Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Nyaman sebagai teman



Santi dan Do Hyun selama berlibur di Bandung sangat bahagia sekali tanpa melihat sosial media dan berita mengenai Do Hyun, setelah selesai berlibur mereka kembali ke Jakarta untuk berpamitan kembali ke Korea "Sayang mamah masih kangen malah mau pergi lagi"


"Mamah nanti libur sekolah bareng Fira dan Lucky ke Korea ya"


"Pasti dong, soalnya papah udah janji ijinin kita bertiga ke Korea, kan mau nginep di rumah baru ka Santi " Safira berkata


"Iya mamah juga kangen sama masakan Koreanya tante Yuni ketagihan" mamah Mila berkata


"Ka, waktu kaliaan di Bandung banyak yang foto kaka sama oppa dan di posting di akun fansbase"


"Oh ya, perasaan kaka pergi ke tempat private"


"Pelayannya deh kayanya fans oppa Do Hyun, terus ada kabar bagus, oppa Do Hyun banyak yang belain"


"Pasti kamu salah satunya ya kan" Santi berkata menyubit pipi Safira


"Pastinya dong, jadi kaka sama oppa jangan sedih lagi ya"


"Engga sedih kalau punya ade yang dukung kita terus" Santi memeluk Safira


"Aku juga belain kaka sama Do Hyun hyung, terus aku cerita juga sama temen yang sebenarnya soalnya mereka nanya penasaran masalah kaka" Lucky berkata


"Makasih ade aku yang cuek ini ternyata peduli sama kaka nya juga" Santi mendekati Lucky dan memeluknya


"So sweet deh kaliaan, tetep kompak ya" mamah Mila berkata dan mereka meneruskan sarapannya


Santi dan Do Hyun di antar mamah Mila dan papah Beni ke bandara, Safira dan Lucky tidak ikut karena mereka harus sekolah. Santi dan Do Hyun berpamitan beperlukaan dan mencium tangan.


Selama di Bandara Indonesia Santi dan Do Hyun menjadi pusat perhatiaan, banyak yang mengambil foto, Do Hyun memegang pinggang Santi. Mereka sudah tidak peduli dengan banyak orang yang mengambil foto lalu Santi memegang tangan Do Hyun dengan nyaman tidak seperti biasannya "Kenapa kamu tidak menolak aku pegang" (korea) Do Hyun berbisik


"Karena aku sudah menjadi istri sah Do Hyun dan aku sedang mengandung anaknya" (korea) Santi berbisik dengan senyuman dan Do Hyun pun tersenyum senang mendengarkan perkataan Santi.


Sesampainya di Korea Do Hyun menghubungi Kaka nya untuk menjemput dan juga sudah ada beberapa pengawal yang dia sewa, wartawan dan penggemar sudah banyak berkumpul di Bandara Incheon, seperti biasa dengan suasana ramai dan berdesakan mereka mengambil foto dan video Santi dan Do Hyun. Ada beberapa wartawan yang menanyakan masalah Do Hyun "Do Hyun shi apa betul anda di penjara karena memukul seseorang" (korea) pekik salah satu wartawan


Do Hyun hanya diam dan fokus melindungi Santi, para pengawal membuat lingkaran pengamanan kepada Santi dan Do Hyun "Jawab pertanyaannya" (korea) pekik wartawan lainnya


"Maaf nanti akan di jawab oleh pihak Agensi, permisi" (korea) pekik Kaka kepada wartawan


Santi dan Do Hyun hanya menunduk dan ingin sekali cepat masuk ke dalam mobil, Santi yang biasannya tersenyum menyapa semua wartawan namun untuk saat ini dia hanya diam dan menunduk "Noona San apakah benar pria itu sudah mengganggu anda" (korea) salah satu Wartawan bertanya


Santi hanya diam dan menunduk, Do Hyun memegang erat tangan Santi. Sesampainya di dalam mobil mereka menarik nafas "Akhirnya sampai juga di mobil" (korea) Santi berkata dengan lelah


"Do Hyun kamu harus ke Agensi, Hwejang-nim ingin bertemu dengan kamu" (korea) Kaka berkata


"Antar dulu Santi ke Apartemen baru kita ke sana" (korea)


"Aku ikut biar aku menjelaskan semuanya" (korea) Santi berkata


"Tidak usah aku bisa mengatasinya, kamu percaya sama aku oke" (korea) Do Hyun memegang tangan Santi


"Lebih baik kamu istirahat di Apartemen, tidak baik untuk kandungan kamu di depan kantor Agensi banyak wartawan" (korea) Kaka berkata sambil menyetir


"Baiklah, kalau ada apa-apa kamu hubungi aku" (korea)


"Aku akan baik-baik saja, kamu jangan khawatir" (korea) Do Hyun berkata


Sampai di Apartemen Santi turun dan masuk ke dalam lift, sedangkan Do Hyun dan Kaka pergi ke kantor Agensi. Ketika di dalam lift tidak sengaja lift terbuka di lantai apartemen Han Daegang dan ketika terbuka kebetulan sekali Han Daegang melihat Santi lalu masuk ke dalam lift "Kamu sudah pulang" (korea)


"Baru saja, kamu mau kemana ini kan mau ke atas" (korea)


"Sebenarnya mau ke bawah tapi tadi liat kamu jadi apa salahnya ke atas dulu mengantar kamu" (korea)


"Han Daegang makasih kamu sudah membujuk Viona untuk membantu Do Hyun" (korea)


"Siapa yang bilang" (korea)


"Viona sudah cerita semuanya" (korea)


Ketika lift terbuka dan Santi keluar Han Daegang mengikutinya "Kamu mau kemana" (korea)


"Siapa tahu kamu mau mengundang aku makan, membalas kebaikan aku" (korea)


Santi diam lalu mengambil ponselnya di dalam tas dan menghubungi Do Hyun "Hallo Dion, boleh tidak Han Daegang makan di Apartemen kita" (korea)


"Do Hyun mau bicara dengan kamu" (korea) Santi berkata lalu Han Daegang mengambil ponselnya


"Hallo hyung"


"Kamu jaga Santi, aku sedang di Agensi membereskan masalah kemarin, hibur dia dengan obrolan dan cerita kamu" (korea)


"Selalu aku yang di korbankan" (korea)


"Kalau kamu tidak mau, tidak ada makan dan menjauh dari Santi untuk selamanya" (korea) Do Hyun mengancam


"Wow wow apakah itu ancaman, oke Baiklah tidak usah marah-marah seperti itu, kamu bicara lah kepada istri mu karena dia tidak menginjinkan aku masuk ke dalam apartemen kaliaan" (korea)


"Tapi ingat jauhkan perasaan apapun kepada Santi, aku mengijinkan kamu dekat dengannya karena aku sudah menganggap kamu adik aku dan aku percaya kamu bisa menjaga Santi dan menghibur dia" (korea) Do Hyun berkata lalu Han Daegang mengembalikan ponselnya kepada Santi


"Hallo Dion, kenapa kamu menginjinkan dia masuk ke apartemen kita" (korea)


"Aku ingin membalas kebaikan dia, teraktir lah dia makan dan bicara lah banyak dengan dia" (korea)


"Oke, tapi kamu ga apa-apa kan" (korea)


"Aku baik-baik saja, aku percaya sama kamu tidak akan berpaling kepada pria lain" (korea)


"Karena aku sayang sama kamu I love you" (korea) Santi berkata dan tersenyum


"I love you forever" Do Hyun berkata lalu menutup telponnya


"Ehem....ehem...." Han Daegang memberi kode


"Sabar, ayo masuk" (korea) Santi membuka pintu apartemen dan masuk bersama Han Daegang


Santi memesan makan untuk dia dan Han Daegang, ketika sedang menunggu Santi menyalakan televisi "Kamu tidak ada latihan hari ini" (korea)


"Kebetulan besok ada rekaman" (korea)


"Viona meminta apa dari kamu" (korea)


"Dia hanya meminta album baru dengan tanda tangan aku dan kata-kata special buat dia" (korea)


"Hanya itu" (korea)


"Iya, tapi kalau dia minta jadi kekasih aku menurut kamu bagaimana " (korea)


"Tidak masalah, kalau kaliaan bahagia" (korea)


"Kamu tidak cemburu" (korea)


"Tidak, mengapa aku harus cemburu" (korea)


"Kalau aku jadi kekasih Safira bagaimana" (korea)


"No, big no" Santi berkata dengan wajah cemberut


"Why"


"Karena kaliaan beda agama lagiaan banyak juga kan yang mau jadi kekasih kamu" (korea)


"Siapa, tidak ada yang mau menjadi kekasih aku" (korea)


"Semua penggemar kamu ingin menjadikan kamu kekasihnya dan kamu juga menjadikan mereka kekasih kamu kan" (korea)


"Ha ha ha ha itu aku hanya menghibur mereka, penggemar Do Hyun juga sama mereka ingin menjadi istri kedua" (korea)


"Beda, Do Hyun tidak pernah meladeninya, tidak seperti kamu selalu bilang iya kalau ada penggemar yang mengajak berpacaran, dasar murahan" (korea)


"Enak saja, aku tidak murahan, tunggu jadi selama ini kamu melihat video-video aku" (korea) Han Daegang berkata lalu Santi kaget


"Tidak....itu......kata Safira" (korea) Santi memalingkan wajahnya dengan gugup karena dia memang suka melihat video-video Han Daegang yang sedang berinteraksi dengan penggemarnya.


Bel pintu berbunyi dan makanan mereka datang lalu mereka makan bersama, bercanda dan tertawa menghabiskan makanan. Santi merasa perasaannya saat ini kepada Han Daegang hanya sebatas teman saja, perasaannya yang dulu sudah hilang hanya karena dia sedang mengandung anak Do Hyun.


Santi sudah tidak merasakan perasaan suka atau ingin sekali menjauhi Han Daegang seperti dulu karena perasaannya takut menjadi rasa cinta. Santi sudah nyaman dengan Han Daegang, nyaman sebagai teman tidak lebih.