Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Membuat nyaman



Do Hyun masuk ke dalam mobil dan mengejar Santi, lalu melihat Santi yang sedang berjalan dia membuka kaca "My sun naik, bahaya kamu jalan kaki di malam hari" (korea) pekik Do Hyun


Santi tidak dengarkan teriakan Do Hyun, lalu mobilnya berhenti dan Do Hyun turun keluar memegang tangan Santi "Mau kamu apa, bukannya kamu sudah tidak mencintai aku lagi" (korea)


"Tidak mencintai bukan berarti membiarkan kamu berjalan sendiri di malam hari" (korea)


"Masih peduli berarti masih mencintai dan kamu masih panggil aku my sun berarti kamu masih cinta kan sama aku" (korea) Santi berkata dengan manja


Do Hyun melihat wajah Santi dan tak tahan melihat wajah istrinya yang manja membuat dia ingin rasanya meremas tubuh Santi namun dia menahannya "Masuk ke dalam mobil aku akan antar kamu ke apartemen" (korea) Do Hyun berkata dengan wajah dingin


"Tidak mau, kalau kamu tidak gendong aku lebih baik aku jalan saja sendiri" (korea) Santi masih manja karena tahu Do Hyun akan luluh dengan sikap manja istrinya


"Jangan manja kamu bisa jalan sendiri kan" (korea)


Santi mengerutkan keningnya dan kesal lalu pergi berjalan sendiri, dan tiba-tiba Do Hyun mengejarnya lalu membopong Santi "Gitu dong itu baru suami aku, i love you" (korea) Santi tersenyum dan mencium pipi Do Hyun


Do Hyun berkata dalam hatinya "I love you to"


Di dalam mobil Santi terus menggoda Do Hyun dengan sengaja ingin membuatnya luluh "Sayang suami aku yang populer dan tampan, kamu malam ini menginap di apartemen oke" (korea) Santi tersenyum manis


Do Hyun hanya diam sebenarnya hati dia sudah luluh dengan sikap Santi namun dia menahannya karena ingin Santi menjauhinya dan membenci dirinya, sesampainya di basment apartemen Do Hyun memarkirkan mobilnya "Mobil kamu nanti biar manajer Hyung yang bawa ke sini" (korea)


"Biar aku saja besok memakai taxi ke sana ambil sendiri, kasiaan merepotkan manajer, kamu jadi kan malam ini menginap di sini" (korea)


"Aku ada latihan besok pagi jadi tidak bisa" (korea) Do Hyun berkata dengan tegas dan dingin


"Kalau memang benar kamu sudah tidak mencintai aku lagi aku akan pulang ke Indonesia" (koerea) akhirnya Santi menangis setelah menahannya sepanjang jalan melihat sikap Do Hyun dingin pada dirinya.


Santi keluar dari mobil pergi dengan air mata mengalir Santi masuk ke dalam lift, sedangkan Do Hyun hanya diam memukul setir mobilnya dan kesal kepada dirinya sendiri beberapa menit Do Hyun berpikir dalam mobil di basment apartemennya.


Ketika Do Hyun melamun membayangkan wajah Santi yang manja dia memutuskan pergi mengejar Santi masuk ke dalam apartemen dan melihat Santi yang sedang terisak menangis duduk di lantai kamarnya, tidak bisa menahannya Do Hyun memeluk istrinya dengan erat "Dion jangan tinggalkan aku hik hik hik......" (korea)


Mereka bepelukaan dan saling pandang Do Hyun menghapus air matanya juga mencium bibir Santi lalu membopong Santi ke tempat tidur, mereka melakukan hubungan suami istri dengan bergairah karena sudah lama tidak bersama.


Pagi hari Santi sudah bangun melihat wajah suaminya yang lembut dia tersenyum dan mencium bibir suaminya lalu pergi ke dapur untuk membuat sarapan, beberapa menit kemudiaan Do Hyun bangun dan keluar kamar "Pagi sayang, sarapan dulu sebelum pergi ke asrama" (korea)


"Tidak usah, aku akan sarapan di luar saja" (korea) Do Hyun bersikap dingin kembali


"Dion kalau kamu seperti ini terus tidak akan menyelesaikan masalah kita, kamu sakit apa sebenarnya katakan" (korea)


"Kamu tidak usah tahu, aku hanya tidak ingin kamu sedih dan menderita" (korea)


"Justru aku menderita dengan sikap kamu yang cuek dan menjauh dari aku" (korea) Santi mendekati Do Hyun yang berdiri di depan pintu


"Aku kangker stadium 4, dan aku di ponis hanya bisa hidup 3 bulan lagi" (korea)


Santi terbelalak kaget mendengarnya dan nafasnya turun naek seperti tersambar petir di pagi hari dia tidak percaya "Tidak mungkin kamu sehat mana mungkin tiba-tiba di ponis kangker, dokter itu salah" (korea)


"Lebih baik kamu tinggalkan aku dan menikah dengan Han Daegang" (korea) Do Hyun berkata lalu pergi keluar apartemen


Santi diam merasa syok mendengarnya beberapa saat dia sadar melihat Do Hyun sudah tidak ada lalu mengejar Do Hyun yang sudah masuk ke dalam lift, dia panik dan masuk ke dalam lift sebelahnya lalu turun di loby dan menunggu mobil Do Hyun keluar dari basment. Santi memberhentikan mobil Do Hyun tepat di depannya membuat Do Hyun kaget dan menginjak rem dadakan lalu turun dari mobil.


"Kamu tidak bisa meninggalkan aku begitu saja" (korea)


"Kenapa" (korea)


"Karena.....aku istri kamu dan aku....hamil" (korea) Santi berbohong supaya tidak di tinggalkan Do hyun lalu masuk ke dalam mobil


Do Hyun kaget dengan kabar Santi, ketika masuk ke dalam mobil dia diam tidak bisa berkata karena kabar itu membuat syok ingin rasanya bahagia namun dengan keadaan dia yang sakit kangker dan hidupnya tidak akan lama lagi membuat kabar bahagia menjadi sedih untuknya.


"Itu tidak mungkin, aku saja di ponis umur aku hanya 3 bulan, aku akan bicarakan ini dengan Han Daegang" (korea)


"Aku tidak butuh dia, aku butuh kamu, kita bisa ke Dokter lain memeriksa kesehatan kamu, jangan percaya dengan satu Dokter saja, percaya sama aku kamu tidak sakit yang menentukan umur Allah bukan Dokter" (korea)


"Percuma hasilnya akan sama saja, aku tidak mau kecewa lagi" (korea)


"Aku mohon demi anak kita, kamu harus mau walaupun nanti hasilnya sama aku akan mengurus kamu selamanya" (korea) Santi memegang tangan Do Hyun dengan lembut


"Kalau kamu bertahan dengan aku, anak kita akan menjadi anak yatim" (korea)


"Dia akan bahagia selamanya dengan kita sebagai kedua orang tuanya dan dia akan bangga mempunyai Ayah seorang Idola" (korea)


Mendengar perkataan Santi, Do Hyun tidak bisa menahan rasa sedih lalu memeluk Santi dengan mengeluarkan air matanya, Santi mengusap pundaknya dengan tenang dia memeluk suaminya. Setelah Do Hyun tenang Santi memberikan air putih dan mereka sepakat besok akan ke Dokter lain untuk memeriksa kesehatan Do Hyun.


Siang hari Do Hyun pergi untuk syuting Video Musik lalu tante Yuni datang ke apartemen membawa makanan "Assalamualikum"


"Walaikumssalam"


"Sayang udah makan siang, loh kok muram gitu" tante Yuni langsung ke dapur menyiapkan makanan sedangkan Santi berada di sofa sedang melamum memikirkan Do Hyun


"Tante aku lagi sedih"


"Kenapa, Do Hyun belum pulang"


"Malem nginep di sini itu juga aku paksa"


"Kenapa sih dia, kemarin tante nelpon bilang ga ada apa-apa lagi sibuk aja, gitu jawabnya"


"Tante tapi jangan bilang Ayah dulu ya"


"Apa sih bikin penasaran aja, iya tante janji ga akan bilang"


"Do Hyun sama Dokter di ponis kangker stadium 4 dan dia sisa hidupnya cuman 3 bulan lagi" Santi berkata dengan mengeluarkan air mata


Seketika tante Yuni kaget dan duduk di sebelah Santi "Ya ampun beneran ga mungkin, orang dia sehat ga keliataan kaya orang sakit"


"Makannya kenapa dia mau jauhin aku dan ceraiin aku karena penyakitnya"


"Apa....cerai.....engga boleh, liat aja kalau dia ceraiin kamu tante ga akan anggap dia anak lagi"


"Ga akan jadi, soalnya aku bilang lagi hamil"


"Alhamdulilah kamu hamil"


"Engga aku bohong sama dia supaya ga ninggalin aku dan supaya dia mau periksa ke Dokter lain, soalnya aku ga percaya dia sakit kangker"


"Bener, Dokter juga manusia bisa salah prediksi mening kamu bawa Do Hyun ke Dokter lain aja kalau perlu ke Rumah Sakit luar negeri"


"Engga perlu, Korea kan terkenal Dokternya hebat ngapain harus ke luar negeri"


"Jadi rencana kamu apa sekarang"


"Besok ajak Dion ke Dokter terbaik se Korea"


"Ya udah kalau gitu kamu makan siang dulu biar ga sakit jangan melamun aja ayo" tante Yuni menarik tangan Santi ke meja bar untuk makan.


Santi makan siang bersama tante Yuni di apartemen, Santi banyak bercerita kepada tante Yuni, dia menganggap tantenya seperti sahabat sendiri terbuka dan Santi memang nyaman cerita apa saja kepada tante Yuni.