
Do Hyun masuk ke dalam kamar dan melihat Santi yang sedang duduk di tempat tidur, lalu Do Hyun duduk di sebelahnya, mereka berdua diam suasananya menjadi canggung karena Do Hyun berpikir Santi mendengar semua perkataan dia dengan Han Daegang.
Santi memang mendengarnya maka dia pun menjadi canggung kepada suaminya karena Do Hyun telah mendengar Santi menyebut nama Han Daegang dalam tidurnya, lalu Do Hyun berusaha memulai berbicara "Kamu belum tidur" (korea)
Santi menarik nafas dan menjawab "Ehm ehm belum menunggu kamu, Han Daegang sudah pulang" (korea)
"Sudah, aku kira kamu berganti baju dan akan keluar menemui Han Daegang" (korea)
"Sudah mengantuk, kita tidur saja" (korea) Santi tidur namun membelakangi Do Hyun
Do Hyun melihatnya dengan aneh "Baiklah kita tidur" (korea) Do Hyun hanya bisa melihat punggu Santi saja
Santi Dan Do Hyun tidak bisa tidur mereka masih bergelut dengan pikiran masing-masing "Kenapa dia membelakangi aku, apakah masih memikirkan Han Daegang" (korea) Do Hyun berkata dalam hatinya
"Kenapa sih lu Santi kok bisa tidur nyebut nama cowok lain" Santi berkata dalam hati dengan menggigit bibirnya, lalu dia dengan spontan membalikan tubuhnya dan ternyata Do Hyun belum tidur matanya masih melihat Santi akhirnya mereka saling pandang dan Santi kaget, ketika akan membalik lagi Do Hyun memeluknya menahan tubuhnya supaya tidak membelakangi dia.
"Kenapa kamu membelakangi aku" (korea)
"Dion maaf kan aku" (korea)
"Kenapa kamu minta maaf" (korea)
"Aku malu sama kamu, dalam tidur menyebut nama pria lain tapi sumpah aku tidak sadar, aku tidak bermaksud menyakiti kamu" (korea)
"Ha ha ha ha kamu mendengarnya, jadi kamu membelakangi aku karena kamu malu" (korea)
"Aku merasa bersalah sama kamu, aku sudah tidak setia" (korea)
"Kamu wanita setia yang pernah aku temui, aku bohong kepada Han Daegang hanya ingin membalas budi saja karena dia sudah banyak membantu aku menjaga kamu" (korea)
"Maksud kamu, aku tidak mengerti" (korea)
"Aku mengarang supaya dia senang saja, kamu tidak pernah menyebut nama dia dalam tidur kamu" (korea)
"Jadi kamu bohong sama dia, syukur lah jadi aku tidak merasa bersalah sama kamu lagi, pantas aku merasa tidak pernah menyebut nama dia mimpi saja tidak pernah" (korea)
"Baiklah aku percaya sama kamu, sini mendekat" (korea) Do Hyun tersenyum, Santi mendekati tubuh Do Hyun lalu mereka berpelukaan dan Santi tertidur lelap di pelukaan suaminya sedangkan Do Hyun hanya diam memikirkan saat Santi menyebut nama Han Daegang di dalam tidurnya, itu ternyata nyata dan benar namun Do Hyun tidak mau Santi mengetahuinya karena khawatir Santi memikirkan Han Daegang kembali.
Pagi hari Santi bangun menyiapkan sarapan seperti biasa "Pagi sayang" (korea) Santi tersenyum manis
"Pagi my sun" (korea) Do Hyun duduk di kursi bar lalu meminum susu yang sudah di buat oleh Santi
"Minggu ini kamu banyak konser, tangan kamu kan belum sembuh" (korea)
"Besok aku konser di sini lalu ke Jerman kamu mau ikut ke Jerman masalah tangan aku sudah tidak terlalu sakit" (korea)
"Aku sudah membeli tiket konser di korea, sudah lama tidak melihat suami aku di atas panggung kalau ke Jerman mau ikut, tapi aku tidak akan pergi bersama kamu" (korea)
"Kenapa, kalau sendiri aku tidak akan mengijinkan kamu pergi" (korea)
"Aku akan mengajak tante Yuni dan penerbangan kita duluaan sebelum kamu" (korea)
"Jadi kamu sudah membeli tiketnya" (korea)
"Sudah, tiket dan hotel sudah di booking" (korea)
"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi latihan lalu ke Dokter" (korea)
"Aku akan mengantar kamu" (korea)
"Tidak usah, Manajer Hyung nanti akan menjemput aku" (korea)
"Kasiaan merepotkan Manajer saja" (korea)
"Lebih kasiaan merepotkan istri aku, kamu diam saja di apartemen" (korea) Do Hyun menyelesaikan sarapannya lalu mencium bibir istrinya dan berpamitan untuk pergi latihan
Di dalam mobil Manajer Hyung berkata "Kamu yakin akan latihan padahal kamu diijinkan istirahat sebelum besok konser" (korea)
"Baiklah kau begitu, kalau terasa sakit kamu istirahat saja jangan memaksakan" (korea)
"Aku merasa lebih baik Hyung, anda tenang saja tidak usah khawatir seperti Santi" (korea)
"Kita khawatir karena sayang sama kamu" (korea)
"Iya aku tahu, terima kasih Hyung selalu mendukung aku" (korea)
Sampailah mereka di tempat latihan, Do Hyun di sambut baik oleh para member Mars, Do Hyun di peluk semua member Mars "Kenapa kamu sudah latihan, bagaimana dengan luka kamu" (korea) Seo Jun bertanya dan melihat tangan Do Hyun yang masih terbalut perban
"Aku baik saja hyung, sudah tidak sakit, sudah latihan aku mau ke Dokter membuka perban melihat jaitannya" (korea)
"Mudah-mudahan sudah kering lukanya supaya besok konser kamu tidak usah memakai perban seperti itu" (korea) Chung Hee berkata
"Kalau belum kering lebih baik di perban saja, bahaya kalau terbuka nanti bisa kena bakteri dan inveksi" (korea) Joon Woo berkata
"Iya tidak keren juga tidak masalah yang penting kamu sehat, aku yakin para penggemar juga mengerti keadaan kamu" (korea) Bae Hyeon berkata
Do Hyun hanya tersenyum lalu mereka memulai latihan koreografi untuk konser besok di Korea negara mereka sendiri.
Hari esok tiba, dimana Mars akan konser, Do Hyun dari pagi hari sudah berangkat di jemput dari Agensinya sedangkan Santi bersiap untuk melihat konser suaminya. Dia melihat konser bersama Kaka nya Do Hyun, tante Yuni dan Ayah. Mereka akan mendukung konser Do Hyun seperti biasa ingin melihat juga penampilan solo Do Hyun.
Santi dijemput Kaka Do Hyun untuk menjemput tante Yuni dan Ayah di stasiun kereta, Santi duduk di belakang dengan tante Yuni "San apa luka Do Hyun sudah baik, kenapa tidak istirahat saja dulu" (korea) tante Yuni bertanya khawatir
"Kata Dokter kemarin sudah baik namun masih harus di perban karena belum kering" (korea)
"Padahal dia ada ijin istirahat dari agensi boleh tidak mengikuti konser hari ini" (korea) Kaka Do Hyun berkata
"Hyung tahu sendiri bagaimana kerasnya Do Hyun , katanya dia tidak mau mengecewakan penggemarnya yang sudah membeli tiket" (korea)
"Iya aku tahu dari dulu dia selalu memikirkan penggemarnya, sampai-sampai agensinya di katakan jahat oleh idolanya karena tidak memberikan istirahat, padahal memang idolanya sendiri yang mau dan tidak ingin membuat kecewa penggemar" (korea) Kaka Do Hyun berkata
"Kamu tidak cemburu di dua oleh Do Hyun dengan penggemarnya" (korea) Ayah bertanya membuat Santi kaget karena baru kali ini Ayah bertanya masalah pribadi
"Tidak Ayah, dari awal kita pacaran sewaktu aku tahu Do Hyun seorang idola aku sudah siap dengan semua rintangan dan aku tidak merasa di dua oleh Do Hyun karena kalau sudah turun dari panggung Do Hyun menjadi milik aku" (korea)
"Ha ha ha ha pintar kamu tidak salah Do Hyun memilih kamu menjadi istrinya sangat pengertiaan" (korea) Ayah tertawa dan memuji Santi sebagai istri yang pengertiaan
"Sama kan dengan aku istri pengertiaan dan sayang keluarga" (korea) tante Yuni tersenyum
"Ha ha ha ha kamu tidak mau kalah, tapi memang benar kaliaan wanita hebat mampu melewati rintangan pernikahan dengan pria asing dan tinggal di negara yang asing untuk kaliaan" (korea) Ayah tertawa dan memuji
"Iya aku salut kepada ibu dan adik ipar kaliaan bisa hidup di negara orang lain, dan sukses berkarir di negara ini yang tidak mudah untuk semua orang tapi untuk kaliaan seperti terlihat mudah" (korea) Kaka Do Hyun memuji
"Makasih Ayah dan Hyung atas pujiaannya, aku hanya mengikuti suami aku dan sesuai syariat islam harus menurut kepada suami dan ikut dimana suami mencari nafkah" (korea)
"Santi, aku sedang mencari wanita muslim dan ingin juga masuk islam tapi belum ketemu siapa tahu kamu ada teman yang mau menikah dengan pria Korea" (korea) Kaka Do Hyun berkata
"Bukannya kamu sudah mempunyai kekasih kenapa harus mencari lagi wanita lain" (korea) tante Yuni bertanya
"Ibu, dia bukan agama Islam, dia tidak mempunyai agama" (korea)
"Hyung kasiaan masa mau ditinggal pacarnya, coba saja ajak dia masuk agama islam aku yakin dia pasti mau" (korea)
"Benar juga, nanti aku akan coba kalau dia mau masuk agama islam aku akan menikahinya" (korea)
"Lebih baik begitu daripada kamu meninggalkan wanita dan menyakiti dia" (korea) Ayah berkata
"Baik Ayah" (korea) Kaka mengganggukan kepalanya
"Jadi kaliaan bisa masuk islam bersamaan" (korea) tante Yuni berkata
"Baik ibu" (korea) Kaka mengganggukan kepala
Mereka senang menonton konser Do Hyun bersama dan sudah sampai di gedung konser, mereka masuk dan duduk di tempat sesuai yang tertera di tiket.