
Hari demi hari mereka lalui dengan bahagia, dan tibalah Resepsi pernikahan mereka yang tertunda di Indonesia. Santi sudah berada di Indonesia bersama tante Yuni karena harus banyak yang dia kerjakan di mulai dari fitting baju pengantin adat sunda dan betawi lalu wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta.
Santi di jemput mamah Mila dan papah Beni mereka senang bertemu dengan anaknya Santi lalu mereka saling berpelukaan, seketika Santi menangis melihat kedua orang tuanya "hik hik hik mamah, papah" Santi memeluk mamah Mila
"Loh kok kamu nangis" mamah Mila berkata
"Emang jadi cengeng nih ka anaknya" tante Yuni berkata
"Kamu lagi hamil" papah Beni bertanya
"Engga kok pah, kangen mamah sama papah aja"
"Papah kok bisa bilang Santi hamil" mamah Mila berucap
"Dulu kan mamah juga waktu hamil Santi cengeng dikit-dikit nangis" papah Beni berucap
"Oh ya bener, jangan-jangan kamu hamil" mamah Mila berkata
"Eh iya San kamu udah tespek belum" tante Yuni berkata
"Engga tahu, cuman terakhir tes negatif"
Sampailah mereka di rumah "Kangen banget ya ampun sama rumah" Santi melihat sekeliling rumahnya
"Iya lah pasti kangen, kamu udah ga pulang selama dua tahun" mamah Mila berkata
"Sekali pulang padet dia jadwalnya ka" tante Yuni berkata
"Oh ya, kamu harus datang ke acara tivi ya"
"Iya mah, terus aku mau ketemu bestie aku kangen aku sama Viona dan Natasya"
"Udah sana kaliaan masuk kamar dulu ganti baju, mamah udah siapin makan malam pokoknya mamah mau ke mall sama kaliaan"
"Siap aku pasti ke mall dulu sama mamah, tante Yuni dan Safira pastinya, kok dia belum pulang sih"
"Bentar lagi mereka pulang"
Santi ke lantai atas masuk ke dalam kamarnya, dengan wajah senang dan merasa rindu dengan kamarnya dia tidur di kasurnya "Gue kangen kamar ini, ya ampun semuanya masih rapih" Santi bergumam dalam kamarnya lalu berganti pakaiaan dan karena lelah terlelap tidur sambil melihat foto suaminya di album Mars yang Do Hyun berikan kepada Santi.
Lalu beberapa jam kemudiaan terdengar terikan adiknya Safira mengetuk pintu namun Santi tidak membukanya akhirnya Safira membuka pintu kamar Santi, membangunkan Santi dengan memeluknya "Kaka bangun aku kangen"
Santi terbangun dan melihat adiknya Safira "Udah pulang, kaka juga kangen" Santi memeluk Safira
"Seneng deh kaka pulang, Fira pokoknya pengen nonton bioskop sama kaka terus pengen belanja juga kuliner, banyak cafe baru loh ka"
"Siap pokoknya besok kaka pulang fitting baju langsung ajak kamu ke mall, oh ya sekaliaan kaka mau bikin konten kalau gitu buat di youtube"
"Bener iya, soalnya Fira udah ijin sama guru wali kelas"
"Ijin.....kamu besok ga sekolah dong"
"Engga, abis kaka jadwalnya padet, besoknya lagi harus interview"
"Kamu tahu dari siapa"
"Mamah ngasih tahu dan besok aja harus fitting baju, kaka gaya udah jadi artis susah sekarang jalan sama adiknya"
"Ya udah gantiaan aja kamu yang jadi artis gimana, ga enak ternyata terkenal de, kaka kalau suruh milih mening jadi biasa aja di jalan ga usah pake masker, ga usah pake pengawal, ga bikin iri orang juga"
"Kalau bisa gantiaan, Fira mau jadi istrinya Han Daegang" Safira tersenyum
"Jangan Han Daegang yang lain aja"
"Kenapa, jangan bilang kaka suka juga sama Han Daegang"
"Bukan......dia itu cowok jail, nyebelin, rese jangan mau"
"Kaka kaya mantannya aja"
"Kaka tahu dia di korea aja sering ketemu"
"Jadi bener dong gosip di media kaka mantan Han Daegang"
"Itu bohong, kaka, Do Hyun sama Han Daegang itu temenan de"
"Oh gitu, beda banget ya media sama nyata"
"Makannya jangan percaya media mening tanya kaka aja langsung"
"Tapi kalau Han Daegang jail dan nyebelin ga apa-apa sih yang penting ganteng dan terkenal he he he"
"Issshhh....ga ngejamin kebahagiaan kamu de mau cowoknya ganteng dan terkenal"
"Berararti kaka ga bahagia sama oppa Do Hyun"
"Bahagia dong masa engga, maksud kaka kamu belum tentu bahagia sama Han Daegang jangan terlalu berharap"
"Iya sih, tapi nanti dia datang kan ke pesta nikah kaka"
"Engga tahu"
"Katanya temen masa engga ngundang sih"
"Maksud kaka ga tau dia bisa datang atau engga, siapa tahu lagi promo lagu terbaru dia"
"Kamu kalau mau jadi istri idola Kpop harus kuat dan sabar"
"Kaka hebat berarti sabar banget dan bisa bahagia sama keadaan ini"
"Nah itu dia makannya kebahagiaan seseorang kan beda-beda kalau buat kaka walau oppa Do Hyun sibuk pulang subuh asal dia ada di sisi kaka ga masalah"
"Bener juga belum tentu Fira bisa kaya kaka"
"Kamu kan cewek cemburuaan jadi ga akan bisa punya suami Idola"
Seketika wajah Safira cemberut "Jangan jadi istri deh jadi pacar aja kan keren tuh punya mantan artis Kpop ha ha ha ha"
"Dasar mulai deh halu, di doain deh sama kaka kamu punya mantan artis Kpop"
"Amin ya allah pake toa semoga terkabul keinginan aku cowoknya Han Daegang ya" Safira berkata sambil mengangkat tangannya berdoa
Safira tertawa senang karena sudah lama tidak berbicara langsung dengan Santi, lalu mereka di panggil oleh mamah Mila untuk makan malam. Mereka turun kebawah dan Santi berpelukaan dengan Lucky "Ka Do Hyun mana" tanya Lucky
"Masih ada promo lagu jadi nyusul ke sininya sama Ayah juga Kaka nya"
"Kenapa Ayah nya ga bareng sama tante Yuni" Safira bertanya
"Ayah jaga Restoran dulu soalnya belum bisa di tinggal lama-lama yang di Busan kan masih baru" tante Yuni menjawab
"Oh ya....kita kapan di ajak ke Restoran baru tante Yuni sama rumah ka Santi di Pulau Jeju keren banget kaya Villa" Safira berkata pernah liat rumah Santi di akun Instagram tante Yuni
"Kamu liat dimana de kok tahu sih"
"Di IG nya tante Yuni"
"Oh.....kamu kalau libur ke Korea nanti nginepnya di rumah kaka yang baru"
"Pah aku libur sebulan lagi mau ke Korea ya"
"Boleh, asal nilai kamu bagus"
"Asiikk siap, pasti bagus dong"
"Tuh de belajar yang bener jangan mantau oppa Korea mulu" Lucky meledeknya
"Apaan sih ka, Fira itu mantau kaka ipar sama ka Santi wajar kan"
"Yakin bukan mantau oppa Han Daegang ha ha ha ha" Santi menggodanya
"Sedikit sih suka mantau juga" Safira tersenyum
"Eh Fira Han Daegang sering makan di restoran tante loh"
"Seriusan....pokoknya nanti Fira mau pura-pura jadi pelayan di restoran tante, biar ketemu terus sama Han Daegang"
"Kenapa harus pura-pura jadi pelayan kamu bisa minta ka Santi buat ketemuaan sama Han Daegang" tante Yuni berkata
"Apaan...ka Santi ngelarang aku deket sama Han Daegang" Safira berkata dengan wajah cemberut
"Bukan ngelarang Fira, cuman dia bukan cowok yang tepat buat kamu" Santi menjawab
"Engga tepat atau kamu cemburu ha ha ha" tante Yuni menggoda Santi
"Apaan sih tante, ya udah nanti kaka ketemuin kamu sama Han Daegang deh"
"Serius janji ya, tapi kaka jangan cemburu, kan udah punya oppa Do Hyun"
"Siapa juga yang cemburu, tante Yuni tuh yang cemburu kalau ada Han Daegang suka genit ha ha ha ha"
"Santi kok sama ibu mertua gitu sih" mamah Mila berkata
"Oh ya lupa maaf kan aku eomeoni" Santi mengganggukan kepalanya dengan bercanda
"Ha ha ha dasar kamu, Han Daegang gemes soalnya jadi tante kaya muda lagi kalau liat dia, udah biasa ka kita gini ga ada mertua menantu di antara kita yang ada chingu dan bestie"
"Iya bener mah kita itu udah kaya chingu alias bestie apalagi pas udah jadi ibu mertua tante Yuni nambah asik orangnya"
"Jadi aku saingan sama tante dong" Safira berkata
Seketika Santi dan tante Yuni tertawa barsamaan "Ha ha ha ha ha"
"Udah ah ayo makan, jangan ngomongin oppa Korea aja, tapi emang ganteng ya mantu mamah kalau lagi nyanyi" mamah Mila berkata
"Lah kok mamah sendiri juga ngomongin" Lucky berkata
"Kan ngomongin mantu mamah ga apa-apa dong"
"Mantu mamah kan oppa Korea" papah Beni berkata
"Oh ya lupa ha ha ha ha"
Dan semua tertawa bahagia, berkumpul dan makan bersama sangat indah. Sesudah makan malam mereka berkumpul di halaman belakang untuk berbicara bercanda dan tertawa melanjutkan pembicaraan di meja makan tadi. Setelah melihat jam tak terasa sudah tengah malam,
"Sudah malam ayo pada tidur, besok kamu harus fitting baju sama tante Yuni" mamah Mila berkata
"Iya ngantuk juga, tidur yuu, selamat malam semua" Santi berdiri dan pergi ke dalam kamarnya
Semua bubar kembali ke kamar masing-masing untuk tidur, lalu Santi melihat ponselnya ada beberapa panggilan tak terjawab dari Do Hyun lalu dia menghubungi suaminya namun tidak dijawab "Kok ga di angkat sih, ya udah deh gue tidur aja" Santi bergumam lalu terlelap tidur karena lelah.