
Masih berada di taman kota, Santi dan Han Daegang saling pandang dan mereka baru tersadar lalu memalingkan wajahnya masing-masing, Santi merasa tidak nyaman namun Han Daegang tersipu malu baru kali ini dia di tatap oleh Santi sangat lama "Sudah mau sore ayo kita pulang" (korea) Santi berdiri lalu Han Daegang memegang tangannya dan menarik lengan Santi dengan keras membuat tubuh Santi jatuh dalam pelukaanya.
Han Daegang memeluk Santi dengan erat, Santi merasa jantungnya berdetak tidak karuaan lalu akan melepaskannya Han Daegang berbisik "Jangan lepaskan pelukaan aku, hanya beberapa menit saja aku butuh pelukan kamu" (korea)
Do Hyun melihatnya sangat kesal, lalu pergi meninggalkan taman kota dengan rasa emosi bercampur dengan sedih dan ingin sekali memeluk istrinya, dia pun memendam rasa rindu yang sangat dalam kepada Santi, didalam mobil Do Hyun memukul setir karena kesal tidak bisa melarang Santi memeluk Han Daegang.
Han Daegang melepaskan pelukaannya "Kamu kenapa memeluk aku sangat erat sekali, tubuh ku sakit" (korea)
"Maaf, hanya saja tubuh kamu nyaman" (korea)
"Awas sekali lagi seperti itu aku tidak ingin bertemu dengan kamu lagi" (korea)
"Aku janji tidak akan memaksa memeluk kamu lagi" (korea) Han Daegang menggaruk kepalanya lalu Santi pergi dengan wajah cemberut
Han Daegang mengikuti Santi dan membukakan pintu mobil untuk Santi, sesampainya di apartemen Santi menarik nafas dan berkata "Besok kamu tidak usah menemui aku lagi, lebih baik kita jaga jarak" (korea)
"Kenapa, apa salahnya kita bertemu lagi" (korea)
"Sangat salah sekali, aku itu seorang istri tidak boleh dekat dengan pria lain" (korea)
"Tapi suami kamu sendiri mengijinkan jadi tidak masalah" (korea)
"Han Daegang kamu itu dewasa sedikit bisa tidak, kamu harus mengerti perasaan aku posisi aku tidak bisa seperti ini" (korea)
"Apa kamu sudah mulai suka sama aku" (korea) Han Daegang menatap wajah Santi
Santi hanya mengerutkan keningnya lalu keluar dari mobil dan lari masuk ke dalam lift, sedangkan Han Daegang hanya diam dan tersenyum melihat Santi seakan-akan tersipu malu mengatakan suka kepada dirinya. Santi sudah berada di dalam apartemennya lalu baru tersadar dengan sikapnya tadi "Kenapa gue lari kaya anak ABG jatuh cinta sih harusnya gue ngomong ga suka sama dia, aaaakkkhhhhh gue ga boleh suka sama Han Daegang" Santi bergumam merasa kesal dengan keadaannya saat ini.
Sedang menyetir Han Daegang menerima telpon dari Do Hyun "Hallo hyung ada apa" (korea)
"Malam ini kita ketemu di restoran biasa" (korea) Do Hyun berkata dengan tegas lalu menutup telponnya
Han Daegang hanya tersenyum mendengarnya lalu pergi menuju Restoran biasa bertemu dengan Do Hyun. Han Daegang sampai di Restoran dan melihat Do Hyun yang sedang menunggunya "Ada apa lagi hyung memanggil aku" (korea) Han Daegang duduk di depan Do Hyun
Do Hyun menarik nafas "Kamu masih mencintai Santi" (korea)
"Kenapa bertanya seperti itu" (korea)
"Aku ingin kamu menjaganya dan menikahinya" (korea)
Han Daegang seketika terbelalak karena kaget mendengar perkataan Do Hyun "Aku mau saja dengan senang hati menikahi Santi, tapi kaliaan harus bercerai dulu baru aku nikahi dia" (korea) Han Daegang berkata dengan tenang
"Kamu tidak ada rasa bersalah sama sekali" (korea)
"Maksudnya" (korea)
"Kamu seperti sedang memanfaatkan kedaaan ini" (korea)
Han Daegang tersenyum sinis "Akun heran sama kamu hyung, mau kamu apa aku sudah mengikuti kemauan kamu menjaga Santi, sekarang menyuruh menikahinya dan sekarang kamu sendiri yang kesal" (korea)
"Sebelum dia menjadi istri kamu bisa kan tidak memeluk Santi" (korea)
"Ha ha ha ha itu aku sengaja karena aku melihat kamu di sana, dan ternyata benar kamu masih ada rasa cemburu sama aku" (korea)
"Sudah aku duga kamu sengaja, tolong jaga perasaan aku" (korea)
"Lalu kamu sendiri bisa merasakan perasaan aku tidak, dengan bertindak seperti ini apakah kamu tahu kamu itu egois sedang mempermainkan perasaan aku dan Santi" (korea)
"Dulu aku di suruh menjauh dari Santi sekarang kamu menyuruh aku mendekatinya sedangkan aku sedang mencoba melupakan perasaan aku kepada Santi, dan sekarang aku minta ketegasan kamu sebagai pria kalau memang kamu sudah tidak mencintai Santi ceraikan dia dan aku akan membahagiakannya tapi kalau kamu masih mencintainya pertahankan dia walau keadaan apapun, karena kaliaan sudah terikat sumpah pernikahan bukan hanya sekedar menjalin hububgan sebagai kekasih yang bisa kapan saja berpisah, tolong pikirkan kembali kalau kamu akan melepaskan seseorang yang berharga dalam hidup kamu" (korea) Han Daegang berkata dengan kesal lalu pergi
Do Hyun hanya diam dan perkataan Han Daegang membuat perasaannya menyesal telah melakukan ini semua, namun Do Hyun hanya ingin Santi bahagia sudah tidak peduli dengan perasaannya sendiri.
Santi di kamar sedang melamun memikirkan Do Hyun, dia sangat merindukan suaminya "Kangen di peluk Dion, apa dia ga kangen sama gue malah di kacangin gue" Santi bergumam melempar ponselnya yang sudah menghubungi Do Hyun namun tidak diangkat.
Lalu tiba-tiba teringat perkataan Han Daegang yang bertanya tentang menerima Do Hyun apa adanya "Kenapa dia menanyakan itu, jangan-jangan Dion lagi sakit" Santi bergumam lalu bangun dari tidurnya dan beganti pakaian membawa kunci mobil lalu pergi menuju asrama.
Santi sudah berada di basment asrama menunggu Do Hyun, dia tidak bisa masuk ke dalam asrama karena sangat ketat harus ada ijin dari yang tinggal di asrama sedangkan Do Hyun tidak mengangkat telponnya, beberapa menit terlihat Do Hyun yang sedang memarkirkan mobilnya lalu Santi melihat Do Hyun keluar dari mobil dan menghampirinya "Dion, apakah kamu tidak kangen sama aku" (korea) pekik Santi membuat Do Hyun berhenti berjalan dan menatap Santi dengan rasa rindu.
Santi berlari ke arah Do Hyun lalu memeluknya dengan erat "Aku sangat kangen sama kamu, jangan membuat aku khawatir" (korea) Do Hyun diam dan memeluk Santi karena dia pun merindukan istrinya
Lalu Do Hyun mengajak Santi ke dalam mobil dan pergi ke arah bukit memarkirkan mobilnya di depan pemandangan kota Seoul yang sangat indah "Kamu ada apa, bicara lah jujur aku istri kamu" (korea) Santi menatap wajah Do Hyun
"Dion jangan diam saja, jawab aku apakah kamu masih sayang sama aku" (korea)
Do Hyun menarik nafas "Santi mau kah kamu menikah dengan Han Daegang" (korea)
Santi terbelalak kaget dengan perkataan suaminya "Maksud kamu apa, apakah kamu mau menceraikan aku" (korea)
"Iya, aku ingin kamu menikah dengan Han Daegang dan hidup bahagia lupakan aku" (korea) Do Hyun berkata dengan memalingkan wajahnya
"Kamu sudah gila, alesannya apa kamu ingin menceraikan aku" (korea) pekik Santi
"Aku sudah tidak bisa membahagiakan kamu, aku tidak mau membebani kamu" (korea)
"Aku tidak mengerti, apakah kamu sedang sakit lihat aku kalau sedang berbicara harus melihat muka" (korea) Santi berkata dan kedua tangannya memegang pipi Do Hyun membalikan wajah suaminya dan mereka saling pandang
"Aku baik-baik saja, aku hanya sudah tidak mencintai kamu lagi" (korea) Do Hyun berkata dengan tegas
"Kamu bohong, tidak mungkin, aku tahu kamu sedang sakit, Dion kamu bisa sembuh dan aku akan menjaga kamu apapun yang terjadi" (korea)
"Kata siapa aku sakit" (korea)
"Aku menebak saja, kamu sakit apa aku tidak akan menyerah kalau kamu ingin menceraikan aku hanya karena penyakit, itu bukan alesan yang tepat" (korea)
"Jangan sok tahu, aku sudah tidak mencintai kamu dan kamu sudah berselingkuh dengan Han Daegang" (korea) Do Hyun berkata lalu keluar dari mobil
"Mana buktinya aku berselingkuh, alesan apapun aku tidak mau bercerai dan aku akan selalu menjaga kamu" (korea) Santi keluar mobil mengikuti Do Hyun
"Kamu jangan menjadi wanita bodoh, tinggalkan aku cari lah kebahagiaan kamu" (korea)
"Kebahagiaan aku cuman kamu tidak ada yang lain" (korea)
"Tinggalkan aku" (korea)
"Kamu janji akan menjaga aku dan tidak akan meninggalkan aku apapun yang terjadi" (korea)
"Lupakan janji itu, pikirkan diri kamu bukan aku" (korea)
"Baiklah kalau kamu benar tidak menginginkan aku lagi, aku akan pergi dan jangan pedulikan aku apa yang akan terjadi dengan aku nanti, dan ingat aku tidak akan menikah dengan siapapun" (korea) Santi berkata lalu pergi karena kesal dengan tingkah suaminya
Do Hyun hanya diam menahan rasa sakitnya, ketika Santi pergi beberapa menit Do Hyun baru sadar mereka berada di atas bukit dan itu bahaya untuk Santi yang berjalan kaki di malam hari.