Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Pria biasa



Pagi hari menjelang di kota Bandung Santi dan Do Hyun setelah sarapan mereka menikmati fasilitas yang ada di hotel, berjalan pagi mengelilingi taman hotel yang sangat luas, lalu ketika Santi mengaktifkan ponselnya ada panggilan dari Safira


ddrrtt


ddrrtt


ddrrt


"Halo de, kenapa"


"Ka udah liat sosial media belum"


"Belum, emang kenapa"


"Kabar oppa Do Hyun masuk penjara udah ada di sosial media" Safira bekata dengan panik


"Apa....yang bener de" Santi terbelalak kaget mendengar kabar itu


"Iya, kalau kata Fira pasti Ali yang nyebarin semua dan bayar akun gosip buat nyebarinnya"


"Jahat banget sih dia, gimana dong de, oppa Do Hyun bisa rusak nama baiknya" wajah Santi berubah menjadi khawatir dengan nama baik suaminya


"Tenang ka, ga ada bukti foto jadi cuman kaya gosip murahan aja, aku bakalan kerahin semua temen aku yang punya akun fansbase buat belain kaka ipar aku"


"Ya udah kaka minta tolong sama kamu buat itu seolah kabar gosip aja"


"Siap ka, tenang aja sekarang Fira sekolah dulu kaka jangan mikirin masalah ini ya" Safira berkata lalu menutup telponnya


Do Hyun melihat Santi dengan kening yang mengkerut "My Sun ada apa" (korea)


"Dion gawat, udah masuk media masalah kamu masuk penjara" (korea)


"Oh....."


"Kenapa kamu oh....aja" (korea) Santi kaget melihat reaksi Do Hyun yang tenang dan mengajak duduk di kursi dekat kolam renang


"Terus aku harus bagaimana" (korea)


"Kamu ga takut Agensi tahu masalah ini" (korea)


"Ya udah ngomong apa adanya aja itu lebih bagus dan aku kan tidak bersalah" (korea)


"Tapi karir kamu lagi bagus, gara-gara cowok brengsek itu aku ga mau karir kamu berantakan" (korea) Santi berkata dengan nada cemas, lalu Do Hyun mendekat dan memegang tangan Santi


"Sayang karir, rejeki, jabatan, semua hanya sementara jadi jangan takut kehilangan harta dunia dan kamu ga usah takut karir aku hancur cuman gara-gara masalah ini" (korea)


"Dion aku ga mau kamu sedih, dan banyak di bully oleh fans kamu gara-gara kamu masuk penjara" (korea)


"Yang namanya fans tidak akan membully tapi suport kegiataan dan prestasi Idol nya, aku tidak sedih, aku akan pertahankan karir aku" (korea)


"Terus kalau Fans kamu berkurang gimana, dan seandainya Agensi keluarin kamu gara-gara masalah ini gimana" (korea)


"Istri ku berpikir lah positif, kalau semua terjadi itu adalah takdir aku, dan aku yakin Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik" (korea)


"Maaf ya sayang aku malah sedih padahal kamu udah pasrah dan ikhlas" (korea) Santi berkata lalu beruraiaan air mata menangis seperti anak kecil, Do Hyun tersenyum dan memeluknya


"Itu semua nasehat Pak Ustad Adi, masa kamu tidak ingat" (korea) Do Hyun mengelus rambut Santi


"Aku lupa, memang Pak Ustad Adi bilang apa" (korea) Santi melihat wajah Do Hyun


"Kunci hidup itu mudah, hanya dengan Ikhlas, sabar dan pasrah dengan takdir, kita akan menerima ujiaan apapun dari Allah, juga berjuang untuk mendapatkan yang lebih baik" (korea)


"Aku seperti mendengar Ustad Adi sedang menasehati" (korea) Santi berkata dengan manja


"Ha ha ha ha kamu sedang mengejek suami kamu" (korea) Do Hyun tertawa dan mencubit hidung Santi


Lalu Do Hyun mengajak Santi masuk ke dalam kamar, ketika Santi sedang mandi Do Hyun menerima telpon dari Manajer Hyung, mereka membicarakan masalah berita yang beredar ternyata sudah sampai ke Korea dan pihak Agensi sudah mengetahuinya.


Do Hyun menjelaskan semua kejadinnya, Manajer kecewa kepada Do Hyun yang tidak bisa menahan amarahnya "Aku sudah pernah bilang suatu saat emosi kamu akan membuat karir kamu hancur, kenapa kamu tidak menahannya demi karir kamu sendiri" (korea)


"Maaf kan aku Hyung, aku tidak bisa melihat Santi menderita, aku akan menerima apa yang Agensi putuskan" (korea)


"Segampang itu kamu menerimanya, kamu sudah membangun karir dari masa remaja, hancur hanya karena emosi sesaat" (korea)


"Aaaaaahhhh.......terserah kamu, aku sudah pusing dengan masalah kamu, sesudah menikah kamu jadi lebih banyak masalah" (korea) Manajer Hyung berkata lalu menutup telponnya


Do Hyun hanya menarik nafas, ketika membalikkan tubuh sudah ada Santi yang berada di belakang nya dengan wajah muram "Manajer Hyung yang menelpon" (korea) Santi bertanya


"Iya, kamu sudah selesai mandi, aku akan mandi juga" (korea)


"Dion, apakah mereka sudah tahu" (korea)


"Sudah tapi tidak ada masalah terlalu besar" (korea) Do Hyun berkata mengelus pipi Santi lalu pergi ke kamar mandi


Santi hanya diam dan merasa sedih dengan masalah suaminya yang bertubi-tubi, Santi merasa Do Hyun selalu di terpa masalah ketika menikah dengannya, Do Hyun selesai mandi melihat Santi sedang melihat ponsel dengan wajah muram dan serius "Sayang hari ini kita kemana" (korea) Do Hyun bertanya sambil merapihkan rambutnya namun Santi tidak menjawabnya


Lalu Do Hyun mengambil ponsel Santi "Dion kenapa diambil, aku lagi melihat berita tentang kamu dan fans kamu semuanya menyebalkan, kenapa mereka menyudutkan kamu" (korea) pekik Santi dengan emosi


"Kita akan matikan ponsel sampai selesai liburan oke" (korea) Do Hyun mengnon aktifkan ponsel Santi dan dia


Santi menarik nafas "Aku merasa menjadi beban kamu saja, semenjak kamu menikah dengan aku selalu ada masalah dalam karir kamu" (korea)


"Ini yang aku tidak ingin dengar dari mulut istri ku, kamu lagi sensitif jadi lebih baik jangan melihat sosial media dahulu" (korea)


"Manajer Hyung pasti berkata seperti itu kan, mungkin aku pembawa sial buat kamu" (korea)


"Sebelum nikah pun aku banyak masalah dengan karir ku, dan itu aku anggap takdir hidup ujiaan dari Tuhan, tapi aku bisa melaluinya dan hikmahnya bertemu dengan kamu" (korea)


"Terus hikmah dari cobaan udah nikah apa, kamu hanya menerima ujiaan terus menerus" (korea)


"Hikmah nya banyak, mungkin aku akan mendapat kan anak kembar atau seorang putra" (korea)


"Dion aku kesal dengan semuanya, aku tidak mau kamu sedih, kenapa fans kamu jahat sama kamu dengan komentar begitu, pantas saja ada Idol yang bunuh diri" (korea) Santi berkata dengan kesal lalu Do Hyun duduk di sebalahnya


"Tapi aku tidak merasa sedih sama sekali dan aku tidak merasa takut akan kehilangan semuanya" (korea)


"Kenapa kamu sabar sekali, kamu begitu tenang menghadapi masalah ini" (korea)


"Karena kamu selalu ada di sisi aku membuat aku kuat, kalau dulu mengahadapi masalah merasa hampa makannya sempat berpikir mau bunuh diri tapi sekarang merasa beda hidup aku merasa tenang selama kamu dan anak kita selalu suport aku" (korea) Do Hyun mengelus perut Santi dengan tersenyum


Santi memeluk erat suaminya, ucapan Do Hyun sangat menyentuh hatinya "Aku sangat sayang sama kamu, apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan kamu" (korea)


"Aku juga sangat sayang sama kamu dan bayi kita" (korea) Do Hyun mencium kening Santi


"Dion jadi bagaimana kata Manajer Hyung tetang masalah kamu" (korea)


"Entahlah, mungkin Agensi akan mengeluarkan aku atau aku Hiatus sampai nama baik aku pulih kembali" (korea)


"Aku menyesal dulu telah mengejek Natasya karena dia sedih Idol nya hiatus dengan gampang aku bicara Hiatus adalah hal yang sangat bagus supaya para Idol istirahat dulu tapi sekarang mendengar kata Hiatus aku sangat sedih" (korea) Santi berkata dengan muram


"Kamu kena karma ceritanya, jadi dulu kamu senang melihat aku hiatus" (korea)


"Kenapa kamu tahu" (korea)


"Aku tahu karena Natasya dulu penggemar aku, kata kamu dia terobsesi sama aku" (korea)


"Dion....jangan geer, sekarang dia penggemar nya Han Daegang" (korea)


"Bagus kalau begitu" (korea)


"Kamu tidak sedih penggemar kamu meninggalkan kamu" (korea)


"Sangat sedih tapi lebih sedih lagi kalau kamu yang meninggalkan aku" (korea) Do Hyun tersenyum


"Gombal kamu, aku lapar cari makan siang ayo" (korea) Santi mengelus perutnya


"Itu yang aku tunggu dari tadi, aku juga lapar, aku ingin makanan yang lezat" (korea)


"Ikuti aku" (korea) Santi berkata lalu memegang tangan Do Hyun


"Baiklah dengan senang hati" (korea) Do Hyun berkata dan mereka keluar untuk makan siang


Do Hyun merasa senang karena Santi sudah terlihat tenang dan tidak sedih memikirkan masalahnya lagi, begitu pun Santi merasa bahagia karena Do Hyun tidak terlihat sedih walaupun di sisi lain Do Hyun merasa takut mengecewakan Santi, dia berpikir khawatir kalau suatu hari nanti Santi meninggalkan dirinya ketika Do Hyun tidak punya ketenaran lagi dan menjadi pria biasa dengan penghasilan sedikit.