Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Mengatakan pesan



Santi merasa sedih dan perasaannya menjadi sensitif karena Natasya menutup telponnya secara tiba-tiba, dia ingin sekali menghirup udara segar jalan-jalan keluar karena merasa sudah kesal berada di dalam apartermen dia memutuskan akan keluar tanpa ijin kepada Do Hyun, Santi pergi ke taman kota mencoba menenangkan pikirannya.


Ketika Santi sedang berada di suatu taman duduk melihat keindahan taman menikmati udara segar kota Seoul, ada seseorang yang mendekatinya "Ka Santi" (korea) seorang wanita bertanya


Lalu Santi melirik wanita itu "Kamu......" (korea)


"Iya aku Fans Mars, mau minta maaf atas perlakuaan aku kepada kaka dan makasih sudah mencambut laporannya" (korea)


"Sudah aku maafkan, kamu hidup yang tenang urus ibu kamu yang baik" (korea) Santi berkata lalu pergi tidak ingin lebih lama dengan sasaeng


"Aku mau undang kaka makan di rumah atas permintaan maaf" (korea) pekik sasaeng


"Tidak usah, merepotkan" (korea)


"Aku mohon, supaya rasa bersalah aku hilang jangan tolak undangan aku" (korea) sasaeng berkata lalu Santi berhenti berjalan dan kembali kepada sasaeng


"Bagaimana kalau aku undang kamu makan saja di restoran" (korea)


"Tidak mau, aku tidak punya uang untuk membayarnya" (korea)


"Aku yang bayar bagaimana" (korea)


"Aku yang punya salah, jadi harusnya aku yang membalas budi dan ibu ku sudah memasak jadi aku harap kamu mau ikut dengan aku" (korea) sasaeng berkata dengan menunjukan wajah kecewa


Santi melihatnya dengan rasa kasiaan "Baiklah aku akan ikut tapi sebentar saja karena kalau lama aku akan di cari suami aku dan dia akan marah kalau tahu aku keluar apartemen" (korea)


Sasaeng tersenyum senang dan mengajak Santi ke apartemennya, setelah tiba di sana Santi melihat apartemen yang kecil hanya ada satu kamar ruangan televisi dan dapur yang menyatu lalu Santi masuk dan tidak melihat seorang pun di sana "Maaf apartemen aku sangat kecil, beda dengan yang kamu punya"


"Tidak masalah, mana ibu kamu" (korea) Santi bertanya sambil melirik kanan kiri


"Duduk saja dulu aku akan membuatkan kaka minum, ibu sepertinya sedang ke pasar" (korea)


"Kata kamu sedang memasak" (korea)


"Dari pasar biasannya memasak" (korea)


"Oh...." Santi diam dan merasa ada yang aneh namun dia masih berpikir positif lalu duduk di sofa depan televisi


"Boleh aku bertanya, apakah bangga punya suami seorang Do Hyun" (korea)


"Bangga tapi bukan karena dia seorang Idola tapi seorang suami yang bertanggung jawab dan romantis" (korea)


"Wah...selain seorang Idola ternyata dia suami yang romantis sangat sempurna" (korea)


Santi hanya tersenyum dan tidak ingin membahasa suaminya lebih lanjut kepada orang yang tidak dia kenal. "Kamu sepertinya sangat bahagia menikah dengan Do Hyun" (korea)


"Sangat bahagia tapi bukan karena dia seorang Idola" (korea)


"Kenapa dari tadi kaka bilang bukan karena dia Idola, apakah tidak suka dengan pekerjaannya" (korea)


"Tadinya begitu tapi karena sudah sayang jadi nerima apa adanya, sekarang saya yang bertanya kamu bekerja atau kuliah" (korea) Santi berkata merasa sudah tidak nyaman dengan sasaeng yang banyak bertanya tentang Do Hyun suaminya


"Aku tadinya bekerja tapi sudah mengganggur, sekarang aku lagi mencari pekerjaan namun aku sudah terobsesi dengan sesuatu, silakan minum ini minuman sehat bagus buat kesehatan kaka" (korea)


"Terima kasih" (korea) Santi hanya melihat minuman itu namun tidak ingin meminumnya


"Minum saja tidak ada racunnya, apakah kaka curiga aku akan meracuninya" (korea)


"Tidak, hanya saja belum haus tapi sepertinya enak akan saya coba" (korea) Santi berkata dan mulai meminumnya


"Habiskan supaya kaka sehat" (korea) sasaeng tersenyum


Santi menghabiskan minuman tanpa ada rasa curiga sedikit pun, beberapa menit kemudiaan Santi merasa pusing dan pandangannya makin lama semakin gelap dan tidak sadarkan diri jatuh ke sofa.


Malam sudah tiba Do Hyun sudah pulang ke apartemen namun tidak melihat Santi di apartemennya dia mencari istrinya ke kamar dan seluruh ruangan dia cari tidak ada lalu menghubungi tante Yuni "Hallo ibu apakah ada Santi di restoran" (korea)


"Tidak ada, Ibu kan sedang di Busan, emang ga ijin sama kamu" (korea)


"Coba kamu cek ke sana siapa tahu sedang membeli makan malam, kabarin ibu kalau ada apa-apa" (korea)


"Baik, aku berangkat ke sana" (korea) Do Hyun berkata dan memutuskan hubungan telpon lalu pergi ke restoran tante Yuni.


Setibanya di sana tidak melihat Santi lalu bertanya ke semua karyawan tidak ada yang melihat Santi, Do Hyun bingung harus kemana mencari Santi, merasa hubungannya tidak ada masalah dan mereka tidak sedang berselisih maka Do Hyun berpikir apakah istrinya di culik oleh sasaeng, lalu Do Hyun mencoba menghubungi ponsel Santi kembali dan tidak terhubung.


Ketika Do Hyun mengelilingi taman kota mencari Santi dia menerima pesan dari Santi "Sayang jangan mencari aku, sekarang aku butuh sendiri beberapa bulan lagi aku pulang akan menemui kamu tunggu saja" (korea)


Do Hyun langsung menghubungi Santi namun tidak di angkat oleh Santi lalu ada pesan lain dari Santi "Jangan menelpon aku, kita berhubungan lewat pesan saja"


"Kamu sedang bersama siapa, kenapa aku tidak boleh menelpon kamu" jawaban pesan dari Do Hyun dengan rasa curiga


"Aku tidak mau di ganggu ada seseorang di sini, tapi aku tidak bisa memberitahu kamu"


Do Hyun merasa aneh dengan isi pesan dari Santi lalu dia berpikir bahwa Santi sedang bersama Han Daegang, dengan rasa kesal dan marah Do Hyun pergi ke rumah Han Daegang.


Sesampainya di rumah Han Daegang, dia menekan bel pintu dan asisten rumah tangga yang membukanya lalu memanggil Han Daegang yang sedang duduk Santai di teras belakang rumahnya, ketika Han Daegang ke depan menemui Do Hyun dengan rasa emosi dan kesal Do Hyun mencengkram kaos Han Daegang dan bertanya "Mana Santi, kenapa kamu masih mengganggu hubungan kita" (korea)


"Apa maksud kamu" (korea) Han Daegang kaget lalu berusaha melepaskan tangan Do Hyun


"Jangan pura-pura tidak tahu, mana Istri aku" (korea)


"Santi tidak ada di sini" (korea)


"Jangan bohong, kamu kalau mau merebut Santi jangan menculiknya" (korea)


"Kamu gila, siapa yang menculik Santi" (korea) Han Daegang berkata lalu ketika Do Hyun akan memukulnya datang lah Ibu Han Daegang yang mendengar keributan di depan rumah


"Ada apa ini" (korea) pekik Ibu lalu Do Hyun melepaskan cekramannya


"Dia telah menculik Santi" (korea)


"Bicara apa kamu, Han Daegang tidak mungkin menculik Santi" (korea)


"Apa anda kerjasama dengan anak anda untuk menculik Santi" (korea)


"Ngomong apa kamu, menuduh tanpa bukti itu adalah fitnah, pergi kamu dari sini atau saya laporkan kamu ke polisi" (korea)


"Ibu sudah masuk jangan ikut campur biar aku selesaikan masalah ini berdua" (korea)


"Tapi dia mau memukul kamu, dan memfitnah kamu, ibu tidak terima itu" (korea)


"Bisa aku tangani sediri, peracaya sama aku bu, aku mohon ibu masuk saja ke dalam rumah" (korea)


Ibu Han Daegang pun masuk lalu menghubungi tente Yuni melaporkan bahwa Do Hyun membuat keributan di rumahnya. Sedangkan Han Daegang berusaha menenangkan Do Hyun yang sedang emosi tanpa alesan "Santi kamu dimana" pekik Do Hyun mecari Santi di halaman rumah Han Daegang


"Hey....Santi tidak ada di sini, kamu bisa tenang kita bicarakan baik-baik"


"Aku akan mencari bukti bahwa kamu menculik Santi, aku tidak butuh kebaikan kamu" (korea) Do Hyun berkata lalu pergi meninggalkan rumah Han Daegang


Han Daegang melihat wajah Do Hyun yang penuh dengan amarah dan emosi menjadi khawatir ada apa dengan Santi mengapa mencari Santi ke rumahnya. dengan penuh pertanyaannya Han Daegang memberanikan diri menghubungi Santi namun tidak di angkat, Han Daegang berpikir apakah mereka sedang berselisih lalu Santi mengungkit tentang dirinya sampai Do Hyun marah kembali seperti dulu.


Beberapa jam kemudiaan ada pesan masuk ke ponsel Han Daegang "Maaf saya tidak bisa mengangkat telpon kamu karena sedang ada suami aku nanti dia marah" Isi pesan dari Santi membuat Han Daegang curiga


"Kamu sedang bertengkar dengan suami kamu"


"Iya aku sedang bertengkar, aku butuh kamu apakah kamu bisa menemui aku sekarang" balasan dari ponsel Santi membuat Han Daegang curiga mengapa Santi menjadi sangat agresif, tidak seperti biasannya walau Santi ada masalah dengan Do Hyun tidak pernah ingin mengadu pada Han Daegang apalagi ingin bertemu.


"Santi apakah benar ini kamu, kalau memang benar aku mau kamu temui aku di tempat biasa, kamu tahu kan tempat biasa yang sering kita berjumpa hanya berdua saja" isi pesan Han Daegang menjebak padahal Santi dan Han Daegang tidak pernah mempunyai tempat rahasia


"Pasti aku masih ingat, tidak akan aku lupakan tempat itu, aku akan menunggu kamu di sana" balasan dari ponsel Santi


Han Daegang menjadi sangat curiga bahwa itu bukan Santi, lalu dia pergi akan menemui Do Hyun mencari Do Hyun ke apartmennya akan mengatakan pesan dari Santi yang sangat rancu dan tidak seperti biasannya.