Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Menjaganya



Pagi hari santi akan sarapan bersama keluarganya seperti biasa mereka bercerita di meja makan


"pagi semua, fira tumben udah di meja makan" santi berkata dengan senyumnya yang mengembang


"udah dong ka, aku lagi bosen sama drakor lagi ngikutin berita do hyun mars yang lagi hiatus kasiaan loh ka dia..." safira berkata dan terhenti oleh santi


"udah tau, dia di fitnah pelecehan kan sama fans ceweknya" santi berkata


"kok tahu jangan jangan kaka suka ya sekarang sama kpop" safira berkata


"aduh de kaka itu di kelilingi fansnya kpop jadi tiap hari denger cerita tentang mereka masa di rumah harus denger lagi bosen tau" santi berkata sedang melahap roti


"oh ya ka natasya sama ka viona fans mars ya" safira berkata


"fans abis sampe cowoknya natasya di dandanin ala idolanya gitu ah parah sih" santi berkata


"wah masa sih ka terus pacarnya mau" safira bertanya


"mau katanya malah diem aja" santi berkata


"kalau aku jadi cowoknya ogah mening putus aja sekaliaan" lucky menjawab


"kaliaan itu kalau lagi sarapan ngomong terus awas keselek" papah beni baru keluar kamar dan akan sarapan


"pah santi minta kendaraan dong biar ga usah naik taxi, perginya sendiri kan udah beda jadwal sama safira dan lucky" santi berkata


"ya udah nanti papah beliin" papah beni berkata


"lucky juga mau dong pah motor kawasaki" lucky pun meminta kendaraan


"nanti kuliah baru papah kasih" papah beni berkata


"yah masih lama dong" lucky menjawab


"de 1 thn lagi ga kerasa loh" santi menjawab


"ya sabar dong lucky, orang sabar di sayang allah" mamah mila menjawab


"iya lucky sabar, tapi ka santi minjem ya kendaraannya kalau lucky butuh" lucky berkata


"ya pasti kaka pinjemin, asal jangan di pake aneh aneh" santi berkata


safira dan lucky pergi mendahului santi karena jadwal santi berbeda dengan mereka, santi masih berada di rumahnya sedang melihat ponsel dan sedang melihat isi pesan


"kok belum ada pesan sih dari dion, biasannya dia ngucapin selamat pagi terus nyuruh aku ke apartemennya" santi bergumam


lalu mamah mila melihat wajah santi yang sedang bingung


"kamu kenapa nak, kaya lagi nunggu telpon" mamah mila bertanya


"engga mah liat jam aja" santi menjawab terus meliht ke ponselnya


"ya udah mah santi berangkat ya" santi berpamitan mencium tangan mamah mila


sesampainya di kampus santi bertemu dengan cantika dan robi karena sudah terbiasa dengan mereka maka santi pun sudah hilang rasa kesal dengan robi sudah tidak ingin memikirkan masalah mereka


selesai pelajaran santi dan teman temannya berada di kantin untuk makan, santi melihat ponselnya menunggu pesan do hyun dari pagi tidak menghubunginya, sampai siang pun tidak ada kabar dari do hyun


"san kok diem aja liat hp mulu" natasya berkata


"kangen ya sama cowok korea itu" cantika menggoda


"lu nunggu telponnya ya, kapan kenalin sama kita" viona berkata


"nanti kalau udah merit baru kenalin sama calon suami gue" santi berkata


"wah mainannya bukan pacar lagi udah ke jenjang pernikahan nih" cantika berkata


"emang lu serius sama dion" viona bertanya


"calon suami gue kan belum tentu dia, gue mau kenalin sama kaliaan itu cowok yang udah serius sama gue bukan sekedar pacaran aja" santi menjawab


"emang lu udah siap nikah, kalau dion ngajak nikah gimana" cantika bertanya


"yah ga tau, gue ga yakin juga sih dion serius sampe sekarang aja gue ga tau perasaan dia" santi berkata


"aduh san udah jelas kali dari kelakuaan dia aja nyusul lu ke sini karena ada perasaan suka sama lu" viona berkata


"tipe cowok kan beda beda san ada yang nyatain ada juga yang langsung nunjukin suka dengan perlakuaan dia ke kita" cantika memjelaskan


"ya sih dia so sweet banget tapi ga tau ah, gue masih ragu ga mau halu gue sama cowok korea nanti kaya tuh yang lagi ngelamun kayanya lagi ngehalu" santi menunjuk ke arah natasya yang sedang melihat ponsel


"woi nat kenapa lu" viona berkata


"kangen gue sama do hyun sedih, kapan dia balik nyanyi lagi ya suka gue liat dia ngedance" natasya berkata dengan wajah sendu


"cowok gue tiap hari ketemu kalau sama do hyun belum pernah ketemu jadi kangen ke do hyun lah" natasya menjawab


seketika semua tertawa dengan perkataan natasya


"ha ha ha ha bisa ya belum ketemu tapi ada rasa kangen, kocak lu nat" santi berkata dengan tertawa


"kiyowo lu nat" viona berkata


"eh itu artinya apa ya, gue pernah denger dion bilang itu ke gue" santi bertanya


"lucu berarti dia muji lu san" viona berkata


"san jangan jadiaan dong sama dion gue masa harus ninggalin do hyun sih" natasya berkata dengan sendu


"idih siapa juga yang nyuruh lu ninggalin idola lu" santi berkata


"makannya lu kalau ngomong jangan asal kan jodoh kita ga ada yang tau nat, lu juga belum tentu jodoh sama cowok lu" viona berkata


"eh aku pulang duluaan ya, ka robi katanya udah di perkiran" cantika berkata


"hati hati ya cantika" santi berkata


cantika berpamitan lalu pergi sedangkan santi merasa khawatir dengan do hyun mengapa belum menghubunginya


"san lu ga ngerasa sakit hati mantan lu perhatiaam sama temen lu" natasya bertanya


"engga tuh udah biasa aja, awal awal sih sakit hati sebelum robi ketahuaan belangnya kalau sekarang udah tau dia cowok brengsek hati gue baik baik aja tuh" santi menjawab


"tapi kasiaan tau cantika jadi korban, mudah mudahaan cepet ketahuaan" viona berkata


"gue juga kayanya selama bertahun tahun di bohongin dia mulu, nanti juga cantika tahu sendiri pulang yu ah" santi berkata


mereka pun pulang, namun santi dengan rasa penasarannya pergi ke apartemen do hyun, santi memberanikan diri untuk pertama kali akan menghubungi do hyun


"aduh gue gengsi tapi dari pagi dia belum hubungi gue hubungi jangan ya apa langsung masuk ke apartemennya aja" santi berkata dalam hati sudah berada di depan pintu lift apartemen do hyun


akhirnya santi memutuskan langsung masuk ke apartemen do hyun rasa penasarannya mengalahkan harga dirinya sebagai wanita, namum santi tidak tahu harus menuju ke lantai berapa karena tidak tahu letak apartemen do hyun


dan ternyata apartemen do hyun harus menggunakan kode akhirnya santi menghubungi do hyun


santi sudah tida kali menghubungi do hyun namum tidak terhubung


"duh kenapa sih dia, apa udah balik ya ke korea ah bodo ah pulang aja" santi bergumam lalu pergi


ketika akan mencari taxi ponsel santi berdering


ddrrtt


ddrrtt


ddrrtt


ternyata do hyun menghubunginya


"halo santi maaf uhu uhu uhu" do hyun berkata dengan nada lirih dan suara serak juga batuk


"dion kamu sakit" (bahasa inggris) santi bertanya


"iya hanya tidak enak badan saja, nanti juga sembuh" (bahasa inggris) do hyun berkata


"kamu di lantai berapa aku sudah berada di apartemen kamu" (bahasa inggris) santi berkata dengan rasa khawatir


setelah do hyun memberi kode nomor dan lantainya akhirnya santi pergi untuk melihatnya, sesampai di depan apartemen santi menekan bel lalu do hyun membukanya, santi kaget dengan do hyun berawajah pucat memakai baju hangat tebal


dengan spontan santi masuk dan memegang dahi do hyun lalu menyuruh do hyun tidur memakaikan selimut


"do hyun kenapa tidak menghubungi aku, tubuh kamu panas banget kamu sudah makan, sudah minum obat" (bahasa inggris) santi berkata


"belum semuanya, aku tidak mau merepotkan kamu, tidak usah khawatir nanti juga sembuh sendiri" (bahasa inggris) do hyun berkata


"mau sembuh gimana makan belum minum obat belum, ya udah aku beli nasi tim sama obat dulu ya" (bahasa inggris) santi berkata lalu pergi membeli semua yang di butuhkan do hyun


setelah kembali santi menyiapkan nasi tim, air hangat


"dion makan dulu lalu minum obat" (bahasa inggris) santi berkata


"santi maaf merepotkan kamu" (bahasa inggris) do hyun berkata dengan suara serak


"tidak merepotkan, aku terbiasa menjaga adik adik aku kalau sedang sakit" (bahasa inggris) santi berkata dengan menyuapi do hyun nasi tim


do hyun makan dengan lahap setelah minum obat dia tertidur, santi menjaganya lalu menghubungi mamah mila untuk minta ijin karena akan pulang malam dengan alesan menjaga temannya yang sedang sakit, mamah mila menginjinkannya