Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Rasa benci



Masih di Rumah Sakit, Santi masih menangis sampai terlelap di pelukaan Do Hyun. Pagi hari menjelang Do Hyun terbangun melihat Santi yang masih terlelap tidur dan mencium keningnya dengan lembut lalu dia mandi, ketika keluar kamar mandi tidak melihat Santi di tempat tidur. dengan panik Do Hyun mencarinya bertanya dengan beberapa perawat tidak ada yang tahu, lalu ada pasein yang melihatnya "Kamu mencari istri kamu, ada di taman di sana dia sepertinya sedang menangis" (korea)


"Terima kasih" (korea) Do Hyun tersenyum dan menundukan kepalanya kepada pasein yang lebih tua darinya


Do Hyun pergi ke taman itu dan melihat Santi yang sedang berdiri tepi gedung dengan keadaan menangis "Sayang kenapa kamu pergi, masih pagi di sini dingin kita ke kamar" (korea) Do Hyun berkata dan memeluk Santi


"Aku tidak berguna, tidak bisa melindungi bayi kita, aku salah, aku membuat kamu kecewa" (korea)


Do Hyun menarik nafas dan berkata "Aku tidak kecewa walau awalnya memang sedih" (korea)


"Jadi dari awal aku sudah keguguran, kenapa kamu tidak bilang jadi gosip di sosial media itu benar" (korea)


"Sayang aku tidak memberitahu takut kamu sedih" (korea)


"Sama saja sekarang juga aku sedih dan aku merasa tidak berguna buat kamu, aku sudah membunuh bayi kita hik hik hik hik" (korea) Santi berkata seketika menangis histeris


Do Hyun memeluknya lalu membawanya masuk ke dalam dan masuk ke kamarnya, Santi menjadi dingin memalingkan wajahnya kepada Do Hyun "Aku mau pulang, di sini aku merasa kesal" (korea) Santi berkata dengan wajah muram


"Ya sudah nanti aku coba tanya Dokter dulu" (korea) Do Hyun pergi dan masuk ke ruangan Dokter


Lalu tante Yuni datang melihat Santi yang sedang menangis dengan wajah muram "Haii sayang kamu udah makan, mana Do Hyun"


Santi menghapus air matanya "Tante....dia lagi ketemu dokter dan bayar administrasi"


"Kamu mau pulang"


"Iya aku bete di sini"


"Kamu sudah menangis, wajah kamu kenapa kaya lagi kesal"


"Tante tahu aku keguguran"


"Kamu sudah tahu, San sabar ya pasti kamu sama Do Hyun bakalan punya bayi lagi"


"Jadi semua tahu aku keguguran, ga ada yang bilang sama aku" pekik Santi


"Tante sama Do Hyun ga bilang karena takut kamu sedih"


Santi hanya diam dan menangis, meratapi nasibnya dan merasa bersalah yang sangat besar kalau waktu itu dia tidak keluar apartemen mungkin sekarang bayinya masih ada. Semua datang mamah Mila dan tante Yuni merapihkan pakaiaan Santi, Dokter mengijinkan Santi untuk pulang demi kebaikan memulihkan sakitnya.


Setelah sampai di apartemen Santi sangat murung tidak banyak bicara dan tidak ceria seperti biasannya semua menggapnya wajar karena telah mengetahui kegugurannya "Sayang kamu harus iklas, semua takdir Allah jadi kamu harus bisa menjalaninya" mama Mila menasehati


"Kata mamah bener gara-gara aku ga nurut sama suami jadi bayi aku meninggal, Santi udah bunuh bayinya mah" Santi seketika menangis lagi


Mamah Mila memeluknya "Santi kamu itu anak yang kuat kamu harus bisa menerima takdir ini, itu bukan salah kamu"


"Mah, aku harus bagimana"


"Santi papah marah karena khawatir sama kamu kadang sifat keras kamu buat papah khawatir, sekarang semua sudah terjadi kamu harus bisa menerima cobaan ini"


Santi hanya diam dan menarik nafas "Makan yuu, nih tante udah nyiapin makanan kesukaan kamu" tante Yuni berkata sambil menyiapkan makanan yang dibawa dari restorannya


Setelah makan Do Hyun pergi untuk rekaman, berpamitan kepada semua dan tidak lupa mencium kening istrinya walau Santi muram memalingkan wajahnya namun Do Hyun tetap mengerti dengan keadaannya


Santi hanya diam termenung di kamar tidur dan sesekali memandang baju bayi yang sudah dia beli, membuatnya menangis kembali, dia merasa bersalah dan menyesali perbuataannya dari mulai membebaskan sasaeng itu dan keluar apartemen sendiri. Santi menyalahkan dirinya atas meninggalnya bayi mereka dan merasa terpuruk dan sudah tidak pantas lagi mendampingi Do Hyun.


Mamah Mila dan papah Beni menginap di apartemen berniat menemani Santi selama 2 malam saja karena papah Beni harus kembali bekerja, tante Yuni berpamitan pulang lalu ke kamar melihat Santi sedang tidur tidak ingin membangunkannya karena terlihat lelah.


Malam hari Do Hyun pulang membawakan makanan kesukaan Santi namun istrinya sudah tidur di kamar, lalu melihat papah Beni yang masih di ruangan televisi "Santi sehariaan di kamar semenjak pulang dari rumah sakit" (inggris) papah Beni berkata.


"Mungkin dia sedang lelah, papah dan mamah tinggal lebih lama saja di sini" (inggris)


"Tidak bisa, papah harus bekerja jadi kamu harus menjaga Santi tapi sekarang sudah aman kan wanita jahat itu sudah di penjara" (inggris) papah Beni bertanya


"Sudah aman tapi tetap aku tidak akan mengijinkan Santi keluar sendiri" (inggris)


"Lebih baik begitu, sudah kamu temani Santi di kamar rayu dia untuk makan malam" (inggris)


"Baik pah, aku tinggal dulu ke kamar" (inggris)


Do Hyun ke kamar lalu membangunkan Santi yang sedang tidur "My sun kamu katanya belum makan, aku membawakan kamu Jajangmyeon" (korea) Do Hyun membangunkan Santi dengan lembut


"Aku tidak lapar, biarkan aku tidur aku lelah jangan bangunkan aku" (korea) Santi menjawab dengan ketus dan membelakangi Do Hyun


"Tapi nanti kamu sakit kalau tidak makan, ayo sebentar saja papah dan mamah mengkhawatirkan kamu karena kamu belum makan" (korea)


Santi bangun lalu dengan wajah cemberut pergi keluar kamar dan makan duduk di kursi makan dengan terpaksa, tidak biasannya Santi makan sedikit. Do Hyun menemaninya sesekali membicarakan teman-teman member Mars yang menanyakan istrinya namun Santi diam tidak menjawab, Santi kembali ke dalam kamar untuk tidur, tanpa menghiraukan suaminya yang masih bercerita dan tidak mengucapkan selamat tidur.


Perlakuaan Santi seperti tidak biasannya membuat Do Hyun kesal namun dia harus mengerti dengan keadaan Santi yang masih syok karena kehilangan bayinya, Do Hyun menarik nafas lalu masuk ke kamar mandi. selesai mandi Do Hyun tidur memeluk istrinya namun Santi menepis tangan Do Hyun "Panas jangan memeluk aku" (korea)


Do Hyun mencoba mengalah dan memeluk bantal guling saja, dia menarik nafas atas perlakuaan istrinya yang dingin kepada dirinya. dua hari berlalu papah Beni dan mamah Mila berpamitan untuk pulang "Sayang kamu harus bisa jaga diri ingat nurut sama suami, jangan membantah" mamah Mila memberi nasehat


"Do Hyun kamu harus mengerti dengan keadaan Santi sekarang jangan sampai dia setres atau depresi jaga dia dan Santi kamu nurut sama suami" (inggris) papah Beni memberi nasehat Do Hyun hanya menggangguk dan tersenyum


Santi mencium dan memeluk mamah dan papah nya yang akan pulang diantar Do Hyun ke bandara "Sayang tante Yuni nanti siang datang, kamu jangan keluar rumah" (korea) Do Hyun berkata lalu mencium kening Santi


"Hati-hati ya pah, mah kabarin kalau udah sampai rumah" Santi berkata dan melambaikan tangan


Do Hyun pergi mengantar ke bandara, Santi diam sendiri di apartemen ponselnya berdering terlihat Natasya menghubunginya namun Santi tidak ingin berbicara dengan siapapun. Selama menunggu tante Yuni dia hanya diam dengan pandangan kosong duduk di depan sofa melihat pemandangan kota dengan wajah muram tanpa gairah hidup, dia hanya memikirkan kesalahannya dan merasa tidak pantas lagi untuk Do Hyun.


Kehilangan bayinya membuat dia berubah menjadi Santi yang tidak peduli terhadap dirinya dan orang sekitarnya dia hanya ingin sendiri merenungi kesalahannya, pikirannya hanya ada rasa bersalah dan rasa benci kepada diri sendiri.