
Santi dan Do Hyun berada di pulau Jeju di rumah mereka, sedang santai berada di halaman belakang rumah dengan kolam renang dan terlihat dari jauh pemandangan laut yang biru, Do Hyun melihat Santi yang diam membisu seperti sedang memikirkan sesuatu "Sayang kamu kenapa diam saja, sedang memikirkan apa" (korea) Do Hyun mendekati Santi yang sedang berdiri melihat ke arah lautan,
"Tidak ada yang aku pikirkan hanya saja laut itu sangat indah" (korea) Santi menjawab dengan menutupi sesuatu
"Iya sangat indah, kamu mau ke sana" (korea)
"Tidak mau, aku hanya ingin di sini saja" (korea) Santi pergi duduk di sofa dekat kolam
Do Hyun mengikutinya dan duduk di sebelah, dia melihat Santi dengan bersikap aneh selalu menghindar dan dingin kepada Do Hyun, namun dia berpikir mungkin karena sedang mengandung jadi lebih sensitif.
Santi yang biasa manja dan banyak bercerita tentang teman-temannya namun di pulau Jeju dia diam dan selalu menghindar dari Do Hyun, di peluk pun tidak membalas dengan hangat hanya diam dan tersenyum. Ketika tidur Do Hyun menciumnya lalu Santi hanya diam ingin mengajak hubungan suami istri namun melihat Santi dengan wajah muram menjadi perasaannya buruk.
Do Hyun sudah tertidur lelap, selama Do Hyun tidur Santi hanya memandan wajah suaminya dengan beruraian air mata, Do Hyun bermimpi Santi meninggalkan dirinya dalam mimpinya Santi pergi berpamitan karena sudah tidak ingin bersamanya lagi, Santi pergi membawa anak mereka
"Santi....." pekik Do Hyun terbangun dari tidurnya lalu melihat Santi di sebelahnya yang sedang tidur membelakanginya dan dia memeluk istrinya dengan tenang karena itu hanya mimpi buruk saja.
Namun terlihat Santi yang belum tidur sedang menangis, air matanya tak henti berjatuhan ketika Do Hyun memeluknya, dia menghapus air matanya perlahan dan menahan rasa sedihnya. Menarik nafas lalu berusaha untuk menutupi kesedihan.
Pagi hari tiba, Do Hyun bangun namun tidak melihat Santi di sampingnya, dia pikir Santi sedang membuat sarapan seperti biasa, Do Hyun mandi dan setelah memakai pakaiaan dengan rasa bahagia menuju ke dapur mencari istrinya namun tidak melihatnya hanya ada sarapan yang sudah Santi siapkan "Sayang...." (korea) pekik Do Hyun sambil memakan sarapan
Do Hyun berpikir Santi mungkin sedang keluar menghirup udara segar, tapi ketika menunggu lama mengapa istrinya tak kunjung pulang, sejam kemudiaan Do Hyun menghubunginya namun tidak tersambung. Do Hyun menjadi panik dan mencari di sekitar pulau Jeju dari pantai sampai pasar dan Restoran namun tidak melihat Santi sama sekali.
Do Hyun pulang dan melihat ke lemari pakiaan ternyata sebagiaan pakaian Santi sudah tidak ada, koper dia pun sudah tidak ada, Do Hyun langsung ke bandara dan pulang kembali ke Seoul. Sesampainya di Apartemen Do Hyun mencari Santi dari mulai membuka kamar mereka berdua, kamar tamu dan kamar mandi namun tidak ada hasil, istrinya tidak ada di manapun lalu menghubungi tante Yuni,
"Hallo ibu apakah Santi ke Busan" (korea)
"Tidak ada, memang dia bilang mau ke sini" (korea)
"Ah.....tidak aku hanya sedang mencarinya saja" (korea)
"Bukannya kaliaan sedang di Jeju, mengapa Santi tidak ada" (korea)
"Mungkin sedang ke super market berbelanja" (korea)
"Mengapa kamu tidak mengantarnya, dia sedang hamil tidak boleh berjalan sendiri" (korea) tante Yuni berkata dengan nada khawatir
"Iya bu aku akan menjemputnya, aku pamit pergi" (korea)
"Hati-hati jaga Santi ya" (korea) tante Yuni berkata dan menutup telponnya
Do Hyun dengan rasa khawatir menghubungi Santi sudah beberapa kali namun tidak tersambung, lalu ingin menghubungi mamah Mila namun Do Hyun berpikir tidak mungkin Santi pergi ke Indonesia. Malam hari tiba Do Hyun sudah mencari Santi keliling kota Seoul namun tidak ada hasil, mobil Santi masih berada di basment Apartemen. Do Hyun berada di Apartemen dengan rasa khawatir dan kesal tidak bisa menemui istrinya.
Malam hari Do Hyun tidak bisa tidur, sedang di sofa dia memikirkan Santi mengapa istrinya tidak meminta ijin untuk pergi, dia merasa kesal dengan dirinya yang tidak bisa menjaga istrinya dengan baik. Do Hyun sangat berpikir keras memikirkan istrinya sampai dia terlelap tidur di sofa.
Pagi hari Do Hyun terbangun dan masih khawatir dengan keadaan istrinya, dia melihat ponsel lalu menghubungi Santi lagi namun masih tidak tersambung, dia berniat akan melapor ke kantor polisi atas kehilangan istrinya, dia pikir ini ulah sasaeng seperti dulu lagi.
Setelah selesai mandi tanpa sarapan Do Hyun memulai mencari Santi di kota Seoul, setiap hotel dia datangi setelah 24 jam hilang barulah datang ke kantor polisi melapor atas kehilangan istrinya. Namun seperti biasa polisi tidak banyak membantu, Do Hyun merasa lapar ternyata dia belum sarapan dan belum makan siang, dia masuk ke Restoran tante Yuni untuk makan malam lalu pulang ke Apartemen.
Do Hyun berpikir ingin meminta tolong kepada Han Daegang, dia menghubunginya namun tidak tersambung, setelah beberapa jam ada yang menghubungi Do Hyun, terlihat nama Han Daegang lalu Do Hyun menerimanya "Hallo hyung sori tadi aku sedang di panggung, ada yang bisa aku bantu" (korea) Han Daegang bertanya
"Mengapa kamu tahu aku ingin meminta tolong" (korea) Do Hyun mencurigai Santi bersama Han Daegang
"Kapan kamu terakhir bertemu dengan Santi" (korea)
"Seminggu yang lalu sewaktu aku di suruh menemani di apartemen dan kamu mabuk" (korea)
"Apakah Santi menghubungi kamu kemarin" (korea)
"Santi tidak pernah menghubungi aku, kamu yang sering menghubungi aku, tunggu....ada apa sama Santi mengapa kamu bertanya seperti itu" (korea)
"Santi hilang" (korea)
"Apa....hilang bagaimana, apakah ulah sasaeng lagi" (korea) Han Daegang terbelalak kaget
"Entah lah, aku ingin kamu menolong aku mencarinya seperti dulu, aku sudah melapor polisi" (korea)
"Sejak kapan Santi menghilang" (korea)
"Sejak dua hari yang lalu, dan hilang nya di pulau Jeju" (korea)
"Oke aku akan menemui kamu nanti sudah sampai Korea" (korea)
"Baiklah aku tunggu" (korea) Do Hyun menutup telponnya lalu dengan rasa prustasi dia menarik nafas dan duduk di sofa.
Dua hari berlalu Do Hyun tidak mau tidur di kamar selama Santi menghilang dia tidur di sofa karena dia tidak bisa tidur kalau berada di kamarnya, harum wangi Santi membuat dia gila tidak bisa tidur dan tidak nafsu makan, Do Hyun melihat sosial media dan melihat akun Santi tidak ada postingan foto terbaru lalu melihat Youtube nya pun tidak ada postingan terbaru.
Do Hyun ingin sekali menghubungi mamah Mila namun apabila Santi tidak ada di sana membuat keluarga Santi khwatir dan pasti berpikir Do Hyun dan Santi sedang berselisih. Ketika malam tiba Do Hyun ke kamar duduk di tempat tidur dan memeluk bantal guling yang biasa Santi peluk dengan erat, rasa rindu nya membuat dia gila mencium bantal Santi lalu terlihat ada kertas di bawah bantal.
Do Hyun terbelalak kaget dan dengan cepat membawa kertas dan membacanya "Dion suami ku tercinta, aku melakukan ini demi kebaikan kamu, aku harap kamu hidup dengan baik tanpa aku dan jalani lah hidup dengan bahagia, karir kamu sedang bagus aku tidak mau menghambat karir kamu, jadilah Do Hyun yang dulu sukses dan berbakat, aku tahu kamu memilih keluar Mars karena aku namun itu membuat aku terpuruk merasakan kesalahan yang sangat besar, para penggemar sangat menginginkan kamu kembali ke Mars bernyanyi dan bermain drama lagi, jangan mencari aku karena aku baik-baik saja dan akan membesarkan anak kita dengan baik. Tertanda Santi" (inggris)
Do Hyun seketika meremas kertas itu dan membuang nya lalu keluar dan memecahkan semua pajangan yang ada di meja bar. Dia keluar dan membeli minuman keras, di apartemen dia mabuk dan berteriak memanggil istrinya "Santi......kenapa kamu meninggalkan aku" (korea)
pekik Do Hyun sambil melempar botol soju dengan emosi.
Lalu ponselnya berdering, terlihat Han Daegang menghubunginya yang baru sampai di Korea, Do Hyun mengangkatnya namun berbicara tak karuaan "Hallo hyung, kamu ada dimana" (korea)
"Santi meninggalkan aku, dia sudah tidak cinta sama aku" (korea) Do Hyun berkata tak karuaan lalu Han Daegang menutupnya karena tahu Do Hyun sedang mabuk.
Han Daegang pergi menemui Do Hyun ke Apartemen, sesampainya di sana menekan bel namun tidak ada yang membuka pintu lalu menghubungi Do Hyun namun tidak tersambung, Han Daegang ingat sudah di beri kode nomor oleh Santi untuk membuka pintu Apartemen Do Hyung.
Han Daegang masuk dan melihat ruangan dengan banyak pecahan botol dan sangat berantakan seperti kapal pecah, "Wah....apakah aku salah masuk apartemen, berantakan sekali" (korea) Han Daegang melangkah dengan perlahan lalu melihat Do Hyun yang sudah minum banyak soju.
"Santi.....ah...kamu Han Daegang" (korea) Do Hyun terbangun lalu melihat Han Daegang bukan Santi dan dia tidur kembali
"Kamu kenapa hyung, melakukan ini tidak akan bisa menemukan Santi" (korea)
"Dia meninggalkan aku, dia tidak mencintai aku lagi, dia egois tidak memikirkan perasaan aku, padahal aku meinggalkan Mars demi dia, aku sayang sekali sama dia" (korea) Do Hyun mengeluh sambil tertidur karena mabuk.
Han Daegang menarik nafas, "Susah bicara dengan yang sedang mabuk" (korea) Han Daegang berkata lalu meminum soju juga. Dia memindahkan Do Hyun ke kamar nya lalu melihat ada kertas di lantai dan dia membacanya, Han Daegang sangat terkejut dengan isi surat itu, "Ternyata Santi meninggalkannya, malang sekali pria ini" (korea) Han Daegang bergumam
Han Daegang memutuskan menjaga Do Hyun tidur di sofa depan televisi dengan menikmati soju, juga membersihkan ruangan yang banyak pecahan botol, karena khawatir terinjak.