu duduk di sofa, Santi memberikan air putih,
"Aku mau beribadah dulu silakan kamu nikmati air putihnya" (korea)
"Hanya air putih saja, sarapannya mana" (korea)
"Nanti aku mau mandi dulu baru akan aku buatkan" (korea) Santi berkata lalu masuk ke kamarnya akan mandi dan melihat ponselnya ternyata Do Hyun menghubunginya sebanyak 10 kali dan Santi tersenyum lalu mencoba menghubunginya namun tidak tersambung.
Setelah Santi mandi dan melakukan Sholat subuh, dia keluar, melihat Han Daegang yang sedang tertidur di sofa. Santi membuat sarapan dengan perlahan supaya Han Daegang tidak terbangun karena terlihat seperti sedang lelah, namun Santi tidak sengaja menjatuhkan panci dan membuat Han Daegang terbangun kaget, Santi pun kaget menutup mulutnya,
"Kenapa kamu, mau lahiran" (korea) Han Daegang berkata sambil terbangun melihat ke arah dapur
"Maaf, terganggu tidur kamu" (korea)
"Ah....aku kira kamu jatuh dan akan lahiran, kenapa kamu tidak membangunkan aku" (korea)
"Aku liat kamu sseperti lelah jadi aku tidak berani membangunkan" (korea)
"Iya aku memang lelah, baru pulang dari Hongkong, dan hari ini akan ada latihan keografi" (korea)
"Ya sudah, sarapan dulu, aku sudah buatkan baru kamu pulang" (korea)
"Terima kasih sudah membuatkan aku sarapan" (korea) Han Daegang berkata dan duduk di kursi bar
"Sarapan seadannya, semoga kamu suka" (korea)
"Sangat suka sekali, ternyata begini rasanya" (korea) Han Daegang berkata dan tersenyum sambil makan
"Maksud kamu, rasa makanannya ga enak" (korea) Santi bertanya sambil melahap sarapannya duduk di sebelah Han Daegang
"Rasanya di buatkan sarapan oleh seorang wanita, aku berasa seperti seorang suami" (korea) Han Daegang berkata, seketika Santi terdiam berhenti mengunyah
Lalu Santi tersenyum "Kamu segera menikah jadi ada yang mengurus kamu" (korea)
"Belum ada yang membuat hati ku begetar seperti saat aku di sisi kamu" (korea)
"Kamu jangan memulai lagi, membuat aku tak nyaman" (korea)
"Tenang saja itu dulu, sekarang aku sudah menggap kamu seperti sodara perempuaan yang harus aku lindungi" (korea)
"Syukur lah kalau begitu, lagiaan kamu itu berhak mendapatkan yang lebih baik karena kamu pria yang sangat baik" (korea)
"Ya sudah aku akan pulang, kalau ada apa-apa hubungi aku" (korea)
"Terima kasih, maaf aku sudah merepotkan kamu" (korea)
"Kaliaan memang merepotkan tapi entah kenapa aku suka di repotkan oleh kamu dan Do Hyun hyung" (korea) Han Daegang berkata lalu pergi membuka pintu dan keluar.
Ketika di luar dia diam tepat di pintu Apartemen Santi dan melirik ke belakang, lalu pergi dengan perasaan hampa. Han Daegang memang berniat untuk menganggap Santi seperti sodara perempuaannya namun hati yang paling dalam dia merasa hampa hatinya kosong dan bila melihat Santi perasaan yang dulu kembali mengisi hatinya.