
Santi masih berada di Rumah Sakit, hari kedua tante Yuni menemaninya karena Do Hyun selama dua hari tidak bisa mengikuti latihan maka dia sibuk dengan aktifitasnya lagi. Sasaeng sudah di jatuhkan hukuman sesuai tindak kejahatannya menculik Santi. Ketika sedang makan datanglah Ibu nya Han Daegang yang ingin menengok Santi, dia kaget melihat Ibunya Han Daegang yang tiba-tiba datang menengoknya "Ibu.....silakan masuk" (korea) Santi menundukan kepalanya
Tante Yuni melihat ke arah pintu "Ah....Ibu Han Daegang" (korea) tante Yuni tersenyum
"Bagaimana keadaan kamu, Ibu sangat khawatir sekali atas berita kamu di culik, Han Daegang baru menceritakan semuanya" (korea)
"Silakan duduk" (korea) tante Yuni berkata
"Terima kasih, maaf aku baru tahu Santi masuk rumah sakit, ini ada minuman sehat dan buah-buahan" (korea) Ibu berkata pada tante Yuni dan meletakannya di meja
"Tidak apa-apa Santi sudah membaik, banyak sekali makanannya" (korea) tante Yuni berkata dengan tersenyum
"Ibu jangan khawatir, aku sudah baik-baik saja terima kasih sudah datang ke Rumah Sakit dan merepotkan ibu sudah membawa banyak makanan" (korea) Santi berkata dengan senyum lembut
"Walau kamu tidak jadi menantu aku tapi Ibu sudah menggagap kamu anak perempuaan aku" (korea)
Tante Yuni dan Santi saling pandang lalu tersenyum mendengar perkataan Ibu Han Daegang "Memang belum jodoh Santi dengan Han Daegang" (korea) tante Yuni berkata dan tersenyum
"Bagaimana dengan kandungan kamu" (korea)
"Baik-baik saja, jangan khawatir" (korea) Santi berkata dan tante Yuni memalingkan wajahnya menutupi kesedihannya
Setelah beberapa jam kemudiaan Ibu Han Daegang berpamitan pulang dan ketika mereka berdua sedang bencanda dan tertawa datang lah mamah Mila dan papah Beni yang datang dari indonesia "Assalamualikum" mamah Mila membuka pintu kamar rawat Santi
"Walaikumssalam" Santi dan tante Yuni menjawab
"Sayang ya ampun" mamah Mila berkata dan memeluk Santi
"Mamah, papah"
"Santi kamu bikin semua orang khawatir, lain kali kalau mau keluar rumah ijin suami, papah kan sering bilang kamu harus nurut sama suami kamu"
"Ya pah, mah Santi salah, maafpin Santi udah bikin kaliaan khawatir"
"Udah ka duduk dulu, lagiaan Santi ga apa-apa alhamdulilah ga ada yang luka" tante Yuni berkata menenangkan papah Beni yang menasehati Santi
"Sayang dalam islam istri itu harus minta ijin kalau mau kemana aja, dan harus nurut sama suami, Do Hyun kan ga ijinin kamu keluar kenapa kamu keluar" mamah Mila berucap
Santi hanya diam dan menarik nafas karena merasa bersalah "Untung aja kamu cepet ketemu, coba kalau engga, lain kali nurut sama suami dan kamu ga usah bandel" papah Beni kesal bercampur khawatir kepada putrinya
"Ka udah dong masa anak nya di marahin terus kasiaan, Santi kan udah minta maaf" tante Yuni membela Santi
"Telpon Safira dia tiap hari nangis nunggu kabar dari kamu" mamah Mila berkata
"Iya mah nanti Santi telpon, mamah sama papah udah di bookingin hotel sama Dion istirahat dulu sana"
"Mamah mau di sini nunggu kamu, biar tante Yuni istirahat kasiaan di repotin sama kamu terus"
"Engga ka, aku semenjak nikah ada yang bantu jagain restoran sama Ayah Do Hyun"
"Tante Yuni itu sampe ga tidur kata Ayah mikirin aku, makannya yang harus banyak istirahat tante"
"Ya ampun bener itu Yun, udah kamu sana pulang istirahat biar aku sama kaka kamu yang jaga lagiaan kaka kangen sama Santi"
"Bener nih sekongkol kaliaan itu, aku juga kangen Santi tapi ya udah lagiaan aku nanti besok ke sini lagi, kaka juga jangan lupa makan" tante Yuni berkata dan berpamitan untuk pulang
Santi di manja mamah Mila, malam pun tiba "Mah udah sana ke hotel aja bentar lagi juga Dion datang jagain aku"
"Ya udah nunggu Dion aja dulu, lagiaan mamah ga cape kok"
"Tapi kasiaan tuh papah sampai tidur di sofa"
"Ga apa-apa kali-kali ga setiap hari ini, papah kamu itu paling khawatir tau makannya marahin kamu, eh telpon Safira dulu sana"
"Oh ya lupa" Santi membawa ponselnya dan menghubungi adiknya tidak menunggu lama Safira mengangkat telponnya
"Halooo kakak gimana keadaannya" pekik Safira dengan nada khawatir
"Kaka ga apa-apa kok de, besok juga udah bisa pulang"
"Alhamdulilah, aku kesel sama sasaeng itu semua mengutuk dia udah culik kaka, semua fans benci sama sasaeng itu kalau ketemu liat aja aku tonjok dia"
"Wah adik aku emang bisa nonjok"
"Sumpah de, beneran"
"Beneran tanya aja mamah, ka Lucky juga ikutan Pencaksilat"
"Seriusan wow hebat-hebat adik kaka"
"Ya kata mamah harus di bekelin dari sekarang biar bisa ngelawan orang jahat, jadi kalau ada yang culik kaya ka Santi bisa ngelawan"
"Berarti kalau ada apa-apa kaka tinggal panggil kamu dong jadi Bodyguard"
"Tenang ka pasti aku sama ka Lucky langsung datang"
"Sekarang aja ga datang"
"Aku kan mau ujiaan padahal aku sama ka Lucky pengen ikut"
"Ya udah kaka mau istirahat dulu, kamu belajar yang bener"
"Ka ada gosip katanya kaka keguguran bener ga"
"Kamu kata siapa"
"Ada di media soalnya pas kaka di ketemuin ada darah di lantai dan baju kaka banyak darahnya"
"Gosip itu, kaka baik-baik aja kok sama bayinya"
"Syukuri deh jadi aku ga kehilangan ponakan"
"Doain aja ya de biar kaka sama ponakan kamu sehat selalu"
"Amin, ya udah selamat istirahat ya ka" Safira berkata dan mereka mengakhiri panggilan telponnya
Beberapa jam kemudiaan Do Hyun datang "Assalamualikum, mah pah kenapa belum ke hotel" (bahasa inggris) Do Hyun bekata dan mencium tangan mamah dan papah
"Mamah mau nunggu kamu dulu biar Santi ga sendiri" (bahasa inggris) papah Beni menjawab
"Oh....biar Do Hyun antar ke hotel" (inggris)
"Ga usah tadi papah udah ke hotel deket ternyata hotelnya bisa jalan kaki, kamu jaga Santi aja jangan sampai dia sendiri kalau dia ga nurut kasih tahu papah" (inggris)
"Baik pah" (inggris)
"Mah hayu ke hotel, udah malem juga"
"Ya udah sayang mamah ke hotel dulu ya, nanti pagi ke sini lagi"
"Ga usah pagi-pagi mah, Do Hyun berangkat siang kok"
"Ya udah pas chek out aja kalau gitu"
"Iya lagiaan aku besok mau pulang aja"
"Dion jagain Santi ya" (inggris)
"Baik mah" (inggris) Do Hyun menundukan kepalanya
Mamah Mila dan Papah beni pergi ke hotel untuk beristirahat, Do Hyun mencium kening Santi "Kamu mandi dulu sana tidak enak berkeringat" (korea)
"Aku kangen kamu, emang bau keringat aku" (korea) Do Hyun memeluk Santi dengan erat
"Aku suka bau keringat kamu khas banget, tapi apakah kamu nyaman dengan keringat nanti kamu gatal" (korea) Santi tersenyum
"Ya sudah aku akan mandi terlebih dahulu baru memeluk kamu lagi" (korea) Do Hyun berkata lalu pergi mandi ke kamar mandi
Setelah beberapa menit selesai mandi Do Hyun melihat Santi yang sudah tidur lalu berbaring sebelah Santi memeluknya, mereka satu tempat tidur berdua.
Di tengah malam Santi merasa aneh dengan perutnya merasa mulas seperti ingin buang air besar, lalu dia ke kamar mandi dan kaget melihat ada banyak darah di pembalutnya seperti sedang haid dan dia ingat perkataan Safira ada gosip dia keguguran dan seketika Santi berteriak "Aaaaaaaaaa........." Do Hyun terbangun kaget melihat Santi tidak ada di sisinya.
Do Hyun membuka pintu kamar mandi melihat Santi yang sedang menangis di kamar mandi dia memeluknya dan membopongnya ke tempat tidur, Santi menangis tidak berhenti lalu berkata "Aku keguguran......hik hik hik hik" (korea) Do Hyun tidak bisa berkata apa-apa hanya memeluknya ingin menenangkan istrinya.