Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Malaikat keberuntungan



Santi telah sadar dari pingsannya matanya terbuka perlahan melihat sekeliling dia sudah ada di dalam kamar sasaeng, ketika akan membuka pintu ternyata terkunci lalu Santi mengetuk dan memanggil sasaeng "Buka pintunya, kenapa aku di kunci" (korea) pekik Santi


"Aku tidak akan melepaskan kamu" (korea)


"Apa rencana kamu" (korea)


"Aku akan mengurung kamu selamanya, aku akan menggantikan kamu mendapingi Do Hyun" (korea)


"Do Hyun tidak akan mencintai wanita lain selain aku" (korea)


"Dia akan mencintai aku seperti dia mencintai kamu karena aku akan oprasi plastik supaya wajah aku mirip dengan kamu" (korea)


"Tidak akan bisa sama persis, Do Hyun akan mengenali kamu karena keperibadiaan kita beda, lepaskan aku sekarang aku janji tidak akan melaporkan kamu ke polisi" (korea)


"Aku tidak bodoh seperti kamu yang melepaskan aku dengan mudah ha ha ha ha" (korea) sasaeng berkata dengan tertawa jahat


"Aku mohon, aku sekarang sedang mengandung bayinya Do Hyun" (korea)


"Aku akan menjadi ibunya tenang saja, kamu akan lahiran di sini, aku akan merawat kamu sampai lahiran" (korea)


"Kamu benar-benar orang jahat kiriminal, menyesal aku melepaskan kamu, aw....aw....aw...perut aku sakit" (korea) Santi meringis kesakitan


"Jangan berbohong, aku tidak bodoh aku akan buatkan kamu susu dan makanan" (korea)


Santi memegang perutnya yang kesakitan lalu menarik nafas mencoba tidak untuk setres dan tegang menenangkan pikirannya mencoba untuk tenang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di apartemen Do Hyun sedang panik karena pesan Santi membuatnya menjadi kesal akan meninggalkan Do Hyun tanpa alesan, lalu bel pintunya berbunyi dan terlihat Han Daegang menemuinya, pintu pun di buka oleh Do Hyun "Ada apa kamu ke sini" (korea)


"Boleh aku masuk" (korea)


"Mau apa lagi, kita sudah tidak ada urusan lagi" (korea)


"Kamu yakin tidak mau aku bantu mencari Santi" (korea)


"Jadi kamu tahu Santi dimana" (korea)


"Aku juga tidak tahu, tapi kalau kita kerjasama mungkin akan ketemu dan aku yakin Santi di culik oleh sasaeng itu" (korea)


"Kamu tahu darimana" (korea)


"Boleh aku masuk" (korea)


"Ya sudah masuk" (korea)


Han Daegang masuk dan duduk di sofa lalu memperlihatkan pesan dari ponselnya Santi "Jadi kaliaan punya tempat rahasia" (korea) pekik Do Hyun sambil terbelalak dengan wajah emosi


"Wow wow jangan emosi dulu, itu hanya pancingan saja supaya tahu bahwa itu Santi atau bukan, dan menurut aku itu bukan Santi" (korea)


"Kenapa kamu tahu ini bukan Santi" (korea)


"Pertama Santi tidak akan pernah mau ketemu sama aku walaupun sedang ribut sama suaminya yang cemburuaan kecuali aku yang paksa, kedua kita tidak punya tempat rahasia, ketiga Santi tidak mungkin menulis dengan huruf hangul" (korea)


"Benar juga apa kata kamu Santi tidak mungkin menulis dengan huruf hangul karena dia tidak mengerti" (korea) Do Hyun baru tersadar dan melihat pesan dari Santi kembali


"Nah itu intinya" (korea)


"Kalau gitu kita lapor polisi" (korea)


"Harus menunggu 24 jam baru bisa di laporkan orang hilang, kita tunggu besok" (korea)


"Aku tidak bisa menunggu, kalau ada apa-apa bagaimana dia sedang mengandung" (korea) Do Hyun pergi lalu Han Daegang mengikutinya


Tante Yuni menghubungi Do Hyun namun tidak di angkat telponnya karena bingung harus bicara apa. Do Hyun tidak bisa tidur hanya khawatir memikirkan Santi di perlakukan kasar oleh sasaeng, dia hanya mondar mandir dengan melihat ponselnya ingin rasanya bernego dengan sasaeng namun dia tidak boleh gegabah khawatir sasaeng itu melukai Santi.


Do Hyun terlelap hanya sebentar bangun pagi tanpa sarapan, tante Yuni menghubunginya lagi lalu akhirnya dia mengangkat telponnya "Hallo Do Hyun gimana Santi udah ketemu, hp nya kenapa ga diangkat ya ibu nelpon" (korea)


"Ibu, Santi...." (korea)


"Santi kenapa lagi" (korea)


Do Hyun hanya diam bingung mau menjelaskannya pasti tante Yuni sangat panik "Do Hyun jawab dong Santi kenapa jangan bikin takut gini" (korea)


"Santi diculik....." (korea)


"Apa....sama siapa, kok bisa sampai diculik" (korea)


"Aku udah lapor polisi, baru dugaan yang culik sasaeng dan entah bagaimana bisa menculik Santi, aku pulang dia sudah tidak ada di apartemen" (korea)


"Aduh....gimana ini, mana lagi hamil" (korea)


"Ibu jangan khawatir aku pasti mencari Santi gimana pun caranya" (korea)


"Bagaimana bisa ibu tidak khawatir, pokoknya kalau ada apa-apa kamu harus telpon ibu" (korea)


"Baik, nanti aku hubungi ibu lagi" (korea) Do Hyun berkata dan mengakhiri sabungan telponnya


Do Hyun sudah di tempat latihan dia tidak bisa berkonsentrasi, gerakan dance nya selalu salah lalu Soe Jun mendekatinya dan bertanya "Do Hyun ada apa dengan kamu" (korea)


"Santi diculik" (korea)


"Apa....siapa yang menculiknya" (korea) Seo Jun berkata dengan terbelalak kaget


"Baru dugaan sasaeng yang kemarin" (korea)


"Tapi aku yakin emang sasaeng itu, soalnya terlihat dia berani depan umum akan melukai Santi" (korea)


"Hyung aku ijin beberapa hari tidak latihan untuk mencari Santi" (korea)


"Baik aku akan membuat alesan untuk kamu, kalau kamu butuh bantuaan hubungi kami" (korea)


Do Hyun pergi akan mencari informasi ke kantor polisi, sesampainya di kantor Polisi dia bertemu dengan salah satu Polisi "Pak bagaimana sudah ada info"


"Sudah ada tim ke rumah orang tuanya ternyata dia sudah tidak tinggal bersama orang tuanya dan mereka tidak tahu anaknya tinggal dimana sekarang"


"Jadi istri saya di bawa kemana"


"Tim kami masih memantau rumah orang tuanya, anda tunggu kabar saja dari kami"


"Sampai kapan, istri saya sedang hamil"


"Saya usahakan secepatnya, lain kali jangan sembarangan membebaskan orang kriminal seperti dia" Pak Polisi berkata dengan kesal


Do Hyun hanya diam karena memang benar dia yang membebaskan sasaeng itu, dia merasa menyesal sudah mencabut laporannya. Do Hyun pergi dari kantor polisi dia kesal dengan keadaan seperti ini dan akan keliling kota mencari sasaeng itu, setiap jalan Do Hyun melihat dengan teliti wajah demi wajah dan berhenti untuk bertanya kepada setiap orang menunjukan foto sasaeng dan belum ada yang mengenalinya.


Lalu Do Hyun berniat bernego lewat pesan dengan sasaeng dia berpikir tidak ada jalan keluar lagi karena itu jalan satu-satunya "Kamu sudah menculik Santi, apa yang kamu mau"


Sasaeng tidak membalasnya karena dia kaget mengapa Do Hyun tahu bahwa Santi telah diculik, sasaeng panik dia menggigit kuku jarinya karena gugup. Beberapa jam kemudiaan dia melihat pesan lain dari ponsel Santi "Aku tahu kamu bukan Santi, apa yang kamu mau" Pesan dari Han Daegang


Sasaeng tersenyum sinis melihat dua pesan itu "Sial...walau dia sudah menikah Han Daegang masih perhatiaan sama dia, beruntung banget jadi Santi di perhatikan dua pria tampan dan populer" sasaeng bergumam dengan kesal


Santi di dalam kamar hanya berusaha untuk tenang dan berpikit positif keadaan ini tidak akan lama, demi kandungannya dia berusaha untuk berdamai dengan keadaan. ingin pasrah saja namun Santi harus bisa membujuk sasaeng itu supaya melepaskannya.


Do Hyun masih di jalanan mencari tanpa lelah, tak terasa waktu sudah larut malam, namun dia masih mencoba mencari sasaeng itu "Santi kamu dimana" dalam hati Do Hyun berkata dengan rasa khawatirnya wajah muram seperti prustasi dengan keadaan. Kota Seoul yang ramai namun untuk Do Hyun terasa sepi dan hampa, tatapan yang kosong dan berharap bertemu dengan malaikat keberuntungan untuk menemukan istrinya Santi.