
Han Daegang menekan bel pintu apartemen Do Hyun, lalu Do Hyun menyangka itu Santi maka berlari untuk membukanya tanpa melihat cctv. ketika membuka pintu Han Daegang langsung memukul Do Hyun sampai jatuh ke lantai. Do Hyun tidak diam dia membalas memukul kembali wajah Han Daegang lalu berkata
"Aku tahu kamu seorang senior tapi kamu bukan contoh baik dalam memperlakukan wanita, kamu biarkan Santi diam di taman dengan keadaan menangis dan pipi merah bekas tamparan, dia tidak bilang siapa yang menamparnya tapi aku tahu itu kamu tunangan dia, walau dia sudah di perlakukan kasar oleh kamu tapi dia tetap memilih kamu padahal aku lebih baik dari kamu, dan satu lagi foto yang tersebar di sosial media itu sudah lama kejadiaannya aku mencuri ciumannya, dia sempat marah sampai menghidari aku tidak mau bertemu karena dia ingin menghargai tunangannya, jujur aku ingin memiliki Santi merebutnya dari kamu karena kesetiaannya kepada tunangannya membuat aku mengerti artinya cinta, aku tahu kamu berada di basment waktu itu maka aku sengaja meminta Santi memeluk aku dengan alesan untuk terakhir kalinya aku menggagu dia, kalau kamu tidak menginginkan dia lagi lepaskan dia supaya aku bisa mendekati dia dengan bebas" (bahasa korea) Han Daegang menjelaskan dengan wajah emosi, Do Hyun hanya diam terpaku mendengarkan Han Daegang berbicara
Han Daegang pergi dengan rasa emosi dan sudah tidak melihat Do Hyun lagi sebagai seniornya karena perlakuaannya kepada Santi itu keterlaluaan. Do Hyun diam rasa kesalnya kepada Han Daegang amarahnya menjadi meninggi dia menghancurkan benda yang ada di meja bar, dia berteriak menyebut nama Santi membuatnya semakin sakit, rasa sesal memukul istrinya datang perlahan dalam benaknya lalu dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Santi namun tidak terhubung.
Do Hyun pergi dan ingat apa yang di katakan Han Daegang bahwa Santi ada di taman, ketika ke sana Do Hyun tidak melihat mobil Santi, dia menjadi panik. waktu sudah menunjukan tengah malam entah harus kemana dia mencari Santi, pikirannya sedang buntu tidak bisa berpikir dengan jernih lalu menghubungi tante Yuni untuk meminta tolong, setelah nada dering ketiga tante Yuni mengangkatnya
"Hallo Do Hyun ada apa, kok malem-malem telpon" (bahasa korea)
"Tante aku minta tolong, Santi pergi dari apartemen, aku bingung harus cari kemana" (bahasa korea)
"Apa....kenapa bisa pergi, kamu sudah cari di apartemen tante belum" (bahasa korea) pekik tante Yuni kaget langsung bangun dari tidurnya
"Bukannya apartemen tante sudah di kontrakaan sama orang lain" (bahasa korea)
"Belum, coba kamu ke sana nanti kamu hubungi tante lagi kalau dia tidak ada" (bhasa korea)
"Baik, maaf menggangu tidur anda" (bahasa korea) Do Hyun berkata menutup telponnya dan langsung menuju apartemen tante yuni
Sesampainya di sana Do Hyun membuka pintu yang kode pin pintunya sudah diberi tahu oleh tante Yuni, Do Hyun mencari Santi lalu melihat Santi sedang tertidur lelap di sofa dengan menggunakan pakaiaan kerjanya. Do Hyun mendekatinya lalu melihat wajah Santi pipinya yang basah juga merah karena tamparan dia, membuat dia kesal pada dirinya sediri lalu Do Hyun mengepalkan tangannya dengan erat.
Do Hyun tidak ingin membangunkan Santi maka dia tidur di dekat Santi. Pagi hari Do Hyun terbangun melihat Santi yang masih terlelap ketika sedang memegang pipinya yang merah karena tamparannya, Do Hyun kaget pipi Santi terasa sangat panas lalu memegang dahinya sama panas juga, lalu Do Hyun membangunkan Santi namun tidak ada respon sama sekali, dia panik karena Santi tidak sadarkan diri lalu dia membawa Santi ke rumah sakit.
Setibanya di Rumah Sakit Do Hyun membopong Santi sampai ruangan ICU "dokter tolong istri saya tidak sadarkan diri, saya mohon tolong selamatkan dia" (bahasa korea) Do Hyun berkata dengan panik
"Baik saya akan memeriksanya" (bahasa korea)
Dokter memeriksannya, dan melihat pipi Santi yang merah, lalu melirik ke arah Do Hyun
"Istri anda harus di rawat dia sepertinya hanya kekurangan cairan dan semua normal dia hanya demam mungkin kelelahan" (bhasa korea)
Do Hyun langsung memindahkan Santi ke ruang VIP untuk di rawat di sana. tante Yuni mengubunginya "Halo Do Hyun bagaimana Santi udah ketemu" (bahasa korea)
"Sudah tante, tapi dia sekarang ada di rumah sakit di rawat karena tidak sadarkan diri" (bahasa korea)
"Apa....kok bisa, di rumah sakit mana" (bahasa korea) pekik tante Yuni
Do Hyun memberi tahu nama rumah sakitnya dan tante Yuni juga Ayah langsung menuju ke rumah sakit. setibanya di sana tante Yuni panik melihat Santi tidak sadarkan diri lalu memarahi Do Hyun depan Ayahnya "kamu gimana sih jadi suami kok ga bisa jaga istrinya sampai kaya gini, walaupun Santi hanya keponakan tante tapi dia sudah tante anggap anak kandung, awas ya kalau sakitnya makin parah tante ga akan maafpin kamu" (bahasa korea)
"Maaf tante aku tidak sengaja...." (bahasa korea) Do Hyun berkata dengan nada pelan
"Udah kamu keluar aja, Ayah kecewa kamu tidak bisa jaga Santi" (bahasa korea) Ayah memotong pembicaraan Do Hyun tidak ingin anaknya di marahi oleh ibu tirinya
Do Hyun mendengarkan perintah Ayah nya keluar dari ruangan karena dia pun merasa bersalah kepada Santi. wajahnya muram lalu diam di depan kamar dan tanpa dia sadari ada yang mengambil foto oleh seorang perawat, dia adalah fansnya Do Hyun dan dia mempunyai akun fansbase lalu di posting lah foto Do Hyun yang sedang berdiri didepan kamar VIP dengan caption 'Do Hyun sedang menjaga calon istrinya di rumah sakit' serempak semua akun fansbase mempostingnya dan menjadi tranding setelah berita foto Santi dengan Han Degang ramai.
Tante Yuni menyuruh Do Hyun pulang membawa pakaiaan untuk Santi juga kebutuhan lainnya, juga menyuruh Do Hyun mandi mengganti pakiaan juga makan. Beberapa jam kemudiaan Santi sadar terbangun mengatakan "Dion aku sayang kamu"
Tante Yuni membangunkannya "Sayang kamu udah sadar"
"Tante mana Dion" Santi berkata dengan mata perlahan terbuka
"Ngapain nanyain Dion, emang kamu masih sayang sama dia"
"Dia suami aku, dan aku sayang sama Dion"
"Sebucin itu kah kamu sama dia, itu pipi kenapa merah"
"Ini waktu di taman ada cowok yang nampar aku lalu aku di tolong sama Dion" Santi berkata dengan menutupi pipinya
"Kamu mau bohong sama tante nutupin kejelekaan suami kamu, walau dia anak tiri tante tapi ga bakalan tante belain, tetep tante ga nerima kamu di kasarin" tante Yuni berkata dengan emosi
"Kok tante yang emosi sih, dia ga salah aku yang salah dia cemburu liat foto aku"
"Cuman gara-gara foto ga jelas masa iya harus main tampar sih, kesel tante sama cowok yang suka main kasar sama cewek"
"Iya aku ngalangin dia supaya ga berantem sama Han Daegang jadi aku yang kena tapi please tante jangan bilang siapa-siapa ya termasuk mamah sama papah"
"Pantes bibir dia berdarah, kayanya udah bersantem sama Han Daegang"
"Aaaahhhh.....serius tante, mana sekarang Dion nya, pasti itu sakit banget" Santi berkata dengan rasa khawatir
"Kamu ini gimana sih malah khawatirin orang yang udah nampar kamu bukan mikirin diri sendiri"
Lalu dokter dan suster datang untuk memeriksa Santi "Siang, noona Santi sudah sadar" (bahasa korea)
"Siang, sudah dokter" (bahasa korea) Santi berkata dengan tersenyum
"Apakah anda akan melakukan visum untuk laporan tindakan kekerasan" (bahasa korea)
"Tapi saya lihat pipi anda ada seperti sudah di pukul seseorang, apakah ini tindakan kekerasaan orang terdekat" (bahasa korea)
"Bukan....ini tadi malem ada pria asing menapar saya di taman dan teman saya membantunya lalu membawa saya ke sini dengan keadaan tidak sadar" (bahasa korea) Santi menjelaskannya dengan berkata berbohong
"Tapi katanya anda istrinya bukan teman" (bahasa korea)
"Omo omo anda calon istri Do Hyun, wanita Indonesia itu, noona mirip wanita yang di cium sama Han Daegang juga, aaaaaa....kok bisa punya mantan dan calon suami idola kpop" (bahasa korea) suster berkata dengan melihat wajah Santi dengan teliti
Dokter melotot pada suster itu "Maaf saya fansnya Do Hyun" (bahasa korea) suster berkata lalu mereka berdua pergi meninggalkan kamar rawat
Santi diam wajahnya menjadi muram "Tuh kan tante aku jadi terkenal jelek aku ga mau nama baik Dion sebagai suami jadi jelek juga"
"Kamu malah mikirin dia bukan diri kamu, bagus banget tadi kamu ngarang cerita kaya di drama aja"
"anggap aja hidup aku lagi banyak drama" Santi berkata dengan menarik nafasnya dan wajahnya muram
"Sabar ya Sayang hidup kamu lagi di coba terus, tapi foto itu kapan di ambilnya, bukan pas kamu udah nikah sama Do Hyun kan"
"Udah lama tante, jaman aku dulu waktu ke korea pertama kali"
"Oh yang kamu pulang dari rumah Han Daegang itu ya, udah lama banget dong kenapa bisa kesebar gitu sih"
"Han Daegang udah minta maaf, katanya dia waktu mabuk ponselnya di bawa temannya dan temanya melihat foto itu lalu di sebarkan lewat sosmed"
"Ya ampun kok belum di hapus padahal udah lama"
"Makannya itu aku marah sama dia, gara-gara dia Dion jadi marah sama aku"
"Ya tante ngerti sih posisi Do Hyun kalau gitu, kasiaan juga dia"
"Gimana ya supaya berita itu ga kesebar dan nitijen lupa"
"Kasih mereka berita yang hot pasti lama-lama juga beritanya kelelep sendiri, ga usah di pikirin dan kamu juga ga usah ngejelasin tentang foto itu sama publik cukup yang deket aja yang tahu"
"Lelah kalau inget, pengen rasanya aku sembunyi di lubang supaya orang ga kenal sama aku"
"Orang lain pengen terkenal kamu malah mau sembunyi, lagiaan berita tentang kamu bukan kejelekan malah makin iri cewek-cewek sedunia liat kamu sama idola mereka yang ganteng"
"Justru itu aku ga suka keadaan kaya gini pasti ada yang ga suka sama aku"
"Ya udah yang ga suka biarin aja toh kamu di kelilingi sama orang yang sayang dan suka sama kamu apa adanya, makan dulu yuu supaya kamu ga lemes"
Tante Yuni sedang menyuapi makan kepada Santi datanglah Do Hyun dan Ayah "Udah pada datang" (bahasa korea) tante Yuni menyapa
"Santi kamu udah sadar" (bahasa korea) Ayah bertanya
"Udah Ayah, makasih atas perhatiaanya" (bahasa korea) Santi berkata dan melihat ke arah Do Hyun yang menundukan kepalanya
"Maaf kan anak Ayah sudah melakukan kesalahan Ayah sudah tegur dia dan pukul dia" (bahasa korea)
"Sepertinya ada yang butuh waktu berdua, teruskan suapin Santi" (bahasa korea) tante Yuni berkata memberikan piring berisi bubur kepada Do Hyun
Tante Yuni dan Ayah keluar kamar, Do Hyun duduk di kursi, mereka saling diam canggung seperti baru pertama kali kenal "Dangsin eun gwaenchana" Santi dan Do Hyun berbicara bersamaan
"Aku baik-baik saja, bagaimana luka kamu" (bahasa korea) Santi bertanya
"Aku yang seharusnya menanyakan itu kepada kamu, my sun maaf kan aku sudah menyakiti kamu, aku salah sudah tidak percaya sama kamu" (bahasa korea)
"Aku juga salah berteman dengan seorang pria dan itu menyakiti kamu" (bahasa korea)
"Aku sudah tahu, Han Daegang menjelaskan semuanya" (bahasa korea)
"Dan kaliaan berantem sampai bibir kamu luka" (bahasa korea)
"Ini bukan apa-apa di banding pipi kamu, sayang aku menyesal melakukan itu, kamu boleh hukum aku apapun asal maafkan aku dan kasih aku kesempatan untuk menjadi suami yang lebih baik lagi" (bahasa korea) Do Hyun berkata sambil memegang tangan Santi
"Aku sudah memafkan kamu, dan akan menghukum kamu karena telah menelantarkan aku sendiri" (bahasa korea)
"Aku akan menerima hukuman dari kamu" (bahasa korea)
"Ajak aku makan malam di Namsan Tower dan aku ingin makan yang banyak" (bahasa korea)
Do Hyun tersenyum "Hanya itu hukumannya" (bahasa korea)
"Masih ada, tapi nanti saja sekarang terlalu lelah tidak bisa berpikir" (bahasa korea)
Do Hyun tersenyum lalu mencium kening Santi memeluknya dengan erat, lalu menyuapinya dengan lembut. Santi menarik nafas walau cobaannya yang sudah di hadapinya sangat berat namun dia bisa melaluinya, Santi harus mampu menghadapi cobaan berikutnya sebagai seorang istri dari Sang Idola yang sudah di ketahui publik dan sebentar lagi akan bermunculan banyak berita tentang dirinya.