Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Sudah merasa Yakin



Santi dan Do Hyun masih berada di taman belakang duduk di sofa dekat kolam renang "Masalah drama kenapa kamu mengambil adegan romantis lagi, sedangkan kamu berjanji tidak akan mengambil drama romantis" (bahasa inggris) Santi berkata


"Itu salah satu rencana aku membuat perjanjiaan dengan manajer hyung supaya dia tidak mengganggu masalah pribadi aku, dan itu benar-benar drama romantis aku yang terakhir" (bahasa inggris) Do Hyun berkata


"Tidak usah berjanji kalau tidak akan di tepati, aku tidak akan melarang apapun kalau itu demi karir kamu" (bahasa inggris) Santi berkata


"Ini yang buat aku memilih kamu menjadi istri aku, karena kamu wanita istimewa" (bahasa inggris) Do Hyun berkata dengan memegang tangan Santi dengan romantis


Do Hyun tersenyum dan Santi pun tersenyum bahagia namun bingung memilih antara pekerjaan atau menikah dan ikut dengan Do Hyun ke Korea. setelah makan siang Do Hyun pulang lalu beberapa jam kemudiaan mamah Mila, papah Beni dan Safira pulang


"Tadi ada tamu ya, banyak banget pizzanya" Safira bertanya melihat meja makan di penuhi dus pizza dan memakan sisa pizzanya


"Ada siapa sayang tadi" mamah Mila bertanya


Santi hanya melamun tidak mendengar perkataan adik dan mamahnya "Santi kebiasaan deh banyak ngelamun" mamah Mila menepuk bahunya


"Mah aku bingung gimana dong" Santi berkata dengan wajah muram


"Kenapa lagi ada apa sama Dion, makannya kamu harus terbuka sama mamah" mamah Mila berkata


"Kaka berantem ya sama oppa Dion" Safira bertanya dengan mengunyah pizza


"Aaaaaa.....ngomongnya darimana bingung" Santi kesal dengan dirinya sendiri merasa dilema


"Mamah mandi dulu lengket badannya, kamu mikir dulu mau curhat apa" mamah Mila pergi ke kamarnya


"Aku juga mandi ah, ka nanti cerita ya" Safira berkata


Santi manarik nafasnya, setelah kedatangan Do Hyun kerumahnya perasaannya bahagia namun membuatnya dilema harus memilih karir atau menikah dengan Do Hyun. papah Beni keluar kamar dan duduk di sebelah Santi yang sedang menonton televisi namun pandangannya kosong


"Kamu katanya ada masalah sama Dion" papah Beni bertanya namun Santi tidak menjawabnya lalu papah Beni melihat wajah Santi yang sedang melamun "Santi kamu melamun" papah Beni menepuk bahu Santi


"Tuh kan apa kata mamah anak kamu itu lagi galau saking buncinnya sama Dion pah, nikahin aja lah mereka" mamah Mila berkata baru keluar kamar dan duduk sebelah Santi


"Itu mah masalahnya, Dion tadi datang ke rumah dan besok katanya dia sama orang tuanya mau kesini mau ngelamar aku" Santi berkata dengan cemberut


"Bagus dong akhirnya ada kabar dan langsung mau nikahin kamu eh...tapi aduh Santi kenapa kamu ga bilang, mamah belum siap-siap beli makanan" mamah Mila berkata


"Mamah malah mikirin makanan sih, aku gimana harus gimana" Santi berkata dengan wajah bingung


"Gimana apanya emang kamu belum siap, kalau kamu nerima bertunangan sama Dion berarti kamu udah siap nikah sama dia" papah Beni berkata


"Nah betul itu, lagiaan ya daripada kamu galau terus, lebih baik nikah aja jadi deket sama Dion tiap hari bisa ketemu" mamah Mila berkata


"Ga semudah itu, aku udah keterima kerja di perusahaan yang aku mau dan posisinya yang aku mau juga dan Dion udah nikah pengen aku ikut dia ke Korea" Santi menjelaskan


"Oh itu yang buat kamu bingung, simple aja menurut papah hidup itu pilihan kamu mau memilih menikah atau karir impiaan kamu, memang kalau udah nikah kamu harus ikut sama suami kamu" papah Beni menasehati


"Lagiaan kalau masalah kerjaan kamu bisa cari di Korea pasti ada sesuai yang kamu inginkan kecuali kamu mau deket sama Ali baru ambil karir di sini" mamah Mila berkata dengan tersenyum


"Mamah....kok jadi bawa-bawa Ali sih" Santi berkata dengan mengkerutkan keningnya


"Oh jadi ada cowok lain" papah Beni berkata


"Ga ada pah, dia cuman temen kok mamah ngarang" Santi menjelaskan


"Lagiaan gitu aja bingung, katanya mau jaga jarak sama Ali ya ini kesempatan kamu mungkin Allah ngasih kamu pilihan yang lain selain kerja bareng sama Ali" mamah Mila berkata


"Ya sih bener juga, tapi mah ada yang bikin aku bingung lagi tentang kerjaan Dion dan status dia" Santi berkata


"Status....Dion udah nikah" mamah Mila bertanya


"Bukan, status dia sebagai Idola itu yang buat Santi berat banget" Santi berkata


"Idola.... maksud kamu artis Korea, sebenernya kamu ini ngomingin Dion apa Han Daegang sih mamah bingung jadinya" mamah Mila berkata dengan wajah berkerut


"Pah bentar lagi magrib jangan tidur" mamah Mila berkata


"Tuh kan gara-gara mamah jadi papah salah sangka sama Santi"


"Ga apa-apa nanti mamah yang jelasin, jadi gimana kamu milih siapa" mamah Mila bertanya


"Ih ga ada pilihan mah, Santi cuman pengen sama Dion"


"Nah itu udah ada jawabannya, jadi kalau kata mamah lebih baik kamu nikah sama Dion karena kaliaan itu yang mamah liat ga bisa di pisahkan, lagiaan daripada lama-lama pacaran ngumpulin dosa mening nikah, masalah karir pasti bisa mengikuti dan rejeki kaliaan pasti lebih lancar" mamah Mila menasehati dan seketika membuat pikiran Santi terbuka


"Bener juga ya mah, tapi kerjaan Dion gimana mah Santi ga mau jadi penghalang karir dia"


"Emang kerjanya apa, katanya entertain" mamah Mila bertanya


"Dia Artis K-pop mah"


"Bukannya Han Daegang yang artis" mamah Mila mengerutkan dahinya


"Dion juga mah nama Korea dia Do Hyun, nama Dion panggilan dari om Bagus"


"Do Hyun.....bentar, lah itu bukannya idolanya Safira juga" mamah Mila kaget


"Iya mah, gimana dong bingung nih, tapi jangan dulu bilang Fira ya mah diem aja dulu biar dia tahu sendiri nanti" Santi berkata dengan wajah muram


"Wah bahaya bisa gempar rumah besok ama teriakannya, nak kalau masalah kerjaan ga masalah selama itu halal dan ga mungkin kamu menghambat karir dia siapa tahu kamu malah pembawa rejeki buat dia" mamah Mila meyakinkan Santi


"Pasti pro kontra mah, Santi belum siap sama komentar fansnya takut banyak yang komen jelek" Santi berkata


"Jangan main sosmed kalau gitu, atau jangan sampai media dan fansnya tau kaliaan sudah nikah buat sementara diam dulu sampai kamu siap dan kuat buat hadapin semuanya" mamah Mila menasehati


"Santi juga udah bilang gitu sama Dion, tapi bisa ga ya Santi hadapin cobaan nanti udah nikah, kemarin aja waktu tunangan cobaannya banyak"


"Sayang semua manusia di muka bumi ini mau nikah sama artis atau bukan pasti dapet cobaan, mamah aja nikah sama papah cobaannya banyak Allah tidak akan memberi cobaan yang tidak bisa di lalui oleh hambanya, mamah yakin kamu pasti kuat dan bisa apalagi udah melalui cobaan waktu jadi tunangannya Dion eh Do Hyun" mamah Mila menasehati


Santi diam dan merasa pikirannya terbuka setelah mencurahkan perasaannya yang dilema kepada mamah Mila "Makasih ya mah aku jadi lega semua yang mamah omongin bener juga dan aku harus kuat" Santi memeluk mamah Mila dan mereka tersenyum


"Eh...ngomong-ngomong anak mamah hebat banget, kok bisa pacaran sama artis korea mana dua-duanya ganteng lagi pasti bikin iri Safira dan temen-temen kamu kalau mereka tahu" mamah Mila berkata lalu Safira menghampiri


"Siapa yang bikin iri, kaka udah curhat ya telat deh ulangi lagi dong curhatnya" Safira berkata


"Mana bisa curhat di ulang, pokoknya besok ada kejuataan buat kamu" Santi berkata


"Apa kejutaannya ka" Safira bertanya


"Kalau di kasih tahu bukan kejutaan dong de, eh berarti sekarang kamu anter mamah belanja ke supermarket, oh ya mana Lucky" mamah Mila berkata


"Kaluar katanya mau ke rumah temennya malam minggu kali mah, belanjanya kita berdua aja" Santi berkata


"Wah kayanya ada yang mau ke rumah nih, ka, Han Daegang mau ke rumah ya" Safira berkata dengan wajah senang


"Rahasia kan kejutaan, mah aku siap-siap dulu ya" Santi berkata lalu pergi ke lantai dua


"Ah....jangan kejutaan aku penasaran nih" Safira berkata


"Nanti aja udah magrib berangkatnya" pekik mamah Mila kepada Santi "Fira kamu mau ikut belanja ga" mamah Mila bertanya


"Aku ikut, mah apa sih kejutaanya" Safira bertanya


"Ga tau tanya ka Santi aja, udah sana siap-siap" mamah Mila berkata lalu pergi ke kamarnya


"Chek....ih....kok aku datang pada bubar sih" Safira bergumam lalu pergi ke kamarnya


Santi di kamarnya merasa senang perasaannya yang dilema sekarang sudah yakin akan memilih menikah dengan Do Hyun dan merasa yakin mampu untuk menghadapi semua cobaan yang akan datang di kehidupannya setelah menikah nanti dengan seorang Idola.