
Tiga hari berlalu, Santi di beri makan, minuman dan pakaiaan seperti layaknya seorang tahanan. Dia akan bertahan walau hidupnya harus tersiksa seperti ini, Santi merasa tersiksa seperti boneka di atur hidupnya, tangan dan kakinya di ikat Ketika Santi sedang disuapi makan dia mencoba berbicara dengan sasaeng "Kamu tidak ada kerja hanya mengurusi aku, bagaimana dengan ibu kamu yang sakit" (korea)
"Ibu aku sehat, aku hanya berbohong supaya kamu kasiaan dan mengeluarkan aku dari penjara, memang pekerjaan aku mengurusi hidup Do Hyun namun semenjak kamu datang dalam hidupnya Do Hyun berubah menjadi aneh" (korea)
"Tidak ada yang aneh Do Hyun masih sayang dengan Fansnya" (korea)
"Semenjak ada kamu semua perhatiaannya hanya tertuju kepada kamu saja" (korea)
"Memang kamu maunya bagaimana" (korea)
"Aku mau menjadi kamu supaya di perhatikan Do Hyun dan Han Daegang" (korea)
"Kalau Do Hyun memperhatikan kamu, aku bisa bebas dari sini" (korea)
"Mmmm....bisa jadi bisa tidak" (korea)
"Mana hp aku, biar aku bisa bicara dengan Do Hyun supaya dia memperhatikan kamu" (korea)
"Ha ha ha ha ha memang aku anak kecil yang bodoh bisa nurut sama kamu begitu saja" (korea)
"Itu kamu tahu, memang Do Hyun bodoh bisa sayang dan cinta dengan wanita gila seperti kamu" (korea) pekik Santi dengan wajah emosi
Seketika sasaeng emosi memukul meja dan menarik rambut Santi "Dengar Do Hyun akan mencintai aku, lihat saja nanti"
Santi hanya meringis kesakitan dan wajahnya terbelalak ingin sekali memukul sasaeng namun apa daya tangannya terikat, Santi di masukan kembali ke dalam kamar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Do Hyun sudah melakukan berbagai cara, semua koneksi teman Ayahnya sudah di hubungi, semua Fans di sosial media menanyakan keberadaaan Noona Sun yang sudah tiga hari tidak memposting foto endorse dan video kulinernya, keluarga Santi sudah di beri tahu, semua menjadi panik namun tidak boleh ada yang memberitahu ke publik karena khawatir menghalangi penyelidikan.
Do Hyun sedang berada di tempat latihan, bertemu dengan Han Daegang "Gimana ada kabar dari Santi" (korea)
"Belum, pesan aku tidak di balas" (korea)
"Waktu pergi apakah Santi membawa atm atau yang lainnya" (korea)
"Dia membawa semuanya" (korea)
"Kamu sudah cek transaksi terakhir dia ada dimana" (korea)
Seketika Do Hyun terbelalak "Aku belum cek, benar juga kalau gitu aku akan ke bank" (korea) Do Hyun pergi ke bank menanyakan transaksi terakhir istrinya, lalu transaksi terakhir terlihat di minimarket berbelanja memakai debit sebanyak 100ribu won, Do Hyun langsung pergi ke mini market yang telah di ketahui alamatnya.
Sesampainya di sana dia dengan hati-hati melihat satu persatu wajah sasaeng, selama semalaman Do Hyun menunggu di mini market itu namun tak kunjung tiba. lalu dia pulang ke apartemen dengan perasaan kesal dan merasa rapuh hatinya sudah tiga hari belum bisa menemukan Santi.
Ketika di lorong melihat Han Daegang di depan pintu "Bagaimana sudah ketemu" (korea)
Do Hyun hanya diam, membuka pintu dan masuk lalu Han Daegang mengikutinya "Kamu mau apa masuk" (korea)
"Aku di suruh tante Yuni dan Ayah kamu membantu mencari Santi" (korea)
"Aku merasa tidak berguna, suami macam apa aku menjaga istri saja tidak bisa" (korea) Do Hyun mulai merasa putus asa
"Kamu jangan menyerah, mendapatkan Santi saja kamu tidak menyerah sekarang tujukan kamu bisa mencari Santi, mana alamat transaksi terakhir" (korea)
Do Hyun memberi tahu alamat mini market terakhir melakukan transaksi debit dari atm Santi, lalu Han Daegang pergi pulang ke rumahnya dan berniat besok akan menuju mini market itu, dimana sasaeng melakukan debit menggunakan atm Santi yang dia ambil dari tasnya Santi memaksa Santi untuk memberikan pin nya.
Dia melihat wanita itu berbelanja banyak kebutuhan dari susu ibu hamil dan makanan instan lainnya, setelah selesai wanita itu berbelanja dia mengikuti wanita itu dengan diam-diam. sesampainya di apartemen sasaeng itu masuk ke dalam lift yang terlihat berhenti liftnya di lantai duabelas, Han Daegang menyusulnya, namun wanita yang mirip dengan sasaeng sudah masuk ke dalam dan dia tidak tahu wanita itu masuk ke dalam apartemen yang mana karena sangat banyak pintu kamar yang sama.
Han Daegang menarik nafas "Sial dia sudah masuk" (korea) dia bergumam lalu pergi dan menghubungi Do Hyun "Hallo hyung aku melihat wanita mirip dengan sasaeng dan aku sudah mengikutinya aku tidak tahu dia masuk ke kamar yang mana tapi aku tahu gedung apartemennya" (korea)
"Benerkah, sekarang kamu dimana" (korea)
"Aku mau menuju kantor polisi, melaporkan kejadiaan ini dan aku ada rencana supaya tahu apakah benar dia sasaeng yang menculik Santi"
"Kamu tunggu di kantor polisi, aku segera ke sana" Do Hyun berkata dan mematikan sambungan telponnya
Do Hyun bergegas ke kantor polisi untuk bertemu dengan Han Daegang, sesampainya di sana dia melihat Han Daegang sedang berbicara dengan salah satu polisi yang menangani kasus penculikan Santi "Kebetulan anda sudah datang, saya setuju dengan rencana teman anda sodara Han Daegang"
"Kamu punya rencana apa"
"Jadi aku akan sewa salah satu kamar di apartemen itu dan mungkin harus banyak pasang sisi tv di sana dari mulai lift, lorong lantai duabelas dan mini market jadi kita kerja sama dengan pemilik apartemen dan mini market"
"Bagus idenya aku setuju, kalau begitu kita mulai hari ini, aku aka membiayai semua, kita harus membeli cctv dulu dan yang memasangnya"
"Aku sudah sewa salah satu kamar disana dilantai duabelas"
"Nanti aku ganti biayanya"
"Aku tidak butuh, aku hanya ingin Santi selamat"
"Baiklah kalau begitu kita bergerak sekarang, lebih cepat lebih baik" Pak Polisi berkata lalu mereka pergi menuju apartemen itu
Do Hyun dan Han Daegang menjalankan rencananya dengan bantuaan Polisi. Sedangkan di Indonesia Safira tidak berhenti menangis memikirkan kakanya Santi "Hik hik hik hik....."
"Fira sayang udah dong, jangan nangis aja kita berdoa buat ka Santi supaya cepat ketemu"
"Mah....kasiaan ka Santi ini udah 3 hari, Fira ngebayangin ka Santi ga dikasih makan takut keguguran bayinya gimana mah hik hik hik...." Safira berkata dengan menangis
"Aduh....kalau inget itu mamah juga jadi takut, gimana tante Yuni belum ngasih kabar"
"Udah kita positif aja ka Santi baik-baik aja, papah yakin dia kuat dan mudah-mudahan janinnya kuat juga"
"Aamiin....." mamah Mila, Safira dan Lucky menjawab
"Kalau Lucky ada di sana bakalan bantu ka Do Hyun cari juga"
"Fira juga mau bantu hik hik hik hik....."
Sedangkan tante Yuni sudah dua malam ini tidak bisa tidur memikirkan Santi "Sayang tidur dulu saja nanti Do Hyun juga memberi kabar baik, jangan menyiksa diri kamu seperti ini" (korea)
"Aku tidak tenang sebelum Santi ketemu, udah tiga hari bagaimana dengan makanan Santi dan kandungannya" (korea) tante Yuni tidak bisa tenang karena memikirkan keadaan Santi
"Kita serahkan ke Do Hyun dan polisi mereka sedang membuat rencana semoga berhasil dan benar itu apartemen tempat penyekapan Santi" (korea)
"Kalau bukan bagaimana, aku sangat takut Santi keguguran" (korea)
"Jangan berpikiran seperti itu, kamu harus berdoa semoga kandungannya kuat dan Santi cepat ditemukan" (korea)
Ayah memeluknya karena khawatir dengan keadaan Santi juga istrinya tante Yuni yang kurang beristirahat.