
Masih berada di dapur santi dan mamah mila sedang berbicara
"aduh kamu itu hati hati dong pelan pelan makannya ini minum dulu" mamah mila memberikan gelas berisi air putih
"jadi dion ke rumah, safira gimana mah" santi bertanya
"apa hubungannya sama safira" mamah mila bertanya
"safira liat dion ga" santi bertanya
"engga kan fira lagi nginep di rumah temennya" mamah mila berkata
"syukur deh bikin jantungan aja, mah nanti dion jangan suruh ke rumah lagi ya" santi berkata
"kenapa orang besok papah suruh dion ke rumah terus mau main bakset juga sama lucky" mamah mila berkata
"apa" santi terbelalak kaget
"ternyata dion ganteng ya terus sopan kayanya mamah setuju deh kamu sama dia cucu mamah nanti pasti lucu lucu" mamah mila tersenyum
"ah....nyokap gue udah jadi penggemar do hyun juga" santi berkata dalam hati dengan wajah muramnya
"santi kamu kenapa mukannya kok di tekuk gitu, kamu lagi berantem ya sama dion" mamah mila bertanya
"kenapa sih mah sampe mikirin cucu, dion itu susah di gapai mah ga mungkin santi nikah sama dia, pacaran aja ga tau banyak yang ga setuju kayanya" santi cemberut dengan wajah sedih
"kenapa banyak yang ga setuju, lagiaan ya dia itu cowok yang baru deket sama keluarga kamu belum ada kan cowok yang berani deketin papah" mamah mila menjelaskan
"udah mah jangan berharap yang ga pasti, santi juga ga tau hubungan kita kaya apa ga ngerti deh mah" santi menjelaskan
"bukannya kaliaan udah jadiaan masa gitu sih kasiaan tau dion jangan di gantung" mamah mila berkata
"apa sih mah siapa juga yang gantung dion, udah ah santi mau tidur lagi ngantuk" santi berkata lalau pergi ke kamarnya untuk berganti pakaiaan dan mengecek ponselnya
santi mengaktifkan ponselnya berpuluh pesan yang masuk dan panggilan tak terjawab dari do hyun dan teman temannya, entah apa yang terjadi kepada dirinya selama tidak sadarkan diri, santi melihat profil do hyun di IG banyak berkomentar tentang do hyun yang sedang istirahat dari dunia hiburan
"aduh kok bisa sih gue berhubungan sama idola kebayang kalau fansnya tau dia jadiaan sama gue pasti banyak yang buly mana pantes gue dampingin dia siapa gue artis aja bukan apa prestasi gue aaarrrggg gue ga mau di buly sama fansnya dia" santi bergumam sendiri di dalam kamarnya
pagi hari santi terbangun dan berpamitan untuk pergi menemui teman temannya, mamah mila dan papah beni sedang sarapan dan lucky sedang berenang
"santi kamu mau kemana, dion nanti mau ke rumah" papah beni bertanya
"santi ada janji pah bentar kok bilang aja santi lagi kerja kelompok ada tugas kuliah" santi berkata berbohong
"papah suka sama dion dia baik sopan dan aneh nya bisa nyambung sama bahasan yang papah obrolin dia pintar, sholatnya udah bagus juga" papah beni berkata
santi hanya diam dengan wajah sendunya
"ka jago main bakset ya ternyata, sekarang aja mau main bakset sama aku" lucky berkata
santi hanya diam mendengarkan papahnya dan lucky berbicara
"kamu kenapa masih sakit wajahnya kok murung gitu" papah beni berkata
"udah baikan kok pah segeran, santi cuman mikirin tugas aja banyak banget harus beres hari selasa lagi makalahnya" santi berbohong
"ya udah nanti biar papah yang nemenin dion selama kamu engga ada" papah beni berkata
"ya deh gimana papah aja, suruh pulang juga ga apa apa kok santi pergi dulu ya" santi berkata berpamitan mencium tangan papah dan mamahnya
"santi minum dulu vitaminnya, jangan kecapeaan dulu kata dokter" mamah mila berkata
"ya mah, cuman belajar kok" santi berkata dan pertama kalinya berbohong kepada kedua orang tuanya demi menghindar dari do hyun
santi pergi meninggalkan rumahnya di pagi hari, ponselnya di matikan karena santi belum siap menerima do hyun sebagai kekasihnya seorang artis terkenal
santi pergi menemui natasya dan menghubungi viona untuk datang ke rumah natasya, setelah sampai rumah natasya santi diam tidak banyak berbicara
"santi gila lu ya wekend pagi pagi udah di rumah gue" natasya berkata
"sori ganggu ya, gue lagi kesel aja di rumah" santi berkata
"untung gue ga ada acara, eh ya lu ga apa apa kan, udah di periksa belum sama dokter" natasya berkata
"oh ya gue mau nanya yang anter gue ke rumah siapa" santi bertanya
"ali" natasya berkata
"kok ali" santi berkata dengan wajah kaget
"iya karena kita ga ada yang bisa nyetir mau ga mau nyuruh ali untung aja dia lagi ada di mall beli donat" natasya berkata
"bukan dion, masa nyokap gue bilangnya dion yang anter gue mana yang bener sih" santi bingung dengan cerita yang berbeda dengan mamahnya
viona pun datang dan duduk di sebelah natasya
"kenapa lu san tiba tiba pingsan bikin khawatir aja" viona berkata
"gue kecapeaan di tambah gue ga tidur semalem, gila ya ga tidur semalem aja pusing, eh vi bener ali yang anter gue pulang" santi berkata
"iya ali kenapa emang" viona berkata
"kenapa kata nyokap gue dion yang anter gue ke rumah, katanya mobil gue ada di pinggir jalan dan dion yang nemuin mobil gue" santi bercerita
"wah parah jangan jangan ali buat macem macem sama lu" natasya berkata
"ga mungkin ali kaya gitu mening nanti lu tanya aja alinya atau lu tanya dion biar ga jadi fitnah" viona berkata
"kenapa lu belain ali, suka ya" santi berkata dengan tersenyum
"wah lu suka sama ali ya" natasya bertanya
"mmmm kemaren liat ali gendong lu gue cemburu" viona berkata
"apa ali gendong gue" santi terbelalak kaget
"ups keceplosan deh gue" viona berkata
"siapa yang ngijinin dia gendong gue" santi berkata
"gue, abis siapa yang mau bawa lu ke mobil daripada gue suruh security mall mening sama ali lah" natasya berkata dengan cemberut
"aaaarrrrgggg kaliaan gue paling ga mau di sentuh sama cowok belum kenal" santi berkata dengan kesal
"terus lu mau di tinggal di mall semaleman" natasya berkata
"kan lu bisa telpon bokap gue atau lucky" santi berkata
"ya sori gue ga kepikiran san, panik gue liat lu pingsan untung aja ali ada di mall" natasya berkata
"eh san tumben wekend lu ngajak ngumpul" viona berkata
"ya gue lagi menghindar dari dion katanya dia mau ke rumah" santi berkata
"kenapa lu menghindar dari dion" viona bertanya
"emang lu udah jadiaan sama dion" natasya bertanya
"gue menghindar pengen aja gue kayanya ga cocok jadi cewek dia, jadiaan baru 2 hari dia nyatain perasaannya dengan so sweet banget" santi berkata dengan tersenyum
"ga cocok gimana siapa yang bilang, lu tuh cantik san ga mungkin ga cocok" viona berkata
"ya lu ama ali aja keliataan cocok eh sori vi maksud gue cuman contoh aja" natasya berkata
"apa sih biasa aja kali" viona berkata
"tenang aja vi gue ga bakalan suka sama ali dia bukan tipe gue" santi berkata
"tipe lu kaya gimana sih san bingung gue secara lu ga punya idola juga" natasya berkata
"sebenernya ga ada tipe secara fisik tapi dion ternyata dia bisa bikin gue nyaman dan bikin gue jatuh cinta sampe ga bisa tidur" santi berkata
"oh jadi lu kemaren malem ga bisa tidur gara gara mikirin dion" viona berkata
"iya gue mikirin dia, gue kesel kenapa dia bisa bikin gue jatuh cinta dan kangen setiap hari" santi berkata
"lah lu kangen dion tapi sekarang lu menghindar gimana sih bingung gue sama lu" natasya berkata
"ya ga jelas lu san, coba jelasin lu kenapa menghindar" viona berkata
"gue ngerasa ga pantes sama dion, pasti banyak yang ga setuju sama hubungan gue sama dion" santi bercerita
"kok bisa, siapa yang engga setuju" viona berkata
"ga tau banyak orang, udah ah jangan bahasa lagi, kita mall yuu" santi berkata
"ga jelas lu, hayu kita main ice skating aja" viona berkata
"hayuu, san awas lu pingsan lagi" natasya berkata
"iya engga sekarang gue udah seger" santi berkata
mereka pergi ke mall untuk bermain ice skating dengan canda tawa mereka senang bermain dan bersenang senang seperti anak gadis remaja lainnya