Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Perasaan yang berubah



Viona mengetuk pintu kamar tamu, lalu santi menghapus air matanya dan membuka pintu


"Santi lu udah nangis ya" Viona berkata


"Sssuuuttt, ayo ke kamar gue" Santi berkata dan meniki tangga masuk ke dalam kamarnya


"Kenapa lu nangis" Viona bertanya


"Gue kangen sama Dion udah satu tahun ga ketemu dia, rasanya sesek banget" Santi berkata dengan memegang dadanya


"Ya ampun gue kira lu berantem sama Dion, sabar ya San, hubungan jarak jauh emang ga enak makannya dulu gue putus sama cowok gue karena banyak salah paham berantem deh banyaknya" Viona berkata


"Ternyata kangen sama pacar itu kaya gini rasanya nyesek ya, mudah-mudahan gue bisa bertahan" Santi berkata


"Emang Dion ga ada niat ke jakarta" Viona bertanya


"Ga tau sibuk dia kerjaannya lagi banyak" Santi berkata


"Orang korea emang sibuk semua bukan orang yang kerja aja ibu rumah tangganya aja sibuk apalagi artisnya setiap hari ada jadwal dan hampir ga ada waktu tidur" Viona berkata


"Ah...serius vio kasiaan dong kalau ga tidur, cape banget ya jadi artis korea" Santi berkata dengan wajah muram


"Emang Dion kerja apa San" Viona bertanya


"Kerja di perusahaan entertaiment" Santi berkata


"Wah suka ketemu artis korea dong, pasti sibuk kalau berhubungan sama dunia hiburan di sana, nama perusahaannya apa san" Viona berkata


"lupa nanti gue tanya deh" Santi berkata


"Bener-bener lu ya pacaran 1 tahun tapi ga tau lakinya kerja dimana" Viona berkata


Santi hanya tersenyum dan mengalihkan pembicaraan supaya Viona tidak bertanya lebih banyak lagi tentang kekasihnya Dion yang adalah Do Hyun


Santi memikirkan keadaan Do Hyun dengan kesibukannya bagaimana dengan makan dan ibadahnya. Santi khawatir dengan keadaan Do Hyun, ternyata dengan video call dan melihat Do Hyun di youtube tidak cukup rasa rindunya tidak bisa di obati


Dua bulan telah berlalu dan saatnya para penggemar Mars berburu tiket konser untuk melihat Mars dengan lagu terbarunya, Santi berada di kampusnya dengan teman-temannya seperti biasa selesai mata kuliah berkumpul di kantin


"Yeah seminggu lagi konser Mars" Natasya berkata dengan bahagia


"Ga kerasa ya baru kemarin konser ah tabungan gue untung udah cukup" Viona berkata


"Jadi siapa aja yang ikut gue mau pesen nih tiketnya sama paman gue soalnya dia kenal sama promotor konsernya biar ga kehabisan" Natasya berkata


"Boleh tuh, kaya dulu lagi jadi ga harus beli dari calo soalnga mahal menguras tabungan gue" Viona berkata


"Santi sama Cantika jadikan ikut gue mau pesen 4 tiket nih" Natasya bertanya


"Gue ikut pengen tahu rasanya datang ke konser, San lu ikut juga kan, kenapa lu diem aja lesu gitu" Cantika berkata


"Ga apa apa, gue ga ikut males desek-desekan gitu" Santi berkata dengan wajah sendu


"Lu kenapa sih pasti karena Dion ya jadi gini" Viona berkata


"Berantem ya sama Dion" Natasya bertanya


Santi menarik nafas "Dion udah mau seminggu belum hubungi gue" Santi berkata dengan wajah sendu tidak ada semangat


"Sibuk kali san dia secara kerjanya di dunia hiburan ngurusin artis korea kan ga mudah" Viona berkata


"Lu udah hubungi dia" Cantika bertanya


"Belum" Santi menjawab


"Kenapa ga lu duluaan yang hubungi dia, gengsi lu ya kalau sayang jangan gengsi" Natasya berkata


"Takut ganggu, sebenernya gue sempet berpikir nolak pacaran sama dia karena gue takut hancurin karir dia" Santi menjadi emosional dengan memendem perasaannya selama ini


"San kenapa lu harus hancurin karirnya, kalau dia serius pasti hubungi lu nanti" Natasya berkata


"Lu harus kuat hubungan jarak jauh pasti banyak salah pahamnya, siapa tahu dia mau hubungin lu ga ada sinyal atau ga ada kuota" Viona menenenangkan Santi


"Bener apalagi lu hubungan jarak jauhnya antar luar negeri pasti dia coba hubungi lu tapi koneksinya memang jelek" Cantika berkata


"Daripada lu bete mening ikut yuu ke konser Mars, lu bisa teriak di sana walau lu ga nyaman desekan tapi seru loh" Natasya berkata


"Nanti deh gue pikirin dulu" Santi berkata


Hari demi hari telah berlalu, konser Mars akan berlangsung tiga hari lagi, Do Hyun memang sibuk dengan konsernya di berbagai negara. Dia berusaha menghubungi Santi namun dengan aktifitasnya yang menyita Do hyun tidak sempat menelpon ataupun memberi kabar lewat pesan


Do Hyun berpikir sebentar lagi dia akan ke Jakarta dan akan menemui Santi karena konser terkahir di Indonesia maka Do hyun mempunyai waktu 3 hari di Indonesia karena dia memiliki jadwal yang longgar maka Do Hyun meminta ijin untuk menatap di indonesia sesudah konser


Santi sedang berada di kamarnya melihat ponsel dan ada yang pengirim pesan dari KakaoTalk


"Tiga hari lagi aku ke Indonesia, apakah kamu akan datang ke konser Mars?" (bahasa inggris) Do Hyun mengirim pesan


Santi hanya diam tidak membalasnya karena kesal, namun rasa rindunya mengalahkan rasa kesalnya kepada Do Hyun "Kenapa aku harus ke konser Mars" (bahasa inggris) Santi membalas


"Karena aku kangen ingin bertemu dengan tunangan aku, aku berharap kamu datang supaya kita bisa bertemu" (bahasa inggris) Do Hyun berkata


Santi bergelut dengan perasaannya ingin datang ke konser Mars namun Santi kesal karena Do Hyun baru menghubunginya, Santi berpikir kenapa Do Hyun baru menghubunginya dengan pesan saja Santi sudah merasa senang mengapa Do Hyun tidak bisa mengirim pesan


Santi merasa di abaikan oleh Do Hyun, pikiran Santi sedang kacau hanya memikirkan hal negatif saja tentang Do Hyun. sedangkan Do Hyun menunggu balasan pesan dari Santi di sela kesibukan berlatih koreografi juga menyanyi membuat Do Hyun lelah ingin sekali video call dengan santi namun apa daya tidak ada waktu untuk itu


Do Hyun merasa kecewa Santi tidak membalas pesannya membuat semangatnya menurun dan terlihat gelisah oleh temannya


Do Hyun di tepuk bahunya oleh Chung Hee "Sedang melamun apa kamu, seperti sedang putus cinta" (bahasa korea)


"Tidak ada, ayo kita berlatih lagi" (bahasa korea) Do Hyun menjawab lalu berlatih untuk konsernya besok


Sedangkan Santi resah gelisah perasaannya campur aduk, malam pun tiba adiknya Safira sedang mendengarkan lagu Do Hyun terdengar oleh Santi membuat perasaannya semakin Rindu kepada Do Hyun. Hanya bisa menangis di kamar saja membuatnya tersiksa sesak dalam dadanya semakin terasa


Sedang menangis ponsel Santi berdering


ddrrttt


dddrrtt


dddrrtt


Tidak banyak berpikir Santi langsung mengangkatnya karena dengan mendengar suara Do Hyun hatinya menjadi luluh rindunya tak tertahankan


"Haloo My sun, maaf aku baru bisa menghubungi kamu karena...." (bahasa inggris) Do hyun berkata namun terhenti karena mendengar tangisan


"Hik hik hik" Santi menangis karena tak tahan rindunya kepada Do Hyun membuat perasaannya menjadi sensitif


"Kenapa kamu menangis, ada yang menyakiti kamu? siapa yang menyakiti kamu? bilang sama aku biar aku yang memberi perhitungan kepada orang itu" (bahasa inggris) Do Hyun berkata dengan rasa khawatir


Seketika Santi tertawa mendengar ucapan Do Hyun "ha ha ha ha kamu yang menyakiti aku" (bahasa inggris) Santi berkata dengan suara serak sudah menangis


"Aku, maaf kalau aku sudah menyakiti kamu tapi kenapa aku" (bahasa inggris) Do Hyun berkata dengan tidak mengerti


"Karena kamu membuat perasaan aku campur aduk aku kesal sama kamu tapi kangen juga" (bahasa inggris) Santi berkata dengan manja


"Maaf aku baru bisa menghubungi kamu sekarang karena aku harus berlatih setiap hari tapi kita akan bertemu dua hari lagi, kamu harus datang di konser Mars aku butuh suport kamu" (bahasa inggris) Do Hyun berkata


Santi diam sejenak mendengar kekasihnya membutuhkan dukungan membuat hatinya luluh "Iya aku akan datang ke konser Mars untuk mendukung kamu" (bahasa inggris) Santi berkata


"Aku akan menunggu kamu, nanti aku hubungi lagi kalau sudah sampai Indonesia, jaga diri kamu" (bahasa inggris) Do Hyun berkata dan menutup telponnya


Santi tersenyum bahagia dan menghubungi Natasya


"Nat gue mau datang ke konser Mars, aku pesen tiket 2 sama Safira" Santi berkata


"Ya ampun Santi malem malem bangunin gue tidur cuman mau pesen tiket doang lu ya bener bener" Natasya berkata dengan kesal


"Sori, abis dadakan gue kepikiran aja pengen ikut" Santi berkata


"iya nanti gue pesenin" Natasya berkata


"oke silakan tidur lagi met bobo bestie ku" Santi berkata dan menutup telponnya


Natasya bingung dengan sifat santi yang cepat berubah namun tidak di hiraukan. Santi terlihat senang karena dua hari lagi akan bertemu dengan Do Hyun tunangannya. Santi bisa tidur dengan lelap sudah mendengar suara Do Hyun