Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Belum sadarkan diri



Do Hyun pulang tengah malam, melihat Santi yang sudah terlelap tidur, dia hanya melihat wajah Santi yang lembut lalu dia mandi, selesai mandi Do Hyun tidur memeluk Santi sesekali mencium kening dan membelai rambutnya "Aku sayang sama kamu dan tidak mau kehilangan kamu lagi" (korea) dalam hati Do Hyun berkata dengan memandang wajah Santi.


Pagi menjelang, Do Hyun bangun masih melihat Santi tidur terlelap karena istrinya meminum obat tidur, Do Hyun tidak ingin mbangunkannya setelah selesai mandi dia tidak melihat Santi di tempat tidur lalu melihat ke dapur ternyata sedang membuat sarapan "Sayang tidak usah membuat sarapan biar nanti aku sarapan di luar, kamu istirahat saja" (korea)


"Kamu sudah tidak mau memakan sarapan buatan aku, ya sudah terserah kamu mau makan atau tidak" (korea) Santi berkata dengan ketus


"Bukan, maksud aku...."(korea)


"Kalau ada yang membuat sarapan lebih enak dari aku, bagus jadi kamu bisa cepat melupakan aku" (korea) Santi memotong pembicaraan Do Hyun


"Dari kemarin kamu marah-marah saja, sudah lah terserah kamu" (korea) pekik Do Hyun membentak Santi lalu ke kamar membawa koper dan pergi tanpa berpamitan dan tanpa mencium Santi juga, karena kesal dengan istrinya yang sudah beberapa hari selalu mengajak berselisih.


Santi diam lalu menangis karena dirinya sedang sensitif dan merasa bersalah sudah memperlakukan Do Hyun seperti itu. Siang hari dia merasa ada yang hilang dan kesepiaan lalu berkata dalam hati "Tante Yuni kamana, kenapa tidak ke apartemen"


Santi mengambil ponselnya dan menghubungi tante Yuni, dering yang ketiga kali baru tersambung "Hallo tante kemana kok ga ke apartemen"


"Kenapa kangen ya, katanya tante ga usah ke apartemen lagi"


"Tante maafpin aku ya, aku nyesel udah ngomong gitu sama tante maukan ke apartemen temenin aku ternyata sepi ga ada tante"


"Jadi mau tante ke apartemen nih"


"Ya please aku bingung, Do Hyun kayanya marah sama aku"


"Ya udah nanti sore tante kesana, sekarang mau bantu Ayah dulu"


"Oke, aku tunggu ya" Santi mengakhiri sambungan telponnya


Sore hari Santi menunggu tante Yuni beberapa menit tante Yuni datang "Assalamualaikum"


"Walaikumssalam" Santi menjawab dengan muram lalu memeluk tante Yuni


"Kenapa, berantem lagi"


"Do Hyun marah sama aku, dia kayanya udah ga mau sama aku lagi" Santi menangis seperti anak kecil


"Bukannya itu yang kamu mau, kenapa kamu nangis harusnya seneng dong"


"Tante ngebela anaknya bukan aku"


"Loh bukannya kamu mau pisah dari Do Hyun sekarang di cuekin malah nangis, jadi kamu maunya apa"


"Ga tau, aku bingung"


"Itu tandanya kamu masih sayang sama Do Hyun dan ga mau kehilangan dia"


"Aku sakit hati banget di bentak Do Hyun, padahal dia belum pernah bentak aku selama kenal ama dia aku ga pernah liat dia semarah tadi pagi"


"Ya udah minta maaf dong sama suaminya, pasti kamu kan yang pancing Do Hyun marah"


"Aku bikin dia kesel dan selalu cemberut depan dia"


"Nah itu yang buat bikin suami kamu marah, suami itu pengen istrinya ceria dan manja bukan cemberut kalau di tanya jawabnya bikin kesel"


Santi hanya diam dan menunduk "Sayang daripada kamu nyalahin diri kamu lebih baik kamu memberikan yang yang terbaik buat Do Hyun"


"Tapi aku udah bikin kecewa dia, aku ga tau harus gimana"


"Sifat kamu kaya gini yang bikin Do Hyun kecewa, bikin suami kamu ga nyaman disisi kamu, kalau kamu masih sayang dan masih mau dampingin Do Hyun berikan kasih sayang dan perhatiaan sama suami kamu"


"Iya, Do Hyun yang minta, coba kurang apa suami kamu perhatiaan walau kamunya nyebelin tetep sayang sama kamu, udah dong San nyiksa diri kamu sama dengan kamu menyiksa suami kamu juga, lebih baik cari kegiataan supaya kamu lupa sama trauma kamu"


"Tante aku udah ga mau terkenal, takut ada sasaeng jahat lagi aku belum tahu kegiataan apa yang bisa ngelupain trauma aku"


"Youtubers selama ini kamu suka kan dan itu hobi kamu kata tante sih ga masalah wajah kamu juga ga keliataan, kamu banyak fokus ke pemandangan dan hotelnya saja, itu tuh pekerjaan yang bener-bener enjoy tau mana hasilin uang sampai kamu dapet endorse keliling eropa"


"Iya sih tapi......"


"Udah move on dong San jangan terpuruk kaya gini, jelek buat masa depan kamu mana 2 bulan lagi kamu mau ngadain pesta pernikahan di indonesia, kamu harus bangkit lagi jadi wanita kuat kaya dulu"


Santi hanya diam dan melamun, perkataan tante Yuni membuka semua pikiran jelek dia tentang dirinya. Malam hari di kamar Santi akan tidur melihat ponsel ingin sekali menghubungi Do Hyun "Nelpon sekarang atau nanti aja, ah nanti aja deh pas dia pulang baru minta maaf" dalam hati Santi berkata.


Dua hari berlalu dengan kegiataan Santi sudah mau keluar rumah mengikuti tante Yuni ke Restoran dan mengunjungi Ayah di Busan, dia sudah bisa bersosialisasi lagi dengan orang-orang. Santi baru pulang dari Busan akan memasuki lift bertemu dengan Han Daegang, Santi menundukan kepalanya "Kamu sudah membaik" (korea)


"Sudah, oh ya makasih atas bantuaan kamu" (korea)


"Bagaimana keadaan Do Hyun" (korea) Han Daegang berkata lalu Santi tidak jadi masuk lift


"Maksud kamu apa, Do Hyun tidak sakit" (korea)


"Kamu tidak tahu pulang dari Tokyo dia pingsan dan di bawa ke rumah sakit" (korea)


Seketika Santi kaget "Kamu jangan bohong, rumah sakit mana" (korea)


"Aku pikir kamu dari Rumah Sakit, memang member Mars tidak ada yang menghubungi kamu" (korea) Han Daegang berkata lalu Santi mengaktifkan ponselnya banyak panggilan tak terjawab lalu ada pesan dari Seo Jun memberitahukan bahwa Do Hyun dibawa ke rumah sakit.


Santi panik dan pergi menaiki mobilnya lalu Han Daegang menahannya "Biar aku antar kamu, tidak baik keadaan panik menyetir" (korea)


Santi masuk ke dalam mobil Han Daegang lalu mereka pergi ke Rumah Sakit dimana Do Hyun sedang di rawat, sepanjang jalan Santi menangis tak karuaan perasaannya tidak enak lalu ponselnya berdering


ddrrtt


ddrrtt


ddrrtt


Terlihat tante Yuni menghubunginya "Santi kamu kemana aja, tante nelpon ga aktif"


"Maaf hape aku dmatiin, tante dimana"


"Tante ini di Rumah Sakit, Do Hyun belum sadar kamu sekarang ke sini"


"Aku menuju ke sana, tante jaga Do Hyun bilang aku sayang sama dia"


"Nanti kamu yang bilang sendiri, dia butuh kamu menyebut nama kamu dari tadi"


Selama Do Hyun di Tokyo tidak pernah menghubungi Santi sama sekali dan Santi pun tidak menghubunginya karena pikirnya Do Hyun pasti sedang sibuk tidak ingin mengganggu suaminya, sedangkan Do Hyun berpikir khawatir Santi menjawab dia dengan ketus lagi, maka selama tiga hari itu mereka tidak ada komunikasi dan selama itu istirahat Do Hyun kurang, banyak memikirkan Santi menjadi tubuhnya lemah.


Sesampainya di Rumah Sakit Santi melihat Do Hyun yang belum sadarkan diri, Santi menangis dengan rasa bersalahnya dia memeluk Do Hyun dan berkata "Maaf kan aku, sayang bangun ini aku istri kamu, aku janji akan menjadi Santi yang dulu lagi" (korea) Santi mencium kening dan bibir Do Hyun


Han Daegang melihatnya lalu keluar, tante Yuni melihat Han Daegang dan menghampirinya "Han Daegang terima kasih sudah mangantar Santi" (korea)


Han Daegang mengganggukan kepalanya "Aku pulang dulu, salam saja untuk Do Hyun semoga cepat sembuh" (korea) Han Daegang berkata lalu pergi, tante Yuni hanya senyum dan melihat kepergiaan Han Daegang yang wajahnya muram.


Santi hanya bisa memgang tangan Do Hyun dan menangis tak henti melihat suaminya berbaring belum sadarkan diri.